DPRD Kota Bandung Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Penyakit Menular
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- visibility 53
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,MBINEWS – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Aswan Asep Wawan, S.E., menegaskan bahwa keluarga memiliki peran krusial dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria yang digelar DP3A Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cisaranten Kulon, Rabu (9/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri kader PKK dan Posyandu.
Aswan menjelaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi sehat. Karena itu, upaya pencegahan penyakit menular tidak cukup dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi harus dimulai dari lingkungan rumah.
“Pembangunan keluarga merupakan investasi sosial paling strategis dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyakit menular seperti HIV/AIDS dan Tuberkulosis masih menjadi tantangan serius kesehatan masyarakat di Indonesia. Selain berdampak pada kesehatan, penyakit tersebut juga dapat menimbulkan dampak sosial dan ekonomi seperti putus sekolah, stunting, kemiskinan baru, hingga meningkatnya kerentanan sosial dalam keluarga.
Menurutnya, keluarga menjadi kunci utama pencegahan karena berperan dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, melakukan pengawasan kesehatan anggota keluarga, memberikan dukungan psikologis, hingga menghilangkan stigma terhadap penderita penyakit.
“Mengapa keluarga menjadi kunci? Karena dari keluarga kita membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, mengawasi kesehatan anggota keluarga, memberikan dukungan psikologis, serta menjadi lingkungan pertama pencegahan penyakit,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aswan juga memaparkan lima prioritas yang didorong Komisi IV DPRD Kota Bandung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, yaitu penguatan edukasi kesehatan keluarga, pencegahan HIV/AIDS sejak usia remaja, percepatan eliminasi tuberkulosis, perlindungan perempuan dan anak dari dampak sosial penyakit, serta penguatan kolaborasi lintas sektor berbasis masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dan murah dibandingkan pengobatan, sehingga edukasi kesehatan keluarga harus terus diperkuat melalui kerja sama berbagai pihak, termasuk PKK, Posyandu, Karang Taruna, RW, dan elemen masyarakat lainnya.
“Mari jadikan keluarga sebagai pusat pendidikan kesehatan, perlindungan anak, dan pembentukan karakter. Pencegahan HIV/AIDS, TB, dan Malaria adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya
Saat ini belum ada komentar