Breaking News
Trending Tags

Dengan Kebersamaan, Pimpin Kota Bandung Dan Tangani Pandemi Covid-19

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – “Dengan kebersamaan kita bisa keluar dari musibah pandemi.” Demikian kalimat yang terlontar dari Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat ditanya formula yang membuat Kota Bandung dapat menekan penyebaran kasus Covid-19 dari zona merah ke zona kuning.

Menurut Oded, kebersamaan pertama dalam persoalan Covid-19 yang dibentuk, yakni Gugus Tugas yang saat ini menjadi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, bersama stakeholder dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ulama, hingga Pengusaha.

“Kita bersama-sama dengan miskinnya pengalaman, karena semuanya tidak punya pengalaman. Dengan kebersamaan kita bisa keluar dari musibah pandemi,” katanya di Pendopo Kota Bandung, Rabu 22 September 2021.

“Kita sempat di zona merah, ke oranye, sekarang kuning, ini berkat kerja sama semua pihak,” imbuhnya.

Hal itu juga selaras dengan tagline dari Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-211, “Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi”. Dalam memimpin Kota Bandung 3 tahun ini, Oded pun berkolaborasi dengan berbagai pihak agar Kota Bandung menjadi lebih baik lagi.

Di masa kepemimpinan Oded bersama Wakilnya Yana Mulyana, Kota Bandung tengah berusaha menyelesaikan persoalan yang kerap terjadi, seperti persoalan sampah dengan gerakan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan).

“Kami sangat bangga. Ternyata walaupun pun ada hantaman pandemi ini, alhamdulillah program reguler, fokus terhadap urusan lingkungan atau sampah dengan Kang Pisman. Buruan SAE juga sudah lebih dari 230 titik, Pokja, Pokbun, Bank Sampah juga telah banyak,” ucapnya.

“Dengan Kang Pisman, yang tadinya membuang sampah, sekarang dikelola di RW bahkan menghasilkan nilai ekonomi. Dengan Buruan SAE sudah banyak masyarakat yang mandiri pangan juga. Saya merasakan surprise dengan warga Kota Bandung yang luar biasa,” lanjut Oded.

Terkait permasalahan macet dan banjir, Oded pun terus berkoordinasi untuk mengatasinya. Seperti dengan membagi tugas ke Dinas terkait sesuai tugas pokok dan fungsinya. Serta mengupayakan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Agar lebih optimal, Oded membagi tugas kepada Wakil Wali Kota Bandung, Sekretaris Daerah Kota Bandung, sampai kepada Asisten Daerah dan Kepala Dinas. Meski begitu kebijakan tetap ada di tangannya.

“Mang Oded terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, kementerian, pemerintah provinsi, lembaga, hingga swasta. Kita sudah ada dua fly over yang baru. Satu lagi sedang dibangun. Saat ini kita masih upayakan Fly over Soekarno Hatta dekat Samsat dan tol dalam kota (NS Link),” katanya.

“Itu salah satu upaya mengurai kemacetan, untuk antisipasi banjir kita bangun kolam retensi, ada juga trotoar, itu dari segi fisik. Dari sisi SDM, banyak anggaran yang kita berikan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, termasuk kesehatan,” ucapnya.

Saat disinggung tentang penghargaan yang diraih Kota Bandung selama masa kepemimpinannya, Oded menyampaikan hal itu menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Kota Bandung.

Seperti hadirnya Lab BSL-2 yang berguna untuk menangani Covid-19 dari sisi 3T (Testing, Tracing, Treatment) sehingga bisa lebih cepat menangani kasus Covid-19 di Kota Bandung. BSL-2 pun menjadi salah satu hal diberinya penghargaan untuk inovasi di Kota Bandung.

Mengusung Visi Unggul, Nyaman, Sejahtera, dan Agamis di masa kepemimpinan 3 tahun, Oded mengakui masih banyak yang harus diselesaikan.

Ia pun terus mengevaluasi serta mengoptimalkan berbagai hal yang harus dikerjakan di sisa kepemimpinannya bersama Yana Mulyana.

“Visi itu harapan atau ekspektasi kita, masyarakat Kota Bandung itu harus unggul, punya integritas, akal cerdas, dan pintar. Nyaman dengan membangun infrastruktur agar nyaman dihuni. Sejahtera, kita semua ingin dapat kesejahteraan di dunia dan akhirat,” ucapnya.

“Agamis, penting dengan adanya agama ini, religi, spiritualnya harus bagus. Karena ketika sebuah negara itu diisi oleh masyarakat yang hanya cerdas secara intelektual, kemudian secara spiritualnya lemah, bisa hancur,” katanya. (agg-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bakti IKWI JABAR Untuk Meningkat kesehatan Kaum Ibu

    Bakti IKWI JABAR Untuk Meningkat kesehatan Kaum Ibu

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jawa Barat untuk meningkatkan kesehatan kaum Ibu , bekerjasama dengan Kimia Farma mengadakan pemeriksaan Pap Smear dan Diabetes Melitus Gratis dengan bonus pemeriksaan Kulit dengan Metode LED Skin Analyzer & Whole Body cek up Metode Quantum. hal ini merukan bakti sosial ke masyarakat sehingga keberadaan IKWI Jabar […]

  • Disdukcapil Kota Sukabumi Raih Penghargaan Adminduk Predikat 1 Terbaik Tingkat Jabar

    Disdukcapil Kota Sukabumi Raih Penghargaan Adminduk Predikat 1 Terbaik Tingkat Jabar

    • calendar_month Sabtu, 20 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi raih pengahrgaan kinerja Adminduk terbaik I, kategori kota penduduk kecil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (pemprov Jabar). Penghargaan tersebut, diserahkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, epada Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, dalam Upacara Peringatan HUT Ke – 77 Jawa Barat, di Lapangan Gasibu Bandung, Jumat, (19/8/2022). […]

  • Terkait Pro Kontra Data Pasien Corona, KIP Jabar Angkat Bicara

    Terkait Pro Kontra Data Pasien Corona, KIP Jabar Angkat Bicara

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pro kontra apakah data pasien positif corona perlu diumumkan ke publik atau tidak, membuat Komisi Informasi Jawa Barat angkat suara.   Menurut Ketua Komisi Informasi Jawa Barat Ijang Faisal, untuk kepentingan yang lebih besar terhadap keberlanjutan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, presiden bisa saja membuka informasi pasien corona karena status penyebaran virus […]

  • Jangan Ragu Tekan 112 Jika Terjadi Kegawatdaruratan

    Jangan Ragu Tekan 112 Jika Terjadi Kegawatdaruratan

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan rasa aman dan nyaman bagi siapapun yang tinggal di kota ini. Salah satunya dengan menyediakan layanan kegawatdaruratan 112. Bagi anda yang belum tahu, 112 adalah layanan kegawat daruratan milik Pemkot Bandung yang dikendalikan oleh Bandung Command Center. Layanan ini terintegrasi dengan berbagai instansi di Kota Bandung. Kepala […]

  • Dinilai Belum Optimal, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Akan Mendorong Peningkatan PAD

    Dinilai Belum Optimal, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Akan Mendorong Peningkatan PAD

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, Wawan Juanda menyikapi terkait belum optimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi yang ada saat ini, Jumat (24/06). Menurutnya, hingga saat ini PAD Kota Sukabumi yang bersumber dari sektor pendapatan pajak daerah, masih bisa dioptimalsisakan kembali. Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Sampaikan Langsung […]

  • Stok Oksigen di Kota Sukabumi Aman

    Stok Oksigen di Kota Sukabumi Aman

    • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menjamin, jika ketersdiaan oksigen untuk keperluan pasien covid-19 hingga saat ini tergolong aman, termasuk pendistribusian juga lancar. “Sejuah ini tidak ada kelangkaan oksigen, untuk keperluan pasien Covid-19,”ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi. Kamis, (5/8/2021). Kepastian adanya oksigen tersebut, menyusul belum lama ini Walikota bersama jajaranya mengunjungi perusahan pemasok oksigen di Jawa […]

expand_less