• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • DISCLAIMER
  • REDAKSI
Jumat, Maret 27, 2026
  • Login
mbinews.id
Advertisement
  • Home
  • Jabar
    • Bandung Raya
    • Cimahi & KBB
    • Cianjur
    • Bogor
    • Majalengka
    • Sukabumi
  • Sumut
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
    • Parlemen
  • Regional
  • TNI/POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Jabar
    • Bandung Raya
    • Cimahi & KBB
    • Cianjur
    • Bogor
    • Majalengka
    • Sukabumi
  • Sumut
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
    • Parlemen
  • Regional
  • TNI/POLRI
No Result
View All Result
mbinews.id
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Lifestyle
  • Ragam

Butuh Penanganan Khusus, Kepala Puskesmas: Kasus TBC di Kecamatan Cikole Cenderung Meningkat

Juli 15, 2022 - 14:57:24
in Jabar, Pemerintahan, Regional, Sukabumi
Butuh Penanganan Khusus, Kepala Puskesmas: Kasus TBC di Kecamatan Cikole Cenderung Meningkat

Kepala Puskemas Selabatu, Dr Riska.

SUKABUMI, Mbinews.id – Langkah antisipasi pencegahan penambahan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kota Sukabumi melibatkan puluhan relawan. Relawan Pena Bulu yang berasal dari warga sekitar ternyata mampu mendeteksi sejak dini suspeck TBC, Jumat (15/07).

Seperti halnya dilakukan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, kehadiran para relawan Pena Bulu sangat membantu. Mereka bergerak cepat mendeteksi dan melaporkan warga yang terindikasi terdapat TBC kepihak puskesmas.

“Laporan tersebut langsung ditangani cepat petugas medis, ” ujar Kepala Puskesmas Selabatu, dr. Riska kepada awak media.

BeritaLainnya

Dukung Kesehatan Warga, BRI Salurkan Ambulans ke Yayasan Bandung Cinta Damai

BRI Berbagi Bahagia Jadi Sorotan, Sinergi dengan Wartawan Bawa Dampak Nyata

Didampingi pemegang program TBC, Tina, Riska mengatakan para relawan yang telah mendapatkan pelatihan di nilai sangat membantu tugas medis.
Terutama mendeteksi sejak awal kasus TBC di wilayahnya.

“Sebelumnya, mereka telah memperoleh pelatihan dan pengetahuan mengenai TBC,” katanya.

Riska mengatakan, kasus TBC di Kecamatan Cikole cenderung terus meningkat. Penambahan suspeck TBC rata-rata perbulan mencapai 20 hingga 30 orang setiap bulannya.

“Sedangkan penambahan positif penderita TBC baru setiap bulan 3 sampai 5 orang. Sehingga jumlah pasien per Juli 2022 mencapai 42 orang, ” katanya.

Dia menambahkan warga terpapar TBC mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan. Terutama pasien berusia dewasa.

Adapun pasien anak, kata Riska, kisaran 5 hingga 8 orang. Mereka pelajar yang memerlukan penanganan medis serius.

“Langkah kami secara rutin memberikan informasi kepada pasien untuk terus mengkonsumsi obat. Termasuk mendatangi pasien kerumah bila terlambat datang berobat ke puskesmas, ” ungkapnya.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 470 warga mengidap penyakit TBC. Bahkan seorang pasien di antaranya meninggal dunia karena penyakit menular tersebut.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi Wahyu Hardiana mengatakan, angka kasus TBC di Kota Sukabumi sampai saat ini masih cukup tinggi.
Dirinya menambahkan, pada 2021 saja, jumlah totalnya mencapai 1.288 orang.

“Selama tahun ini, kurang lebih ada 470 orang yang mengidap TBC dan satu diantaranya meninggal. Ini jumlah yang kita tangani,” kata Wahyu.

Dia mengatakan, kematian pasien TBC biasanya diakibatkan oleh terlambatnya penanganan dan tidak rutin mengkonsumsi obat. Menurutnya, pemerintah justru telah menyediakan obat gratis bagi penderita TBC.

Proses pengobatan TBC ini membutuhkan waktu lama yakni sekitar enam bulan dan selama proses itu pasien harus rutin meminum obat, tidak boleh berhenti.

“Kalau telat satu hari saja dapat berisiko resisten obat dan itu akan lebih lama pengobatannya,” ujarnya.

Sementara itu, pengobatan pasien TBC resisten obat di Jawa Barat hanya ada di RSUD Syamsudin SH dan RS Hasan Sadikin Bandung. Oleh sebab itu, bagi penderita TBC harus rutin minum obat setiap hari selama enam bulan.

“Di Kota Sukabumi ada 16 kasus yang TBC MDR atau tidak mempan obat, sehingga pengobatan harus dilakukan di RSUD Syamsudin SH atau RS Hasan Sadikin sampai dua tahun,” ucapnya.

Gejala yang bisa dikenali bagi warga yang terserang TBC di antaranya, batuk secara terus menerus antara dua hingga tiga minggu dan kadang mengalami batuk berdarah. Selain itu nyeri dada dan mengalami sesak nafas

“Di Kota Sukabumi terdapat 15 titik pemeriksaan TBC yakni di tiap-tiap Puskesmas dan rumah sakit. “Kami berupaya maksimal untuk menemukan warga yang mengidap TBC agar segera dapat ditangani,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi)

Tags: #cikole#SukabumiButuhcenderungDr. RiskaJabarkasuskecamatanKecamatan CikolekepalaKesehatankhususmeningkatPemerintahanPenangananPuskesmasregionaltbc
Share216Tweet135

BeritaTerkait

Dukung Kesehatan Warga, BRI Salurkan Ambulans ke Yayasan Bandung Cinta Damai

Dukung Kesehatan Warga, BRI Salurkan Ambulans ke Yayasan Bandung Cinta Damai

Maret 27, 2026
BRI Berbagi Bahagia Jadi Sorotan, Sinergi dengan Wartawan Bawa Dampak Nyata

BRI Berbagi Bahagia Jadi Sorotan, Sinergi dengan Wartawan Bawa Dampak Nyata

Maret 25, 2026
Peduli Masyarakat, BRI Region 9 Bandung Gandeng Yayasan dan Pesantren Salurkan Sembako

Peduli Masyarakat, BRI Region 9 Bandung Gandeng Yayasan dan Pesantren Salurkan Sembako

Maret 16, 2026
OPADI Hadir di Sukabumi, Warga Bisa Tebus Paket Sembako Rp40 Ribu Jelang Idulfitri

OPADI Hadir di Sukabumi, Warga Bisa Tebus Paket Sembako Rp40 Ribu Jelang Idulfitri

Maret 13, 2026
Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi, BRI Salurkan Bantuan Lanjutan untuk Korban Bencana Bantargadung

Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi, BRI Salurkan Bantuan Lanjutan untuk Korban Bencana Bantargadung

Maret 11, 2026
Program 12 PAS Sasar Warga Miskin Ekstrem, Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan di Dua Kelurahan

Program 12 PAS Sasar Warga Miskin Ekstrem, Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan di Dua Kelurahan

Maret 11, 2026
Next Post
Gelar Reses III Masa Sidang 2021-2022, Asep Syamsudin: Intinya kami Siap Untuk perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Gelar Reses III Masa Sidang 2021-2022, Asep Syamsudin: Intinya kami Siap Untuk perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Keren! Pemkot Bandung Raih Tiga Penghargaan Manajemen ASN Dari BKN

Keren! Pemkot Bandung Raih Tiga Penghargaan Manajemen ASN Dari BKN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bertita Populer

  • 6 Kecap Ikan Halal Terlaris di Blibli

    6 Kecap Ikan Halal Terlaris di Blibli

    1036 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Penting Untuk Diketahui, Inilah Cara Membedakan Airwalk Asli dan Palsu

    1013 shares
    Share 405 Tweet 253
  • Nekat Gadaikan Mobil Kreditan, Nasabah CIMB Niaga Finance Dipenjarakan

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Respon Desakan Warga Sriwidari, Ini Tanggapan Pj Walikota Sukabumi

    860 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Abah Anton, Pencipta Lagu ‘Jayanti’ yang Viral Berharap Ada Royalti

    767 shares
    Share 307 Tweet 192