Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Cikapundung, Sumber Distribusi Media Cetak Di Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 13 Feb 2022
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Surat kabar atau koran dan majalah pernah menjadi sumber informasi yang paling ditunggu dan menjadi idola masyarakat. Kawasan Cikapundung di Kota Bandung menjadi saksi kejayaan surat kabar beberapa dekade ke belakang.

Pada Hari Pers, 9 Februari 2022, Humas Kota Bandung mengunjungi kawasan Cikapundung Timur, tepatnya Jalan Dr. Ir. Soekarno. Sejak 1970-an, sepanjang jalan ini, hingga Jalan Banceuy menjadi salah satu pusat distribusi surat kabar di Kota Bandung.

Di tempat ini, aneka surat kabar dalam bentuk koran, majalah, tabloid, masih cukup lengkap dijual. Setidaknya untuk skala satu Kota Bandung, kawasan ini yang menjual surat kabar dengan variasi media terbanyak. Jadi, jika anda mencari surat kabar yang tidak dijumpai di pedagang koran eceran, boleh jadi anda akan menemukannya di sini.

Sejak pukul 04.00 WIB, hiruk pikuk sudah mulai terasa di kawasan ini. Para loper (pengantar) koran nampak berdatangan. Dengan menggunakan sepeda motor yang sudah dipasangi tas khusus di bagian jok belakang, loper-loper koran ini bersiap mengambi koran-koran dari agen untuk dijual sepagi mungkin.

Setidaknya, di tengah gempuran media online atau daring dan teknologi, potret tersebut masih dijumpai hari ini. Walau konon tak sepadat dulu, masih ada kesibukan sejak pukul empat dinihari di tempat ini.

Mamay, penjual kopi dan gorengan di kawasan ini mengenang keriuhan tersebut. Hampir 30 tahun, wanita yang tinggal di Jalan Pangarang ini berjualan di Cikapundung.

“Segini mah sepi banget atuh. Enggak sampai 10 kali lipatnya (dulu suasananya sangat ramai),” ungkap Mamay sembari melayani pembeli di lapaknya.

Sipenmaru atau Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru yang kini dikenal dengan SNMPTN atau SBMPTN adalah momentum yang tidak terlupakan buat Mamay. Saat itu, mahasiswa yang mendaftar ke perguruan tinggi negeri sudah mengantre sejak pukul 11 malam.

“Kalau sekarang sih enggak tahu itu diumuminnya di mana,” ucap wanita yang sampai sekarang mengaku tak menggunakan gawai tersebut.

Kenangan yang diakui Mamay sudah punah ialah kehadiran surat kabar edisi sore. Dua puluh tahun lalu, suasana di Cikapundung bahkan masih ramai hingga sore hari. Agen koran biasanya akan mendapat kiriman koran sore dari beberapa media cetak yang mengeluarkannya.

Aktivitas di kawasan ini diakui Mamay sangat menguntungkan bagi usaha yang dijalankannya. Para loper koran, pemilik agen, hingga pembeli koran biasanya akan mampir dan jajan di lapak Mamay.

“Kalau sekarang sih jam tujuh pagi sudah bubar, sudah dirapikan kembali,” ungkapnya.

Bersaing dengan Daring Kisah klasik di Cikapundung tersebut nampaknya harus rela tergerus gempuran teknologi. Sejak era konvergensi media cetak ke daring dekade 2010, penyusutan omzet mulai dirasakan para agen koran di Cikapundung.

Eneng misalnya. Wanita yang tinggal di Sukajadi ini sudah menjadi agen koran sejak akhir dekade 90-an. Ia mengaku omzet yang didapatnya menurun hingga 10 kali lipat dibanding 20 tahun silam.

Ia ditemani seorang putrinya saat menjaga agen koran. Ia sibuk melayani pesanan koran dari loper-loper yang membeli koran dari lapaknya.

“Dulu itu bisa sampai 15 juta per-hari (hasil penjualan). Sekarang sih sekitar 1,5 juta saja,” ungkapnya.

Bila dipukul rata, awal dekade 2000-an, dalam sehari Eneng bisa menjual hingga 1.500 eksemplar koran. Jumlah itu menyusut hingga sekitar 180 eksemplar saja di tahun 2022.

“Tapi mau bagaimanapun, kehadiran teknologi enggak bisa ditolak. Mungkin sekarang kebiasaan orang sudah bergeser,” ucap Eneng.

Masih Ada Pembeli Kendati jumlah penjualannya menyusut jauh, tetapi para agen koran dan loper menyebut surat kabar masih punya segmen pembeli. Koko selaku pemilik agen koran mengakui hal tersebut.

Saat ditanya ketersediaan surat kabar media tertentu, ia menjelaskan ada surat kabar yang memang dijual untuk segmen pembeli umum. Namun ada pula surat kabar yang hanya dijual kepada mereka yang berlangganan.

“Biasanya kantor-kantor dan beberapa rumah di kawasan tertentu masih pesan. Enggak banyak lagi, tapi masih cukup,” terang Koko.

Selain Koko, masih ada Agus Mulyana. Pria yang berprofesi sebagai loper koran ini mengaku jika surat kabar yang diantarnya belum sepenuhnya kehilangan pembeli.

“Tiap hari mengantar koran. Waktu adzan Subuh, saya sudah ada di sini. Karena memang harus pagi kan,” ucap pria yang sudah menekuni profesi ini sejak 1993.

Saat membawa dan mengantar koran, Agus membawa sekitar 120 eksemplar koran dari empat media nasional dan lokal yang cukup mainstream. Keempatnya menurut Agus masih punya banyak pembeli.

“Enggak bisa dibandingin sama dulu. Tapi kalau ukurannya sekarang orang pada pindah ke online, bisa bawa sebanyak ini (eksemplar koran) dan laku, itu sudah cukup bagus penjualannya,” terang Agus.

Meski sebagian besar akses pemberitaan sudah bergeser ke dunia maya, tetapi tak bisa dipungkiri, media cetak pernah jadi nomor satu di hati para pembaca.

Di tengah kemudahan mengakses informasi, tak ada salahnya mengenang masa lampau dengan berkunjung dan membeli surat kabar di sini.

Untuk anda yang mencari surat kabar di Cikapundung, sebaiknya datang di antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Setelah membeli koran, anda bisa membacanya sembari menikmati suasana pagi di Kota Bandung, tepatnya di Cikapundung Riverspot. (ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Strategis BRI Group dan Bulog Subang Tingkatkan Dukungan Finansial Mitra

    Kolaborasi Strategis BRI Group dan Bulog Subang Tingkatkan Dukungan Finansial Mitra

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Admin01
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Subang || MBInews.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem bisnis sektor pangan melalui kolaborasi strategis bersama Perum Bulog. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Gathering Sinergi Kemitraan BRI dengan Bulog”, bertempat di Laska Hotel Subang, pada Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini dihadiri […]

  • Babakan Sari Dan Kiaracondong Kunjungan Reses Terakhir “ H. Erwin” Anggota DPRD Kota Bandung Komisi D Dari Fraksi PKB

    Babakan Sari Dan Kiaracondong Kunjungan Reses Terakhir “ H. Erwin” Anggota DPRD Kota Bandung Komisi D Dari Fraksi PKB

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kunjungan Reses terakhir Anggota DPRD Kota Bandung  komisi D Fraksi PKB, H. Erwin mendatangi warga Babakan Sari,  Kiaracondong Kota Bandung dalam kunjungannya untuk menampung aspirasi  dan menjelaskan pungsi membuat undang-undang dewan sejajar dengan pemkot Bandung. Masalah anggaran anggota dewan berperan penting berapa anggaran yang dibutuhkan untuk keperluan masing-masing pos dan anggota dewan […]

  • Terbesar di Dunia, Gubernur Jabar Buka Bazaar Buku Big Bad Wolf

    Terbesar di Dunia, Gubernur Jabar Buka Bazaar Buku Big Bad Wolf

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KBB, MBInews.id — Gubernur Jawa Barat  Mochamad Ridwan Kamil, secara resmi membuka Bazar Buku Terbesar di Dunia, Big Bad Wolf (BBW) yang digelar di Mason Hotel Pine Hotel, Jl. Raya Rarahyangan Kota Baru, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (27/6/2019). “Dengan penyelenggaraan bazaar Buku Big Bad Wolf ini, semoga minat baca masyarakat semakin meningkat, ujar Ridwan […]

  • Kang Asmul, Inklusivitas Bukan Sekadar Pilihan Melainkan Keharusan

    Kang Asmul, Inklusivitas Bukan Sekadar Pilihan Melainkan Keharusan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kamis, 8 Januari 2026 *KET FOTO:* Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., menghadiri Festival Hari Disabilitas Internasional Tahun 2025, di Aula Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Kamis, 8 Januari 2026. Fauzi/Humpro DPRD Kota Bandung. BANDUNG, Mbinews —  Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., menegaskan komitmen Kota Bandung sebagai kota yang inklusif dan […]

  • Program Bandung Nyaah Ka Indung Didukung DPRD Kota Bandung, Dharma Wanita, PKK dan ASN

    Program Bandung Nyaah Ka Indung Didukung DPRD Kota Bandung, Dharma Wanita, PKK dan ASN

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Suasana Balai Kota Bandung pagi tadi terasa berbeda. Ketika Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi meluncurkan program Bandung Nyaah Ka Indung, Senin, 14 Maret 2025. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memimpin langsung peluncuran program ini yang merupakan bentuk kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan, khususnya para Lansia perempuan. Walikota Bandung mengatakan, program ini […]

  • PC PMII Kota Sukabumi Desak  DPRD Untuk Segera Bentuk Pansus Covid-19

    PC PMII Kota Sukabumi Desak DPRD Untuk Segera Bentuk Pansus Covid-19

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi mendesak kepada DPRD setempat untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Covid-19. Hal itu diakarenakan, PC PMII menemukan banyak ganjalan tentang persoalan anggaran Covid-19 dilapangan. “Hasil kajian kami dilapangan, banyak keganjalan anggaran Covid-19 tersebutu,”ujar Ketua PC PMII Kota Sukabumi Isep Ucu Agustina, usai […]

expand_less