Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Ahmad Rahmat Purnama: Bansos Harus Dorong Kemandirian, Bukan Ketergantungan

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung.MBINEWS — Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama, menyoroti fenomena ketergantungan bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum sepenuhnya efektif dalam memutus mata rantai kemiskinan. Ia menegaskan bahwa program bansos seharusnya tidak hanya bersifat bantuan jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam podcast YouTube “Ahmad Aja” yang menghadirkan narasumber Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, dr. Yorisa Sativa, di Kantor Sinergi Indonesia Kota Bandung, Selasa (26/5/2026).

Dalam diskusi tersebut, Yorisa mengungkapkan masih adanya persoalan pemerataan bantuan sosial di Kota Bandung. Ia menyebut terdapat kelompok penerima manfaat yang telah menerima bansos dalam jangka waktu panjang, bahkan hingga delapan tahun, baik melalui Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Menanggapi hal itu, Ahmad Rahmat mendorong Dinas Sosial Kota Bandung untuk melakukan evaluasi berkala terhadap program pengentasan kemiskinan agar tidak menciptakan ketergantungan jangka panjang pada bansos.

“Kita dorong Dinsos melakukan evaluasi secara berkala agar program pengentasan kemiskinan tidak menciptakan ketergantungan, tetapi justru membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa secara prinsip, bantuan sosial harus menjadi instrumen pemberdayaan, bukan sekadar distribusi bantuan langsung.

“Bantuan seharusnya menjadi sarana untuk memandirikan masyarakat kurang mampu, sehingga mereka bisa berdaya secara berkelanjutan, bukan terus bergantung pada bansos,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, dr. Yorisa Sativa, menyinggung kembali prinsip yang juga ditekankan Kementerian Sosial RI melalui slogan “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya”. Ia menyebut paradigma bantuan sosial kini diarahkan pada pemberdayaan, bukan sekadar pemberian bantuan konsumtif.

“Konsepnya bukan lagi sekadar ‘memberi ikan’, tetapi memberikan ‘kail’ melalui pelatihan, modal usaha, dan stimulus ekonomi agar masyarakat bisa mandiri,” ujar Yorisa.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan data Dinas Sosial, anggaran dari APBD maupun APBN saat ini baru mampu menjangkau kurang dari separuh warga miskin di Kota Bandung. Sementara itu, sekitar 60 persen warga masuk kategori rentan yang masih membutuhkan dukungan.

Yorisa menambahkan, Kota Bandung memiliki potensi kemitraan yang besar dalam upaya pengentasan kemiskinan, termasuk melalui keberadaan sekitar 90 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) atau lembaga donor dan muzaki yang dapat bersinergi dengan pemerintah.

“Dengan keterbatasan fiskal, kolaborasi menjadi kunci. Jika potensi LKS ini dikelola dengan baik, dampaknya bisa sangat signifikan dalam penanggulangan kemiskinan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, Ahmad juga menyoroti persoalan perubahan data kesejahteraan masyarakat atau desil, di mana sejumlah warga yang sebelumnya masuk kategori miskin (desil 1–5) justru berubah menjadi kategori lebih sejahtera (desil 6–10) dalam pembaruan data terbaru.

Menanggapi hal itu, Yorisa menjelaskan bahwa perubahan data tersebut merupakan hasil pemutakhiran sistem oleh Pusdatin bersama BPS yang dapat berubah sesuai kondisi lapangan, seperti PHK, bencana, atau perubahan ekonomi keluarga.

Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir apabila terjadi ketidaksesuaian data. Dinas Sosial telah menyiapkan petugas di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk melakukan verifikasi ulang melalui sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).

“Warga cukup datang ke kelurahan dengan membawa NIK. Jika ada ketidaksesuaian, akan dilakukan verifikasi ulang atau ground check agar data kembali sesuai kondisi riil,” jelasnya.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengaspalan dan CCTV Menjadi Usulan di Musrenbang Tingkat Kelurahan Nyomplong

    Pengaspalan dan CCTV Menjadi Usulan di Musrenbang Tingkat Kelurahan Nyomplong

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Rencanakan arah pembangunan untuk tahun 2025 mendatang, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan. Kali ini, kegiatan dilakukan di Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Rabu (06/12). Dalam kegiatan yang diadakan di Aula Kelurahan Nyomplong tersebut, dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat, […]

  • 28 Istri Duta Besar Terkesan Dengan Program Keluarga Berkualitas Kota Bandung

    28 Istri Duta Besar Terkesan Dengan Program Keluarga Berkualitas Kota Bandung

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Sebanyak 28 istri Duta Besar negara sahabat menyambangi Kota Bandung untuk belajar tentang pemberdayaan masyarakat terkait Keluarga Berkualitas (KB) di Kota Bandung, Senin 4 Maret 2024. Ke 28 Istri Duta Besar yang tergabung dalam Spouses Of Head Mission (Shom). Di antaranya yaitu istri Duta Besar Spanyol, Denmark, Malaysia, Swedia, Kazakhstan, New Zealand, […]

  • Kegiatan Rutin bakti Sosial PWI Pokja Kota Bandung Berbagi Takjil Gratis

    Kegiatan Rutin bakti Sosial PWI Pokja Kota Bandung Berbagi Takjil Gratis

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kegiatan Rutin bakti Sosial BANDUNG, Mbinews – Tak terasa, bulan suci Ramadan sebentar lagi akan berlalu dan tentunya dalam hitungan hari akan segera menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1445 Hijriah. Selama bulan Ramadan, ibadah dan amal baik yang dilakukan berpeluang akan dilipatgandakan ganjarannya. Karena hal itu, banyak kegiatan positif dan amalan baik yang dilakukan selama […]

  • Momen Bandung Lautan Api, Oded : Ajak Warga Bandung Kompak Berdiam Diri Dirumah Demi Keselamatan

    Momen Bandung Lautan Api, Oded : Ajak Warga Bandung Kompak Berdiam Diri Dirumah Demi Keselamatan

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Tak ada perayaan Bandung Lautan Api bukan berarti tak ada peringatan apapun soal peristiwa besar nan bersejarah itu. Pada tanggal 24 Maret 1946, segenap warga Bandung kompak mengosongkan tanah mereka. Ribuan orang rela rumah dan tanah mereka dibumihanguskan agar tak bisa diduduki penjajah. Kini, Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengajak warga […]

  • Lima Tahun Menunggu, Akhirnya Pokir DPRD Kota Sukabumi Terealisasi

    Lima Tahun Menunggu, Akhirnya Pokir DPRD Kota Sukabumi Terealisasi

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Setelah menunggu hampir lima tahun, kini Pokok-pokok pikiran DPRD Kota Suakbumi segera akan teralisasi pada tahun 2023 mendatang. Hal itu menyusul adanya surat dari Walikota Sukabumi per 27 Januari 2022 kepada Ketua DPRD Kota Sukabumi, tentang penyusunan rancangan awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Sukabumi tahun 2023 yang diperlukan saran dan pendapat berupa […]

  • UU Penyadang Disabilitas, Riko Wahyudi : Pemerintah perlu Sinergi Antar Lembaga

    UU Penyadang Disabilitas, Riko Wahyudi : Pemerintah perlu Sinergi Antar Lembaga

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – TIM Unit Perumus Undang-Undang DPR Riko Wahyudi, pemerintah perlu adanya sinergitas antar lembaga dalam realisasi undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. ujarnya “Dahulu disabilitas ini sebagai objek sosial dan masalah sosial dimasyarakat yang butuh belas kasihan. Kini dirubah dengan undang-undang No.8 tahun 2016 yang posisinya disamakan dengan masyarakat lainnya baik […]

expand_less