Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Tumbuhkan Toleransi Dan Lawan Stunting Lewat ATM Beras Dan Buruan SAE

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Siapa yang tidak garuk kepala jika melihat harga-harga kebutuhan pokok yang melambung belakangan ini. Apalagi bagi warga yang kurang mampu, untuk mendapatkan makanan bergizi, seperti karbohidrat, protein, dan mineral rasanya bagai mimpi.

Demi mewujudkan mimpi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung beserta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, bersama-sama membuat program berupa ATM Beras sejak 2018, dan Buruan SAE sejak 2020.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar memaparkan, sampai sekarang kedua program unggulan Pemkot Bandung ini masih terus berjalan aktif.

“Alhamdulillah kedua program dari Almarhum Mang Oded dan Pak Yana ini masih aktif berjalan. Bahkan, sampai sekarang dari target 30 ATM beras di seluruh kecamatan, kita sudah sediakan 24. Dan untuk Buruan SAE, sudah ada kelompok-kelompoknya di 151 kelurahan,” papar Gin Gin.

Untuk enam ATM sisanya, akan kembali digarap di tahun ini. Program ATM Beras, ujar Gin Gin, memang hanya diperuntukkan bagi warga Bandung yang kurang mampu.

Satu unit ATM Beras bisa membantu 75 kepala keluarga (KK). Di mana masing-masing KK memperoleh 10 kg beras setiap bulannya.

“Satu kali pengambilan itu 2,5 kg per minggu. Jadi, dalam waktu sebulan, 1 KK bisa mendapatkan 10 kg beras,” ujarnya

Gin Gin menambahkan, program ATM beras ini akan diberikan selama satu tahun untuk masing-masing KK. Setelah itu, daftar KK lain akan dijadikan sebagai penerima bantuan ATM Beras.

“Datanya kami koordinasikan bersama Dinas Sosial. Sehingga, harapannya semua warga yang kurang mampu bisa merasakan bantuan dari ATM Beras,” imbuhnya.

ATM Beras ini bukan hanya berbicara tentang pangan, tapi juga nilai toleransi.

Gin Gin menyebutkan, tempat yang menjadi lokasi ATM Beras antara lain di masjid, gereja, dan kantor kelurahan. Sehingga, tidak hanya menyalurkan beras, tapi juga ada aspek edukasi yang diberikan pada masyarakat.

“Makanya kenapa ATM Beras ini kami letakkan di masjid dan gereja juga. Supaya warga sekaligus beribadah ke masjid, mendapat arahan ilmu agama, dan kita salurkan bantuan beras,” ucap Gin Gin.

Pembagian beras ini dilakukan selepas salat Subuh bagi warga muslim, atau setelah kebaktian bagi penganut agama Kristen.

ATM Beras ini juga mendapat dukungan dari warga melalui Baznas Kota Bandung. Sampai saat ini, Baznas Kota Bandung sudah memberikan 12 ATM Beras dan termasuk pengisian beras secara rutin.

“Warga juga bisa ikut memberikan sumbangan mengisi beras ke ATM Beras. Karena kan target dari kami ini 75 KK. Jika semakin banyak stok beras yang tersedia, kami juga bisa menambah list penerima manfaat,” tuturnya.

Cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) menjadi salah satu sumber untuk pengisian ATM Beras. Beras yang diberikan termasuk dalam kategori premium berkualitas baik.

“Sampai saat ini ATM Beras selalu terisi, tidak ada kekosongan. Karena teman-teman koordinator juga punya sistem. Selalu berkoordinasi dengan kami untuk pengadaan berasnya,” papar Gin Gin.

Demi menjaga keamanan dan tepat sasaran penerima manfaat, sama halnya dengan ATM uang, ATM Beras menyediakan kartu ATM untuk warga yang terdaftar.

Dyah, salah satu koordinator ATM Beras di Kecamatan Mandalajati mengatakan, warga sangat merasa terbantu dengan adanya ATM Beras ini.

“Enggak ada komplain dari warga. Alhamdulillah berasnya juga selalu penuh. Benar-benar merasa tertolong dengan adanya ATM Beras, apalagi di masa seperti ini,” ungkap Dyah.

Ciptakan Ketahanan Pangan

Tidak hanya memikirkan tentang makanan pokok untuk masyarakat, Pemkot Bandung juga meluncurkan Buruan SAE pada akhir 2020 untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Bandung.

“Buruan dalam Bahasa Sunda artinya halaman. Sedangkan SAE itu artinya bagus, indah, rapi. Selain itu SAE juga akronim dari sehat, alami, dan ekonomis,” ucap Gin Gin.

Sehingga, melalui program Buruan SAE ini, Gin Gin mengatakan, warga bisa memanfaatkan lahan lingkungan atau pekarangan rumahnya yang terbatas untuk integrasi tanaman pangan bernilai ekonomis.

“Jadi, warga bisa tanam sayuran untuk kebutuhan mineral, bisa ternak ikan di ember, bisa juga ternak ayam untuk kebutuhan proteinnya,” jelasnya.

Tanaman hasil Buruan SAE ini merupakan sayuran organik yang diolah dengan menggunakan pupuk dari sampah organik. Pupuk ini dikelola dari program Kang Pisman.

Dengan Buruan SAE, Gin Gin juga berharap, warga bisa lebih berdaya secara ekonomi dari hasil tanam pangan di lahan rumah atau lingkungannya.

Bahkan, warga juga bisa saling berbagi satu sama lain jika tanaman atau ternak di rumahnya sudah panen.

“Kami cuma modalin bibit saja. Lalu didampingi cara pengelolaannya. Sisanya ya warga yang melanjutkan. Harapannya Buruan SAE ini bisa saling membantu dengan berbagi sesama warga,” imbuh Gin Gin.

Lebih jauh dari itu, Gin Gin menyampaikan, jika Buruan SAE ini bisa menurunkan angka stunting di Kota Bandung.

“Tapi, tentu ini bukan hanya karena kinerja DKPP saja, tapi juga dari Dinas Kesehatan dan SKPD lainnya. Peran masyarakat juga penting dalam menurunkan angka stunting, salah satunya ya melalui program-program ini,” ucapnya.

Salah satu daerah dari 151 kelurahan yang sudah menjalankan Buruan SAE adalah Kelurahan Jatihandap.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kel. Jatihandap, Dodi suhendi menyebutkan, sudah ada 14 RW di daerahnya yang menjalankan program ini.

“Dari 17 RW, sudah ada 14 RW yang jalan. Tanaman sayurannya beragam, seperti terong, cabe pakcoy, kangkung,” ujarnya.

Dodi menambahkan, warga sangat merasa terbantu dengan adanya Buruan SAE ini. Mereka jadi bisa memanfaatkan lahannya untuk lebih produktif.

“Meski sempit, tapi lahan rumahnya lebih berdaya. Sudah ada tiga kelompok yang panen. Dan hasilnya dibagikan juga ke warga sekitar,” imbuhnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beredarnya Berita Bohong dan Hoax, Kemenhub Gandeng PWI Memberikan Sosalisasi Dan Edukasi Publik Untuk Sektor Transportasi

    Beredarnya Berita Bohong dan Hoax, Kemenhub Gandeng PWI Memberikan Sosalisasi Dan Edukasi Publik Untuk Sektor Transportasi

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id –  Penyebaran berita bohong atau hoax di media sosial sangat cepat seiring dengan maraknya pengguna media sosial di Indonesia. Terlebih penggunaan media sosial telah menjadi rutinitas kehidupan masyarakat.  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyadari bahayanya berita hoax yang diterima oleh masyarakat. Karena itu pihaknya merangkul organisasi pers seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk […]

  • 800 peserta ikuti Jalan Santai PWI Pusat HUT ke-62 IKWI

    800 peserta ikuti Jalan Santai PWI Pusat HUT ke-62 IKWI

    • calendar_month Minggu, 16 Jul 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    JAKARTA , Mbinews – Penyelenggaraan Jalan Santai PWI Pusat dalam rangka HUT ke-62 Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) berlangsung meriah, diikuti sekitar 800 peserta, Sabtu (15/7/23). Jalan santai bertajuk “Fun Walk PWI PUSAT 2023 ”  yang mengusung tema ‘Memupuk Kebersamaan Dalam Kegembiraan’ . Berlangsung dari halaman Gedung Dewan Pers, menyusuri jalan Kebon Sirih, Jalan Ridwan […]

  • Bank bjb Gelar Promo Layanan Kredit Guna Bakti Ektra Fast

    Bank bjb Gelar Promo Layanan Kredit Guna Bakti Ektra Fast

    • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    BANDUNG , MBinews.id – Sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas debitur, bank bjb kembali hadir menggelar promo layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan para debitur. Promo kali ini berlaku untuk produk Kredit Ritel bjb yaitu bjb Kredit Guna Bhakti (KGB) Ekstra melalui program bjb Kredit Guna Bhakti (KGB) Ekstra Fast. bjb KGB Ekstra adalah fasilitas kredit yang […]

  • Komisi IV : DPRD Mendukung Percepatan Relokasi dan Penguatan Layanan RSKGM Kota Bandung

    Komisi IV : DPRD Mendukung Percepatan Relokasi dan Penguatan Layanan RSKGM Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 105
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung melakukan monitoring lapangan ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung, Rabu, 3 Desember 2025. Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., didampingi Wakil Ketua Komisi IV, H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si., dan Sekretaris Komisi […]

  • Usai Rakornas Dengan Wapres RI, Ini Kata PJ Wali Kota Sukabumi Terkait Percepatan Penurunan Stunting

    Usai Rakornas Dengan Wapres RI, Ini Kata PJ Wali Kota Sukabumi Terkait Percepatan Penurunan Stunting

    • calendar_month Senin, 9 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023. Rakornas yang dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, K.H. Ma’ruf Amin dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Yakni, Mendagri Tito Karnavian, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Menko PMK Republik Indonesia Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan, Menteri LHK, Menteri Keuangan […]

  • Agus Hermawan Dukung DIKPLHD 2025 untuk Perbaikan Lingkungan Kota Bandung

    Agus Hermawan Dukung DIKPLHD 2025 untuk Perbaikan Lingkungan Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    BANDUNG,  Mbinews — Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Agus Hermawan S.A.P., mengapresiasi penyusunan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) Tahun 2025. Ia menilai dokumen tersebut dapat menjadi instrumen evaluasi dalam meningkatkan kinerja lingkungan hidup di Kota Bandung. “Dokumen ini penting untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja lingkungan hidup daerah, sekaligus menjadi pedoman dalam […]

expand_less