Breaking News
Trending Tags

Keluhan Warganet Soal Bestari, Hillsi Kota Sukabumi Tegaskan Pencairan Dana Talang Ada Prosedurnya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Polemik terkait pencairan dana talang dalam Program Bestari yang digagas Pemerintah Kota Sukabumi menuai sorotan publik. Ketua DPC Hillsi (Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia) Kota Sukabumi, Hendra Bachtiar, menegaskan bahwa mekanisme pembiayaan pemberangkatan peserta magang ke luar negeri tidak bisa dilakukan tanpa melalui tahapan administratif yang lengkap.

Pernyataan tersebut merespons keluhan akun media sosial berinisial MD yang mengaku kecewa terhadap Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Melalui kolom komentar akun Instagram “Hits Sukabumi”, MD menyebut dana talang yang dijanjikan dalam program tersebut belum dicairkan saat peserta memasuki tahap persiapan keberangkatan.

Akun tersebut menilai kondisi itu membuat peserta kesulitan berangkat karena terkendala pembiayaan awal.

Hendra menjelaskan, dalam program pemberangkatan tenaga magang atau pekerja ke luar negeri, perbankan memiliki standar ketat sebelum mengucurkan dana talang. Salah satu syarat utama adalah adanya kepastian kontrak kerja dari perusahaan penerima di negara tujuan.

“Dasarnya adalah kontrak kerja. Peserta harus sudah resmi diterima dan memiliki dokumen perjanjian yang sah. Tanpa itu, bank tentu akan berhati-hati,” ujarnya, Minggu (01/03/2026).

Menurutnya, kontrak kerja bukan sekadar formalitas, melainkan dokumen legal yang menjadi jaminan kepastian kerja sekaligus dasar analisis risiko bagi pihak pembiayaan.

Selain kontrak kerja, sejumlah dokumen lain juga wajib tersedia sebelum dana talang dapat diproses. Di antaranya paspor aktif, hasil medical check up (MCU), visa kerja, hingga tiket keberangkatan.

Hendra menegaskan bahwa kondisi kesehatan peserta pun menjadi bagian dari pertimbangan administratif.

“Kalau secara medis belum memenuhi syarat, tentu itu berpengaruh. Semua aspek ini dinilai oleh perbankan sebelum menyetujui pencairan,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila seluruh persyaratan tersebut telah dipenuhi secara lengkap dan valid, maka peluang pencairan dana talang akan jauh lebih besar.

Dalam konteks Program Bestari, Hendra juga menyoroti pentingnya kejelasan posisi Pemerintah Kota Sukabumi. Menurutnya, jika program tersebut merupakan inisiatif pemerintah daerah, maka seharusnya ada peran konkret sebagai apalis atau penjamin.

“Kalau Pemda bertindak sebagai penjamin resmi, itu akan meningkatkan kepercayaan perbankan. Ada jaminan institusional yang memperkuat skema pembiayaan,” katanya.

Ia menilai, belum cairnya dana talang bisa saja disebabkan oleh regulasi atau dokumen yang belum sepenuhnya lengkap, bukan semata-mata karena faktor kebijakan kepala daerah.

Polemik ini, lanjut Hendra, menjadi momentum evaluasi agar skema Program Bestari ke depan lebih transparan dan terstruktur. Sosialisasi mengenai tahapan administratif, mekanisme dana talang, serta peran masing-masing pihak dinilai perlu diperjelas kepada calon peserta.

“Program seperti ini bagus untuk membuka peluang kerja ke luar negeri. Tapi harus dipastikan semua regulasi dan dokumen terpenuhi agar tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” pungkasnya.

Dengan kejelasan mekanisme dan dukungan lintas pihak, Program Bestari diharapkan tetap menjadi solusi strategis peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja bagi warga Sukabumi tanpa menyisakan polemik di ruang publik. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Data Penerima Bansos Tdak Sesuai Sengan kriteria, Dinsos: Laporkan

    Data Penerima Bansos Tdak Sesuai Sengan kriteria, Dinsos: Laporkan

    • calendar_month Selasa, 3 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Tono Rusdiantono memastikan, penerima bantuan sosial (bansos) PPKM uang tunai Rp500.000 merupakan warga yang tak tercatat pada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Artinya, penerima murni usulan dari kewilayahan, baik RT/RW, lurah ataupun tokoh masyarakat. Dinsos Kota Bandung hanya memverifikasi ulang dan menyesuaikan dengan kriteria yang telah […]

  • PWI Cianjur Tegaskan Hargai Kerja Jurnalistik

    PWI Cianjur Tegaskan Hargai Kerja Jurnalistik

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    CIANJUR, MBInews.id – Puluhan wartawan melepas id card dan jalan mundur di halaman Kantor PWI Cianjur Jalan Siliwangi, Kabupaten Cianjur, Jumat (9/10) pagi. Aksi uluhan wartawan yang terdiri dari media cetak dan elektronik tersebut, merupakan bentuk solidiritas terkait adanya insiden intimidasi terhadap wartawan Tribun Jabar Fauzi Noviandi saat meliput aksi unjuk rasa di Depan Gedung […]

  • GMNI Desak DPRD Kota Sukabumi Keluarkan Angket; Ini Kata Komisi II

    GMNI Desak DPRD Kota Sukabumi Keluarkan Angket; Ini Kata Komisi II

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi raya meminta Anggota DPRD Kota Sukabumi untuk mengeluarkan hak interpelasi terkait pembangunan Pasar Pelita. Ketua GMNI Sukabumi Raya Anggi Fauzi, mengatakan, pasalnya pembangunan pasar Pelita sudah 6 tahun di bangun namun tak kunjung selesai. ” Kita mendesak DPRD Kota Sukabumi mengeluarkan hak interpelasi berdasarkan UU Nomor […]

  • Dorong Pertumbuhan Ekonomi Rakyat, Bank bjb Berikan Kisi-Kisi Kepada  Ratusan Para Pelaku UMKM Jakarta

    Dorong Pertumbuhan Ekonomi Rakyat, Bank bjb Berikan Kisi-Kisi Kepada Ratusan Para Pelaku UMKM Jakarta

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id  – Ketatnya persaingan usaha khususnya bagi para pelaku UMKM di tanah air menjadi dinamika tersendiri yang tak bisa dihindari. Keganasannya bukan isapan jempol belaka. Telah banyak kisah yang menggambarkan betapa sengitnya kompetisi dalam upaya perburuan kue pendapatan di level bisnis menengah ke bawah. Karena itu, pemilihan strategi dan langkah yang sesuai dengan kondisi […]

  • Keren! Newhun Sulap Sampah Plastik Jadi Jam Tangan Estetik

    Keren! Newhun Sulap Sampah Plastik Jadi Jam Tangan Estetik

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Bagi Sae, Yahya, dan Regi, sampah-sampah plastik ini ibarat pundi rupiah bernilai jutaan. Sebagai bentuk terima kasih kepada bumi, tiga pemuda ini mengolah sampah plastik menjadi produk jam tangan bernilai tinggi dengan nama brand ‘Newhun’. Sae, salah satu founder Newhun berbagi kisah perjalanan panjangnya meriset produk ini pada tim Humas Kota Bandung. […]

  • Wali Kota Sukabumi Sebut, P2RW Mampu Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

    Wali Kota Sukabumi Sebut, P2RW Mampu Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 4 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW). Artinya, dari Rp25 juta, ternyata bisa lebih dari Rp100 juta pembangunannya. Ini membuktikan jika P2RW benar-benar menjadi daya ungkit dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. “P2RW ini juga, sebagai upaya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah, agar bisa dirasakan hasilnya […]

expand_less