Breaking News
Trending Tags

Dewan Dorong Sinergi Multihelix dalam Upaya Eliminasi TBC Tahun 2030 di Kota Bandung

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung || MBInews.id – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan target eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030.

Hal tersebut ia sampaikan pada paparannya sebagai narasumber dalam kegiatan Pertemuan Lintas Sektor Program Penanggulangan TBC Kota Bandung, di Hotel UTC Dago, pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Menurut Iman, TBC memiliki dampak multidimensional selain aspek medis. Penyakit ini juga berpengaruh pada aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek pembangunan.

Sehingga, dalam upaya penanggulangan TBC dibutuhkan peran koordinasi dan kolaborasi multisektoral kedinasan dengan melibatkan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bagian Kesejahteraan Rakyat, serta unsur kewilayahan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

“Penanganan TBC tidak bisa dilakukan secara instan. Kita harus memulainya dari langkah promotif dan edukatif kepada masyarakat. Karena ketika seseorang terjangkit TBC, ia berpotensi menularkan penyakit ini kepada keluarga dan bahkan ke masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Iman menuturkan, berdasarkan data evaluasi Dinas Kesehatan tahun 2023, tercatat 63 orang positif TBC dari sekitar 200 orang suspek di wilayah Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung.

Sedangkan, secara nasional, setiap lima tahun rata-rata dua orang meninggal akibat TBC. Kondisi ini menunjukkan bahwa TBC masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk di Kota Bandung.

Iman menilai, upaya edukasi harus menjadi garda terdepan dalam penanganan TBC. Selain itu, perhatian juga perlu diberikan kepada masyarakat yang telah terinfeksi, terutama terkait aspek sosial dan ekonomi.

“Ketika seseorang sakit TBC, pengobatannya harus dijalani selama enam bulan. Jika tidak tuntas, dapat menimbulkan resistensi obat dan harus mengulang dari awal. Ini tentu berdampak besar pada kondisi ekonomi dan sosial pasien. Karena itu, kolaborasi antara Dinsos, Dinkes, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Iman menekankan bahwa penanganan TBC tidak cukup hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Diperlukan sinergi multihelix, yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan atau akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat.

“Urusan kesehatan bukan hanya milik pribadi, tapi milik kita bersama. Kalau Kota Bandung ingin sehat, maka seluruh unsur harus bergerak. Tahun depan, semua pengurus RW, kader, dan masyarakat harus ikut melakukan screening sejak dini untuk meminimalisir penularan,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi yang kuat antarinstansi agar tidak terjadi ego sektoral dalam penanganan TBC.

“Ada keluhan dari Dinas Sosial yang belum memiliki ruang isolasi atau dokter pendamping, padahal itu bersinggungan dengan kewenangan Dinas Kesehatan. Ini menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih solid. Dan dalam hal ini panglimanya harus wali kota langsung, agar sinergi lintas sektor benar-benar berjalan efektif,” ujarnya.

Iman menambahkan, DPRD Kota Bandung akan terus mendorong penguatan kebijakan dan alokasi anggaran dalam upaya penanggulangan TBC, baik pada aspek promotif, preventif, maupun kuratif.

Selain itu, arah kebijakan dan rekomdasi DPRD Kota Bandung yaitu, penguatan koordinasi lintas OPD melalui forum PTBC Kota Bandung, integrasi program penanggulangan TBC dalam RKPD dan APBD Kota Bandung, mendorong public private partnership dalam sektor kesehatan, dan peningkatan kapasitas SDM kesehatan dan para kader.

Dengan demikian, diharapkan segera dibentuk penguatan data kesehatan Bandung sebagai basis kebijakan, digitalisasi pelacakan kasus dan pelaporan penhobatan, dan integrasi dengan smart city ecosystem untuk monitoring dan evaluasi.

“Semoga tidak terjadi kejadian luar biasa (KLB) di Kota Bandung. Namun yang terpenting, kita harus memiliki semangat bersama bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan edukasi dan sosialisasi yang terus dilakukan, saya yakin kita bisa mencapai target eliminasi TBC tahun 2030,” katanya. *red

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merasa Dibohongi DPRD Kota Sukabumi, Mahasiswa Akan Usut Tuntas

    Merasa Dibohongi DPRD Kota Sukabumi, Mahasiswa Akan Usut Tuntas

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Aksi damai menolak UU Cipta Kerja elemen masyarakat di Kota Sukabumi membuahkan hasil. Namu tidak sesuai yang diharapkan. ” Meskipun DPRD Kota Sukabumi dalam aksi demonstrasi kemarin telah mengeluarkan surat secara kelembagaan, yang dianggap rancu. Akan tetapi itu bukan tujuan puncak kita dan belum bisa dikatakan menang dalam perjuangan penolakan Omnibus Law […]

  • Cegah Stunting, Oded Luncurkan Program Bandung SAE

    Cegah Stunting, Oded Luncurkan Program Bandung SAE

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Forum Bandung Sehat (FBS) menggulirkan program Bandung Sadayana ASI Eksklusif (SAE) di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (14/9/2019). Program yang diluncurkan oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial ini merupakan upaya Kota Bandung dalam memerangi stunting. Sebagaimana diketahui, Global Nutrition Report Tahun 2017 melansir bahwa 36% anak Indonesia usia 0-5 tahun mengalami stunting. […]

  • Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz Ditemukan Utuh Dan Wangi Bunga Eucalyptus

    Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz Ditemukan Utuh Dan Wangi Bunga Eucalyptus

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Mbinews.id – Ramai diperbincangkan di media sosial, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) mengatakan jenazah putra sulungnya yakni, almarhum Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) dikabarkan utuh tanpa adanya luka sedikitpun, setelah 14 hari berada di dasar Sungai Aare. Seperti dilansir dari Fokussatu.id yang menyebutkan bahwa, jenazah Eril yang sudah hilang dua minggu masih utuh dan mengeluarkan […]

  • Pemerintah Kabupaten Bandung Ajak Warga Bayar Pajak Secara Langsung

    Pemerintah Kabupaten Bandung Ajak Warga Bayar Pajak Secara Langsung

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, MBINews.id – Pemerintah Kabupaten Bandung mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), secara langsung. Langkah ini diambil seiring dengan peluncuran infrastruktur digital yang dirancang untuk mempermudah proses pembayaran pajak bagi warga. Dalam pernyataannya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan, menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur […]

  • Ekpansi KPR, bank bjb Jalin kerjasama Dengan Empat Pengembang Properti

    Ekpansi KPR, bank bjb Jalin kerjasama Dengan Empat Pengembang Properti

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id –  bank bjb terus melakukan ekspansi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan menggaet pihak pengembang properti sebagai mitra. Pada Rabu (24/2/2020), bank bjb menjalin kesepakatan kerja sama pembiayaan dengan 4 pengembang dalam rangka mendukung pembiayaan sektor industri property. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara bank bjb dengan 4 pengembang, antara […]

  • Massa Aksi Selain Mahasiswa Dari Elemen Masyarakat, Demonstran Gembok Gerbang DPRD Jabar

    Massa Aksi Selain Mahasiswa Dari Elemen Masyarakat, Demonstran Gembok Gerbang DPRD Jabar

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Mbinews.id– Gelombang protes menolak Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dan sejumlah RUU lainnya kembali bergulir di depan Gedung DPRD Jabar. Kali ini, massa aksi tidak hanya dari mahasiswa, tapi juga dari kalangan pelajar, petani hingga buruh. Massa dari sejumlah elemen masyarakat di Bandung menggeruduk gedung DPRD Jabar. Bahkan demonstran menyegel gerbang utama […]

expand_less