Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Epidemolog : Kota Bandung Belum Siap ” New Normal “

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional. Hal itu karena berdasarkan hasil evaluasi Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung masih berada di zona kuning, atau cukup berat. 

Pemkot Bandung pun masih mengkaji tentang kesiapan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau yang sering disebut New Normal.

Menurut epidemolog Dicky Budiman, dilihat dari berbagai indikator, belum ada satu pun kota di Indonesia yang siap untuk memasuki masa AKB, bahkan DKI Jakarta yang menurutnya paling baik dalam menangani pandemi ini di Indonesia. Hal tersebut berlaku pula untuk Kota Bandung.

“Belum siap. Bandung belum siap. Belum ada satu wilayah pun yang siap. Sampai saaat ini belum ada kabupaten kota yang siap,” ujarnya saat dihubungi Humas Kota Bandung, Senin (1/6/2020)..

Ia mengungkapkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis pedoman pelaksanaan ‘new normal’ atau AKB. Ada beberapa indikator yang harus dipenuhi jika akan melaksanakan AKB.

“Sebetulnya WHO secara umum sudah mengeluarkan kriteria. Kita bisa menerapkan new normal bila mana yaitu pertama dari sisi epidemiologi. Ada dari sisi angka repoduksi di mana itu harus di bawah 1, jumlah kasus barunya paling ideal 0 kalau mau bertahap minimal berkurang setengahnya, nggak ada kematian akibat Covid-19. Itu dari sisi epidemiologi,” beber kandidat doktor di Griffith University Australia itu.

Selain dari segi epidemiologi, indikator intervensi juga wajib diperhatikan, seperti cakupan pengetesan penyebaran penyakit, pelacakan penyakit, hingga kesiapan aturan, sarana, dan prasarana.

“Dari sisi intervensi, misalnya berapa cakupan testingnya. Tidak boleh menurun jumlah testingnya, minimal sama atau bagusnya meningkat dan (dilakukan) dengan PCR (Polymerase Chain Reaction). Jangan sampai dikatakan kasus menurun karena testing menurun, berarti tidak valid,” imbuhnya.

Hal yang tak kalah penting, sebagaimana disebutkan WHO, adalah partisipasi aktif dari masyarakat untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini. Menurut ilmuwan asal Kota Bandung ini, partisipasi inilah yang menjadi kunci penerapan AKB.

“WHO juga menyebutkan partisipasi aktif dan pemahaman dari masyarkat. Sejauh mana masyarakat memahami new normal, itu harus dari individu masyarakat,” tegasnya.

Ia menerangkan, AKB di level masyarakat adalah hal mendasar. Ada dua level AKB menurut pria asli Bandung itu, yaitu AKB di level individu, dan AKB di level instansi. Level kedua tidak akan berhasil jika level pertama belum sempurna.

“Pertama individu dan masyarakat, artinya orang perorang. Ini bisa dilakukan sejak awal, edukasi dan sosialisasi sejak awal, sejak pandemi itu terjadi, dan tentu ini tidak perlu menunggu kriteria apapun,” katanya.

Tataran AKB individu harus sampai pada tahap perubahan perilaku. Masyarakat perlu terbiasa dengan protokol kesehatan umum, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, tidak pergi kemana pun jika tidak diperlukan, dan apapun yang diperlukan untuk mencegah penularan.

Level kedua adalah AKB yang diterapkan di ruang-ruang publik, seperti tempat ibadah, kantor, transportasi publik, dan pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan bisa saja menerapkan protokol kesehatan, misalnya melarang masuk pengunjung yang demam, tidak memakai masker, dan masuk dengan bergerombol. 

Dicky menambahkan, bila pada level individu sudah tertanam pemahaman tentang kondisi AKB, masyarajat akan pergi ke mal hanya jika ada keperluan yang sangat penting, dan tidak pergi ke sana jika tidak mendesak. 

“Kalau ini tidak terbangun, dia mau kongkow, window shopping, jalan ke mal, karena dia tidak paham belum menerapkan new normal individu. Karena belum paham, ya malnya rame lagi, walaupun diatur oleh pemerintahnya atau manajemen, dengan banyaknya orag akan tetap jadi corwded. Artinya ini memerlukan tahapan dari sebelumnya pada level individu, memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengtakan, riset WHO membuktikan peran aktif masyarakat yang menerapkan perubahan perilaku ini bisa berkontribusi 80% dalam pengendalian pandremi. 

“Besar sekali itu 80%. Kontribusi ini hanya bsa terjadi jika masyarakat paham,” tegasnya. (nur/WAN /MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dihari Pertama Pendaftaran, KPU Kota Sukabumi Terima Dua Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi 2024

    Dihari Pertama Pendaftaran, KPU Kota Sukabumi Terima Dua Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi 2024

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Di hari pertama tahapan penerimaan pendftaran bakal Bakal Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali kota SUkabumi pada Pilkada 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, menerima 2 (Dua) Paslon Yakni, Achmad Fahmi-Dia Smebada, dan Paslon Mohammad Muraz – Andri Setiawan Hamami. “Alhamdulilah, hari pertama kami melaksanakan salah satu tahapan dalam hal ini, […]

  • Perkuat di Bidang Hukum Pemkot dan Kejari Bandung Jalin Kerjasama

    Perkuat di Bidang Hukum Pemkot dan Kejari Bandung Jalin Kerjasama

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 103
    • 0Komentar

    BANDUNG,mbinews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung kembali memperkuat kerja sama di bidang hukum. Kesepakatan tersebut ditegaskan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara  antara pemerintah daerah kabupaten/kota dengan kejaksaan negeri se-wilayah Jawa Barat di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Selasa 4 November 2025. Kerja sama tersebut menjadi tonggak […]

  • Sumarni Berikan 49 Penghargaan Anggotanya; Ini Harapnya

    Sumarni Berikan 49 Penghargaan Anggotanya; Ini Harapnya

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni memberikan anugerah penghargaan sebanyak 49 anggotanya, Senin (30/11) AKBP Sumarni mengatakan, penghargaan tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi dan motivasi terhadap personel yang berprestasi. “Ini sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kami kepada seluruh anggota di jajaran Polres Sukabumi Kota yang sudah berdedikasi melaksanakan tugas pokoknya dengan baik,” […]

  • TPID Bahas Strategi Pengendalian Inflasi

    TPID Bahas Strategi Pengendalian Inflasi

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) membahas strategi kegiatan pengendalian inflasi dan pemulihan ekonomi di Kota Bandung dalam menghadapi cuaca ekstrem El Nino terhadap neraca bahan pangan, Rabu 17 Mei 2023. Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, hampir 100 persen bahan makanan pokok di Kota Bandung dipasok dari luar daerah. Bila terjadi […]

  • BAZNAS Jabar Dampingi Dedi Mulyadi Salurkan Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi

    BAZNAS Jabar Dampingi Dedi Mulyadi Salurkan Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Bekasi,Mbinews — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyalurkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026). Santunan diberikan kepada keluarga almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, karyawan Kompas TV, di kediamannya di Tambun Selatan. Rombongan juga mengunjungi […]

  • Ramadan 1447 H, PWI Kota Bandung Berbagi Takjil Gratis

    Ramadan 1447 H, PWI Kota Bandung Berbagi Takjil Gratis

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews –  Kelompok Kerja PWI Kota Bandung membagikan 300 paket takjil gratis kepada pengguna jalan dan warga sekitar di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Stadion Sidolig, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menjadi agenda perdana dalam program “PWI Berbagi” pada Ramadan 1447 Hijriah. Ketua Pokja PWI Kota Bandung, Zaenal Ihsan, mengatakan pembagian takjil akan dilaksanakan dua […]

expand_less