Breaking News
Trending Tags

Gagal Bayar PBB, Pengamat Tuding di Kabupaten Bekasi Beredar Blanko PBB Palsu

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
  • visibility 143
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mbinews.id– Pengamat Kebijakan Publik di Bekasi R.Meggi Brotodihardjo mengungkapkan persoalan penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menimbulkan gagal bayar/tagih dan polemik , seharusnya tak perlu terjadi jika semua pihak memahami dan mematuhi peraturan yang berlaku.

Meggi mengatakan pungutan atas PBB didasarkan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan. Kemudian, sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, maka PBB menjadi pajak daerah. Hal ini secara langsung akan meningkatkan penerimaan pajak daerah dari PBB, karena seratus persen merupakan penerimaan daerah dan bukan bagi hasil pajak dari pemerintah pusat.

Oleh karena itu, lanjut Meggi berharap Pemerintah Daerah dituntut untuk lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan yang diwujudkan melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sumber-sumber keuangan lainnya . “Sedangkan, untuk PBB sektor Pertambangan, Perhutanan, dan Perkebunan (PBB P3) masih di bawah wewenang pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP),”ujarnya.

Meggi katakan ternyata, tidak semua objek bumi bangunan bisa dikenakan PBB. Terdapat juga objek pajak yang tidak dapat dikenakan PBB. Namun, objek pajak tersebut harus memiliki kriteria tertentu yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan, yaitu: Objek pajak tersebut digunakan semata-mata untuk kepentingan umum dibidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional, yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, atau yang sejenis dengan hal tersebut.

Terkait halnya yang terjadi di Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi yang hampir sebagian besar wilayahnya masuk dalam kriteria tidak dapat dikenakan PBB. Namun dalam kenyataannya mempunyai tagihan/tunggakan PBB mencapai 700 Miliar Rupiah, hanya karena Pemda (cq.Bapenda) menerbitkan SPPT PBB.

“Disinyalir di beberapa wilayah lainnya banyak juga yang seperti itu. Hal itu akan menjadi catatan buruk dalam laporan keuangan Pemda yang mungkin akan menjadi temuan BPK dan Instansi terkait lainnya. (Dikatakan mungkin karena buktinya dapat opini WTP),”ungkap Meggi

Meggi memaparkan penerbitan SPPT PBB yang gagal tagih/bayar ini sudah barang tentu juga menimbulkan berbagai dugaan dan pertanyaan-pertanyaan maupun tanggapan-tanggapan. Untuk apa menerbitkan SPPT PBB dengan nilai tagihan yang tidak dapat ditagih?, Buat apa menetapkan target yang tidak mungkin dicapai?, Apa ada oknum yang sekedar “jual” Blanko PBB karena adanya permintaan? Apa SDM oknum terkait rendah sehingga tidak memahami aturan dan akibat yang di timbulkan?

Sementara itu dari hasil pengamatan, pembuatan SPPT, PBB khususnya di Kecamatan Muara Gembong dan wilayah lain pada umumnya, karena ada anggapan si pemohon bahwa SPPT PBB itu dianggap dapat sebagai bukti awal claim kepemilikan/penguasaan lahan. Lebih parah lagi, banyak pihak yang juga meyakini itu benar, bahkan pihak Pemerintah Desa mendukungnya melalui penerbitan Surat Pengantar Model 1 (PM 1) maupun pengesahan Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) agar SPPT, PBB-nya terbit dan diperparah lagi dengan keluarnya Surat Rekomendasi Garapan dari Perhutani.

“Semua surat-surat tidak jelas itu, diduga laku dijual dengan berbagai cara kepada pembeli dengan harga Rp.1.000 s/d Rp.15.000. bahkan diduga ada yang mencapai ratusan ribu rupiah per meternya,”ucapnya.

Maraknya jual beli surat garapan dan pembuatan SPPT PBB itu ditengarai sebagai akibat rencana pembangunan wilayah Muara Gembong sebagai tempat wisata dan lain-lain.

Meggi juga menduga, bahwa banyak Tanah Kas Desa (TKD) yang dijual-belikan dengan modus seperti ini. Oleh karena itu kebijakan Pemda untuk me-Nol kan PBB di wilayah Muara Gembong sangatlah tepat, dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan berkelanjutan, dan selanjutnya direkomendasikan agar Pemda Kab Bekasi  segera membatalkan/mencabut NOP yang terlanjur terbit, yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku; Mengumumkan secara luas tentang pencabutan itu; Menetapkan target PBB yang lebih realistis (target jangan hanya ingin berada di zona nyaman/ asal naik dari tahun sebelumnya)

Menunjuk Lurah/Kepala Desa sebagai pihak yang ikut bertanggung-jawab dalam mendorong penagihan PBB. Usut tuntas dan laporkan kepada yang berwajib seluruh oknum yang terkait soal penerbitan SPPT PBB (“Fiktif”) dan Jual Beli Garapan TN/Perhutani/TKD, agar diberi sanksi hukum yang jelas.

Akhirnya, semua ini disampaikan dalam upaya menyongsong “Bekasi Baru, Bekasi Bersih” yang lebih realistis, pungkas R.Meggi Brotodihardjo, mantan Tim Perumus Visi-Misi Kab.Bekasi.*

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinilai Cacat Hukum, Eksekusi Lahan Milik Hendrew Tetap Dilakukan Oleh PN Bale Bandung

    Dinilai Cacat Hukum, Eksekusi Lahan Milik Hendrew Tetap Dilakukan Oleh PN Bale Bandung

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id -Eksekusi lahan seluas lebih dari 1.000 meter persegi yang beralamat di Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) oleh Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung itu dinilai cacat hukum. Pasalnya, lahan tersebut bukan milik PT. Hayako Prima Indonesia, tetapi milik Hendrew Sastra Husnandar. Selama ini, PT. Hayako hanya menyewa kepada Hendrew. Meski […]

  • Kunjungan Mendagri, Zulkifli Hasan Disambut Warga Soreang Kab Bandung

    Kunjungan Mendagri, Zulkifli Hasan Disambut Warga Soreang Kab Bandung

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, MBINews.id – Kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan ke pasar Sehat Soreang Kab Bandung (26/3/2024) . disambut warga Pasar Soreang. Dalam Kunjungan Zulkifli hasan membagikan daging,telor ayam dan beras sebanyak 40 karung di Pasar Sehat Soreang. Zulkifli dalam sambutannya mengatakan ,” harga kebutuhan bahan pokok menjelang Lebaran saat ini cenderung menurun, termasuk […]

  • Dari Bandung ke Jepang, Bandung Legend U-12 Tantang Akademi Sepak Bola Dunia

    Dari Bandung ke Jepang, Bandung Legend U-12 Tantang Akademi Sepak Bola Dunia

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 2.028
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menerima Tim Bandung Legend U-12 di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Selasa (11/8/2026). Tim tersebut akan membawa nama Bandung sekaligus Indonesia dalam ajang Junior Soccer World Challenge (JSWC) 2026 di Jepang. Kedatangan tim dipimpin Ketua Umum PSSI Kota Bandung H. Yoko Angga Surya. Hadir pula Sekdispra Kota Bandung […]

  • Alfaland Group Rayakan Ulang Tahun ke-26 Berkaloborasi dengan Pokja Pwi Kota Bandung

    Alfaland Group Rayakan Ulang Tahun ke-26 Berkaloborasi dengan Pokja Pwi Kota Bandung

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Kegiatan Buka Puasa Bersama Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung Bagian dari kegiatan perayaan, Alfaland Group mengadakan buka puasa bersama dengan Keluarga Besar Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung pada tanggal 13 Maret 2025 bertempat di Grand Cordela Bandung. Acara ini diadakan sebagai bentuk apresiasi kepada media yang telah memberikan […]

  • Tantan Sulton Bukhawan Menangi Konferprov PWI Jabar, Hardiyansyah Raih 247 Suara

    Tantan Sulton Bukhawan Menangi Konferprov PWI Jabar, Hardiyansyah Raih 247 Suara

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 1.118
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  — Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat 2026 menetapkan Tantan Sulton Bukhawan sebagai Ketua PWI Jawa Barat terpilih periode 2026–2031. Pemilihan yang berlangsung di Horison Ultima Hotel, Kota Bandung, Rabu (12/8/2026), tersebut diikuti 699 pemilik suara. Tantan meraih 444 suara, mengungguli kandidat lainnya, Hardiyansyah, yang memperoleh 247 suara. Dengan hasil tersebut, […]

  • Ini Misi Jokowi Datangi Presiden Rusia dan Ukraina

    Ini Misi Jokowi Datangi Presiden Rusia dan Ukraina

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Mbinews.id – Bawa misi perdamaian dunia, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) diagendakan melakukan lawatan ke beberapa negara. Dilansir dari laman Fokussatu.id, Jokowi dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh penting dunia, termasuk juga dengan Presiden Rusia dan Ukraina. Seperti yang disampaikannya melalui keterangan persnya di Bandara Soekarno-Hatta, ia menegaskan pertemuan dengan kedua pemimpin […]

expand_less