Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Hari Kartini, Siti Sebut Kartini Sebagai Akaelerator Bagi Perempuan Dan Masa Depan Generasi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pandemi Covid-19 yang masih menjangkit nyaris di seluruh penjuru Indonesia mengisahkan sebuah tantangan dan dinamika di dalam kehidupan, terutama berkeluarga. Tak terkecuali Kota Bandung yang memiliki dinamika berbeda.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di dalam keluarga bukan hanya berdampak pada sisi kesehatan dan ekonomi. Sebab kebijakan yang memaksa seluruh anggota keluarga yang sebelumnya selalu berkegiatan di luar kini terpaksa harus di dalam rumah.

Hal itu pun diakui oleh Ketua TP-PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded. Menurutnya, situasi ini menyebabkan interaksi sosial dalam keluarga mengalami dinamika. Peran Ibu menjadi semakin penting dalam keluarga di situasi seperti sekarang.

Adanya perbedaan zona generasi antara orang tua dan anak, seringkali menyebabkan ketidaksinambungan antara harapan orang tua dan anak. Apalagi komunikasi orang tua dan anak kurang baik.

Orang tua lahir di zaman boomers, sementara anak lahir di zaman generasi Z. Generasi ini lahir beriringan dengan dunia gawai yang melahirkan ribuan informasi yang bisa diakses dengan mudah.

“Dari sinilah terjadi ketidaksinambungan antara orang tua dan anak. Orang tua tidak mampu menyeimbangi anak, begitu pula anak seringkali menutup diri dan lebih asyik dengan dunianya sendiri,” kata Siti.

Siti melihat, dari fenomena inilah lahir kasus-kasus kekerasan terhadap anak termasuk lost edukasi yang kian tinggi. Padahal di tengah situasi saat ini, anak sangat membutuhkan peran orang tua untuk membantunya dalam belajar (Pembelajaran Jarak Jauh).

“Maka perlu dihadapi dengan bijak dan arif, kasih sayang dan tanggung jawab,” tutur Siti.

Bertepatan dengan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Siti menilai fenomena ini mengingatkan pada situasi sulit di zaman Kartini. Namun Kartini mampu menghadirkan sebuah kebijakan fenomenal untuk mengetahui hal yang harus dilakukan seorang perempuan ketika berada dalam satu tantangan tanggung jawab.

“Tapi saat itu dengan kelurusan budi dan perilakunya, ketaatan kepada agama, orang tua, dan suami, melahirkan Kartini yang memiliki jiwa yang lurus, itu terlihat dari isi surat-suratnya,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya, Kartini merupakan sosok yang berbudi pekerti, dan shalihah. Terlihat dari isi surat-suratnya dalam sebuah buku berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Kartini memilih taat kepada ayahnya, meski saat itu di usianya yang masih belia dijodohkan dengan seorang laki-laki yang sudah pernah menikah.

“Kartini itu dia taat kepada ayah dan suaminya, tak ada dia protes. Tapi dia mengambil ini karena mungkin itu jalan menuju Tuhannya,” tuturnya.

Mengutip urat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1901, Siti menyebut Kartini sebagai akaelerator bagi perempuan yang lain.

Salah satu kutipannya yaitu:

“Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.

“Dalam suratnya juga menceritakan keinginan dia untuk menjadi akselerator bagi perempuan-perempuan yang lain supaya memiliki skill untuk menata dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ungkap Siti.

Maka itu, Siti tidak terlalu setuju dengan pandangan yang menyebut Kartini adalah sosok emansipasi wanita, meski tidak protes terhadap keberadaan laki-laki.

Sebab melalui sekolah yang dia bangun, Kartini hanya ingin mencerdaskan, meningkatkan literasi, kualitas dan peran serta tugas perempuan.

“Supaya ketika dia menjadi ibu dan istri dia mampu menata dan menjaga situasi rumah dengan sangat baik,” imbuh Siti.

Melihat fenomena saat ini, menjadi tantangan yang sangat besar bagi Kartini-kartini di keluarga untuk tetap melahirkan generasi berkualitas, sekaligus menjadi pemenang dalam menghadapi fenomena dari pandemi.

“Anak-anak tetap harus memiliki kecerdasan spiritual, emosional, sosial, leadership dan itu dirangkum dengan segala kesulitan bisa diatasi, tentu dimulai dari keluarga,” tutur Siti yang juga menjabat Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga.

Siti berpandangan Kartini masa kini harus memiliki tiga dasar untuk bisa menjalankan peran dan tugasnya dalam rumah tangga, termasuk menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Sebab Indonesia saat ini membutuhkan keluarga yang mampu melahirkan anak berkualitas, mengingat masa depan bangsa memiliki tantangan dan cita-cita mulia yang tertulis di dalam UUD yaitu melahirkan bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.

Tiga dasar tersebut ialah, pertama memiliki kelurusan dalam pengabdian kepada Tuhan, yakni dengan menjadikan para pendahulunya menjadi kiblat.

“Kartini ini mengajarkan sosok perempuan yang shalihah, berilmu, dan sosial. Saya melihat sosok Kartini ini sosok khadijah di jamannya, ” tuturnya.

Kedua, literasi. Perempuan hari ini harus berliterasi sekaligus mampu meningkatkan indeks literasi.

“Mari menjadi perempuan, kenali diri dan potensi, dan tingkatkan literasi,” seru Siti yang juga menjabat Ketua FBS (Forum Bandung Sehat).

Dan terakhir berbagi dengan sesama. Meski dalam kesulitan, perempuan tetap memiliki tugas sangat besar untuk mengembangkan tanggung jawab sosial kepada sesama.

“Bukan hanya berbagi materi, tapi disini berbagi keteladanan, inspirasi, motivasi, dan spirit bahwa kita berada di dalam satu ruang yang sama, melewati masa yang sama dengan tujuan yang sudah jelas, dan sama,” terang Siti.

“Yaitu menghadirkan kehidupan yang baik di masa yang akan datang, terselamatkan anak-anak kita, dan Kota Bandung harus menjadi Kota penyumbang pahlawan terbanyak,” imbuhnya. (tan)**

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Achmad Nugraha: Stunting Harus Dicegah Bersama

    Achmad Nugraha: Stunting Harus Dicegah Bersama

    • calendar_month Senin, 29 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil II Ketua DPRD Kota Bandung, H. Achmad Nugraha, D.H., S.H., menghadiri acara Siswa Sadar Stunting yang diselenggarakan oleh Halo Puan bersama LKNU, di Pondok Pesantren Sirnamiskin, Kec. Bojongloa Kidul, Bandung, Sabtu (27/8/2022). Pentingnya kesadaran stunting menjadi hal yang patut kita gugah kepada masyarakat sekitar. Hal tersebut juga dirasakan oleh Achmad Nugraha […]

  • Melalui Aplikasi “SUPER”, Warga Adukan Keluhan Kepada Pemkot Sukabumi

    Melalui Aplikasi “SUPER”, Warga Adukan Keluhan Kepada Pemkot Sukabumi

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dalam kurun waktu satu bulan, sebanyak 26 aduan warga pada aplikasi Sukabumi Participated Responder (Super) dan E-Lapor, diterima Pemerintah Kota Sukabumi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Sukabumi,Yadi Mulyadi kepada Mbinews.id melalui sambungan telepon, Senin (18/10/2021). “Selama bulan September 2021, dari 26 aduan yang ada, terdapat aduan […]

  • Siap Raih Akreditasi Kemendikbud RI, Ini Tanggapan dan Harapan Kepala SDN Kebon Kawung

    Siap Raih Akreditasi Kemendikbud RI, Ini Tanggapan dan Harapan Kepala SDN Kebon Kawung

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Mendapatkan predikat akreditasi dari Kemendikbud RI tentunya menjadi harapan bagi sekolah-sekolah yang ada saat ini. Termasuk juga SDN Kebon Kawung Kota Sukabumi. SDN Kebon Kawung yang berlokasi di Jalan Pemuda II, Kelurahan Tipar Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi sedang mempersiapkan diri untuk penilaian Akreditasi dari Kemendikbud yang akan berlangsung selama dua hari 8-9 September […]

  • Ada Dugaan Kecurangan Praktik Dalam PPDB di Kota Bandung

    Ada Dugaan Kecurangan Praktik Dalam PPDB di Kota Bandung

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Masih ditemukannya dugaan praktik-praktik kecurangan selama pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun 2024, membuktikan bahwa Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 memiliki celah yang ditimbulkan akibat diskrepansi atau ketidaksesuaian kategori. PPDB memiliki 4 jalur penerimaan, mulai dari Zonasi, Afirmasi KETM dan PDBK, perpindahan tugas orang tua/anak guru serta jalur prestasi berdasarkan raport […]

  • Yana Tegaskan Penyaluran JPS Kepada Masyarakat Harus Tepat Dan Adil

    Yana Tegaskan Penyaluran JPS Kepada Masyarakat Harus Tepat Dan Adil

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 3
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBinews.id  – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menegaskan, penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 harus tepat dan adil. Hal itu agar masyarakat bisa terbantu di tengah pandemi ini. “Kita mengevaluasi. Salah satunya dalam penyaluran bantuan juga. Alhamdulilah Dinsosnangkis dan SKPD terkait sudah terdata, baik itu sudah divalidasi dan verifikasi,” katanya […]

  • Akibat Bocornya Pipa Induk, Perumda Tirtawening 40 Ribu pelanggan terdampak sementara

    Akibat Bocornya Pipa Induk, Perumda Tirtawening 40 Ribu pelanggan terdampak sementara

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Dipastikan 40 ribu pelanggan terdampak sementara akibat saluran pipa induk atau Jalur Transmisi Air Baku Cisampi Lama milik Perumda Tirtawening Kota Bandung yang berada di Jalan Stasiun Banjaran, Kabupaten Bandung mengalami kebocoran pada hari Selasa, 24 Desember 2024. “Ada laporan dari warga adanya rembesan air yang keluar dari salah satu garasi kendaraan. […]

expand_less