Breaking News
Trending Tags

Bangkitkan Ekonomi, Ini Strategi Pemkot Akademisi Dan Stakeholder

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
  • visibility 136
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berusaha memulihkan ekonomi yang tengah terpuruk akibat pandemi Covid-19. Pemkot Bandung bertekad mengembalikannya seperti pertumbuhan ekonomi seperti pada tahun 2019.

Perlu diketahui, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada tahun 2019 yaitu 6,75 persen.

“Sejak kasus pertama Covid-19 di Kota Bandung pada Maret 2020, pertumbuhan ekonomi terus mengalami penurunan. Padahal pada 2019 kita berhasil memperoleh pencapaian membanggakan dengan pertumbuhan ekonomi kota 6,75 persen atau di atas angka nasional dan provinsi,” tutur Oded.

Oded mengungkapkan itu saat menjadi Keynote Sepaker webinar pemulihan ekonomi Kota Bandung “Smart Growth – Suistainable Growth – Inclusive Growth di Hotel La Grande, Kamis 30 September 2021.

Webinar ini digelar oleh Tim Pertimbangan Kebijakan Wali Kota Bandung dan Komite Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat.

Sedangkan pemateri dalam webinar tersebut di antaranya Ketua Harian Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jabar, Ipong Witono, Ketua Tim Pertimbangan Kebijakan Wali Kota Bandung, Asep Warlan, Guru Besar Ekonomi Universitas Islam Bandung, Atih Rohaeti Dariah, Koordinator Sahabat UMKM Kota Bandung, Fitria dan Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa.

Oded mengakui, pandemi merusaknya sampai angka minus 2,28 persen. Itulah masa-masa tersulit yang hampir dialami 2,5 juta warga Kota Bandung.

“Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung 2021 sudah di angka 4 persen dan mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi,” katanya.

Oded menjelaskan, hal pertama yang harus dilakukan agar pemulihan ekonomi bisa berkelanjutan yaitu mengendalikan Covid-19.

Sebab ekonomi akan sulit tumbuh jika kegiatan produksi, distribusi maupun konsumsi tidak berjalan akibat para pelaku ekonominya sakit terpapar.

“Dengan memelihara derajat kesehatan masyarakat pada level yang diharapkan, maka proses ekonomi bisa dijalankan dengan berkelanjutan. Ketika penanganan kesehatan sudah berjalan baik, dari sini kita menentukan strategi ekonomi dengan lebih kokoh,” tuturnya.

Menurutnya, Kota Bandung memiliki modal kuat untuk beradaptasi dengan baik.

“Sebagai salah satu pioneer Smart City di indonesia, kita punya peluang besar untuk cepat mengadopsi kemajuan teknologi digital. Hampir semua warga bahkan dari berbagi lapisan sudah memiliki gawai sendiri. Bahkan jika dijumlahkan, gawai lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk,” katanya.

Sebagai kota yang mengandalkan pemasukan sektor jasa dan perdagangan, Oded mengatakan, bukan hal mudah untuk mengembalikan tren positif ekonomi seperti pada tahun 2019. Namun sebagai kota jasa dan perdagangan, Oded berharap pertumbuhan bisa berjalan baik.

“Saya punya harapan pertumbuhan ini berjalan dalam koridor. Dimana keadilan dan partisipasi semua elemen masyarakat untuk mengakses sumber ekonomi dapat diciptakan,” ujarnya.

“Kita juga harus memberikan kesempatan pada sektor UMKM yang sudah terbukti krisis ke krisis selalu menjadi penyelamat ekonomi kota. Oleh karena sifatnya yang riil dapat dirasakan masyarakat,” beber Oded.

Sementara itu, Ketua Tim Pertimbangan Kebijakan Wali Kota Bandung, Asep Warlan mengatakan, kebijakan penyelenggara kegiatan ekonomi harus didukung oleh kebijakan tata ruang, infrastruktur, keamanan lokasi, penanaman modal, ketenagakerjaan, pajak daerah dan retribusi.

“Selain itu juga perlunya perijinan usaha, distribusi barang dan jasa, pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, pertanahan, kemudahan sumber pendanaan dan aparatur birokrasi yang bersih, kompeten dan responsif,” jelasnya.

Asep menambahkan, pemerintah daerah wajib memberikan perlakuan yang sama terhadap investor, menjamin kepastian hukum, menjamin kepastian usaha, memberikan kemudahan berusaha, menjamin keamanan berusaha dan mengembangkan serta memberikan perlindungan dan kesempatan penanaman modal kepada UMKM dan koperasi.

“Adapun bidang usaha prioritas, merupakan bidang usaha yang memenuhi kriteria, pada modal, padat karya, industri kreatif, teknologi tinggi, industri perintis, orientasi eksopor dan penelitian, pengembangan serta inovasi,” ujarnya.

“Bidang usaha prioritas meliputi, perdagangan, pariwisata MICE, jasa, telekomunikasi, infrastruktur dan perumahan, perhubungan, seni dan budaya, manufaktur, makanan dan minuman serta fesyen,” jelasnya.

Asep menerangkan, bidang usaha kemitraan dengan UMKM dan koperasi, diarahkan untuk membentuk, mengembangkan dan memulihkan UMKM serta koperasi yang lebih profesional, tangguh mandiri dan berdaya.

“Arah kemitraan meliputi peningkatan kapasitas SDM, bantuan permodalan, pengembangan teknologi, promosi dan pemasaran, konsultasi dan pendampingan serta kualitas produk dan kemasan,” jelas Asep.

Adapun bentuk pemberian insentif. Seperti penghargaan sampai kemudahan dalam proses pembentukan usaha.

“Bentuk pemberian insentif berupa, pemberian penghargaan, pengurangan dan peringanan atau pembebasan pajak daerah, keringanan dan pembebasan retribusi daerah, pemberian dana stimulan untuk usaha mikro kecil menengah dan koperasi,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Harian Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jabar, Ipong Witono mengatakan, peradaban baru di masa pandemi Covid-19 perlu banyak dipelajari. Salah satunya pemulihan ekonomi yang harus mengembalikan berbagai sektor.

“Kita mendapat hikmah Covid-19 ini luar biasa. Memang manusia perlu diingatkan oleh semesta. Pertama, hikmah Covid-19 adalah terbangun koneksi sosial. Mulai dari Satgas TNI, Polri, pemerintah dan unsur lainnya berjuang bersama warga kita lalui bersama,” tuturnya.

Sedangkan untuk pemulihan ekonomi wajib memiliki pemahaman terkait pandemi. Mulai dari kesehatan sampai mobilitas.

“Pahami bahwa situasi ekonomi ini tidak lepas subjeknya adalah pendemi. Pemulihan ekonomi ini bergantung untuk belajar mengendalikan mobilisasi kepada pelaku usaha,” ujarnya.

Ia pun mengatakan, dengan memberikan insentif menjadi upaya memberikan semangat untuk berkembang.

“Apabila insentif ini sesuai dengan situasi, ada harapan. Contohnya sektor pajak kendaraan bermotor di Jabar menjadi turun akibat pandemi. Namun kita tidak harus bergantung dari hal itu. Perlu kemandirian untuk bersama membangun kembali ekonomi,” jelasnya. (yan-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pos Indonesia dan PT Nusantara Media Mandiri Launching Pengiriman Perdana STB  ke Bali dan Lampung

    Pos Indonesia dan PT Nusantara Media Mandiri Launching Pengiriman Perdana STB ke Bali dan Lampung

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – PT Pos Indonesia (Persero) bekerjasama dengan PT Nusantara Media Mandiri menyelenggarakan Launching Pengiriman Perdana Perangkat Set Top Box (STB) Bantuan Pemerintah Untuk Rumah Tangga Miskin Analog Switch Off (ASO) Tahap I untuk provinsi Bali dan Provinsi Lampung. Seremonial Pelepasan Set Top Box Bantuan Nusantara TV yang didistribusikan oleh Pos Indonesia tersebut diselenggarakan […]

  • Bappeda: RPJMD Kota Sukabumi 2025-2030 Jadi Acuan Renstra Tiap SKPD

    Bappeda: RPJMD Kota Sukabumi 2025-2030 Jadi Acuan Renstra Tiap SKPD

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi untuk periode 2025–2030 telah resmi disahkan. Dokumen lima tahunan ini menjadi pedoman pelaksanaan visi dan misi Wali Kota Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana, sekaligus menapaki tahapan implementasi RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) 2025–2045. Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menjelaskan, […]

  • Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir: Perlindungan Terhadap Nakes Harus Di Prioritaskan

    Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir: Perlindungan Terhadap Nakes Harus Di Prioritaskan

    • calendar_month Selasa, 13 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, Tenaga kesehatan saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam melayani pasien khususnya yang terpapar virus Covid 19. Apalagi, hampir di seluruh wilayah di Indonesia penyebaran Covid 19 mengalami peningkatan, tidak terkecuali di Jawa Barat. Hal itu yang mendorong Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Syahrir SE., M.Ipol untuk memprioritaskan […]

  • PWI Kota Bandung Gelar Raker, Rencana Program Tahun 2023: Utamakan Pemulihan Ekonomi

    PWI Kota Bandung Gelar Raker, Rencana Program Tahun 2023: Utamakan Pemulihan Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 20 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG, MBInews.id-  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung gelar acara rapat kerja (Raker)  dan Press Gathering tahun 2022 – 2023 bertempat di Citere Resort Hotel, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Selasa (18/10/2022) malam. Raker PWI Kota Bandung dibuka secara langsung oleh Sekretaris Umum PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Bukhawan serta dihadiri Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa […]

  • Pos Indonesia Dapat Penghargaan Top CSR Award 2024

    Pos Indonesia Dapat Penghargaan Top CSR Award 2024

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews – PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND berhasil menyabet dua penghargaan pada ajang bergengsi Top CSR Awards 2024 dari Majalah Top Business berkat isu Environment Social and Governance (ESG). Penghargaan tersebut diraih tepat satu hari setelah diluncurkannya program ramah lingkungan PosIND Goes Green 2024. Dua penghargaan yang diraih PosIND adalah Top CSR Awards […]

  • Langgar Kode Etik, Dua Personil Polres Sukabumi Kota Diganjar PTDH

    Langgar Kode Etik, Dua Personil Polres Sukabumi Kota Diganjar PTDH

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    SUKABUMI/Mbinews.id – Dua personel Polres Sukabumi Kota mendapat pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Hal tersebut, berdasarkan Skep Kapolda Jawa Barat Nomor : Kep/193/II/2022, atas nama Brigadir SS dan Bripda AL yang berasal dari Kesatuan Samapta Polres Sukabumi Kota, Selasa (22/03/2022). Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin mengatakan, dua personil Kepolisian Polres Sukabumi Kota tersebut, […]

expand_less