• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • DISCLAIMER
  • REDAKSI
Jumat, Maret 27, 2026
  • Login
mbinews.id
Advertisement
  • Home
  • Jabar
    • Bandung Raya
    • Cimahi & KBB
    • Cianjur
    • Bogor
    • Majalengka
    • Sukabumi
  • Sumut
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
    • Parlemen
  • Regional
  • TNI/POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Jabar
    • Bandung Raya
    • Cimahi & KBB
    • Cianjur
    • Bogor
    • Majalengka
    • Sukabumi
  • Sumut
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
    • Parlemen
  • Regional
  • TNI/POLRI
No Result
View All Result
mbinews.id
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Lifestyle
  • Ragam

IPM Kabupaten Bandung Naik 1,33 Persen, Bupati Tekankan Pentingnya Pajak Daerah

Februari 26, 2026 - 22:14:30
in Pemerintahan
IPM Kabupaten Bandung Naik 1,33 Persen, Bupati Tekankan Pentingnya Pajak Daerah

Kab. Bandung, MBINews.id – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bandung (Bapenda) menggelar Forum Perangkat Daerah Rancangan Rencana Kerja Tahun 2027 sekaligus High Level Meeting (HLM) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, di Sutan Raja Soreang, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Dadang Supriatna yang menegaskan pentingnya peran pajak dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, kontribusi pajak dari masyarakat berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan, yang tercermin dari naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung.

BeritaLainnya

OPADI Hadir di Sukabumi, Warga Bisa Tebus Paket Sembako Rp40 Ribu Jelang Idulfitri

Program 12 PAS Sasar Warga Miskin Ekstrem, Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan di Dua Kelurahan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung, IPM Kabupaten Bandung tahun 2025 mencapai 75,58 atau tumbuh sebesar 1,33 persen dibandingkan tahun 2024.

“IPM Kabupaten Bandung setiap tahunnya meningkat karena pajak yang dibayarkan para wajib pajak. Ini mengingatkan betapa pentingnya pajak,” ujar Dadang Supriatna.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu mengungkapkan, kondisi keuangan daerah saat ini menghadapi tantangan akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat hingga mencapai Rp1 triliun pada 2026.

Meski demikian, Pemkab Bandung tetap berkomitmen memenuhi kewajiban belanja prioritas, termasuk pembayaran insentif guru ngaji sebesar Rp109 miliar.

“Walaupun TKD tahun 2026 berkurang, insentif guru ngaji tetap dibayarkan Rp109 miliar. Insya Allah pajak yang diberikan masyarakat akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, pembayaran guru honor, termasuk honor P3K paruh waktu. Bayangkan kalau pemda tidak mendapatkan pajak dari masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan berharap melalui Forum Perangkat Daerah tersebut pihaknya dapat menghasilkan dokumen perencanaan kerja yang berkualitas untuk tahun 2027.

Ia menyebutkan, penyempurnaan rancangan kerja dilakukan melalui masukan para pemangku kepentingan serta verifikasi oleh Bapperida.

“Sebagai perangkat daerah yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bapenda dituntut terus meningkatkan kinerja penerimaan daerah melalui inovasi kebijakan, optimalisasi potensi pajak dan retribusi, serta penguatan sistem administrasi dan pengawasan,” jelas Erwan.

Percepat Digitalisasi Pajak dan Retribusi
Sejalan dengan kebijakan nasional, Bapenda Kabupaten Bandung juga mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah melalui implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Menurut Erwan, digitalisasi menjadi elemen penting dalam meningkatkan transparansi, akurasi data, kemudahan layanan kepada wajib pajak, serta mendukung peningkatan pendapatan daerah secara berkelanjutan.

“HLM ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong transformasi digital pada sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah, integrasi sistem informasi, serta optimalisasi kanal pembayaran non-tunai,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bapenda akan terus melakukan inovasi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, termasuk optimalisasi sistem digitalisasi penerimaan pajak.

Meski demikian, Erwan mengakui berbagai upaya yang telah dilakukan masih perlu penyempurnaan dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kami berharap pada tahun 2026 seluruh upaya yang dilakukan dapat berjalan selaras dan sejalan demi mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung yang lebih Bedas,” pungkasnya. (Mindra) 

Tags: Bapenda Kabupaten BandungBupati BandungDadang supriatnaDigitalisasi Daerahekonomi daerahETPDGuru ngajiHigh Level MeetingIPM 2025Kabupaten BandungP3K Paruh WaktuPADPajak DaerahPembangunan BandungTKD 2026
Share216Tweet135

BeritaTerkait

OPADI Hadir di Sukabumi, Warga Bisa Tebus Paket Sembako Rp40 Ribu Jelang Idulfitri

OPADI Hadir di Sukabumi, Warga Bisa Tebus Paket Sembako Rp40 Ribu Jelang Idulfitri

Maret 13, 2026
Program 12 PAS Sasar Warga Miskin Ekstrem, Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan di Dua Kelurahan

Program 12 PAS Sasar Warga Miskin Ekstrem, Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan di Dua Kelurahan

Maret 11, 2026
Wali Kota Sukabumi Dorong BUMD  Tingkatkan Profit untuk Perkuat PAD

Wali Kota Sukabumi Dorong BUMD Tingkatkan Profit untuk Perkuat PAD

Maret 11, 2026
Kantor Pertanahan Kota Sukabumi Resmi Digunakan, Perkuat Layanan dan Dorong PAD

Kantor Pertanahan Kota Sukabumi Resmi Digunakan, Perkuat Layanan dan Dorong PAD

Maret 5, 2026
Jembatan Rp12 Miliar Penentu Nasib Pusat Pemerintahan Baru Sukabumi

Jembatan Rp12 Miliar Penentu Nasib Pusat Pemerintahan Baru Sukabumi

Maret 3, 2026
DPK Tembus Rp10 Triliun: Pemkot Sukabumi–OJK Jabar Genjot Pembiayaan 55 Ribu UMKM

DPK Tembus Rp10 Triliun: Pemkot Sukabumi–OJK Jabar Genjot Pembiayaan 55 Ribu UMKM

Maret 3, 2026
Next Post
Kepedulian Nyata BAZNAS Jabar dalam Tarling Tasikmalaya untuk Lansia dan Dhuafa

Kepedulian Nyata BAZNAS Jabar dalam Tarling Tasikmalaya untuk Lansia dan Dhuafa

Sinergi Program Sosial dan Ekonomi, Pemkot Sukabumi Dorong Penanganan Kemiskinan Lebih Terarah

Sinergi Program Sosial dan Ekonomi, Pemkot Sukabumi Dorong Penanganan Kemiskinan Lebih Terarah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bertita Populer

  • 6 Kecap Ikan Halal Terlaris di Blibli

    6 Kecap Ikan Halal Terlaris di Blibli

    1036 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Penting Untuk Diketahui, Inilah Cara Membedakan Airwalk Asli dan Palsu

    1013 shares
    Share 405 Tweet 253
  • Nekat Gadaikan Mobil Kreditan, Nasabah CIMB Niaga Finance Dipenjarakan

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Respon Desakan Warga Sriwidari, Ini Tanggapan Pj Walikota Sukabumi

    860 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Abah Anton, Pencipta Lagu ‘Jayanti’ yang Viral Berharap Ada Royalti

    767 shares
    Share 307 Tweet 192