Breaking News
Trending Tags

Heryanto Tanaka Tegaskan Hubungan Dengan Dadan Tri Yudianto, Murni Bisnis

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, MBInews.id — Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menghadirkan tiga orang saksi kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Selasa, 23 Januari 2024.

Ketiga saksi tersebut adalah Theodorus Yosep Parera, Heryanto Tanaka, dan Hardianko, dihadapkan di persidangan untuk dimintai keterangannya atas terdakwa pengusaha Dadan Tri Yudianto dan Sekretaris MA non-aktif Hasbi Hasan.

Dalam kesaksiannya, Yosef Parera mengungkapkan kantornya (rumah Pancasila) sekitar Maret 2022 hari Jumat atau Sabtu, didatangi Haryanto Tanaka bersama Dadan Tri, Hardianko dan dua orang lainnya yang tidak dikenalnya.

“Kita ngobrol dengan posisi duduk berhadap-hadapan diantara meja berukuran sekitar 1,5 meter, Yosef Parera dengan Heryanto Tanaka dan Dadan Tri, sementara Hardianko dan rekan lainnya duduk disampingnya,” ungkap Yosef Parera.

“Saat itu kemudian itu saudara Dadan menelepon dan Video Call seseorang, yang kemudian Hpnya dihadapkan ke pak Tanaka kemudian ke saya,” ungkap Parera.

“Bang izin yang mau minta tolong ini orangnya, sambil Hpnya dihadapkan kepada Saudara Tanaka,” kata Yosep.

Saat itu, Yosep mengaku belum tahu siapa sosok yang ditelepon Dadan. Ia mengaku sempat menolak saat Dadan menawarkan untuk ikut bersapa dengan sosok tersebut.

“Tapi Hp tetap dihadapkan ke saya dalam jaraknya sekitar satu meter, kemudian saya lihat dan saya hanya hormat saja,” ujarnya.

“Kemudian saya tanyanya sama Hardianko yang sebelah kanan saya persis, itu siapa tadi?” kata Yosep. “Itu Sekma Prof. Hasbi,” katanya.

“Saya melihat dengan jelas orang yang ada di Hp Dadan itu memakai baju putih”, tegas Parera.

Berbeda dengan kesaksian Yosef Parera, Heryanto Tanaka menyebutkan saat video call antara Dadan dan Sekma yang kemudian ditunjukkan ke dirinya, tidak ada Yosef.

“Saat video call antara Dadan dan Sekma yang kemudian ditunjukkan langsung ke saya, seingat saya tidak ada Yosef,” ungkap Tanaka.

Tanaka juga menyampaikan tidak mengenal sekma atau Hasbi Hasan.

Hardianko juga memberikan kesaksian berbeda terhadap peristiwa Video Call tersebut.

“Saat pertemuan atau video call, saya tidak menyaksikan. Saya saat itu menunggu diluar atau garasi,” jelas Hardianko.

Dalam persidangan, Penuntut Umum KPK sempat mencecar Heryanto Tanaka terkait hubungannya dengan terdakwa Dadan Tri Yudianto.

“Saya meminta Dadan untuk membantunya mengawasi kinerja Yosep yang sedang mengurusi kasusnya di MA, dan timbal baliknya, saya mau bekerjasama dan berinvestasi senilai Rp 11,2 miliar dalam bisnis skincare,” jelas Tanaka.

Dalam kesempatan tersebut, Majelis menanyakan berapa besaran biaya untuk mengawasi Yosef oleh Dadan.

“Untuk mengawasi Yosef oleh Dadan, apakah ada biayanya?”, tanya majelis. “Tidak ada biaya yang mulia,” jawab Tanaka.

“Kenal dengan Dadan sejak kapan,” tanya majelis.

“Sejak 6 bulan sebelumnya dan yang diketahui Dadan adalah Komisaris Wika Beton,” katanya.

“Apa hubungan komisaris dengan bisnis saudara,” tanya majelis lagi.

“Istri Dadan punya bisnis skincare yang sejalan dengan bisnis saya dibidang kapas kecantikan,” jelas Tanaka ke majelis.

Tanaka juga mengungkapkan bahwa bisnis kerjasama dengan Dadan ada perjanjiannya dan dirinya sudah mendapatkan keuntungan.

“Kerjasama bisnis dengan Dadan ada perjanjiannya, dan saya punya perjanjian tersebut. Bahkan saya sudah dapat keuntungan atas bisnis dengan Dadan, namun belum bisa dicairkan karena rekening saya di blokir,” ungkap Tanaka.

Dalam kesempatannya, terdakwa Dadan membantah kesaksian Yosef Parera. Menurutnya tidak pernah sama sekali menunjukan  video call dan fhoto kepada Yosep Parera dan Dadan juga membantah tidak ada pembahasan di rumah pancasila terkait jalur atas dan jalur bawah.

Disamping itu Hasbi Hasan membantah atas kesaksian Yosef Parera. Menurut Hasbi, sudah menjadi kebiasannya setiap hari selalu pakai baju batik dan memakai baju putih hanya di hari Senin saja.

“Saya selalu pakai baju batik, dan hanya setiap Senin saya pakai baju putih,” jelasnya. ***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Kota Sukabumi Gelar Rakor Tim DESK Pilkada Tahun 2024

    Pemerintah Kota Sukabumi Gelar Rakor Tim DESK Pilkada Tahun 2024

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Hadiri langsung rapat koordinasi tim DESK (Dukungan Elemen Satuan Kerja) Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kota Sukabumi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Dida Sembada secara resmi membuka kegiatan yang diikuti oleh 150 peserta dari berbagai unsur instansi pemerintahan di Kota Sukabumi. “Momen ini menjadi awal dari kegiatan DESK Pilkada 2024. Sehingga elemen tersebut […]

  • Giatkan konsep Ketahanan Pangan, Ratusan Buruan SAE Hadir Secara Sukarela

    Giatkan konsep Ketahanan Pangan, Ratusan Buruan SAE Hadir Secara Sukarela

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menggalakan program Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis) sebagai upaya membangun ketahanan pangan. Sepanjang tahun 2021 ini bertambah 40 lokasi baru Buruan SAE memperkuat ketahanan pangan di level kewilayahan. Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengungkapkan, dengan tambahan lokasi baru tersebut kini sudah ada 234 titik Buruan SAE […]

  • Bank bjb Dan Pemkot Banjar Kolaborasi Hadirkan E-Retribusi di Pasar Tradisional

    Bank bjb Dan Pemkot Banjar Kolaborasi Hadirkan E-Retribusi di Pasar Tradisional

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANJAR, MBInews.id – bank bjb bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat menghadirkan terobosan untuk mempermudah pelayanan pajak kepada para pedagang pasar tradisional di Kota Banjar. Terobosan di sektor perpajakan tersebut hadir dalam bentuk E-Retribusi alias penarikan pajak secara elektronik dan terpadu. Sinergi dalam menghadirkan terobosan ini diikat melalui perjanjian kerja sama layanan […]

  • Akibat Kemarau Panjang Suplai Air Berkurang, PDAM Tirtawening Minta Pelanggan Berhemat

    Akibat Kemarau Panjang Suplai Air Berkurang, PDAM Tirtawening Minta Pelanggan Berhemat

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Perumda PDAM Tirtawening Kota Bandung meminta para pelanggannya untuk berhemat. Pasalnya, saat ini PDAM Tirtawening tengah kesulitan memperoleh suplai air baku. Menurut Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, suplai air baku berkurang akibat kemarau yang tengah terjadi saat ini. Saat ini, debit air sejumlah sungai di Kota Bandung berkurang drastis. […]

  • Sah! Bandung Jadi Kota Ramah Lansia

    Sah! Bandung Jadi Kota Ramah Lansia

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kota Bandung resmi mendeklarasikan diri sebagai Kota Ramah Lansia, Kamis, 9 Juni 2022 pada Peringatan hari lanjut usia nasional (HLUN) tingkat Kota Bandung ke-26 di Balaikota Bandung. Deklarasi Bandung Kota Ramah Lansia dibacakan oleh Sekretaris Komisi Daerah (Komda) Lansia Kota Bandung, Ati Anjarahman dan Ketua LLI Kota Bandung, Lili Suwarli Abdullah. Deklarasi […]

  • Monev Pemerintah Kec Katapang Libatkan DPMD Kab. Bandung

    Monev Pemerintah Kec Katapang Libatkan DPMD Kab. Bandung

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Kab.Bandung, Mbinwws.id – Camat Katapang Kabupaten Bandung Rahmat Hidayat yang diwakili Sekretaris Daerah, Agus Setia Rohmana meminta Pemerintah Kabupaten Bandung, kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kecamatan Katapang. “Pelaksanakan Monitoring Evaluasi (Monev) tingkat kabupaten DPMD Kab Bandung yang sebelumnya di tingkat Kecamatan ,” Ujar Agus Setia Rohmana SH. […]

expand_less