Breaking News
Trending Tags

Hari Kartini, Siti Sebut Kartini Sebagai Akaelerator Bagi Perempuan Dan Masa Depan Generasi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
  • visibility 154
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pandemi Covid-19 yang masih menjangkit nyaris di seluruh penjuru Indonesia mengisahkan sebuah tantangan dan dinamika di dalam kehidupan, terutama berkeluarga. Tak terkecuali Kota Bandung yang memiliki dinamika berbeda.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di dalam keluarga bukan hanya berdampak pada sisi kesehatan dan ekonomi. Sebab kebijakan yang memaksa seluruh anggota keluarga yang sebelumnya selalu berkegiatan di luar kini terpaksa harus di dalam rumah.

Hal itu pun diakui oleh Ketua TP-PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded. Menurutnya, situasi ini menyebabkan interaksi sosial dalam keluarga mengalami dinamika. Peran Ibu menjadi semakin penting dalam keluarga di situasi seperti sekarang.

Adanya perbedaan zona generasi antara orang tua dan anak, seringkali menyebabkan ketidaksinambungan antara harapan orang tua dan anak. Apalagi komunikasi orang tua dan anak kurang baik.

Orang tua lahir di zaman boomers, sementara anak lahir di zaman generasi Z. Generasi ini lahir beriringan dengan dunia gawai yang melahirkan ribuan informasi yang bisa diakses dengan mudah.

“Dari sinilah terjadi ketidaksinambungan antara orang tua dan anak. Orang tua tidak mampu menyeimbangi anak, begitu pula anak seringkali menutup diri dan lebih asyik dengan dunianya sendiri,” kata Siti.

Siti melihat, dari fenomena inilah lahir kasus-kasus kekerasan terhadap anak termasuk lost edukasi yang kian tinggi. Padahal di tengah situasi saat ini, anak sangat membutuhkan peran orang tua untuk membantunya dalam belajar (Pembelajaran Jarak Jauh).

“Maka perlu dihadapi dengan bijak dan arif, kasih sayang dan tanggung jawab,” tutur Siti.

Bertepatan dengan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Siti menilai fenomena ini mengingatkan pada situasi sulit di zaman Kartini. Namun Kartini mampu menghadirkan sebuah kebijakan fenomenal untuk mengetahui hal yang harus dilakukan seorang perempuan ketika berada dalam satu tantangan tanggung jawab.

“Tapi saat itu dengan kelurusan budi dan perilakunya, ketaatan kepada agama, orang tua, dan suami, melahirkan Kartini yang memiliki jiwa yang lurus, itu terlihat dari isi surat-suratnya,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya, Kartini merupakan sosok yang berbudi pekerti, dan shalihah. Terlihat dari isi surat-suratnya dalam sebuah buku berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Kartini memilih taat kepada ayahnya, meski saat itu di usianya yang masih belia dijodohkan dengan seorang laki-laki yang sudah pernah menikah.

“Kartini itu dia taat kepada ayah dan suaminya, tak ada dia protes. Tapi dia mengambil ini karena mungkin itu jalan menuju Tuhannya,” tuturnya.

Mengutip urat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1901, Siti menyebut Kartini sebagai akaelerator bagi perempuan yang lain.

Salah satu kutipannya yaitu:

“Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.

“Dalam suratnya juga menceritakan keinginan dia untuk menjadi akselerator bagi perempuan-perempuan yang lain supaya memiliki skill untuk menata dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ungkap Siti.

Maka itu, Siti tidak terlalu setuju dengan pandangan yang menyebut Kartini adalah sosok emansipasi wanita, meski tidak protes terhadap keberadaan laki-laki.

Sebab melalui sekolah yang dia bangun, Kartini hanya ingin mencerdaskan, meningkatkan literasi, kualitas dan peran serta tugas perempuan.

“Supaya ketika dia menjadi ibu dan istri dia mampu menata dan menjaga situasi rumah dengan sangat baik,” imbuh Siti.

Melihat fenomena saat ini, menjadi tantangan yang sangat besar bagi Kartini-kartini di keluarga untuk tetap melahirkan generasi berkualitas, sekaligus menjadi pemenang dalam menghadapi fenomena dari pandemi.

“Anak-anak tetap harus memiliki kecerdasan spiritual, emosional, sosial, leadership dan itu dirangkum dengan segala kesulitan bisa diatasi, tentu dimulai dari keluarga,” tutur Siti yang juga menjabat Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga.

Siti berpandangan Kartini masa kini harus memiliki tiga dasar untuk bisa menjalankan peran dan tugasnya dalam rumah tangga, termasuk menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Sebab Indonesia saat ini membutuhkan keluarga yang mampu melahirkan anak berkualitas, mengingat masa depan bangsa memiliki tantangan dan cita-cita mulia yang tertulis di dalam UUD yaitu melahirkan bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.

Tiga dasar tersebut ialah, pertama memiliki kelurusan dalam pengabdian kepada Tuhan, yakni dengan menjadikan para pendahulunya menjadi kiblat.

“Kartini ini mengajarkan sosok perempuan yang shalihah, berilmu, dan sosial. Saya melihat sosok Kartini ini sosok khadijah di jamannya, ” tuturnya.

Kedua, literasi. Perempuan hari ini harus berliterasi sekaligus mampu meningkatkan indeks literasi.

“Mari menjadi perempuan, kenali diri dan potensi, dan tingkatkan literasi,” seru Siti yang juga menjabat Ketua FBS (Forum Bandung Sehat).

Dan terakhir berbagi dengan sesama. Meski dalam kesulitan, perempuan tetap memiliki tugas sangat besar untuk mengembangkan tanggung jawab sosial kepada sesama.

“Bukan hanya berbagi materi, tapi disini berbagi keteladanan, inspirasi, motivasi, dan spirit bahwa kita berada di dalam satu ruang yang sama, melewati masa yang sama dengan tujuan yang sudah jelas, dan sama,” terang Siti.

“Yaitu menghadirkan kehidupan yang baik di masa yang akan datang, terselamatkan anak-anak kita, dan Kota Bandung harus menjadi Kota penyumbang pahlawan terbanyak,” imbuhnya. (tan)**

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legislator PKS Kota Sukabumi Turun Langsung Bantu Recovery Bencana

    Legislator PKS Kota Sukabumi Turun Langsung Bantu Recovery Bencana

    • calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Keadlian Sejahtera (PKS), Lukmansyah ikut membantu evakuasi dan recovery warga pasca banjir di Kampung Tugu, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros. Sabtu, (19/2/2022). Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, tim relawan, dan masyarakat setempat, Lukmansyah ikut membersihkan, puing-puing bangunan, lumpur, sampah, dan material lainya akibat […]

  • Pembangunan Gedung Telah Selesai, GGM Jadi Pusat Kegiatan Kepemudaan

    Pembangunan Gedung Telah Selesai, GGM Jadi Pusat Kegiatan Kepemudaan

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menjadikan Gedung Gelanggang Generasi Muda (GGM) sebagai pusat kegiatan para pemuda di Kota Bandung. Saat ini pembangunan gedung telah selesai hanya tinggal mengisi dengan furnitur. Hal itu terungkap saat Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana bersama Perangkat Daerah terkait meninjau pembangunan GGM yang berlokasi di […]

  • bank bjb Miliki Sejumlah Strategi Tumbuh Positif di Tengah Pandemi Covid-19

    bank bjb Miliki Sejumlah Strategi Tumbuh Positif di Tengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInew.id – Di tengah situasi ekonomi nasional yang secara umum menurun akibat Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor keuangan terbilang masih terjaga meski cukup tertekan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal tersebut di antaranya terlihat dari IHSG yang masih stabil, jumlah penghimpunan dana di pasar modal yang masih tinggi, […]

  • Anugrah PKB, Pemkot Sukabumi  Masuk Dalam Penilaian Bapenda Jabar

    Anugrah PKB, Pemkot Sukabumi Masuk Dalam Penilaian Bapenda Jabar

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kembali dinilai oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat dalam anugerah pajak kendaraan bermotor (PKB). Dalam penilaian ini, 7 daerah baik kota dan kabupaten di Jawa Barat se wilayah bogor masuk dalam penilaian. Diantaranya, Depok, kota dan kabupaten sukabumi, kota dan kabupaten bogor, Cianjur dan Cinere. “Alhamdulillah tahun […]

  • Program Desa Digital 2.0,  Tinggal di Desa Rezeki Kota dan Bisnis Mendunia

    Program Desa Digital 2.0, Tinggal di Desa Rezeki Kota dan Bisnis Mendunia

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) mendukung pengembangan perekonomian desa melalui Program Desa Digital 2.0 dengan pemanfaatan teknologi demi pemerataan kesejahteraan masyarakat. Program Desa Digital 2.0 menjadi perhatian bank bjb karena desa adalah sebuah aglomerasi permukiman dengan berbagai mata pencaharian warga dan latar belakang yang memiliki potensi […]

  • Turun Harga Komoditas, Kota Sukabumi Alami deflasi

    Turun Harga Komoditas, Kota Sukabumi Alami deflasi

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kota Sukabumi alami deflasi sebesar 0,18% di bulan September. Penyebab terjadinya deflasi tersebut, dipicu adanya penurunan harga beberapa komoditas yang utamanya berada pada satu kelompok pengeluaran, yaitu bahan makanan. “Berdasarklan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statsitik (BPS) Kota Sukabumi, di bulan September Kota Sukabumi alami deflasi 0,18%,”ujar Asda II Bidang Perekonomian […]

expand_less