Diskominfo Kota Sukabumi Perkuat Peran KIM, Dorong Akses Informasi Publik Hingga Akar Rumput
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinews.id – Dalam upaya memperluas jangkauan informasi publik hingga tingkat kelurahan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi terus mengintensifkan penguatan peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di seluruh wilayah kota.
KIM merupakan kelompok masyarakat yang dibentuk secara mandiri dan kreatif untuk mengelola dan menyebarluaskan informasi, sekaligus menjadi wadah edukasi dan pemberdayaan publik. Pembentukan dan pengembangannya merujuk pada Permenkominfo RI No. 08/PER/M.KOMINFO/6/2010.
“KIM hadir sebagai perpanjangan tangan pemerintah berbasis kolaborasi. Mereka menyampaikan program kerja, kegiatan, hingga capaian pembangunan secara partisipatif,”ujar JF Pranata Humas Diskominfo Kota Sukabumi, ujar Sri Siswanti,. Selasa, (09/09/2025).
Menurutnya, jejaring KIM saat ini telah mencakup tujuh kecamatan di Kota Sukabumi, dan menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang tepat sasaran kepada masyarakat.
Tak sekadar menyebarkan informasi, KIM juga difungsikan sebagai agen literasi digital yang dibekali berbagai keterampilan penting. Melalui program seperti EdukAsyik Literasi Digital, Training of Trainer, dan Edukasi Komunikasi Antar Pribadi, Diskominfo membekali anggota KIM dengan kompetensi mumpuni.
“Dalam pelatihan terakhir, kami libatkan 30 peserta dari perwakilan KIM di tujuh kelurahan. Materinya mulai dari Komunikasi Antar Pribadi, 4 Pilar Literasi Digital, hingga teknik melawan hoaks dan menjaga keamanan data pribadi,” jelas Wanti, sapaan akrabnya.
Pelatihan ini diharapkan bisa mencetak kader-kader informasi yang cakap dalam memilah informasi dan mampu mengedukasi masyarakat di tengah derasnya arus digital saat ini.
Peran KIM tak berhenti di satu arah. Selain menyampaikan informasi dari pemerintah ke warga, KIM juga, smabung Wanti, menjadi saluran aspirasi masyarakat ke pemerintah daerah. Fungsi dua arah ini menjadi kunci dalam membangun komunikasi publik yang lebih responsif dan relevan.
“KIM diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Akses informasi jadi lebih merata, dan kebijakan publik bisa disesuaikan dengan kebutuhan riil di tingkat kelurahan,” tambahnya.
Dengan mengoptimalkan peran KIM, Diskominfo Kota Sukabumi berkomitmen mendorong terciptanya komunikasi publik yang transparan, inklusif, dan partisipatif.
“Langkah ini diharapkan, mampu mendukung akselerasi pembangunan daerah yang lebih berbasis masyarakat,”pungkasnya.(Ardan/Wan/Mbi)
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar