Breaking News
Trending Tags

Keluhan Warganet Soal Bestari, Hillsi Kota Sukabumi Tegaskan Pencairan Dana Talang Ada Prosedurnya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Polemik terkait pencairan dana talang dalam Program Bestari yang digagas Pemerintah Kota Sukabumi menuai sorotan publik. Ketua DPC Hillsi (Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia) Kota Sukabumi, Hendra Bachtiar, menegaskan bahwa mekanisme pembiayaan pemberangkatan peserta magang ke luar negeri tidak bisa dilakukan tanpa melalui tahapan administratif yang lengkap.

Pernyataan tersebut merespons keluhan akun media sosial berinisial MD yang mengaku kecewa terhadap Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Melalui kolom komentar akun Instagram “Hits Sukabumi”, MD menyebut dana talang yang dijanjikan dalam program tersebut belum dicairkan saat peserta memasuki tahap persiapan keberangkatan.

Akun tersebut menilai kondisi itu membuat peserta kesulitan berangkat karena terkendala pembiayaan awal.

Hendra menjelaskan, dalam program pemberangkatan tenaga magang atau pekerja ke luar negeri, perbankan memiliki standar ketat sebelum mengucurkan dana talang. Salah satu syarat utama adalah adanya kepastian kontrak kerja dari perusahaan penerima di negara tujuan.

“Dasarnya adalah kontrak kerja. Peserta harus sudah resmi diterima dan memiliki dokumen perjanjian yang sah. Tanpa itu, bank tentu akan berhati-hati,” ujarnya, Minggu (01/03/2026).

Menurutnya, kontrak kerja bukan sekadar formalitas, melainkan dokumen legal yang menjadi jaminan kepastian kerja sekaligus dasar analisis risiko bagi pihak pembiayaan.

Selain kontrak kerja, sejumlah dokumen lain juga wajib tersedia sebelum dana talang dapat diproses. Di antaranya paspor aktif, hasil medical check up (MCU), visa kerja, hingga tiket keberangkatan.

Hendra menegaskan bahwa kondisi kesehatan peserta pun menjadi bagian dari pertimbangan administratif.

“Kalau secara medis belum memenuhi syarat, tentu itu berpengaruh. Semua aspek ini dinilai oleh perbankan sebelum menyetujui pencairan,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila seluruh persyaratan tersebut telah dipenuhi secara lengkap dan valid, maka peluang pencairan dana talang akan jauh lebih besar.

Dalam konteks Program Bestari, Hendra juga menyoroti pentingnya kejelasan posisi Pemerintah Kota Sukabumi. Menurutnya, jika program tersebut merupakan inisiatif pemerintah daerah, maka seharusnya ada peran konkret sebagai apalis atau penjamin.

“Kalau Pemda bertindak sebagai penjamin resmi, itu akan meningkatkan kepercayaan perbankan. Ada jaminan institusional yang memperkuat skema pembiayaan,” katanya.

Ia menilai, belum cairnya dana talang bisa saja disebabkan oleh regulasi atau dokumen yang belum sepenuhnya lengkap, bukan semata-mata karena faktor kebijakan kepala daerah.

Polemik ini, lanjut Hendra, menjadi momentum evaluasi agar skema Program Bestari ke depan lebih transparan dan terstruktur. Sosialisasi mengenai tahapan administratif, mekanisme dana talang, serta peran masing-masing pihak dinilai perlu diperjelas kepada calon peserta.

“Program seperti ini bagus untuk membuka peluang kerja ke luar negeri. Tapi harus dipastikan semua regulasi dan dokumen terpenuhi agar tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” pungkasnya.

Dengan kejelasan mekanisme dan dukungan lintas pihak, Program Bestari diharapkan tetap menjadi solusi strategis peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja bagi warga Sukabumi tanpa menyisakan polemik di ruang publik. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Jabar Pastikan Program Rutilahu Terus Dijalankan, Warga Rasakan Langsung Mamfaatnya

    DPRD Jabar Pastikan Program Rutilahu Terus Dijalankan, Warga Rasakan Langsung Mamfaatnya

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KARAWANG, MBInews.id – Kalangan DPRD Provins Jawa Barat, memastikan program pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) masih akan terus dijalankan. Hal ini karena Program Rutilahu merpakan program yang dapat dirasakan langsung mamfaatnya bagi warga penerima Rutilahu agar dapat hidup tempat yang lanyak bersama keluarganya. Wakil Ketua Pansus II (LKPJ) DPRD Jabar, H. Ali Hasan S.Ip […]

  • Tedy Rusmawan: DPRD Berkomitmen Dukung Terus Kampung KB Berkualitas

    Tedy Rusmawan: DPRD Berkomitmen Dukung Terus Kampung KB Berkualitas

    • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BANDUNG – Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., mengikuti acara penilaian Kampung KB tingkat Provinsi Jawa Barat secara virtual, di Auditorium Balai Kota Bandung, Kamis (2/3/2023). Hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari bersama peserta Kampung KB Serumpun Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati. Di layar virtual, hadir […]

  • Aryatri Mengajak Seluruh Kader PKK Terus Memperkuat Sinergi dan Semangat Gotong-Royong

    Aryatri Mengajak Seluruh Kader PKK Terus Memperkuat Sinergi dan Semangat Gotong-Royong

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Ketua TP PKK Kota Bandung, Aryatri Benarto Farhan mengajak seluruh kader PKK untuk terus memperkuat sinergi dan semangat gotong-royong dalam membangun keluarga sejahtera menuju Bandung Utama. Ajakan itu disampaikannya saat membuka peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-53 PKK di Balai Kota Bandung, Rabu 5 November 2025. Ia menjelaskan, peringatan HKG PKK […]

  • Gugus Tugas Covid-19 Dua Pilihan Untuk Terapkan PSBM

    Gugus Tugas Covid-19 Dua Pilihan Untuk Terapkan PSBM

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung tengah mematangkan skema pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Cidadap. Hal ini sebagai langkah penanganan adanya temuan klaster Covid-19 di Sekolah Calon Perwira TNI AD (Secapa AD). Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menuturkan, ada dua pilihan pada penerapan PSBM Kecamatan Cidadap. […]

  • Besok, Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan Tahap Dua Untuk Korban Bencana Kabupaten Sukabumi

    Besok, Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan Tahap Dua Untuk Korban Bencana Kabupaten Sukabumi

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, kembali menyalurkan Donasi bencana Kabupaten Sukabumi tahap ke 2. Pemantapan penyaaluran tersebut, di pimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) kota Sukabumi, Hasan Asari, di ruang Pertemuan Setda Kota Sukabumi. Senin, (13/01/2025). Dalam rapat tersebut juga, hadir Wakil Ketua Baznas Kota Sukabumi, Wawan Supendi, Kepala Bagian Kesejahteraan Herman Permana, dan […]

  • Puluhan Relawan Turun ke Jalan, 300 Paket Bantuan Dibagikan di Simpang Pahlawan Bandung

    Puluhan Relawan Turun ke Jalan, 300 Paket Bantuan Dibagikan di Simpang Pahlawan Bandung

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Bandung,Mbinews — Semangat berbagi di bulan Ramadan kembali ditunjukkan para relawan kemanusiaan di Kota Bandung. Sebanyak 300 paket bantuan dibagikan kepada masyarakat dan pengendara yang melintas di kawasan Jalan Pahlawan (Simpang Pahlawan), Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Kegiatan sosial ini melibatkan sekitar 20 relawan dari berbagai komunitas kemanusiaan, di antaranya B.E.R.E.S (Bandung Emergency Response), […]

expand_less