Breaking News
Trending Tags

Butuh Penanganan Khusus, Kepala Puskesmas: Kasus TBC di Kecamatan Cikole Cenderung Meningkat

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 15 Jul 2022
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Langkah antisipasi pencegahan penambahan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kota Sukabumi melibatkan puluhan relawan. Relawan Pena Bulu yang berasal dari warga sekitar ternyata mampu mendeteksi sejak dini suspeck TBC, Jumat (15/07).

Seperti halnya dilakukan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, kehadiran para relawan Pena Bulu sangat membantu. Mereka bergerak cepat mendeteksi dan melaporkan warga yang terindikasi terdapat TBC kepihak puskesmas.

“Laporan tersebut langsung ditangani cepat petugas medis, ” ujar Kepala Puskesmas Selabatu, dr. Riska kepada awak media.

Didampingi pemegang program TBC, Tina, Riska mengatakan para relawan yang telah mendapatkan pelatihan di nilai sangat membantu tugas medis.
Terutama mendeteksi sejak awal kasus TBC di wilayahnya.

“Sebelumnya, mereka telah memperoleh pelatihan dan pengetahuan mengenai TBC,” katanya.

Riska mengatakan, kasus TBC di Kecamatan Cikole cenderung terus meningkat. Penambahan suspeck TBC rata-rata perbulan mencapai 20 hingga 30 orang setiap bulannya.

“Sedangkan penambahan positif penderita TBC baru setiap bulan 3 sampai 5 orang. Sehingga jumlah pasien per Juli 2022 mencapai 42 orang, ” katanya.

Dia menambahkan warga terpapar TBC mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan. Terutama pasien berusia dewasa.

Adapun pasien anak, kata Riska, kisaran 5 hingga 8 orang. Mereka pelajar yang memerlukan penanganan medis serius.

“Langkah kami secara rutin memberikan informasi kepada pasien untuk terus mengkonsumsi obat. Termasuk mendatangi pasien kerumah bila terlambat datang berobat ke puskesmas, ” ungkapnya.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 470 warga mengidap penyakit TBC. Bahkan seorang pasien di antaranya meninggal dunia karena penyakit menular tersebut.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi Wahyu Hardiana mengatakan, angka kasus TBC di Kota Sukabumi sampai saat ini masih cukup tinggi.
Dirinya menambahkan, pada 2021 saja, jumlah totalnya mencapai 1.288 orang.

“Selama tahun ini, kurang lebih ada 470 orang yang mengidap TBC dan satu diantaranya meninggal. Ini jumlah yang kita tangani,” kata Wahyu.

Dia mengatakan, kematian pasien TBC biasanya diakibatkan oleh terlambatnya penanganan dan tidak rutin mengkonsumsi obat. Menurutnya, pemerintah justru telah menyediakan obat gratis bagi penderita TBC.

Proses pengobatan TBC ini membutuhkan waktu lama yakni sekitar enam bulan dan selama proses itu pasien harus rutin meminum obat, tidak boleh berhenti.

“Kalau telat satu hari saja dapat berisiko resisten obat dan itu akan lebih lama pengobatannya,” ujarnya.

Sementara itu, pengobatan pasien TBC resisten obat di Jawa Barat hanya ada di RSUD Syamsudin SH dan RS Hasan Sadikin Bandung. Oleh sebab itu, bagi penderita TBC harus rutin minum obat setiap hari selama enam bulan.

“Di Kota Sukabumi ada 16 kasus yang TBC MDR atau tidak mempan obat, sehingga pengobatan harus dilakukan di RSUD Syamsudin SH atau RS Hasan Sadikin sampai dua tahun,” ucapnya.

Gejala yang bisa dikenali bagi warga yang terserang TBC di antaranya, batuk secara terus menerus antara dua hingga tiga minggu dan kadang mengalami batuk berdarah. Selain itu nyeri dada dan mengalami sesak nafas

“Di Kota Sukabumi terdapat 15 titik pemeriksaan TBC yakni di tiap-tiap Puskesmas dan rumah sakit. “Kami berupaya maksimal untuk menemukan warga yang mengidap TBC agar segera dapat ditangani,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gugus Tugas Covid-19 Dua Pilihan Untuk Terapkan PSBM

    Gugus Tugas Covid-19 Dua Pilihan Untuk Terapkan PSBM

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung tengah mematangkan skema pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Cidadap. Hal ini sebagai langkah penanganan adanya temuan klaster Covid-19 di Sekolah Calon Perwira TNI AD (Secapa AD). Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menuturkan, ada dua pilihan pada penerapan PSBM Kecamatan Cidadap. […]

  • Komisi II Minta Pemprov Jabar Perhatikan Fasilitas UPTD Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan di Kabupaten Cirebon

    Komisi II Minta Pemprov Jabar Perhatikan Fasilitas UPTD Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan di Kabupaten Cirebon

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    CIREBON, MBInews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat soroti kurangnya anggaran pelayanan pelatihan bagi masyarakat penghasil hutan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Lina Ruslinawati saat memimpin kunjungan kerja Komisi di UPTD Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan di Kabupaten Cirebon. Senin, (5/6/23). Lina menjelaskan, berdasarkan hasil kunjungan kerja di […]

  • Yasonna Laoly Sambut Baik Panitia HPN 2020, Atal S Depari Meminta kesediaan Menkumham Untuk Jadi Pembicara

    Yasonna Laoly Sambut Baik Panitia HPN 2020, Atal S Depari Meminta kesediaan Menkumham Untuk Jadi Pembicara

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Panitia Pusat Hari Pers Nasional (HPN) 2020, Kamis sore, (9/1/2020), bertemu dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) Yasonna Laoly untuk meminta kesedian menjadi salah satu pembicara dalam Konvensi Media Massa di puncak acara HPN 2020 yang akan dilaksanakan pada dari tanggal 7 – 9 Februari 2020 di Kota Banjarmasin Kalimantan […]

  • Adanya Wabah Covid-19 Kota Sukabumi, RAPERDA Tahun 2020 Ditunda

    Adanya Wabah Covid-19 Kota Sukabumi, RAPERDA Tahun 2020 Ditunda

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (raperda) tahun 2020 yang sudah dijadwalkan harus tertunda sampai batas waktu  yang belum ditentukan. Penundaan itu tentu saja diakibatkan adanya wabah cobid-19 saat ini.”Iya kita tunda dulu pembahasan raperda di tahun 2020, karena ada covid-19,”tutur Kasubag Dokumentasi dan Informasi Hukum Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi Tri Sari Setiati,  […]

  • 50 Bacaleg PDI Kota Bandung Diantaranya 30 Persen untuk Penuhi Kuota Perempuan

    50 Bacaleg PDI Kota Bandung Diantaranya 30 Persen untuk Penuhi Kuota Perempuan

    • calendar_month Sabtu, 13 Mei 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Sebanyak 50 orang Bakal calon Legislatif mendaftar ke KPU Kota Bandung terdiri dari 7 orang incumbent dan 30 persen memenuhi kuota Perempuan dari DPC PDI Perjuangan Kota Bandung mengikuti semua tahapan pencalegan untuk PemIlu Legislatif 2024 Sesuai peraturan KPU No. 10 Tahun 2023 Tentang Pencalonan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah […]

  • Peringati Hari Lahir Pancasila, Yana: Perbedaan Itu Anugerah

    Peringati Hari Lahir Pancasila, Yana: Perbedaan Itu Anugerah

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengajak kepada masyarakat juga seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan persatuan. Menurut Yana, Kota Bandung dengan penduduk yang beragam latar belakang suku, agama, dan ras harus tetap bersatu. Baginya, perbedaan menjadi anugerah. Pasalnya Pancasila mampu mempersatukan semua perbedaan. “Karena dalam Pancasila persatuan, […]

expand_less