Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Divonis Hidup Sampai 7 Tahun, Devi Lawan Talasemia Hingga Usia 46 Tahun

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Tak pernah terbayangkan olehnya bisa hidup sampai selama ini. Padahal, dulu ia divonis hanya bisa hidup sampai usia 7 tahun. Namun, kini di usianya yang menginjak 46 tahun, ia masih berjuang terus melawan talasemia bersama 600 orang lainnya di Kota Bandung.

Ia bernama Devi Yulianti. Sejak usia 4 tahun, ia mengidap talasemia. Sebuah penyakit kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.

Gejala pada anak-anak biasanya terlihat dari tumbuh kembangnya yang tidak normal. Kulitnya pucat, sesak napas, dan fisiknya lemah.

Kini Devi mengambil peran menjadi Ketua Perhimpunan Penyandang Talasemia Indonesia (PPTI) Kota Bandung.

Ia bersama rekan-rekannya rutin membantu para penyandang talasemia untuk mendapatkan transfusi darah dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Banyak yang baru juga terdeteksi talasemia, banyak juga yang sudah meninggalkan kita karena talasemia. Kemarin saja di bulan Mei ada 6 orang yang meninggalkan kita. Penyebabnya mungkin karena zat besinya makin naik dan daya tahan tubuh juga menurun,” ungkap Devi kala ditemui pada kegiatan Hari Donor Darah Sedunia di PMI Kota Bandung, Selasa 14 Juni 2022.

Devi mengatakan, ada yang terkena talasemia di usia dewasa. Ada yang baru ketahuan di usia 42 tahun. Ternyata setelah cek hemoglobin (Hb) itu, baru diketahui dia terkena talasemia mayor dengan Hb 4. Namun, memang kebanyakan terdeteksi sejak usia bayi.

Devi pun membagikan kisah perjuangannya sejak kecil melawan talasemia. Dulu, saat masih usia anak-anak, ia tak hanya melakukan transfusi darah, tapi juga diberikan obat desferal yang disuntikkan 5 kali per minggu.

Desferal merupakan injeksi yang mengandung deferoxamine. Gunanya untuk menangani kelebihan kadar zat besi dalam darah.

“Sekarang desferal sudah tidak ada. Para penyandang talasemia sudah diberikan kemudahan dengan tablet agar tidak terjadi pembengkakan limpa. Saya dulu bisa habis Rp16 juta per bulan,” ujarnya.

Di saat anak lain mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) ketika masuk SMA, Devi terpaksa dilarikan rumah sakit dan harus diopname.

Bahkan, ia sempat mengalami koma selama sebulan. Berat badannya pun turun drastis dari 48 kg menjadi hanya 18 kg.

Ia pun harus rutin melakukan transfusi darah seminggu sekali dan diinjeksi selama 5 hari dalam seminggu. Namun, kini ia hanya transfusi darah 9 bulan sekali. Bahkan, paling cepat bisa 5 bulan sekali.

“Tapi, setiap bulan saya tetap harus periksa darah dan rutin minum obat,” katanya.

Bagi Devi, kemajuan yang ia alami sekarang tak lepas dari ‘obat’ utama dalam hidupnya, yakni keluarga. Ia tak pernah menyangka bisa memiliki keluarga kecil bersama suami dan kedua anaknya yang sehat.

“Ini semua berkat kuasa Allah dan tentunya support dari keluarga. Support system itu penting sekali. Suami dan anak-anak saya sangat mendukung saya, mereka tidak pernah memperlakukan saya seperti orang sakit,” ujarnya.

“Kalau misalnya gejala thalassemia saya kambuh, suami saya selalu bilang, ‘Ibu hebat! Ibu pasti bisa. Ibu kuat,’ seperti itu,” tuturnya sambil berkaca-kaca.

Setelah dua tahun menikah, ia akhirnya memiliki dua orang anak, pertama berusia 22 tahun yang diterima di TNI AU Makassar. Lalu anak keduanya yang masih berusia 10 tahun.

Bukan perkara mudah bagi Devi untuk mengandung dan melahirkan dua anak. Ia berjuang penuh untuk tetap ‘sehat’, rutin transfusi darai seminggu sekali, terus cek kesehatan, dan minum semua obat yang diberikan dokter.

Ia sangat merasa terbantu dengan peran PMI di masa perjalanan perjuangannya melawan talasemia. Ia juga berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bisa bersama-sama terus menyebarluaskan mengenai talasemia.

“Rantai talasemia ini harus kita putus, salah satunya melalui seminar, terutama bagi mereka yang akan menuju jenjang pernikahan,” harapnya.

Devi menekankan, setiap orang harus melalukan pemeriksaan pranikah secara detail. Sebab, meski keduanya sehat, tapi ternyata bisa jadi mereka carrier atau pembawa talasemia. Sehingga kemungkinan besar anaknya akan mengalami talasemia mayor atau minor.

“Talasemia minor ini bisa transfusi setahun sekali atau 5 bulan sekali. Sedangkan talasemia mayor itu seminggu sekali harus transfusi darah,” imbuhnya.

Devi juga mengungkapkan, ada orang tua penyandang talasemia yang kehilangan dua anaknya berturut-turut dalam kurun waktu 9 hari.

“Pak Ayep punya tiga orang anak, dua di antaranya penyandang talasemia. Keduanya sudah meninggal dalam kurun waktu 9 hari. Sudah dewasa semua, profesinya kepala sekolah dan guru. Meski begitu, Pak Ayep tetap ikut untuk mendampingi para penyandang talasemia sampai saat ini,” tutur Devi. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Jawa Barat Gelar Rapat Paripurna Bahas Penggantian AKD dari Fraksi PAN, Usulan Persetujuan CDPOB dan Laporan Pansus

    DPRD Jawa Barat Gelar Rapat Paripurna Bahas Penggantian AKD dari Fraksi PAN, Usulan Persetujuan CDPOB dan Laporan Pansus

    • calendar_month Kamis, 18 Mei 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    BANDUNG – DPRD Jawa Barat menggelar Rapat Paripurna Senin (15/5/2023). Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat drh.H. Achmad Ru’yat, M.Si. Dalam Rapat Paripurna tersebut dibahas tiga (3) agenda sekaligus; pertama, perubahan alat kelengkapan DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Kedua, penyampaian nota pengantar Gubernur perihal usulan persetujuan bersama tentang Calon Daerah […]

  • Standar UMK, PGRI Jabar Apresiasi Pemkot Bandung Telah Sejahterakan Guru Khususnya Guru Honorer

    Standar UMK, PGRI Jabar Apresiasi Pemkot Bandung Telah Sejahterakan Guru Khususnya Guru Honorer

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Persatuan Guru Republik Jawa Barat (PGRI) Jawa Barat mengapresiasi Pemerintah Kota Bandung yang telah berupaya menyejahterakan guru khususnya guru honorer. Salah satunya yakni mengikuti standar Upah Minimum Kerja (UMR) Kota Bandung.  “PGRI Jabar sangat mengapresiasi Pemkot Bandung karena telah melakukan terobosan baru menyejahterakan para guru honorer,” kata Ketua PGRI Jabar, Dede amar […]

  • 25 ASN Baru Dilantik, Wali Kota Sukabumi: “Jabatan Itu Amanah, Bukan Status”

    25 ASN Baru Dilantik, Wali Kota Sukabumi: “Jabatan Itu Amanah, Bukan Status”

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    SUKABUMI,MBbinews.id- Pemerintah Kota (Pemkot)Sukabumi resmi menambah jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) baru. Sebanyak 24 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 1 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilantik Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam acara di Ruang Pertemuan Balai Kota Sukabumi, Senin (22/09). Pelantikan turut disaksikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, Sekretaris Daerah […]

  • Torehkan Prestasi, Wali Kota Raih BAZNAS Award 2025 sebagai Penggerak Zakat Nasional

    Torehkan Prestasi, Wali Kota Raih BAZNAS Award 2025 sebagai Penggerak Zakat Nasional

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id — Komitmen kuat Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui zakat kini membuahkan hasil. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dianugerahi BAZNAS Award 2025 dalam kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penghargaan bergengsi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI ini, diberikan sebagai bentuk pengakuan atas peran aktif kepala daerah dalam mendukung […]

  • Wali Kota Bandung, Oded Resmikan Rumah Cinta Inklusi, Rumah Terapi Gratis Bagi Disabilitas,

    Wali Kota Bandung, Oded Resmikan Rumah Cinta Inklusi, Rumah Terapi Gratis Bagi Disabilitas,

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meresmikan Rumah Cinta Inklusi (RCI), sebuah rumah terapi gratis bagi disabilitas, di Gedung Yayasan Kanker Indonesia Kota Bandung, Jalan Cikutra Raya No. 276 Bandung, Rabu 30 September 2020. RCI merupakan inovasi gagasan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Bandung yang dibiayai dari dana zakat dari Baznas Kota […]

  • Mentan Sidak OP di Kantor Pos Jaktim

    Mentan Sidak OP di Kantor Pos Jaktim

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    JAKARTA ,Mbinews – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen Pemerintah menjaga stabilitas harga pangan. Dengan Operasi Pasar Pangan Murah, ke depan Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto , akan memangkas rantai pasok dan memastikan harga bahan pokok yang lebih stabil bagi masyarakat. Lebih jauh Mentan mengatakan Operasi Pasar Pangan Murah […]

expand_less