Breaking News
Trending Tags

Tanpa SKKH, Hewan Ternak Dilarang Masuk Ke Kota Bandung!

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Hewan kurban dari luar daerah yang akan masuk ke Kota Bandung harus menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Jika tidak, semua hewan yang datang akan ditolak dan harus kembali lagi ke daerah asal.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna saat rapat koordinasi strategis terkait pencegahan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Kota Bandung bersama para camat dan lurah se-Kota Bandung secara hybrid, Senin, 23 Mei 2022.

“Kita akan buat Surat Edarannya (SE). Siapapun yang nanti akan menjual hewan ke Kota Bandung, wajib menyertakan SKKH. Kalau tidak SKKH, kita larang masuk ke Bandung!” tegas Ema.

Untuk memantau hewan ternak (sapi dan domba) yang datang ke Kota Bandung, seluruh camat dan lurah wajib mendatangi dan mengecek SKKH ini di tiap wilayahnya.

Selain itu, Ema juga mengimbau bagi para peternak di Kota Bandung untuk menunda penambahan stok dan sebaiknya menggunakan hewan lama yang tersedia.

“Kalau mau aman, semua orang sekarang tidak ada yang transaksi penambahan hewan, kecuali ada garansi keamanannya. Sehingga hewan terjamin kesehatannya dengan SKKH,” ucapnya.

Di Kota Bandung terdapat 42 jalur akses ke Kota Bandung. Mulai dari jalan utama sampai jalan tikus. Maka dari itu, akan dibentuk satuan tugas (satgas) untuk mengawasi kendaraan yang membawa hewan ternak sapi dan domba ke Kota Bandung.

“Kita akan buat satgas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP. Didukung juga oleh camat dan lurah,” ujar Ema.

Namun, Ema mengakui tentu sulit jika harus mengawasi semua kendaraan yang mengangkut hewan ternak.

“Tapi, kita pasti mengetahui mereka itu akan ke mana, apakah ke bandar, RPH, atau pasar. Camat dan lurah juga harus turun memantau ini. Para petugas juga akan mengejarnya ke titik tersebut,” paparnya.

Ema mengakui, hal ini menjadi dilematis untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Sebab kondisi stok hewan saat ini di Kota Bandung, dari 49 peternak sapi terdapat 980 ekor sapi. Sedangkan dari 150 peternak domba, ada 5.000 ekor.

“Kalau kita bicara kebutuhan sapi ada di masa Iduladha itu sekitar 3.500-5.000 ekor sapi. Kemudian domba 12.000-15.000 ekor. Tapi sekarang kita dihadapkan pada ancaman PMK,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyebutkan, telah ditemukan indikasi positif PMK pada 10 sapi di peternakan Babakan Ciparay pada 21 Mei silam. Meski telah rutin diimbau, tapi secara diam-diam 10 sapi ini mereka datangkan dari luar Kota Bandung pada pukul 01.30 WIB.

“Lalu, saat ditemukan indikasi, mereka melapor ke posko kami yang ada di Jalan Arjuna. Pas kami cek, ternyata benar untuk gejala klinisnya. Tapi kita akan lihat kepastiannya dari hasil Laboratorium Veteriner yang ada di Subang,” kata Gin Gin.

Lalu lintas menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh untuk mencegah penyebaran PMK. Sehingga Gin Gin berharap, perlu adanya komitmen kuat dari daerah asal juga terkait penegasan SKKH.

“Kami butuh kolaborasi dari berbagai pihak, seperti Dishub dan kepolisian untuk menjaga perbatasan-perbatasan. Sebab faktor utama itu lalu lintas. Ada beberapa daerah yang merasa sudah tertular, jadi mereka mengobral murah hewan-hewannya. Ini yang jadi bahaya jika peternak kita tergiur untuk beli,” ungkapnya.

Rencananya sebelum Iduladha, hewan kurban akan divaksin. Vaksin akan didatangkan secara impor.

Namun, vaksin ini akan diprioritaskan bagi daerah zona merah atau yang memiliki banyak kasus PMK.

Kepala Bidang Keamanan Pangan DKPP Kota Bandung, drh. Ermariah menjelaskan, masa inkubasi virus PMK ini dari 0-14 hari. Untuk mencegah PMK di Kota Bandung, para peternak telah menggunakan desinfektan, memberikan vitamin, dan mineral yang cukup untuk hewan.

“Kami para dokter hewan juga memeriksa ulang. Periksa sebelum potong dan periksa setelah potong,” tutur Erma.

Untuk daging dari hewan yang terkena PMK ini, Erma mengatakan, bisa dikonsumsi asalkan harus matang dengan suhu tinggi.

“Jangan dicuci, tapi langsung rebus saja daging dan tulangnya selama 30 menit. Dibakar juga boleh tapi harus sampai matang. Buang jeroannya,” imbuhnya. (din-pipi).

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masuk Bursa Calon Kepala Desa Malasari Bandung No Urut 2, Rostika: Tingkatkan SDM Secara Meyeluruh

    Masuk Bursa Calon Kepala Desa Malasari Bandung No Urut 2, Rostika: Tingkatkan SDM Secara Meyeluruh

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KAB.BANDUNG, MBInews.id – Pengundian nomor urut untuk 5 Calon Kepala Desa Malasari Kec Cimaung Kab Bandung berlangsung di GOR Kantor Desa Malasari (21/9/2023) diantaranya hadir figur perempuan Rostika dari hasil pengundian mendapat nomor urut : 2. Rostika berpendapat, dari pengundian nomor untuk calon Kades Malasari yang di gelar di GOR Kantor Desa Malasari, saya mendapatkan […]

  • PWI Dan Menwa Kota Sukabumi Salurkan Logistik Bantuan Untuk Korban Bencana Bogor Dan Banten

    PWI Dan Menwa Kota Sukabumi Salurkan Logistik Bantuan Untuk Korban Bencana Bogor Dan Banten

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi bersama dengan Korp Resimen Mahawarman (Menwa) Sukabumi mengirimkan logistik bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Bogor dan Banten. Ketua PWI Peduli Kota Sukabumi Drs. Ahmad Rayadie mengatakan, pihaknya bersyukur atas dukungan keterlibatan semua pihak, sehingga bisa memberikan bantuan kepada korban musibah. “Alhamdulillah kita PWI Kota Sukabumi […]

  • Kejar Target Vaksin, Polres Sukabumi Kota Gelar Vaksinasi Presisi

    Kejar Target Vaksin, Polres Sukabumi Kota Gelar Vaksinasi Presisi

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Polres Sukabumi Kota terus kejar target dalam percepatan vaksinasi terhadap masyarakat. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Polres Sukabumi Kota akan mengadakan kegiatan vaksinasi masal presisi. “Rencananya, besok (19/10/2021) Polres Sukabumi Kota akan menggelar Gerai Vaksin Presisi di Gedung Aula Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Kota Sukabumi,” tutur PS. Kasi Humas Polres […]

  • Normalisasi Sungai Cidurian, Pemkot Dan BBWS  Citarum Akan Bangun Kolam Retensi Dan RTH

    Normalisasi Sungai Cidurian, Pemkot Dan BBWS Citarum Akan Bangun Kolam Retensi Dan RTH

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dalam rangka normalisasi sungai Cidurian, Pemerintah Kota Bandung bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum akan membangun kolam retensi dan ruang terbuka hijau. Rencananya pembangunan dimulai tahun ini. “Prinsipnya kami ingin menata agar fungsi sungai kembali ,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di sela-sela meninjau Sungai Cidurian di kawasan RW […]

  • Terjadi Refocusing, Walikota Sukabumi Minta SKPD Tetap Berikan Pelayanan Terbaik

    Terjadi Refocusing, Walikota Sukabumi Minta SKPD Tetap Berikan Pelayanan Terbaik

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Meskipun, APBD tahun 2021 ini terjadi refocusing anggaran.”Saya minta SKPD untuk tidak lengah, tetap berikan pelayanan, serta lakukan komunikasi terbaik dengan masyarakat,”ujar Fahmi usai melakukan rapat, di Balikota Sukabumi. Selasa, (23/03/2021). Fahmi mengungkapkan, jika APBD […]

  • SMSI  Siap Gelar Kongres I Bulan Desember 2019

    SMSI Siap Gelar Kongres I Bulan Desember 2019

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Organisasi perusahaan media massa berbasis internet Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)  siap menggelar Kongres I pada bulan Desember mendatang. Kongres  direncanakan diselenggarakan di Jakarta dan memiliki agenda tunggal memilih Ketua Umum SMSI periode 2019-2024. Demikian salah satu keputusan rapat Dewan Pendiri yang digelar di Jalan Kebun Sirih, Jakarta, Jumat siang (22/11). Hadir […]

expand_less