Breaking News
Trending Tags

Akademis Unpad : Langkah Pemkot Bandung Batasi Ruang Gerak Cukup Efektif, Tren Covid-19 Menurun

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar pertemuan dengan akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk meminta pandangan dan rekomendasi langkah lanjutan penanganan Covid-19 di Kota Bandung. Hal itu mengingat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional di Kota Bandung akan berakhir pada Jumat 12 Juni 2020 besok.

Pertemuan yang dilaksanakan di Balai Kota Bandung, Kamis (11/6/2020) itu menghadirkan tiga akademisi Unpad. Ketiganya yaitu pakar kesehatan masyarakat, Irvan Afriandi, pakar ekonomi, Ferry Hadiyanto, dan pakar antropologi, Erna Herawati.

Ketiganya telah menyampaikan rekomendasi berdasarkan perkembangan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini. Irvan Afriandi, misalnya, melihat tren kasus sudah cukup menurun meskipun angka absolut masih belum tercapai. Namun, hal ini merupakan sinyal yang baik untuk menunjukkan bahwa langkah Pemkot Bandung selama ini telah memberikan dampak positif.

“Kalau trennya menurun dan ditambah dengan indikator lainnya, walaupun belum begitu memuaskan tetapi itu modal optimisme kita bahwa apa yang dilakukan sudah pada rel yang baik. Ini sesuatu yang harus dipelihara dan dikuatkan dalam sistem pelayanan ke depan,” ungkap Irvan.

Menurutnya, langkah Pemkot Bandung untuk membatasi pergerakan manusia di dalam kota sudah cukup efektif. Namun ke depan ia melihat, pembatasan berskala wilayah besar bisa jadi dikurangi, beralih pada pembatasan situs di mana virus terdeteksi.

Oleh karena itu, ia merekomendasikan Kota Bandung untuk melakukan pengetesan secara lebih masif agar lokasi virus tersebut bisa segera ditemukan. Dengan begitu, Pemkot Bandung bisa mengarantina situs yang lebih fokus tanpa harus membekukan satu wilayah yang tidak terjangkit.

“Jadi optimalkan pada pelacakan, pengetesan, dan treatment. Biayanya akan lebih murah ketimbang satu kota di-‘lockdown’ tanpa tahu siapa yang positif,” ujarnya.

Menurutnya, warga harus diberikan tiga hak. Selain hak akses terhadap pelayanan publik, warga juga memiliki hak untuk sehat dan hak terhadap ekonomi.

“Kita penuhi hak hidupnya, hak sehatnya. Kalau sudah, insyaallah hak ekonominya bisa terpenuhi,” ucap Irvan.

Hal tersebut didukung pernyataan Ferry Hadiyanto. Menurut ekonom Unpad itu, Kota Bandung sedang memasuki fase krusial pada Juni dan Juli ini. Beberapa bulan lalu ekonomi Kota Bandung sudah sangat turun karena mampatnya roda perekonomian kota. Dua bulan ini bisa menjadi “turning point” bagi Kota Bandung jika melakukan langkah-langkah yang tepat.

Menurutnya, sudah saatnya Kota Bandung perlahan bangkit dari istirahatnya. Rekomendasi untuk membuka kembali pusat perbelanjaan bisa mulai dipertimbangkan. Ia menganggap sangat penting untuk menyalakan kembali optimisme ekonomi kepada masyarakat.

“Membuka sentra bisnis ini bisa menjadi sinyal bahwa ekonomi Kota Bandung akan bergerak cepat menuju kondisi ekonomi yang lebih baik,” tuturnya.

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga membutuhkan dukungan finansial yang digerakkan melalui ekonomi kota untuk memberikan pelayanan publik. Jika ekonomi kota tidak segera diperbaiki, ia khawatir Kota Bandung bisa kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan akan kesulitan memberi pelayanan publik.

“Beberapa bulan lalu data ekonomi menurun. Kita berharap ini tidak terus berlanjut. Ekonomi harus diberi sinyal positif, kota juga harus mendapatkan sumber pendapatan dari ekonomi tersebut karena harus memberikan pelayanan publik. Kalau kondisi sekarang dibiarkan, PAD bisa hilang, dan akan sulit memberikan pelayanan,” bebernya.

Namun kaca mata lain datang dari antropolog Erna Herawati. Menurutnya, masyarakat masih perlu memperoleh edukasi tentang cara menghadapi pandemi ini. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang kondisi ini.

“Masyarakat hanya tahu, belum paham. Untuk sampai paham, masih ada tahapannya, ada enam tahap yang harus dilalui. Ini memerlukan edukasi, tidak hanya dari poster atau video, mulut ke mulut juga bisa,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia merekomendasikan pemerintah dan komunitas untuk terus memberikan pemahaman kepada warga agar upaya mengendalikan pandemi ini bisa dilakukan bersama-sama. Mengubah perilaku memang tidak mudah, namun bisa diupayakan.

“Mengubah perilaku itu bisa sampai bergenerasi, memang tidak mudah. Jadi apa yang sudah dilakukan selama tiga bulan ini sudah cukup baik. Ini harus diteruskan,” ucapnya. (Iwnaruna/MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliran Dana Korupsi Bandung Smart City ke DPRD Bandung Ditelusuri

    Aliran Dana Korupsi Bandung Smart City ke DPRD Bandung Ditelusuri

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi angkat bicara terkait langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menelusuri adanya dugaan aliran dana ke anggota DPRD Kota Bandung dalam kasus korupsi Bandung Smart City. Hal itu didalami penyidik KPK lewat pemeriksaan pada 4 Desember 2024 kepada Budi Santika, Direktur Komersial PT Manunggaling, Rizki Karyatama Telnics/PT […]

  • Alun-Alun Bandung Penuh Sampah, Ketua DPRD Minta Perda Diterapkan

    Alun-Alun Bandung Penuh Sampah, Ketua DPRD Minta Perda Diterapkan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id- Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., meminta petugas Satpol PP menegakkan aturan perda di area Alun-Alun Bandung. Langkah ini untuk mengantisipasi produksi sampah yang ditimbulkan wisatawan dan pengunjung Alun-Alun Bandung. “Perlu ada rambu peringatan mencolok tentang dilarang membuang sampah sembarangan yang mencuri perhatian publik,” tutur Tedy, sesuai meninjau Alun-Alun Bandung […]

  • Pedagang Kecil di Kota Bandung Jangan Diabaikan Dengan Banyaknya Pusat Perbelanjaan dan Swalayan

    Pedagang Kecil di Kota Bandung Jangan Diabaikan Dengan Banyaknya Pusat Perbelanjaan dan Swalayan

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Pusat perbelanjaan, toko swalayan dan mini market makin banyak di Kota Bandung. jarak nya pun berdekatan dengan pasar tradisional dan warung UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) milik warga. Sehingga tak sedikit warung UMKM atau rumahan gulung tikar. Demikian Anggota DPRD Kota Bandung Rieke Suryaningsih, S.H. mengatakan kepada wartawan, Jum’at (08/11/2024). Rieke […]

  • Ridwan Kamil Siap Bantu Percepatan Sertifikasi Wartawan

    Ridwan Kamil Siap Bantu Percepatan Sertifikasi Wartawan

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar audiensi di Rumah Dinas Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (14/9/2021). Kegiatan tersebut, menghasilkan komitmen percepatan peningkatan kualitas dan kompetensi wartawan. Audiensi dipimpin langsung Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat yang hadir bersama jajaran Wakil Ketua Bidang dan Sekretaris Umum. Dalam […]

  • DPRD Jabar Pantau Progres Pembangunan Underpass Dewi Sartika

    DPRD Jabar Pantau Progres Pembangunan Underpass Dewi Sartika

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DEPOK, MBInews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat lakukan pemantauan perkembangan pembangunan underpass Dewi Sartika Kota Depok, Selasa (15/11/2022). Dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru’yat kegiatan tersebut juga dilakukan dalam rangka Citra Bakti DPRD Jabar. Selain itu kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari ground breaking yang telah […]

  • Dua Anak Singa Lucu Lahir di Kebun Binatang Bandung, punya Nama Baha dan Gia

    Dua Anak Singa Lucu Lahir di Kebun Binatang Bandung, punya Nama Baha dan Gia

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoological Garden) kini punya dua anak singa lucu. Lahir pada 28 November 2021 lalu, dua anak singa ini diberi nama Baha dan Gia. Baha dan Gia merupakan anak dari indukan Tera dan Melin yang usianya kini 12 tahun. Sejak lahir, dua anak singa tersebut dirawat langsung oleh induknya. […]

expand_less