Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Bangun Karakter anak, 12 Sekolah Jadi Pilot project Program Pemerliharaan Ayam

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id  –  Pemerintah Kota Bandung akan meluncurkan program pemberian anak ayam kepada siswa sekolah, Program ini merupkan salah satu upaya Pemkot Bandung membangun karakter warga Kota Bandung sejak dini.

Sebagai percontohan, pemberian anak ayam akan diberikan kepada 12 sekolah di Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Cibiru.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyatakan, program pemberian anak ayam ini menekankan pada proses. Banyak nilai positif yang terbangun dalam proses pemeliharaan unggas.

Gin gin mengungkapkan, menurut hasil survei dan kajian ilmiah dari berbagai literatur menyebutkan memelihara hewan bisa bedampak positif dalam membangun karakter anak. Memelihara hewan bisa memberikan pelajaran soal sikap empati, tanggung jawab dan disiplin.

“Semangatnya membangun karakter anak. Sudah ada penelitian dampaknya dalam memelihara hewan. Kemudian anak tahu persis proses pertumbuhan hewan,” kata Gin gin di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (19/11/2019).

Pemberian secara simbolis akan dilakukan pada saat acara Bandung Menanam Jilid 1 di kolam retensi Rancabolang Gedebage, 21 November 2019. Sebanyak 2.000 bibit anak ayam yang sudah dipersiapkan Dispangtan akan mulai disebar ke sekolah di Kecamatan Gedebage dan Cibiru.

Sekolah yang menjadi program pemeliharaan anak ayam ini terdiri dari 10 Sekolah Dasar yakni SDN 274 Cempaka Arum, SDN 086 Cimincrang, SDN 215 Rancasagatan, SDN 216 Sondariah, SDN 124 Hanura, SDN 152 Cigagak, SDN 029 Cilengkrang, SDN 153 Taruna Karya, SDN 168 Cipadung, SDN 102 Cikudayasa. Kemudian dua Sekolah Menengah Pertama yaitu SMP 46 dan SMP 54.

“Jadi tidak semua dipaksakan diberikan. Kita bertanya dahulu kepada  orang tua dan kepada anaknya. Sudah disosialisasikan dulu cara pemeliharaannya. Jadi calon penerima dan calon lokasinya juga sudah jelas,” ujarnya.

Teknis pelaksanaannya, setiap siswa yang menerima satu ekor ayam kemudian harus membentuk kelompok terdiri dari lima orang. Lima ekor anak ayam tersebut nantinya akan dipelihara secara bersamaan di satu kandang.

“Sebetulnya bukan berfokus kepada ayamnya. Tetapi pada prosesnya ini yang kita amati. Kalau pun nanti terkena penyakit,  anak paham penyebabnya. Diharapkan paling tidak bisa sampai bertelur. Llu menetas dan menjadi anak atau sebagian bisa dikonsumsi atau dijual,” bebernya.

Gin gin memaparkan, program ini menjadi bagian dari proses pendidikan dengan memberikan pembelajaran kolaboratif integratif. Karena, setidaknya terdapat lima mata pelajaran yang bersinggungan dengan program ini yaitu IPA, IPS, TIK, Prakarya dan Bahasa Indonesia.

Untuk pembelajaran IPA sudah jelas dari proses pemeliharaan ayam. Sedangkan IPS digunakan untuk menghitung kalkulasi pangan dan kebutuhan selama memelihara. TIK dipakai karena siswa harus mendokumentasikan perkembangan ayam.

Sedangkan Bahasa Indonesia akan dipergunakan saat menyusun laporan atau makalah, serta prakarya siswa diuji dalam membuat kandang ternak.

“Awalnya kandang juga sudah kita siapkan. Tapi kalau kita sediakan kemarin ada masukan dari sekolah justru aspek kreatifitas anaknya tidak ada. Mungkn ini salah satu prakarya, walaupun sederhana dan sebagainya tapi nanti kita kasih pedoman untuk pembuatannya,” ulasnya.

Lebih lanjut Gin gin mengungkapkan kesehatan ayam buras yang hendak dibagikan pun sangat diperhatikan. Sebelum disebar, pihaknya terlebih dahulu memberikan vaksin kepada anak  ayam.

“Ayam yang dibagikan yang sudah divaksin, makanya DOC (day Old Chik) yang dibagikan ini usia 4  hari, kemudian dalam 4 minggu. Setelah itu harus divaksin.  Itu juga kita siapkan. Makanya kita juga akan beri edukasi bagaimana memahami ciri-ciri hewan yang sakit tandanya dan penanganannya,” katanya.(**mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Bandung Raih Penghargaan Inovatif Dari Pemprov Jabar

    Kota Bandung Raih Penghargaan Inovatif Dari Pemprov Jabar

    • calendar_month Minggu, 15 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan dua penghargaan kepada Kota Bandung. Pertama, perhargaan sebagai Kota Paling Inovatif dalam Penerapan Aksi Konvergensi Pencegahan Stunting. Penghargaan kedua yaitu terbaik kedua soal kinerja Penerapan Aksi Konvergensi Pencegahan Stunting se-Jawa Barat untuk kategori lokus tahun pertama. Penghargaan diberikan oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja secara virtual, […]

  • KAC Kota Sukabumi Dijadikan Screen House Bawang Merah

    KAC Kota Sukabumi Dijadikan Screen House Bawang Merah

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Kawasan Agro Cikundul (KAC) Kota Sukabumi akan dijadikan screen house bawang merah oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat. Bahkan, belum lama ini pihak BI sudah melakukan survei lapangan ke lokasi tersebut. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Andri Setiawan, mengungkapkan, kabar baik itu tentunya akan berdampak juga kepada para […]

  • Bandung Membiru, Ribuan Pelari Ramaikan Pocari Sweat Run 2025

    Bandung Membiru, Ribuan Pelari Ramaikan Pocari Sweat Run 2025

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews – Kota Bandung kembali menjadi tuan rumah ajang lari berskala nasional, Pocari Sweat Run Indonesia 2025, yang resmi dimulai pada Sabtu 19 Juli 2025. Ribuan peserta yang sebagian besar mengenakan jersey berwarna biru ini mengikuti dua kategori pertama yaitu 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Lomba dimulai sejak pukul 05.00 WIB dengan […]

  • Anggota Dewan Kota Sukabumi Pertanyakan Kesiapan RSUD Syamsudin dan Dinkes Mengenai Lonjakan Pasien Covid-19

    Anggota Dewan Kota Sukabumi Pertanyakan Kesiapan RSUD Syamsudin dan Dinkes Mengenai Lonjakan Pasien Covid-19

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PAN Faisal Bagindo, menanyakan kesiapan pihak RSUD Syamsudin SH (Bunut), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, dalam menyikapi lonjakan covid-19. Terutama, mengenai tempat dan tenaga medis yang saat ini sangat terbatas. “Saat saya melakukan pembahasan dengan pihak rumah sakit Bunut, dan Dinkes. Ternyata, yang menjadi kendala itu mengenai tempat […]

  • Pembangunan Pusat Kota Bandung, Tedy Rusmawan: Semoga Pusat dan Provinsi Bisa Melirik Kembali

    Pembangunan Pusat Kota Bandung, Tedy Rusmawan: Semoga Pusat dan Provinsi Bisa Melirik Kembali

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pembangunan pusat kota Bandung  adalah salah satu usaha kenyamanan warga kota Bandung, hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, menjadi narasumber di Radio Elshinta Bandung membahas perencanaan pusat kota di Kota Bandung, Kamis, (27/1/2022). Selain itu, hadir pula Sekretaris Bappelitbang Kota Bandung, Agus Hidayat, ST., MH. Menurut Tedy, pembangunan pusat […]

  • Bupati Bandung Sebut Menanamkan Nilai-nilai Positif Melalui Kegiatan Kepramukaan

    Bupati Bandung Sebut Menanamkan Nilai-nilai Positif Melalui Kegiatan Kepramukaan

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 89
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa di era globalisasi saat ini, generasi muda dihadapkan pada berbagai tantangan dan pengaruh negatif. “Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada mereka, salah satunya melalui kegiatan kepramukaan,” kata Dadang pada Perayaannya saat menghadiri Diklat Pitaran Pelatih Pembina Pramuka Kabupaten Bandung di […]

expand_less