Breaking News
Trending Tags

Bandung di Persimpangan: Setahun Wali Kota, Janji Belum Terwujud

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 160
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Susanto Triyogo A, S.ST., MT Sekretaris Komisi 1 DPRD Kota Bandung, Fraksi PKS

SETAHUN sudah Bandung kembali memiliki wali kota definitif di bawah kepemimpinan Farhan Erwin. Harapan publik saat itu begitu besar: perubahan nyata, percepatan pembenahan kota, dan lahirnya inovasi untuk menjawab persoalan klasik yang selama ini membelit Kota Bandung.

Namun setelah satu tahun berjalan, pertanyaan publik semakin menguat: di mana gebrakan yang dijanjikan?

Bandung hari ini seperti berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, kota Bandung sebagai Ibukota Jawa Barat yang telah berkembang menjadi kota metropolitan dengan core business menurut RTRW sebagai kota jasa dan perdagangan memiliki karakteristik yang unik dengan tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi (high density).
Dilihat dari letak geografis berada di cekungan Bandung sehingga dari perspektif fisik lingkungan kota ini terakumulasi dan terpusat dan potensial terjadi degradasi lingkungan apabila tidak dikelola dengan arif yang dapat mempengaruhi ekosistem perkotaan di Kota Bandung.
Sebagai kota jasa dan perdagangan banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan seperti ekonomi kreatif, digitalisasi dan teknologi, pusat pendidikan dan tempat terjadinya transaksional ekonomi dan pariwisata.
Namun secara faktual di lapangan masalah perkotaan justru semakin kompleks seperti masalah sampah yang menumpuk di beberapa titik dan ruas jalan, kemacetan lalulintas, kerusakan jalan hingga banjir yang terus berulang.
Hal ini kalau dibiarkan dan tidak dibenahi dengan sistem pengelolaan yang baik maka akan menciptakan kesemrawutan kota Bandung sebagai etalase Jawa Barat disamping penurunan kualitas lingkungan yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas hidup masyarakatnya.
Peran Pemerintah Kota Bandung harus bisa mencerminkan kinerja dengan good government nya melalui tatakelola yang professional agar good governance sebagai pelayanan publik dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Masalah Sampah: Krisis Tanpa Inovasi

Persoalan sampah menjadi issue paling krusial. Pasca-penutupan sementara TPA Sarimukti dan larangan penggunaan insinerator mini oleh Kementerian Lingkungan Hidup, belum terlihat solusi alternatif yang konkret dan berkelanjutan.
Inisiatif rencana aksi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung adalah dibentuknya Petugas Gaslah (Petugas Pengolah Sampah) yang dikerahkan sebanyak 1546 orang namun hasil pengawasan di lapangan relatif tidak ada perubahan yang signifikan bahkan sampah kian menumpuk di berbagai tempat bahkan roda-roda sampah sampai disimpan di pinggir jalan.
Hal ini selain menimbulkan polusi juga berpengaruh pada kemacetan lalulintas karena sarana jalan jadi semakin sempit juga berpengaruh pada para pejalan kaki karena bau nya sangat menyengat dan tentunya akan berpengaruh pada kesehatan masyarakat. Artinya masalah sampah ini akan memberikan efek domino bagi kepentingan yang lain.
Selain itu sistem daur ulang dengan konsep 3R masih belum efektif, edukasi pengurangan sampah dari sumber belum masif, dan inovasi teknologi pengolahan sampah belum menjadi prioritas utama. Sudah saat nya Pemerintah Kota Bandung mengembangkan sistem pengelolaan sampah menjadi green economi yang memiliki manfaat multiplier effect dimana target dari sistem pengelolaan sampah tersebut menjadi zero waste.
Tentunya hal ini perlu langkah -langkah strategis melalui rencana aksi yang dapat di implementasikan secara konkrit dan terukur karena tanpa kebijakan strategis maka krisis ini bisa menurunkan degradasi lingkungan yang menjadi ancaman ekologis serius bagi keberlanjutan kota Bandung.

Kemacetan: Tanpa Lompatan Kebijakan

Kemacetan semakin menggerus produktivitas warga. Pertumbuhan kendaraan pribadi tidak diimbangi sistem transportasi publik yang terintegrasi. Perencanaan transportasi terlihat stagnan, sementara sinkronisasi tata ruang dan mobilitas warga belum berjalan optimal.

Kota Bandung membutuhkan sistem angkutan umum yang terintegrasi dan konsisten bukan sekadar wacana atau kajian berulang. Saat ini pemerintah Kota Bandung sudah mulai mengoperasionalkan angkot pintar, namun angkot lama juga masih beroperasi dan masih berhenti sembarangan ketika mengangkut penumpang, hal ini menyebabkan peningkatan kemacetan lalulintas dan terkesan terjadi tumpang tindih penggunaan angkot. Hasil pemantauan di lapangan ternyata angkutan umum tersebut jarang ada penumpang sehingga harus ada langkah strategis dan konkrit dalam mengelola angkutan umum tersebut sehingga lebih efektif.

Pengangguran dan Ekonomi Kreatif

Sebagai kota Jasa dan Perdagangan, Kota Bandung telah berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif, yang semestinya menjadi pusat lahirnya lapangan kerja baru berbasis inovasi. Namun realitas menunjukkan belum ada langkah terukur yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan. UMKM dan sektor ekonomi kreatif belum mendapat stimulus kebijakan yang kuat dan berkelanjutan. Padahal, sektor inilah yang menjadi kekuatan utama Bandung. Hal ini dicirikan dengan masih tingginya tingkat pengangguran di Kota Bandung akibat PHK atau sulitnya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan terutama lulusan sarjana.

Infrastruktur dan Banjir: Tambal Sulam Berulang

Kerusakan jalan masih ditangani dengan pola tambal sulam. Lemahnya koordinasi antar-dinas/Lembaga dan kewilayahan yang menangani infrastruktur jalan menyebabkan perbaikan sering tidak bertahan lama karena kualitasnya yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Selain itu penanggulangan banjir masih berjalan lambat dan setiap kali hujan deras selalu berulang terjadi banjir. Seharusnya ada Langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung dalam menangani permasalahan banjir seperti koordinasi lintas daerah yang memiliki wilayah hulu sungai dalam pemeliharaan nya, pembangunan sistem drainase secara berkelanjutan, penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terutama di sempadan sungai dan RTH sempadan jalan, RTH taman kota, sumur-sumur di berbagai sarana dan fasilitas kota, untuk menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan yang dilakukan secara masif dan sistemik serta berkelanjutan.

Banyak Rencana, Minim Eksekusi

Pemerintah Kota Bandung telah mengumumkan sejumlah kebijakan seperti digitalisasi layanan publik dan revitalisasi kawasan heritage, termasuk kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Namun sebagian besar masih berada pada tahap perencanaan, padahal yang dibutuhkan masyarakat terutama warga terdampak bukan sekadar komunikasi publik yang baik, melainkan eksekusi kebijakan yang cepat dan terukur berupa pelaksanaan program kegiatan nyata

Bandung Butuh Signature Program

Setiap kepemimpinan membutuhkan identitas. Hingga kini, belum terlihat “signature program” yang benar-benar menjadi penanda arah baru pemerintahan.

Bandung tidak kekurangan ide. Yang dibutuhkan adalah keberanian mengambil keputusan strategis dan sense of urgency dalam menyelesaikan persoalan kota karena Bandung adalah kota dengan potensi besar. Namun potensi tanpa keberanian dan inovasi hanya akan menjadi slogan.

Kini saatnya memilih arah

Pada akhirnya Kota Bandung tidak boleh terus berada di persimpangan jalan. Kota ini harus melangkah maju dengan keputusan tegas, kebijakan terukur, dan keberpihakan nyata kepada warganya dalam mewujudkan keseimbangan ekosistem kota dengan masyarakatnya yang sejahtera. **

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menghadapi Ancaman TBC RO, Peran Organisasi Masyarakat Sipil dan Komunitas Perlu Diperkuat Untuk Eliminasi TBC

    Menghadapi Ancaman TBC RO, Peran Organisasi Masyarakat Sipil dan Komunitas Perlu Diperkuat Untuk Eliminasi TBC

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    JAKARTA – Stop TB Partnership Indonesia (STPI) menyelenggarakan “Dialog Multistakeholder untuk Penguatan Peran Organisasi Masyarakat Sipil dan Komunitas dalam Perawatan Pengobatan Orang Dengan TBC Resisten Obat (RO)” pada Selasa 28 Februari 2023 di Hotel Royal Kuningan secara hybrid. Pertemuan ini bertujuan untuk mengidentifikasi situasi, tantangan dan peluang, serta input rencana tindak lanjut untuk memperkuat peran […]

  • Pemkot Bandung Hitung Pajak PBB Cukup dengan 3D City Model

    Pemkot Bandung Hitung Pajak PBB Cukup dengan 3D City Model

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Berkembangnya pembangunan hotel dan rumah sakit (RS) di Kota Bandung menjadi salah satu sumber pendapatan daerah dalam bentuk pajak bumi dan bangunan (PBB). Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan kota, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya mengembangkan inovasi pemanfaatan informasi geospasial dalam bentuk pembuatan peta kota 3 dimensi (3D). Kepala Dinas Cipta Karya, […]

  • Laga Persib  VS Bhayangkara FC, Polisi Akan Tindak Tegas  Suporter Yang Nekat Bawa Flare

    Laga Persib VS Bhayangkara FC, Polisi Akan Tindak Tegas Suporter Yang Nekat Bawa Flare

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pihak kepolisian mengimbau para suporter yang akan menyaksikan laga lanjutan Liga 1 Persib Bandung vs Bhayangkara FC di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jabar, Minggu 30 Juni 2019 agar tak membawa flare ke stadion. Jika ada yang nekat bawa flare, polisi akan menindak tegas. Menurut Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres […]

  • Hadiri Wisuda STISIP Syamsul Ulum, Pj Wali Kota Sukabumi Para Lulusan Haru Miliki Attitude Yang Baik

    Hadiri Wisuda STISIP Syamsul Ulum, Pj Wali Kota Sukabumi Para Lulusan Haru Miliki Attitude Yang Baik

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji mengajak para wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Symasul’Ulum untuk mengemban tugas sebagai lulusan perguruan tinggi dengan mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi, meningkatkan modal sosial, dan terus mengedepankan sikap positif. “Hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan ketekunan akang dan teteh selama […]

  • 800 peserta ikuti Jalan Santai PWI Pusat HUT ke-62 IKWI

    800 peserta ikuti Jalan Santai PWI Pusat HUT ke-62 IKWI

    • calendar_month Minggu, 16 Jul 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    JAKARTA , Mbinews – Penyelenggaraan Jalan Santai PWI Pusat dalam rangka HUT ke-62 Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) berlangsung meriah, diikuti sekitar 800 peserta, Sabtu (15/7/23). Jalan santai bertajuk “Fun Walk PWI PUSAT 2023 ”  yang mengusung tema ‘Memupuk Kebersamaan Dalam Kegembiraan’ . Berlangsung dari halaman Gedung Dewan Pers, menyusuri jalan Kebon Sirih, Jalan Ridwan […]

  • Tingkatkan Pembangunan, Pemkot Sukabumi Kolaborasi Dengan Gapensi

    Tingkatkan Pembangunan, Pemkot Sukabumi Kolaborasi Dengan Gapensi

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    SUKABUMI,MBInews.id– Sekretaris Daerah (sekda) Kota Sukabumi Dia Sembada mengatakan, keberadaan Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional (Gapensi) memiliki peran penting dalam pembangunan di suatu daerah. Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi yang baik antara Pemerintah Daerah (Pemda) dengan Gapensi. “Gapensi adalah salah satu elemen yang harus berkolaborasi dengan Pemda untuk menjalankan program pemerintah. Terutama dalam pembangunan fisik,”ujar Dida […]

expand_less