Breaking News
Trending Tags

Bangun Karakter anak, 12 Sekolah Jadi Pilot project Program Pemerliharaan Ayam

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id  –  Pemerintah Kota Bandung akan meluncurkan program pemberian anak ayam kepada siswa sekolah, Program ini merupkan salah satu upaya Pemkot Bandung membangun karakter warga Kota Bandung sejak dini.

Sebagai percontohan, pemberian anak ayam akan diberikan kepada 12 sekolah di Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Cibiru.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyatakan, program pemberian anak ayam ini menekankan pada proses. Banyak nilai positif yang terbangun dalam proses pemeliharaan unggas.

Gin gin mengungkapkan, menurut hasil survei dan kajian ilmiah dari berbagai literatur menyebutkan memelihara hewan bisa bedampak positif dalam membangun karakter anak. Memelihara hewan bisa memberikan pelajaran soal sikap empati, tanggung jawab dan disiplin.

“Semangatnya membangun karakter anak. Sudah ada penelitian dampaknya dalam memelihara hewan. Kemudian anak tahu persis proses pertumbuhan hewan,” kata Gin gin di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (19/11/2019).

Pemberian secara simbolis akan dilakukan pada saat acara Bandung Menanam Jilid 1 di kolam retensi Rancabolang Gedebage, 21 November 2019. Sebanyak 2.000 bibit anak ayam yang sudah dipersiapkan Dispangtan akan mulai disebar ke sekolah di Kecamatan Gedebage dan Cibiru.

Sekolah yang menjadi program pemeliharaan anak ayam ini terdiri dari 10 Sekolah Dasar yakni SDN 274 Cempaka Arum, SDN 086 Cimincrang, SDN 215 Rancasagatan, SDN 216 Sondariah, SDN 124 Hanura, SDN 152 Cigagak, SDN 029 Cilengkrang, SDN 153 Taruna Karya, SDN 168 Cipadung, SDN 102 Cikudayasa. Kemudian dua Sekolah Menengah Pertama yaitu SMP 46 dan SMP 54.

“Jadi tidak semua dipaksakan diberikan. Kita bertanya dahulu kepada  orang tua dan kepada anaknya. Sudah disosialisasikan dulu cara pemeliharaannya. Jadi calon penerima dan calon lokasinya juga sudah jelas,” ujarnya.

Teknis pelaksanaannya, setiap siswa yang menerima satu ekor ayam kemudian harus membentuk kelompok terdiri dari lima orang. Lima ekor anak ayam tersebut nantinya akan dipelihara secara bersamaan di satu kandang.

“Sebetulnya bukan berfokus kepada ayamnya. Tetapi pada prosesnya ini yang kita amati. Kalau pun nanti terkena penyakit,  anak paham penyebabnya. Diharapkan paling tidak bisa sampai bertelur. Llu menetas dan menjadi anak atau sebagian bisa dikonsumsi atau dijual,” bebernya.

Gin gin memaparkan, program ini menjadi bagian dari proses pendidikan dengan memberikan pembelajaran kolaboratif integratif. Karena, setidaknya terdapat lima mata pelajaran yang bersinggungan dengan program ini yaitu IPA, IPS, TIK, Prakarya dan Bahasa Indonesia.

Untuk pembelajaran IPA sudah jelas dari proses pemeliharaan ayam. Sedangkan IPS digunakan untuk menghitung kalkulasi pangan dan kebutuhan selama memelihara. TIK dipakai karena siswa harus mendokumentasikan perkembangan ayam.

Sedangkan Bahasa Indonesia akan dipergunakan saat menyusun laporan atau makalah, serta prakarya siswa diuji dalam membuat kandang ternak.

“Awalnya kandang juga sudah kita siapkan. Tapi kalau kita sediakan kemarin ada masukan dari sekolah justru aspek kreatifitas anaknya tidak ada. Mungkn ini salah satu prakarya, walaupun sederhana dan sebagainya tapi nanti kita kasih pedoman untuk pembuatannya,” ulasnya.

Lebih lanjut Gin gin mengungkapkan kesehatan ayam buras yang hendak dibagikan pun sangat diperhatikan. Sebelum disebar, pihaknya terlebih dahulu memberikan vaksin kepada anak  ayam.

“Ayam yang dibagikan yang sudah divaksin, makanya DOC (day Old Chik) yang dibagikan ini usia 4  hari, kemudian dalam 4 minggu. Setelah itu harus divaksin.  Itu juga kita siapkan. Makanya kita juga akan beri edukasi bagaimana memahami ciri-ciri hewan yang sakit tandanya dan penanganannya,” katanya.(**mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Bakal Kaji Analisis Beban Kerja 18 Ribu Pegawai Non-ASN

    Pemkot Bandung Bakal Kaji Analisis Beban Kerja 18 Ribu Pegawai Non-ASN

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Menanggapi surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengenai penghapusan tenaga honorer pada 2023, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menganalisis beban kerja bagi 18.000 pegawai non-ASN. Ia berharap apapun hasil analisis yang nantinya akan menjadi kebijakan Pemkot Bandung tak akan mengganggu pelayanan publik. […]

  • Ketua Dan Pengurus DPW PPLIPI Kunjungi SMSI Jabar

    Ketua Dan Pengurus DPW PPLIPI Kunjungi SMSI Jabar

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BANDUNG MBInews.id – Pengurus PPLIPI (Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi) Dewan Pengurus Wilayah Jawa Barat melakukan kunjungan silaturahmi ke sekretariat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jabar, Jl. Ahmad Yani 262, Bandung, Kamis (27/8/2020). Kunjungan silaturahmi dipimpin langsung oleh Ny. Lina Ruzhan, Ketua PPLIPI dan diterima oleh Asep Budianto, Wakil Ketua SMSI Jabar. PPLIPI merupakan organisasi sosial […]

  • Posko Pemprov Jabar Wujud Kepedulian Pemerintah Terhadap Korban Gempa Cianjur

    Posko Pemprov Jabar Wujud Kepedulian Pemerintah Terhadap Korban Gempa Cianjur

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    CIANJUR, MBInews.id – Keberadaan Posko Pemprov Jabar merupakan, wujud kepedulian pemerintah kepada korban terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Ida Wahida Hidayati di Posko Pemprov Jabar Bencana Gempa Cianjur  di Kecamatan Pacet. Ida menjelaskan, saat ini pemerintah baik ditingkat kabupaten/kota, provinsi sampai […]

  • Bappeda Ungkap,  Kota Sukabumi Masih Menyandang Predikat Kota Sangat Inovatif

    Bappeda Ungkap, Kota Sukabumi Masih Menyandang Predikat Kota Sangat Inovatif

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Kota Sukabumi masih menyandang predikat kota sangat inovatif. Hal itu lantaran, setiap tahunya, melahirkan ratusan inovasi dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkot Sukabumi. “Setiap tahunya ratusan inovasi dilahirkan oleh perangkat daerah. Hal ini juga mengantarkan predikat sebagai Kota sangat inovatif oleh Kemendagri di ajang Inovasi Government Award (IGA) tahun 2023 lalu,”ujar Kabid Penelitian […]

  • Peringati Hari Kartini, Warga Dan Unpad Panen Sayuran

    Peringati Hari Kartini, Warga Dan Unpad Panen Sayuran

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, warga dan civitas academi Universitas Padjadjaran (Unpad) yang didominasi perempuan memanen sayuran di Jalan Teuku Angkasa, RT 01 RW 09 Kelurahan Lebak Gede Kecamatan Coblong, Kamis 21 April 2022. Sejumlah sayuran yang dipanen di antaranya selada, cabai, tomat, dan kangkung. Panen kali ini merupakan hasil urban farming […]

  • Jabat Kepala BPKPD, Sandra Langsung Susun Langkah Strategis Peningkatan PAD

    Jabat Kepala BPKPD, Sandra Langsung Susun Langkah Strategis Peningkatan PAD

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 367
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, terus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya tersebut dilakukan melalui penggalian potensi seluruh objek pajak, penguatan pengawasan, serta peningkatan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya kepatuhan membayar pajak. Kepala BPKPD Kota Sukabumi, Sandra Utama Teguh, mengatakan,a optimalisasi PAD menjadi […]

expand_less