Breaking News
Trending Tags

Cikapundung, Sumber Distribusi Media Cetak Di Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 13 Feb 2022
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Surat kabar atau koran dan majalah pernah menjadi sumber informasi yang paling ditunggu dan menjadi idola masyarakat. Kawasan Cikapundung di Kota Bandung menjadi saksi kejayaan surat kabar beberapa dekade ke belakang.

Pada Hari Pers, 9 Februari 2022, Humas Kota Bandung mengunjungi kawasan Cikapundung Timur, tepatnya Jalan Dr. Ir. Soekarno. Sejak 1970-an, sepanjang jalan ini, hingga Jalan Banceuy menjadi salah satu pusat distribusi surat kabar di Kota Bandung.

Di tempat ini, aneka surat kabar dalam bentuk koran, majalah, tabloid, masih cukup lengkap dijual. Setidaknya untuk skala satu Kota Bandung, kawasan ini yang menjual surat kabar dengan variasi media terbanyak. Jadi, jika anda mencari surat kabar yang tidak dijumpai di pedagang koran eceran, boleh jadi anda akan menemukannya di sini.

Sejak pukul 04.00 WIB, hiruk pikuk sudah mulai terasa di kawasan ini. Para loper (pengantar) koran nampak berdatangan. Dengan menggunakan sepeda motor yang sudah dipasangi tas khusus di bagian jok belakang, loper-loper koran ini bersiap mengambi koran-koran dari agen untuk dijual sepagi mungkin.

Setidaknya, di tengah gempuran media online atau daring dan teknologi, potret tersebut masih dijumpai hari ini. Walau konon tak sepadat dulu, masih ada kesibukan sejak pukul empat dinihari di tempat ini.

Mamay, penjual kopi dan gorengan di kawasan ini mengenang keriuhan tersebut. Hampir 30 tahun, wanita yang tinggal di Jalan Pangarang ini berjualan di Cikapundung.

“Segini mah sepi banget atuh. Enggak sampai 10 kali lipatnya (dulu suasananya sangat ramai),” ungkap Mamay sembari melayani pembeli di lapaknya.

Sipenmaru atau Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru yang kini dikenal dengan SNMPTN atau SBMPTN adalah momentum yang tidak terlupakan buat Mamay. Saat itu, mahasiswa yang mendaftar ke perguruan tinggi negeri sudah mengantre sejak pukul 11 malam.

“Kalau sekarang sih enggak tahu itu diumuminnya di mana,” ucap wanita yang sampai sekarang mengaku tak menggunakan gawai tersebut.

Kenangan yang diakui Mamay sudah punah ialah kehadiran surat kabar edisi sore. Dua puluh tahun lalu, suasana di Cikapundung bahkan masih ramai hingga sore hari. Agen koran biasanya akan mendapat kiriman koran sore dari beberapa media cetak yang mengeluarkannya.

Aktivitas di kawasan ini diakui Mamay sangat menguntungkan bagi usaha yang dijalankannya. Para loper koran, pemilik agen, hingga pembeli koran biasanya akan mampir dan jajan di lapak Mamay.

“Kalau sekarang sih jam tujuh pagi sudah bubar, sudah dirapikan kembali,” ungkapnya.

Bersaing dengan Daring Kisah klasik di Cikapundung tersebut nampaknya harus rela tergerus gempuran teknologi. Sejak era konvergensi media cetak ke daring dekade 2010, penyusutan omzet mulai dirasakan para agen koran di Cikapundung.

Eneng misalnya. Wanita yang tinggal di Sukajadi ini sudah menjadi agen koran sejak akhir dekade 90-an. Ia mengaku omzet yang didapatnya menurun hingga 10 kali lipat dibanding 20 tahun silam.

Ia ditemani seorang putrinya saat menjaga agen koran. Ia sibuk melayani pesanan koran dari loper-loper yang membeli koran dari lapaknya.

“Dulu itu bisa sampai 15 juta per-hari (hasil penjualan). Sekarang sih sekitar 1,5 juta saja,” ungkapnya.

Bila dipukul rata, awal dekade 2000-an, dalam sehari Eneng bisa menjual hingga 1.500 eksemplar koran. Jumlah itu menyusut hingga sekitar 180 eksemplar saja di tahun 2022.

“Tapi mau bagaimanapun, kehadiran teknologi enggak bisa ditolak. Mungkin sekarang kebiasaan orang sudah bergeser,” ucap Eneng.

Masih Ada Pembeli Kendati jumlah penjualannya menyusut jauh, tetapi para agen koran dan loper menyebut surat kabar masih punya segmen pembeli. Koko selaku pemilik agen koran mengakui hal tersebut.

Saat ditanya ketersediaan surat kabar media tertentu, ia menjelaskan ada surat kabar yang memang dijual untuk segmen pembeli umum. Namun ada pula surat kabar yang hanya dijual kepada mereka yang berlangganan.

“Biasanya kantor-kantor dan beberapa rumah di kawasan tertentu masih pesan. Enggak banyak lagi, tapi masih cukup,” terang Koko.

Selain Koko, masih ada Agus Mulyana. Pria yang berprofesi sebagai loper koran ini mengaku jika surat kabar yang diantarnya belum sepenuhnya kehilangan pembeli.

“Tiap hari mengantar koran. Waktu adzan Subuh, saya sudah ada di sini. Karena memang harus pagi kan,” ucap pria yang sudah menekuni profesi ini sejak 1993.

Saat membawa dan mengantar koran, Agus membawa sekitar 120 eksemplar koran dari empat media nasional dan lokal yang cukup mainstream. Keempatnya menurut Agus masih punya banyak pembeli.

“Enggak bisa dibandingin sama dulu. Tapi kalau ukurannya sekarang orang pada pindah ke online, bisa bawa sebanyak ini (eksemplar koran) dan laku, itu sudah cukup bagus penjualannya,” terang Agus.

Meski sebagian besar akses pemberitaan sudah bergeser ke dunia maya, tetapi tak bisa dipungkiri, media cetak pernah jadi nomor satu di hati para pembaca.

Di tengah kemudahan mengakses informasi, tak ada salahnya mengenang masa lampau dengan berkunjung dan membeli surat kabar di sini.

Untuk anda yang mencari surat kabar di Cikapundung, sebaiknya datang di antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Setelah membeli koran, anda bisa membacanya sembari menikmati suasana pagi di Kota Bandung, tepatnya di Cikapundung Riverspot. (ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hindari Ricuh Tiket Pertandingan Persib, Ketua DPRD Imbau Kewilayahan Gelar Nobar

    Hindari Ricuh Tiket Pertandingan Persib, Ketua DPRD Imbau Kewilayahan Gelar Nobar

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua DPRD kota Bandung, H. Tedy Rusmawan melakukan peninjauan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) terkait jatuhnya korban tewas saat pertandingan antara Persib Bandung vs Persebaya Surabaya, Jumat 17 Juni 2022. Sehari sebelum tinjauan ke GBLA itu, Tedy juga menyempatkan takziah ke rumah duka bobotoh yang menjadi korban, Asep Solihin. Peristiwa maut […]

  • Iwan Hermawan: Peningkatan Pemberdayaan Pemuda di Bandung Masih Belum Tercapai

    Iwan Hermawan: Peningkatan Pemberdayaan Pemuda di Bandung Masih Belum Tercapai

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung, Iwan Hermawan, SE., Ak, mengatakan program pemberdayaan dan pengembangan pemuda di Kota Bandung belum prioritas. Hal tersebut dikatakannya pada acara diskusi bersama Jong Bandung yang bertema “Masa Depan Kota Bandung: Berdayakan Pemuda,” di Pasar Sae Sarijadi, Bandung, Senin, (30/1/2023). Iwan mengatakan prioritas untuk program kepemudaan di […]

  • Pekan Ini, Bapokting Disejumlah Pasar Dikota Sukabumi Alami Kenaikan

    Pekan Ini, Bapokting Disejumlah Pasar Dikota Sukabumi Alami Kenaikan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Perkembangan bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah Pasar di Kota Sukabumi kembali alami penaikan harga. Padahal, beberapa bapokting seperti jenis cabai-cabaian sepekan lalu alami turun harga. Seperti cabai rawit merah pekan lalu dibandrol Rp40 ribu menjadi Rp55 ribu/kg. Kemudian gula pasir dari kisaran Rp11 ribu menjadi Rp16 ribu/kg.”Hasil monitoring kami dilapangan, komoditi […]

  • Sukabumi Dilanda Kekeringan, Masyarakat Harus Antri di Sumur Kecil

    Sukabumi Dilanda Kekeringan, Masyarakat Harus Antri di Sumur Kecil

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Mbinews.id, Sukabumi- Bulan keempat memasuki musim kemarau sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi di Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangteng Tengah terdampak kekeringan, akibatnya penduduk kekurangan Air bersih untuk sehari-hari. Warga terpaksa harus antri sejak subuh sampai sore hari disebuah sumur kecil yang berada dipinggir dekat hutan untuk keperluan sehari-hari. Namun sayang sumur tersebut pun kecil dan debit airnya […]

  • Pemprov Jabar Bangun Flyover Di Kota Sukabumi

    Pemprov Jabar Bangun Flyover Di Kota Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    MBInews.id, Sukabumi – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bangun flyover (jembatan layang) diatas rel yang bersinggungan dengan Jalan Selakaso Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi. Bahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan langsung dimulainya pengerjaan proyek tersebut, Rabu,(20/08/2019). Jembatan layang ini merupakan segmen 3 lanjutan pembangunan jalan baru lingkar selatan Kota Sukabumi. Serta untuk menjamin keselamatan […]

  • Bawaslu Kota Sukabumi Kakukan Refleksi Tahapan Pemilu 2019

    Bawaslu Kota Sukabumi Kakukan Refleksi Tahapan Pemilu 2019

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Bawaslu Kota Sukabumi lakukan refleksi tahapan pemilu 2019 bersama unsur partai politik bertempat di salah satu Hotel kawasan Jalan Siliwangi Kota Sukabumi, Kamis (29/08/19). Ketua Bawaslu Kota Sukabumi, Ending mengatakan, kegiatan tersebut juga diselengarakan serentak Bawaslu se-Jawa Barat. “Kegiatan ini merupakan bagian refleksi dari semua tahapan penyelengaraan pemilu tahun 2019 yang dilakukan serentak […]

expand_less