Breaking News
Trending Tags

Mengadu Kasus Kekerasan Kepada anak dan Perempuan di Jabar semakin Meningkat

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
  • visibility 165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Kesadaran dan keberanian masyarakat untuk mengadukan kasus tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan semakin meningkat. Hal tersebut diketahui berdasarkan Trend Data Pengaduan dan Kasus Kekerasan di Jawa Barat setiap tahunnya terus meningkat.

“Masyarakat semakin menyadari kalau kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan sudah bukan dianggap sebagai hal yang tabu atau aib bagi keluarganya,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Siska Gerfianti saat berbincang di Basa Basi Podcast Pokja PWI Kota Bandung, Senin, (5/5/2025).

Berdasarkan data yang dihimpun DP3AKB Jabar kasus kekerasan yang terjadi di Jawa Barat selama kurun waktu tahun 2024 sebanyak 3.084 Kasus meliputi kekerasan terhadap Anak 2.939 kasus (63%) sementara kasus kekerasan terhadap Perempuan sebanyak 1.145kasus (17%). Sedangkan jumlah kasus yang masuk melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Anak dan Perempuan di Jawa Barat sebanyak 948 kasus kekerasan yang meliputi, kekerasan terhadap anak 472 kasus (49,7%) dan kasus kekerasan terhadap perempuan 476 kasus (50,2%).

“Pengaduan tidak hanya bersumber dari korban secara langsung, masyarakat yang melihat, mendengar atau mengetahui adanya tindak kekerasan juga dapat melaporkan melalui saluran yang tersedia. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mendorong masyarakat untuk lebih peka dan berani melapor. Jika mengetahui adanya kasus kekerasan,” ungkap Siska.

Terkait korban maupun saksi yang melapor diungkapkan Siska akan mendapatkan Hak Perlindungan untuk memastikan terhindar dari intimidasi atau pembalasan dari pelaku. Sebagaimana dijamin melalui Undang-undang No. 31 tahun 2014 tentang perlindungan saksi dan korban.

“Kami dari DP3AKB dan UPTD PPA dapat menyediakan Rumah Perlindungan Sementara. Dan apabila terdapat ancaman yang lebih serius terdapat Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebagai Lembaga Negara yang bertugas untuk memberikan perlindungan dan bantuan bagi saksi dan korban kekerasan,” terangnya.

Guna memudahkan masyarakat maupun korban tindak kekerasan Pemprov Jabar telah membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) tingkat Provinsi hingga Kota/Kabupaten yang akan melayani Pengaduan, Penjangkauan, Layanan Pengaduan Kasus, Layanan Penyediaan Rumah Perlindungan Sementara (Layanan Pendampingan Kesehatan, Psikologi, Pendampingan Hukum, Rehabilitasi Sosial dan Reintegrasi Sosial) dan Layanan Mediasi.

“Pengaduan dapat dilakukan secara langsung ke Kantor UPTD terdekat maupun melalui Hotline/WhatsApp melalui hotline Pengaduan UPTD PPA Jabar di nomor 085222206777 (WA) atau melalui SAPA 129. Atau melalui akun medsus Instagram DP3AKB,” jelas Siska.

Sedangkan terkait kasus pelecehan terhadap pasien oleh salah seorang Dokter di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dan di salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Garut yang belakangan viral di Media Sosial (Medsos), Siska meminta dan mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memberikan sanksi sesuai dengan aturan hukum yang berlaku kepada pelaku.

Untuk memberikan perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jabar baik verbal maupun non verbal DP3AKB, telah menggulirkan Program Jabar CEKAS (Jawa Barat Berani Berani Cegah Tindakan Kekerasan) sebagai upaya Kolaboratif yang melibatkan akademisi, badan usaha juga pembentukan Satgas PAAREDFI CEKAS di setiap desa dan kelurahan dengan melibatkan kader PKK.Tugasnya mengkampanyekan 5 Berani; Berani Mencegah, Berani Menolak, Berani Melapor, Berani Maju dan Berani Melindungi,” ucapnya.

Diharapkan dengan adanya edukasi yang dilakukan Pers, masyarakat akan semakin menyadari dan berani menentang kekerasan serta menciptakan lingkungan sosial yang support terhadap korban. Sehingga tidak muncul stigma yang akan memperburuk kondisi korban. Dan yang utama Pers mempunyai peran dalam mewujudkan Etika Jurnalistik yang bertanggungjawab yang tidak menyudutkan korban. **

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GEMA Petani SPI Dan DPWI  SPI Tolak WTO

    GEMA Petani SPI Dan DPWI SPI Tolak WTO

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBinews.id –  Gema Petani SPI Jawa Barat bersama DPW Serikat Petani Indonesia Jawa Barat menolak menolak organisasi perdagangan dunia (WTO), karena dianggap intervensi pertanian di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPW SPI Jabar Tantan Sutandi, Cigunung, Cisaat, Kabupaten Sukabumi Selasa (10/9/19) sore, usai digelarnya deklarasi tolak WTO. “WTO dalam hal ini mengintervensi pemerintah […]

  • Simulasi Hasil FGD, Pemkot Bandung Terus Siapkan Skenario PTM

    Simulasi Hasil FGD, Pemkot Bandung Terus Siapkan Skenario PTM

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempersiapkan sekolah-sekolah jika Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bisa kembali bergulir. Salah satunya, menyiapkan vaksinasi bagi para pengajar dan menyiapkan skenario untuk PTM. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan Dinas Pendidikan Kota Bandung juga sudah melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi. Namun vaksinasi dijadikan yang utama […]

  • Susupi Aksi Buruh,  Polisi Amankan Ratusan Orang ke Mapolrestabes Bandung

    Susupi Aksi Buruh, Polisi Amankan Ratusan Orang ke Mapolrestabes Bandung

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Bandung, BEDAnews,- Jajaran kepolisian mengamankan ratusan orang yang diduga menyusupi aksi buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional, Rabu (1/5), di Kota Bandung. Mereka diduga berasal dari satu kelompok dan mengenakan pakaian yang didominasi hitam-hitam. Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Irman Sugema membenarkan bila ratusan orang tersebut telah menyusupi aksi buruh yang dipusatkan […]

  • Turun Harga Komoditas, Kota Sukabumi Alami deflasi

    Turun Harga Komoditas, Kota Sukabumi Alami deflasi

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kota Sukabumi alami deflasi sebesar 0,18% di bulan September. Penyebab terjadinya deflasi tersebut, dipicu adanya penurunan harga beberapa komoditas yang utamanya berada pada satu kelompok pengeluaran, yaitu bahan makanan. “Berdasarklan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statsitik (BPS) Kota Sukabumi, di bulan September Kota Sukabumi alami deflasi 0,18%,”ujar Asda II Bidang Perekonomian […]

  • Pemkot Sukabumi Raih Penghargaan Dari Kemendagri

    Pemkot Sukabumi Raih Penghargaan Dari Kemendagri

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri RI dengan capaian Peringkat Kedua Pemerintah Daerah dengan Realisasi Belanja Daerah Tertinggi tahun 2021 kategori Kota yang di serahkan langsung oleh Pahala Nainggolan Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, bertempat di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis, (2/6/2022). Apresiasi yang diberikan oleh Kementerian Dalam […]

  • Komisi II DPRD Minta Pemkot Sukabumi Kaji  Ulang Ditutupnya Pedagang Dago

    Komisi II DPRD Minta Pemkot Sukabumi Kaji Ulang Ditutupnya Pedagang Dago

    • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Komisi II DPRD Kota Sukabumi meminta pemerintah daerah untuk bijak dalam menyikapi penutupan pedagang Pedestrian Dago sepanjang Jalan Ir. H Djuanda, Cikole, Kota Sukabumi, Minggu (21/6/2021). Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi Ivan Rusvansyah mengatakan, hari ini pedagang jajanan di Kawasan pedestrian Ir H Juanda atau dikenal sebutan Dago ditutup oleh pemerintah. […]

expand_less