Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Heryanto Tanaka Tegaskan Hubungan Dengan Dadan Tri Yudianto, Murni Bisnis

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, MBInews.id — Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menghadirkan tiga orang saksi kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Selasa, 23 Januari 2024.

Ketiga saksi tersebut adalah Theodorus Yosep Parera, Heryanto Tanaka, dan Hardianko, dihadapkan di persidangan untuk dimintai keterangannya atas terdakwa pengusaha Dadan Tri Yudianto dan Sekretaris MA non-aktif Hasbi Hasan.

Dalam kesaksiannya, Yosef Parera mengungkapkan kantornya (rumah Pancasila) sekitar Maret 2022 hari Jumat atau Sabtu, didatangi Haryanto Tanaka bersama Dadan Tri, Hardianko dan dua orang lainnya yang tidak dikenalnya.

“Kita ngobrol dengan posisi duduk berhadap-hadapan diantara meja berukuran sekitar 1,5 meter, Yosef Parera dengan Heryanto Tanaka dan Dadan Tri, sementara Hardianko dan rekan lainnya duduk disampingnya,” ungkap Yosef Parera.

“Saat itu kemudian itu saudara Dadan menelepon dan Video Call seseorang, yang kemudian Hpnya dihadapkan ke pak Tanaka kemudian ke saya,” ungkap Parera.

“Bang izin yang mau minta tolong ini orangnya, sambil Hpnya dihadapkan kepada Saudara Tanaka,” kata Yosep.

Saat itu, Yosep mengaku belum tahu siapa sosok yang ditelepon Dadan. Ia mengaku sempat menolak saat Dadan menawarkan untuk ikut bersapa dengan sosok tersebut.

“Tapi Hp tetap dihadapkan ke saya dalam jaraknya sekitar satu meter, kemudian saya lihat dan saya hanya hormat saja,” ujarnya.

“Kemudian saya tanyanya sama Hardianko yang sebelah kanan saya persis, itu siapa tadi?” kata Yosep. “Itu Sekma Prof. Hasbi,” katanya.

“Saya melihat dengan jelas orang yang ada di Hp Dadan itu memakai baju putih”, tegas Parera.

Berbeda dengan kesaksian Yosef Parera, Heryanto Tanaka menyebutkan saat video call antara Dadan dan Sekma yang kemudian ditunjukkan ke dirinya, tidak ada Yosef.

“Saat video call antara Dadan dan Sekma yang kemudian ditunjukkan langsung ke saya, seingat saya tidak ada Yosef,” ungkap Tanaka.

Tanaka juga menyampaikan tidak mengenal sekma atau Hasbi Hasan.

Hardianko juga memberikan kesaksian berbeda terhadap peristiwa Video Call tersebut.

“Saat pertemuan atau video call, saya tidak menyaksikan. Saya saat itu menunggu diluar atau garasi,” jelas Hardianko.

Dalam persidangan, Penuntut Umum KPK sempat mencecar Heryanto Tanaka terkait hubungannya dengan terdakwa Dadan Tri Yudianto.

“Saya meminta Dadan untuk membantunya mengawasi kinerja Yosep yang sedang mengurusi kasusnya di MA, dan timbal baliknya, saya mau bekerjasama dan berinvestasi senilai Rp 11,2 miliar dalam bisnis skincare,” jelas Tanaka.

Dalam kesempatan tersebut, Majelis menanyakan berapa besaran biaya untuk mengawasi Yosef oleh Dadan.

“Untuk mengawasi Yosef oleh Dadan, apakah ada biayanya?”, tanya majelis. “Tidak ada biaya yang mulia,” jawab Tanaka.

“Kenal dengan Dadan sejak kapan,” tanya majelis.

“Sejak 6 bulan sebelumnya dan yang diketahui Dadan adalah Komisaris Wika Beton,” katanya.

“Apa hubungan komisaris dengan bisnis saudara,” tanya majelis lagi.

“Istri Dadan punya bisnis skincare yang sejalan dengan bisnis saya dibidang kapas kecantikan,” jelas Tanaka ke majelis.

Tanaka juga mengungkapkan bahwa bisnis kerjasama dengan Dadan ada perjanjiannya dan dirinya sudah mendapatkan keuntungan.

“Kerjasama bisnis dengan Dadan ada perjanjiannya, dan saya punya perjanjian tersebut. Bahkan saya sudah dapat keuntungan atas bisnis dengan Dadan, namun belum bisa dicairkan karena rekening saya di blokir,” ungkap Tanaka.

Dalam kesempatannya, terdakwa Dadan membantah kesaksian Yosef Parera. Menurutnya tidak pernah sama sekali menunjukan  video call dan fhoto kepada Yosep Parera dan Dadan juga membantah tidak ada pembahasan di rumah pancasila terkait jalur atas dan jalur bawah.

Disamping itu Hasbi Hasan membantah atas kesaksian Yosef Parera. Menurut Hasbi, sudah menjadi kebiasannya setiap hari selalu pakai baju batik dan memakai baju putih hanya di hari Senin saja.

“Saya selalu pakai baju batik, dan hanya setiap Senin saya pakai baju putih,” jelasnya. ***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Dukung  Penuh Para Pelaku UMKM Di Tengah Pandemi Covid-19

    Pemkot Bandung Dukung Penuh Para Pelaku UMKM Di Tengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Selasa, 26 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Pemerintah Kota Bandung bertekad membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bidang kriya memasarkan produknya. Pasalnya, di saat pandemi Covid-19 ini, para pelaku UMKM mengaku kesulitan memasarkan produknya. Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat meninjau langsung tempat produksi kriya Cabaco Handcraft, Jalan Panutan IV No.20 RT.007 […]

  • Dispora Kab Bandung Gelar Pemuda Pelopor Dan Pemuda Prakarsa di Gedung Dewi Sartika Komplek Pemkab Bandung

    Dispora Kab Bandung Gelar Pemuda Pelopor Dan Pemuda Prakarsa di Gedung Dewi Sartika Komplek Pemkab Bandung

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id – Dispora Kab Bandung gelar Pemuda Pelopor dan Prakarsa di Gedung Dewi Sartika dikomplek Pemkab Bandung dengan mengangkat tema mencetak Pemuda Kab Bandung yang kompeten Kamis (13/2/2025). Kabid Pemberdayaan Kepemudaan Dispora Kab. Bandung, Mory Waskara.SAP. M.SI mengatakan, kegiatan seleksi Pemuda Pelopor dan Prakarsa tahun 2025 yang di gelar Dispora merupakan kegiatan rutin […]

  • Kuatkan Kearifan Lokal Di Era Digital, Lusi : Antisipasi Ancaman Budaya Luar Melalui Era Digital

    Kuatkan Kearifan Lokal Di Era Digital, Lusi : Antisipasi Ancaman Budaya Luar Melalui Era Digital

    • calendar_month Senin, 9 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung menyelenggarakan Pagelaran Ketahanan Budaya di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu (8/12/2019). Pagelaran bertajuk “Menguatkan Kearifan Lokal di Era Digital” itu dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Priana Wirasaputra. Sekretaris Kesbangpol Kota Bandung, Lusi Susilayani mengungkapkan, acara ini bertujuan menguatkan ketahanan nasional melalui […]

  • Oded Berharap Koperasi Menjadi Soko Perekonomian Kota Bandung

    Oded Berharap Koperasi Menjadi Soko Perekonomian Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Gerakan koperasi di indonesia lahir tahun 1947, tepatnya di Tasikmalaya Jawa Barat. Sebagai tanah kelahiran gerakan koperasi, warga Jawa Barat, seharusnya bangga dan menjadi pelopor koperasi di Indonesia terutama di Kota Bandung. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat memberikan sambutan secara virtual pada acara Peringatan Hari Jadi ke-74 […]

  • Momentum HUT ke-65, IKWI Kota Sukabumi Tebar Kepedulian Lewat Aksi Berbagi

    Momentum HUT ke-65, IKWI Kota Sukabumi Tebar Kepedulian Lewat Aksi Berbagi

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 1.113
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Sukabumi menggelar aksi sosial, dengan membagikan paket snack dan makan siang kepada warga di sekitar sekretariat organisasi, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian sosial IKWI kepada masyarakat. Aksi berbagi yang diinisiasi pengurus IKWI Kota Sukabumi […]

  • Kunker Ke BPKPD, Komisi II DPRD Kota Sukabumi Minta Peningkatan PAD

    Kunker Ke BPKPD, Komisi II DPRD Kota Sukabumi Minta Peningkatan PAD

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Jajaran Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi meminta, Pemerintah daerah melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD)setempat, untuk menigkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2021. Sebab, PAD Kota Sukabumi tergolong masih kecil, terutama dari sektor pajak. “Kami meminta agar Pemkot USkabumi bisa meningkatkan lagi nilai PAD nya ditahun 2021,”ujar […]

expand_less