Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Isu Pengahapusan Tenaga Honorer, Berikut Penjelasan Badan Kepegawaian Negara

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Maraknya isu penghapusan tenaga honorer yang berada pada lingkungan pemerintahan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara ekslusif blak-blakan terkait hal tersebut. Kepala Kantor Wilayah Regional III Bandung, Tauchid Djatmiko saat menghadiri acara hari jadi BKN ke-74 di Kota Sukabumi mengatakan, rencana penghapusan tenaga kerja non Aparatur Sipil Negara (ASN) itu mulanya ingin mengembalikan amanat atas Undang-undang (UU) nomor 5 tahun 2014, Minggu (19/06).

Dirinya menegaskan bahwa, ASN itu terbagi menjadi dua kategori, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sedangkan terkait pegawai yang diluar dua kategori tersebut, bisa dipekerjakan sesuai dengan peraturan Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku.

“Istilahnya, kalau saya tidak senang pakai istilah penghapusan tenaga honorer. PNS dan P3K akan mendapatkan amanah melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan,” ungkapnya, usai mengahdiri acara hari jadi BKN ke-74 di Balaikota Sukabumi, Jumat (17/06).

Baca juga: Pemerintah Kota Sukabumi Belum Siap Melepaskan Ribuan Tenaga Honorer Secara Langsung

Lanjutnya, sebenarnya saat ini pemerintah hanya ingin mengembalikan kembali tugas pokok dan fungsi (tupoksi) para ASN yang ada. Karena menurutnya, seperti yang diketahui bersama bahwasanya saat ini, banyak pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh ASN, namun judtru dikerjakan oleh para tenaga honorer.

“Saya sebetulnya tidak senang juga itu disebut honorer. Pemerintah itu meluruskan hanya ada dua, satu lingkungan ASN UU nomor 5 tahun 2014 dan satu lagi UU Ketenagakerjaan, jadi hanya ada itu,” tuturnya.

Masih menurut Tauchid dirinya mengungkapkan bahwa, justru saat ini keberadaan honorer belum memiliki jaminan kepastian kehidupan yang jelas. Meskipun nyatanya, saat ini banyak pekerjaan di lingkungan pemerintahan yang dikerjakan oleh tenaga honorer.

Baca juga: Anggota DPRD Kota Sukabumi Beri Tanggapan Terkait Penghapusan Tenaga Honorer

“Kalau dia tidak PNS dan PPPK, dia harus tunduk pada UU Ketenagakerjaan, masalah gaji dan sebagainya itu harus ke situ. Yang sekarang ingin dibenahi pemerintah adalah ada pegawai yang digaji di bawah UMR Rp 300 ribu dan isu yang berkembang kan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menegaskan bahwa dirinya, selaku pucuk pimpinan tertinggi pada level Pemerintahan Kota Sukabumi pasti akan tegak lurus dengan segala keputusan pemerintah pusat.

“Kami dari pemerintah daerah pasti akan mendukung dan mengikuti keputusan pemerintah pusat,” singkatnya.

Terkait rencana penghapusan tenaga honorer, dirinya mengatakan telah melakukan upaya agar pemerintah pusat bisa meninjau kembali aturan tersebut. Karena menurutnya saat ini, keberadaan tenaga honorer masih sangat dibutuhkan pada lingkungan pemerintahan, termasuk juga di Kota Sukabumi.

“Saya sudah menyampaikan hal ini, melalui APEKSI,” tegasnya.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepedulian Nyata BAZNAS Jabar dalam Tarling Tasikmalaya untuk Lansia dan Dhuafa

    Kepedulian Nyata BAZNAS Jabar dalam Tarling Tasikmalaya untuk Lansia dan Dhuafa

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Tasikmalaya,Mbinews – Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) “Neleuman Poekna Peuting” yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Rabu (25/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya ini menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam suasana Bulan Suci Ramadhan. Acara diisi dengan […]

  • STISIP Syasmsul Ulum Sukabumi Gelar wisuda Secara Offline

    STISIP Syasmsul Ulum Sukabumi Gelar wisuda Secara Offline

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id-STISIP Syamsul Ulum Sukabumi menggelar acara wisuda angkatan XVII dengan cara offline, di Aula Hotel Pangrango Jalan Salabintana Kabupaten Sukabumi. Rabu, (11/11/2020).Dalam wisuda tersebut, protokol kesehatan pun dilakukan dengan ketat termasuk melibatkan petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi serta jajaran Kepolisian Polres Sukabumi Kota. Sebanyak 192 mahasiwa yang akan diwisuda juga harus dilakukan pengecekan suhu tubuh […]

  • 108 Positif Covid-19, Kecamatan Pameungpeuk Gencar Lakukan Pemeriksaan Tes Swab Antigen

    108 Positif Covid-19, Kecamatan Pameungpeuk Gencar Lakukan Pemeriksaan Tes Swab Antigen

    • calendar_month Selasa, 25 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG,  Merebaknya penyebaran kasus positif terpapar COvid 19 kluster pabrik ketua gugus tugas penanganan Covid 19 kecamatan pameungpeuk gencar melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat. Ketua gugus tugas covid 19 Kecamatan pameungpeuk Asep Suryadi mengatakan kalau pihaknya sudah melaksanakan sesuai prosedur dengan melakukan berbagai pemeriksaan terhadap masyarakat dengan tiga hal yakni testing, tracking dan treatment terhadap […]

  • Walikota Sukabumi: Tahun depan,  Dana Transfer Daerah Dari Pusat Akan Berkurang

    Walikota Sukabumi: Tahun depan, Dana Transfer Daerah Dari Pusat Akan Berkurang

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Tahun depan, Pemerintah Kota Sukabumi akan alami pengurangan dalam penerimaan dana transfer daerah dari Pemerintah pusat. Kondisi itu, tentunya akan sangat berpengaruh kedepanya. “Iya, kami mendapatkan infromasi, jika dana transfer daerah yang akan diberikan oleh pemeirntah pusat di tahun depan untuk Kota Sukabumi akan terjadi penurunan,”ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, usai Rapat Paripurna tentang […]

  • Antisipasi Munculnya kluster Baru, DPRD Jabar Dorong  Perusahaan Lakukan Vaksinasi  Kepada Para Tenaga Kerja

    Antisipasi Munculnya kluster Baru, DPRD Jabar Dorong Perusahaan Lakukan Vaksinasi Kepada Para Tenaga Kerja

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    BANDUNG , Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mendorong, para pelaku pada sektor industri di Jawa Barat dapat turut berkontribusi dalam upaya percepatan vaksinasi khususnya kepada para tenaga kerja. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi munculnya kluster di sektor industri. “Kita tidak mau atau jangan sampai terjadi kluster baru, penerapan protokol kesehatan harus […]

  • Sediakan Anggaran Untuk siswa yang tidak mampu Ikut Studi Tour

    Sediakan Anggaran Untuk siswa yang tidak mampu Ikut Studi Tour

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung H. Aries Supriyatna, S.H., M.H., menjadi narasumber di diskusi Radio PRFM, Bandung, Kamis, 7 Agustus 2025. Diskusi kali ini mengangkat tema “Menelisik Dampak Pelarangan Studi Tur Terhadap Wisata Kota Bandung”. Menurut Politisi PDIP DPRF Kota Bandung, pelarangan karya wisata ini menyeruak dari usulan Gubernur Jawa Barat […]

expand_less