Banyak Lahirkan Musisi dan Seniman, Asep Robin Dukung Bandung Timur Sebagai Kawasan Destinasi Musik
- account_circle Admin01
- calendar_month Senin, 6 Okt 2025
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Asep Robin, S.H., M.H., menghadiri pembukaan Bandung Musik Journey East Pride 2025 hadir di Teras Sunda Cibiru, Minggu 5 Oktober 2025. Nicko/Humpro DPRD Kota Bandung.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung || MBInews.id — Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Asep Robin, S.H., M.H., mendukung kawasan Bandung timur menjadi destinasi musik kebanggaan Kota Bandung. Bandung timur telah dikenal sebagai kawasan yang melahirkan banyak musisi dan seniman.
“Bandung Timur itu lahir dan berkembang pesat di Kecamatan Ujungberung serta menciptakan para musisi, seniman, dan pelaku kreatif kancah musik bawah tanah yang dikenal sebagai episentrum musik underground Indonesia. Melahirkan band-band seperti Burgerkill, Jasad, Beside, dan seniman lainnya.Banyak karya terbaik dari mereka yang telah meraih prestasi dan dikenal hingga mancanegara,” tuturnya, seusai menghadiri pembukaan Bandung Musik Journey East Pride 2025 hadir di Teras Sunda Cibiru, Minggu (05/10/2025).
Oleh karena itu, Asep Robin mengajak kepada para musisi, seniman dan pelaku kreatif di Bandung Timur, untuk tetap semangat, terus berlatih, dan mengembangkan bakat-bakat kreatif seni demi mewujudkan Bandung timur sebagai kawasan destinasi musik Kota Bandung.
Adapun Bandung Musik Journey East Pride 2025 merupakan bagian dari pra-event Asia Africa Youth Forum (AAYF) 2025, yang mengusung semangat kolaborasi lintas komunitas, menampilkan beragam karya musisi, seniman, dan pelaku kreatif Bandung timur yakni, Reak Bandung Timur, Balaruna, Deadhool, Tarawangsawelas, Undergod, talk show, dan pameran buku.
DPRD sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Disbudpar Kota Bandung bekerjasama dengan Asia Africa Youth Forum 2025 itu.
“Tentunya ini merupakan regulasi yang sudah ada dan sudah diatur, yakni pemajuan kebudayaan di Kota Bandung yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan,” ujarnya. *red
- Penulis: Admin01
Saat ini belum ada komentar