Breaking News
Trending Tags

Isu Wakaf dan TKPP Menggantung, DPRD Pertanyakan Komitmen Wali Kota Sukabumi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id — Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap dan respons Wali Kota Sukabumi yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam menindaklanjuti rekomendasi DPRD.

Sorotan tajam tersebut terutama diarahkan pada kebijakan wakaf dan keberadaan Tim Komunikasi Percepatan Pembangunan (TKPP) yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan arah kebijakan.

Wawan menegaskan, DPRD menghargai setiap bentuk komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Namun, ia menilai respons yang diberikan Wali Kota Sukabumi sejauh ini masih sebatas surat balasan normatif.

Wawan juga meninilai, jawaban tersebut tanpa disertai keputusan strategis maupun tindakan nyata yang menyentuh substansi persoalan. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya komitmen eksekutif dalam merespons fungsi pengawasan legislatif.

“Saya menghargai setiap bentuk komunikasi dari pemerintah daerah. Namun perlu saya tegaskan, persoalan rekomendasi DPRD terkait kebijakan wakaf dan TKPP tidak cukup disikapi dengan surat balasan yang bersifat normatif,” ujar Wawan Juanda, Kamis (08/01/2026).

Ia menekankan bahwa rekomendasi DPRD merupakan produk resmi lembaga legislatif yang lahir dari fungsi pengawasan konstitusional. Karena itu, rekomendasi tersebut seharusnya ditindaklanjuti dengan langkah konkret, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah langkah substantif, keputusan nyata, dan arah kebijakan yang jelas,” tegasnya.

Wawan mengungkapkan, rekomendasi DPRD telah disampaikan secara resmi kepada Wali Kota Sukabumi sejak 24 Desember 2025. Namun, dalam kurun waktu sekitar 21 hari, DPRD belum melihat adanya progres signifikan.

Menurutnya, jeda waktu tersebut seharusnya cukup bagi pemerintah daerah untuk setidaknya menunjukkan peta jalan kebijakan yang akan diambil.

Meski memahami bahwa setiap kebijakan memerlukan proses dan kehati-hatian, Wawan menilai lambannya respons ini berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah publik.

Ia mengingatkan bahwa isu wakaf dan TKPP bukan sekadar persoalan teknis pemerintahan, melainkan menyangkut kepercayaan publik, tata kelola yang bersih, serta amanah keumatan.

“Respons yang bersifat administratif semata jelas belum memadai. Yang kami harapkan adalah keputusan dan tindakan nyata yang menjawab substansi persoalan,” jelas Wawan.

Ia menilai, pembiaran terhadap isu strategis semacam ini justru berisiko memperlemah legitimasi kebijakan pemerintah daerah di mata masyarakat.

Lebih jauh, Wawan menyatakan bahwa DPRD tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan instrumen pengawasan lanjutan apabila tidak ada perkembangan berarti ke depan.

Salah satu langkah yang secara konstitusional dapat ditempuh adalah hak interpelasi, sebagai mekanisme politik yang sah dan bertanggung jawab untuk meminta keterangan resmi dari kepala daerah.

Meski bernada tegas dan kritis, Wawan menegaskan bahwa sikap DPRD tersebut tetap disampaikan dalam kerangka kemitraan yang sehat antara legislatif dan eksekutif.

Tujuannya bukan untuk memperkeruh suasana politik, melainkan mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat Kota Sukabumi. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Layanan Uji Kir Terendam, Dishub: Penyedotan Air Terus Dilakukan

    Layanan Uji Kir Terendam, Dishub: Penyedotan Air Terus Dilakukan

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Upaya menanggulangi banjir yang merendam Kantor Layanan uji Kir di Jalan SOR GBLA Gedebage Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung masih terus dilakukan. Layanan Kir Kota Bandung terganggu sejak Selasa 19 April 2022 lalu. Hal itu akibat air yang menggenang di Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Bandung. “Upaya penyedotan air kami lakukan sepanjang […]

  • Dari Kantong Plastik Bekas Menjadi Produk Bernilai Tinggi, Inovasi FIB Unpad di Sumedang

    Dari Kantong Plastik Bekas Menjadi Produk Bernilai Tinggi, Inovasi FIB Unpad di Sumedang

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 1.022
    • 0Komentar

    SUMEDANG,Mbinews  – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama BIYA Project menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bertajuk “Dari Sampah Menjadi Berkah: Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat” di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Kamis (23/7/2026). Program ini mengajak masyarakat mengubah limbah kantong plastik menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna, estetika, dan nilai […]

  • USB YPKP Kembangkan Sistem Informasi Manajemen PKK di Cibeunying Kidul, Kota Bandung

    USB YPKP Kembangkan Sistem Informasi Manajemen PKK di Cibeunying Kidul, Kota Bandung

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id – Universitas Sangga Buana, Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan (USB YPKP) terus memperkuat peranannya dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Pada tahun 2025 ini, tim dosen dan mahasiswa USB YPKP melaksanakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Mutu Pelayanan melalui Pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK Tingkat Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung”. Program ini mendapatkan dukungan […]

  • Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung membahas ÀPBD TA 2024

    Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung membahas ÀPBD TA 2024

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Ketua DPRD Kota Bandung H Asep Mulyana SH ,meminpin Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Jawaban Wali Kota atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda Kota Bandung tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD T.A 2024, di Ruang Rapat Paripurna, Rabu, 25 Juni 2025. Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., didampingi Wakil Ketua DPRD Kota […]

  • Perlu Terobosan Penanganan Masalah Banjir dan Sampah Di Kota Bandung

    Perlu Terobosan Penanganan Masalah Banjir dan Sampah Di Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 10 Agt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    BANDUNG , Mbinews – Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Dr. Uung Tanuwidjaja, S.E., M.M., saat menjadi narasumber talk show OPSI di Radio PRFM Bandung, Rabu, (09/08/2023). Mengatakan Masyarakat Kota Bandung akhir-akhir ini masih mengeluhkan sejumlah permasalahan. Mulai dari pengelolaan sampah, penanganan banjir hingga kemacetan. Lebih jauh Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Dr. Uung […]

  • DPRD Kota Bandung Siapkan Raperda Baru untuk Perkuat Penanggulangan Kemiskinan

    DPRD Kota Bandung Siapkan Raperda Baru untuk Perkuat Penanggulangan Kemiskinan

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 916
    • 0Komentar

      BANDUNG,Mbinews  – Komisi IV DPRD Kota Bandung mendorong percepatan penyusunan perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif tentang penanggulangan kemiskinan sebagai upaya menyesuaikan regulasi daerah dengan kebijakan terbaru pemerintah pusat sekaligus memperkuat efektivitas program pengentasan kemiskinan di Kota Bandung. Hal tersebut mengemuka dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Kota Bandung bersama Dinas Sosial Kota Bandung […]

expand_less