Breaking News
Trending Tags

Epidemolog : Kota Bandung Belum Siap ” New Normal “

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional. Hal itu karena berdasarkan hasil evaluasi Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung masih berada di zona kuning, atau cukup berat. 

Pemkot Bandung pun masih mengkaji tentang kesiapan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau yang sering disebut New Normal.

Menurut epidemolog Dicky Budiman, dilihat dari berbagai indikator, belum ada satu pun kota di Indonesia yang siap untuk memasuki masa AKB, bahkan DKI Jakarta yang menurutnya paling baik dalam menangani pandemi ini di Indonesia. Hal tersebut berlaku pula untuk Kota Bandung.

“Belum siap. Bandung belum siap. Belum ada satu wilayah pun yang siap. Sampai saaat ini belum ada kabupaten kota yang siap,” ujarnya saat dihubungi Humas Kota Bandung, Senin (1/6/2020)..

Ia mengungkapkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis pedoman pelaksanaan ‘new normal’ atau AKB. Ada beberapa indikator yang harus dipenuhi jika akan melaksanakan AKB.

“Sebetulnya WHO secara umum sudah mengeluarkan kriteria. Kita bisa menerapkan new normal bila mana yaitu pertama dari sisi epidemiologi. Ada dari sisi angka repoduksi di mana itu harus di bawah 1, jumlah kasus barunya paling ideal 0 kalau mau bertahap minimal berkurang setengahnya, nggak ada kematian akibat Covid-19. Itu dari sisi epidemiologi,” beber kandidat doktor di Griffith University Australia itu.

Selain dari segi epidemiologi, indikator intervensi juga wajib diperhatikan, seperti cakupan pengetesan penyebaran penyakit, pelacakan penyakit, hingga kesiapan aturan, sarana, dan prasarana.

“Dari sisi intervensi, misalnya berapa cakupan testingnya. Tidak boleh menurun jumlah testingnya, minimal sama atau bagusnya meningkat dan (dilakukan) dengan PCR (Polymerase Chain Reaction). Jangan sampai dikatakan kasus menurun karena testing menurun, berarti tidak valid,” imbuhnya.

Hal yang tak kalah penting, sebagaimana disebutkan WHO, adalah partisipasi aktif dari masyarakat untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini. Menurut ilmuwan asal Kota Bandung ini, partisipasi inilah yang menjadi kunci penerapan AKB.

“WHO juga menyebutkan partisipasi aktif dan pemahaman dari masyarkat. Sejauh mana masyarakat memahami new normal, itu harus dari individu masyarakat,” tegasnya.

Ia menerangkan, AKB di level masyarakat adalah hal mendasar. Ada dua level AKB menurut pria asli Bandung itu, yaitu AKB di level individu, dan AKB di level instansi. Level kedua tidak akan berhasil jika level pertama belum sempurna.

“Pertama individu dan masyarakat, artinya orang perorang. Ini bisa dilakukan sejak awal, edukasi dan sosialisasi sejak awal, sejak pandemi itu terjadi, dan tentu ini tidak perlu menunggu kriteria apapun,” katanya.

Tataran AKB individu harus sampai pada tahap perubahan perilaku. Masyarakat perlu terbiasa dengan protokol kesehatan umum, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, tidak pergi kemana pun jika tidak diperlukan, dan apapun yang diperlukan untuk mencegah penularan.

Level kedua adalah AKB yang diterapkan di ruang-ruang publik, seperti tempat ibadah, kantor, transportasi publik, dan pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan bisa saja menerapkan protokol kesehatan, misalnya melarang masuk pengunjung yang demam, tidak memakai masker, dan masuk dengan bergerombol. 

Dicky menambahkan, bila pada level individu sudah tertanam pemahaman tentang kondisi AKB, masyarajat akan pergi ke mal hanya jika ada keperluan yang sangat penting, dan tidak pergi ke sana jika tidak mendesak. 

“Kalau ini tidak terbangun, dia mau kongkow, window shopping, jalan ke mal, karena dia tidak paham belum menerapkan new normal individu. Karena belum paham, ya malnya rame lagi, walaupun diatur oleh pemerintahnya atau manajemen, dengan banyaknya orag akan tetap jadi corwded. Artinya ini memerlukan tahapan dari sebelumnya pada level individu, memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengtakan, riset WHO membuktikan peran aktif masyarakat yang menerapkan perubahan perilaku ini bisa berkontribusi 80% dalam pengendalian pandremi. 

“Besar sekali itu 80%. Kontribusi ini hanya bsa terjadi jika masyarakat paham,” tegasnya. (nur/WAN /MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Bandung: Jangan Tunda Laporan Penggunaan Keuangan Dana Hibah

    Bupati Bandung: Jangan Tunda Laporan Penggunaan Keuangan Dana Hibah

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) Kabupaten Bandung menggelar acara bertajuk Capacity Building Koni Kab Bandung tahun 2024 dengan Tema “Commit to Champion 100 Gold Medals”di stadion si Jalak Harupat Senin (6/5/2024) sore. Dalam acara tersebut Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung H. Yana Suryana S.Pdi menegaskan bahwa secara umum, Capacity […]

  • Komisi I DPRD Jabar Fokus Pada Program OPD Pada KUA-PPAS

    Komisi I DPRD Jabar Fokus Pada Program OPD Pada KUA-PPAS

    • calendar_month Rabu, 18 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat melalui Komisi I menggelar rapat kerja pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) bersama dengan mitra kerja. Pimpinan Rapat Komisi I DPRD Provinsi Jawa, Sidkon Djampi menilai, banyak refocusing anggaran yang membahas mengenai penanganan pandemi Covid-19. Hal itu sangat penting mengingat […]

  • Pemkot Sukabumi Siapkan 690 Hektare Sawah Jadi LP2B

    Pemkot Sukabumi Siapkan 690 Hektare Sawah Jadi LP2B

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 889
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyiapkan sekitar 690 hektare lahan pertanian untuk ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Kebijakan tersebut menjadi upaya pemerintah daerah mempertahankan lahan pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di tengah pesatnya pembangunan perkotaan. Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, mengatakan luas lahan yang akan dipertahankan tersebut setara […]

  • Komisi II DPRD Kota Sukabumi: Pesimis Pembangunan Pedestrian A. Yani Tuntas Sesuai Target

    Komisi II DPRD Kota Sukabumi: Pesimis Pembangunan Pedestrian A. Yani Tuntas Sesuai Target

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Komisi II DPRD Kota Sukabumi mewniali, jika pembangunan pedestrtian Jalan. A.Yani yang saat ini sedang dalam pembangunan tidak akan tuntas sesuai jadwal. Hal itu dikarenakan masih banyaknya PKL yang berjualan, ditambah dengan akses lalu lintas yang sangat padat. Yang lebih parah lagi alat berat pendukung pembangunan juga sempat di pindahakn lantaran untuk […]

  • Unik, Upacara HUT RI ke-74  Santri PPTQ Misbahunnur Pakai Sarung

    Unik, Upacara HUT RI ke-74 Santri PPTQ Misbahunnur Pakai Sarung

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Mbinews.id, Cimahi– Bertepatan dengan HUT RI ke – 74, Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an (PPTQ) Misbahunnur menggelar upacara Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 di lokasi PPTQ Misbahunnur, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi. Upacara 17 Agustus di hadiri seluruh santri ikhwan dengan mengenakan baju koko, sarung, serta kopyah. Sedangkan santri akhwat mengenakan gamis berwarna abu-abu, hitam, dan […]

  • Perumda Tirta Raharja Bandung Capai 107.000 Pelanggan, Cek Sumber Mata Airnya

    Perumda Tirta Raharja Bandung Capai 107.000 Pelanggan, Cek Sumber Mata Airnya

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG, Mbinews.id – Penambahan pemasangan pelanggan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung tahun 2021 ini sampai bulan September tercapai sebanyak 107.000 pelanggan. Hal ini dikatakan Supervisor Humas dan Protokol PERUMDA Air Minum Tirta Raharja Novi Ratna Ningrum saat menghadiri undangan Konferensi kerja PWI Kabupaten Bandung 2021 di Hotel Sutan Raja Soreang, Senin (1/11/2021). Novi yang […]

expand_less