Breaking News
Trending Tags

Isu Wakaf dan TKPP Menggantung, DPRD Pertanyakan Komitmen Wali Kota Sukabumi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id — Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap dan respons Wali Kota Sukabumi yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam menindaklanjuti rekomendasi DPRD.

Sorotan tajam tersebut terutama diarahkan pada kebijakan wakaf dan keberadaan Tim Komunikasi Percepatan Pembangunan (TKPP) yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan arah kebijakan.

Wawan menegaskan, DPRD menghargai setiap bentuk komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Namun, ia menilai respons yang diberikan Wali Kota Sukabumi sejauh ini masih sebatas surat balasan normatif.

Wawan juga meninilai, jawaban tersebut tanpa disertai keputusan strategis maupun tindakan nyata yang menyentuh substansi persoalan. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya komitmen eksekutif dalam merespons fungsi pengawasan legislatif.

“Saya menghargai setiap bentuk komunikasi dari pemerintah daerah. Namun perlu saya tegaskan, persoalan rekomendasi DPRD terkait kebijakan wakaf dan TKPP tidak cukup disikapi dengan surat balasan yang bersifat normatif,” ujar Wawan Juanda, Kamis (08/01/2026).

Ia menekankan bahwa rekomendasi DPRD merupakan produk resmi lembaga legislatif yang lahir dari fungsi pengawasan konstitusional. Karena itu, rekomendasi tersebut seharusnya ditindaklanjuti dengan langkah konkret, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah langkah substantif, keputusan nyata, dan arah kebijakan yang jelas,” tegasnya.

Wawan mengungkapkan, rekomendasi DPRD telah disampaikan secara resmi kepada Wali Kota Sukabumi sejak 24 Desember 2025. Namun, dalam kurun waktu sekitar 21 hari, DPRD belum melihat adanya progres signifikan.

Menurutnya, jeda waktu tersebut seharusnya cukup bagi pemerintah daerah untuk setidaknya menunjukkan peta jalan kebijakan yang akan diambil.

Meski memahami bahwa setiap kebijakan memerlukan proses dan kehati-hatian, Wawan menilai lambannya respons ini berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah publik.

Ia mengingatkan bahwa isu wakaf dan TKPP bukan sekadar persoalan teknis pemerintahan, melainkan menyangkut kepercayaan publik, tata kelola yang bersih, serta amanah keumatan.

“Respons yang bersifat administratif semata jelas belum memadai. Yang kami harapkan adalah keputusan dan tindakan nyata yang menjawab substansi persoalan,” jelas Wawan.

Ia menilai, pembiaran terhadap isu strategis semacam ini justru berisiko memperlemah legitimasi kebijakan pemerintah daerah di mata masyarakat.

Lebih jauh, Wawan menyatakan bahwa DPRD tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan instrumen pengawasan lanjutan apabila tidak ada perkembangan berarti ke depan.

Salah satu langkah yang secara konstitusional dapat ditempuh adalah hak interpelasi, sebagai mekanisme politik yang sah dan bertanggung jawab untuk meminta keterangan resmi dari kepala daerah.

Meski bernada tegas dan kritis, Wawan menegaskan bahwa sikap DPRD tersebut tetap disampaikan dalam kerangka kemitraan yang sehat antara legislatif dan eksekutif.

Tujuannya bukan untuk memperkeruh suasana politik, melainkan mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat Kota Sukabumi. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Bandung Optimis Raih Kota Layak Anak Kategori Utama

    Kota Bandung Optimis Raih Kota Layak Anak Kategori Utama

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berinovasi untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Di antaranya dengan terus membangun sistem yang menjamin semua anak terpenuhi dan terlindungi hak-haknya. “Kita pernah di (kategori) Nindya, turun ke Madya. Itu karena pandemi Covid-19. Kita harap sekarang bisa langsung ke Utama sebagai kota layak anak,” tutur Wali Kota […]

  • Solusi Efisiensi Anggaran Daerah, Pj Walikota Sukabumi Dorong OPD Gunakan Mobil Listrik

    Solusi Efisiensi Anggaran Daerah, Pj Walikota Sukabumi Dorong OPD Gunakan Mobil Listrik

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi Kusmana Hartadji, terlihat telah menggunakan kendaraan listrik dari produsen Hyundai sejak beberapa hari kebelakang. Saat dikonfirmasi awak media, pria yang kerap disapa kang Tutus tersebut mengatakan, selain mengikuti Instruksi Presiden nomor 7 tahun 2022, penggunaan kendaraan listrik ini juga dinilainya bisa menjadi solusi dalam efisiensi penggunaan anggaran pemerintah […]

  • RS. Betha Medika Salurkan CSR Untuk Delapan Puskesmas

    RS. Betha Medika Salurkan CSR Untuk Delapan Puskesmas

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Sebanyak delapan Puskesmas di wilayah Kabupaten Sukabumi, mendapatkan bantuan dari Rumah Sakit (RS) Betha Medika. Melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR) nya, bantuan yang diberikan tersebut untuk penanganan Covid-19. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakn langsug di aula rumah sakit Betha Medika. Kamis, (12/8/2021). Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid. Direktur RS. Betha […]

  • Selama Dua Bulan ini, Ada 12 Aduan Masyarakat Yang Masuk Ke Pemkot Sukabumi

    Selama Dua Bulan ini, Ada 12 Aduan Masyarakat Yang Masuk Ke Pemkot Sukabumi

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Sedikitnya 12 aduan dari masyarakat masuk ke Pemerintah kota (Pemkot) Sukabumi sepanjang Januari-Februari 2024. Aduan yang masuk melalui aplikasi E-Lapor tersebut, masih seputar fasilitas umum. Diantaranya, perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU), dan air minum. “Berdasarkan data yang ada, aduan yang masuk dari masyarakat masih seputar fasilitas umum. Seperti, perbaikan PJU, air minum, dan […]

  • Pemkot Sukabumi Berangkatkan Atlet PBSI Ke Pelatprov

    Pemkot Sukabumi Berangkatkan Atlet PBSI Ke Pelatprov

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pemerintah Kota Sukabumi melepas para atlet bulutangkis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Sukabumi di Balaikota Sukabumi, Jumat (4/6/2021). Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, mengatakan, pihaknya sangat apresiasi kepada jajaran PBSI yang berhasil mengirimkan atlet-atlet mudanya mewakili Jabar di wilayah I. “Mudah-mudahan empat atlet muda bulutangkis kita ini bisa mencapai target prestasi di […]

  • Sekretaris DPRD Kota Bandung: Tunjangan Dewan Adalah Hak Normatif, Bukan Penghasilan Tambahan

    Sekretaris DPRD Kota Bandung: Tunjangan Dewan Adalah Hak Normatif, Bukan Penghasilan Tambahan

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Sorotan publik terkait besarnya penghasilan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung dijawab oleh Sekretaris DPRD Kota Bandung, H. Yasa Hanafiah, SE, MM. Menurutn Yasa, seluruh komponen penghasilan yang diterima anggota dewan, termasuk tunjangan perumahan, bukanlah tambahan semata melainkan bentuk pemenuhan hak normatif yang diatur oleh peraturan perundang-undangan. Yasa menjelaskan, […]

expand_less