Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Edukasi dan Kelola Sampah, SDN 077 Sejahtera Hadirkan Jamping, Kurikulum, Hingga Gomi Select

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

BANDUNG , Mbinews – Permasalahan sampah di Kota Bandung memang harus diselesaikan oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk juga dunia pendidikan. Hal ini terlihat di SDN 077 Sejahtera Kecamatan Sukajadi Kota Bandung.

SDN 077 Sejahtera mendorong para siswanya untuk meminimalisir produksi sampah. Di antaranya dengan program Jamping atau Jajan Makan Pake Misting. Para siswa diwajibkan membawa bekal dari rumah dan menggunakan wadah sendiri untuk jajan di kantin dan lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SDN 077 Sejahtera, Ihat Solihat mengatakan, program Jamping ini telah dilakukan sejak awal semester 2023. Tujuannya untuk mengurangi sampah mulai dari sumbernya.

Ia bersama dengan tim Adiwiyata terus mengedukasi murid hingga pedagang agar tidak menggunakan plastik dan kemasan yang menghasilkan sampah.

“Hal terpenting mengurangi, sampah dari sumbernya. Para murid diwajibkan membawa misting. Lalu kita edukasi kepada para pedagang agar tidak melayani makanan jika murid tidak menggunakan misting,” katanya kepada Humas Bandung, Kamis, 19 Oktober 2023.

Selain itu, SDN 077 Sejahtera juga memasukan pengolahan sampah berkelanjutan ke dalam kurikulum mereka. Melalui, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan pada tahun ajar 2021/2022 lalu.

Ia menyebut melalui kurikulum tersebut, para siswa diberikan mata ajar terkait pengelolaan sampah yang terbagi dalam tiga fase yakni:

1. Fase A berupa pengolahan sampah cangkang telur yang dijadikan pupuk organik. Mata ajar ini diajarkan pada murid kelas 1 dan 2.

2. Fase B berupa pengolahan sampah buah dijadikan ecoenzyme. Kulit buah difermentasi selama satu bulan. Ecoenzyme digunakma untuk mempermudah pembusukan sampah, membasmi hama dan membersihkan lantai yang sudah kotor. Mata ajar ini diajarkan pada murid kelas 3 dan 4.

3. Fase C berupa pengolahan sampah daun melalui teknik pengomposan bata terawang. Mata ajar ini diajarkan pada murid kelas 5 dan 6.

“Walaupun masa P5 telah berakhir, tetapi para siswa tetap melakukan pengolahan sampah tersebut. Sekarang para siswa sudah ada pada fase pembiasaan,” ujarnya.

Tak hanya itu, para siswa juga dibiasakan untuk memilah sampah di sekolah sesuai kategori yang sudah ditentukan yaitu sampah plastik, sampah botol plastik, sampah kertas dan tutup botol melalui program Gomi Select.

“Gomi Select ini kita adopsi dari bahasa jepang yang berarti memilah sampah. Kenapa namanya Gomi? Ini untuk membuat nama yang menarik bagi siswa,” ungkapnya.

Hasil dari pemilihan sampah tersebut, para siswa diajarkan untuk mengolah sampah anorganik. Sampah plastik, diolah dengan sistem eco brick dan sampah kertas diolah menjadi berbagai kerajinan.

“Eco brick dari awal Agustus sudah terkumpul 10 kg sampah plastik. Ada pengolahan sampah kertas, Sampah kertas diolah menjadi kerajinan menjadi tempat pensil dan kerajinan lainnya,” ujarnya.

Sementara untuk sampah organik sisa makanan dimasukan ke dalam Loseda (Lodong Sesa Dahar) untuk dijadikan kompos.

Berbagai pengolahan sampah tersebut, kata Ihat, telah berjalan sejak lama. Sehingga tak heran jika SDN 077 Sejahtera merupakan sekolah yang telah meraih status Adiwiyata Nasional sejak tahun 2013 sebagai Sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah.

“Kami bergerak sebelum ada darurat sampah. Kami mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional 2013 dan melakukan pengolahan sampah mandiri sudah mulai sejak 2020. Sekarang kita sedang berusaha meningkatkan status Adiwiyata Mandiri,” katanya.

Ia juga menambahkan selalu ada sosialiasi dan edukasi terhadap pentingnya pengolahan serta pemilahan sampah.

“Sangat penting adanya edukasi kepada seluruh murid dan seluruh masyarakat tentang pentingnya mengolah sampah. Setiap upacara memberikan edukasi pengolahan sampah kepada murid,” ungkapnya.

Hasilnya, dari berbagai program pengolahan sampah tersebut SDN 077 Sejahtera dapat mengelola 95 persen sampahnya secara mandiri.**

 

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Logistik Pemilu 2024 di Kota Bandung Mulai Didistribusikan

    Logistik Pemilu 2024 di Kota Bandung Mulai Didistribusikan

    • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Pendistribusian logistik untuk pemilu akbar 14 Februari mendatang di Kota Bandung mulai berjalan. Tepat pada Jumat, 2 Februari 2024 sebanyak 29 truk yang dikawal ketat pihak kepolisian membawa 94 logistik untuk disebar ke daerah pemilihan (dapil) 1 dan 2. Selama 7 hari ke depan, KPU Kota Bandung akan mendistribusikan logistik pemilu. Pada […]

  • Kasus Suap Hakim Agung MA, Heryanto Tanaka dan Iwan Dwi Kusuma Disidangkan

    Kasus Suap Hakim Agung MA, Heryanto Tanaka dan Iwan Dwi Kusuma Disidangkan

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto selaku anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana Semarang, didakwa telah melakukan suap terhadap Hakim Agung di Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh selama kurun waktu tahun 2021 hingga 2022. Dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK Sandi Septi Burhanta Hidayat, dihadapan ketua […]

  • Staf Ahli Walikota Jadi Tersangka, Ini Tanggapan Sekda Kota Sukabumi

    Staf Ahli Walikota Jadi Tersangka, Ini Tanggapan Sekda Kota Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Terkait kasus hukum yang menjerat Staf Ahli Walikota Sukabumi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Dida Sembada mengatakan bahwa, belum ada arahan untuk memberikan pendampingan hukum terhadap kasus yang berlangsung saat ini. “Tentu kita lihat dulu kasusnya dan kita saat ini juga sedang berkoordinasi dengan pihak Polres Sukabumi Kota, terkait kondisi teknis persoalan hukum […]

  • Magazine Cover Template

    Magazine Cover Template

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Intro text we refine our methods of responsive web design, we’ve increasingly focused on measure and its relationship to how people read. A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind […]

  • Walikota Sukabumi Lantik 33 Pejabat Untuk SOTK Baru

    Walikota Sukabumi Lantik 33 Pejabat Untuk SOTK Baru

    • calendar_month Minggu, 3 Jan 0202
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Sebanyak 33 pejabat dilingkungan Setda Kota Sukabumi dilantik. Pelantikan dilakukan di halaman Balaikota Sukabumi. Rabu, (30/12/2020). Ke 33 pejabat tersebut terdiri dari sebanyak 7 pejabat administrator dan 25 jabatan Pratama Tinggi ( JPT) dan 1 pejabat fungsional pustakawan ahli utama. Dalam pelantikan kali ini, hanya ada 3 pejabat baru yang menempati jabatan eselon II […]

  • Belum Ada Unsur Pimpinan Definitif , Draft R-APBD Murni Tahun 2020 Belum Dibahas Anggota Dewan

    Belum Ada Unsur Pimpinan Definitif , Draft R-APBD Murni Tahun 2020 Belum Dibahas Anggota Dewan

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id  –  Meskipun saat ini Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2020 sudah masuk ke DPRD setempat. Namun R-APBD murni tersebut belum bisa dibahas oleh anggota dewan. Hal ini dikarenakan belum adanya unsur pimpinan definitif dan belum terbentuknya Alat Kelengkapan DPRD (AKD).”Kita sudah menyerahkan draft R-APBD tahun 2020  kedewan, hanya saat ini belum […]

expand_less