Breaking News
Trending Tags

Keren! Newhun Sulap Sampah Plastik Jadi Jam Tangan Estetik

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Bagi Sae, Yahya, dan Regi, sampah-sampah plastik ini ibarat pundi rupiah bernilai jutaan. Sebagai bentuk terima kasih kepada bumi, tiga pemuda ini mengolah sampah plastik menjadi produk jam tangan bernilai tinggi dengan nama brand ‘Newhun’.

Sae, salah satu founder Newhun berbagi kisah perjalanan panjangnya meriset produk ini pada tim Humas Kota Bandung.

“Sudah 2,5 tahun saya melakukan riset sebelum akhirnya Newhun berdiri pada 5 Mei 2022. Setelah itu, saya ajak Yahya dan Regi juga untuk ikut jadi founder brand ini,” ujar Sae kepada Humas Kota Bandung.

Berlokasi di Jalan Sabang No. 2A, Cihapit, Kota Bandung, proses produksi berjalan setiap Senin-Jumat. Perlahan, Newhun pun mulai bertumbuh, bertambah pula personil yang ikut mengembangkannya.

“Ada Dian yang gabung jadi Manager Operational. Lalu kami juga rekrut satu orang karyawan. Kebetulan ada dua orang yang mau jadi volunteer. Jadi sekarang totalnya kami sudah bertujuh di sini,” lanjutnya.

Menariknya, meski produk Newhun menggagas konsep go green, tapi latar belakang pendidikan Sae sebagai inisiator brand ini sangat bertolak belakang. Ia merupakan lulusan Sastra Arab Universitas Padjadjaran.

Namun, meski begitu, ia kerap turun ke lapangan mengikuti beragam kegiatan sosial lingkungan. Inilah yang menjadi inspirasi Sae untuk membuat produk dari sampah plastik.

“Awalnya dari keresahan. Kalau pulang ke rumah pasti lewatin TPS di pinggir jalan yang selalu penuh. Rasanya kok ganggu banget ya lihat sampah setumpuk itu,” katanya.

“Terus pernah ikut kegiatan sosial di Bantar Gebang. Lihat kondisi di sana yang truk sampah tuh tiap menit datang bawa sampah melebihi kapasitas. Saya berpikir, di ibu kota yang harusnya semua serba maju, tapi kok pengolahan sampahnya masih gini ya. Bagaimana dengan daerah lain?” imbuh Sae.

Akhirnya ia pun melakukan riset selama 2,5 tahun untuk mencari tahu cara mengolah sampah plastik agar tetap memiliki fungsi dan bernilai ekonomi.

Sae pun menggaet Yahya yang memiliki latar belakang pendidikan manajemen. Lalu mengajak Regi yang berasal dari lulusan teknik mesin.

Proses pembuatan produk Newhun pun tak bisa dibilang mudah. Mulai dari memilah sampah, mencuci, mencacah, injeksi/melting, cetak, dan merangkai. Bagi Sae, tahapan tersulit adalah saat proses memilah dan mencuci sampah.

“Sampah plastik itu ada 7 jenis dan harus kita pisahkan sesuai jenis dan warna. Setelah itu dicuci dengan cara manual. Mengeringkannya juga masih manual pakai sinar matahari. Kalau tidak ada matahari, ya bisa sampai dua hari baru benar-benar kering,” paparnya.

Tak hanya itu, tantangan pun mereka temukan saat melakukan pencetakan. Alat press yang masih manual membuat pencetakan kerap mengalami kegagalan. Dari 10 produk yang dibuat pada hari itu, lima di antaranya gagal.

“Seringnya bahan tidak memenuhi isi cetakan. Malah dulu kita pernah dari 10 produk, cuma satu yang berhasil,” ucapnya sambil menunjukkan tumpukan boks berisi produk yang gagal.

Dari tujuh jenis sampah plastik, biasanya bahan-bahan seperti alat makan plastik sekali pakai, kresek, botol sabun, botol shampo, tutup galon, tutup botol, juga sampah plastik lainnya jenis DPE atau PEDH (High Density Polyethylene), LDPE atau PE-LD (Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene), dan PS (Polystyrene) yang sering digunakan untuk membuat produk-produk Newhun.

“Makin keras, justru makin mudah dicacah. Kalau plastik yang halus itu susah dicacahnya,” akunya.

Untuk satu item jam tangan membutuhkan 150 gram plastik. Lalu, jam meja memerlukan 150 gram plastik. Sedangkan, jam dinding terbuat dari 500 gram plastik.

Selanjutnya, tatakan gelas, terbuat dari 80 gram plastik. Kemudian, meja berukuran 1×1 meter dengan tebal 20 mm membutuhkan 25 kg plastik. Lalu, meja dengan ketebalam 10 mm memerlukan 15 kg plastik.

“Sehari kalau pake mesin injeksi kapasitas sekarang bisa bikin 14 bentuk. Jam meja bisa bikin 7 item. Jam dinding, jam tangan, meja itu cuma bisa jadi satu per hari. Apalagi jam tangan itu lebih sulit karena produknya detail dengan banyak kontur,” jelas Sae.

Ia mengaku tak sulit untuk mendapatkan bahan sampah plastik. Bahkan, sampah itu datang dengan sendirinya ke lokasi mereka. Biasanya mereka memperoleh sampah plastik dari orang terdekat dan warga di Kelurahan Cihapit.

“Tapi kami tidak buka penerimaan sampah karena pasti akan membludak, tempat ini tidak akan cukup,” tuturnya.

Sae juga mengatakan, rata-rata dalam sebulan Newhun bisa menjual 20 item produk. Namun, jumlahnya masih sangat fluktuatif. Bahkan, ada juga masanya dalam sebulan mereka tidak mengeluarkan barang sama sekali.

“Tapi ada juga yang sekali pesan jam meja itu sampai 70 pcs. Lalu ada yang pesan medali sampai 100 pcs,” katanya.

Meski usahanya pasang surut, omzet Newhun di tahun 2021 hampir mencapai Rp100 juta. Bahkan, di tengah tahun ini sudah menyentuh Rp50 juta.

Untuk kisaran harga produk sangat bervariasi, tergantung dari tingkat kesulitan pembuatan. Produk paling murah adalah tatakan gelas, berada di harga Rp35.000. Lalu, jam meja seharga Rp149.000. Kemudian jam dinding seharga Rp279.000.

“Kalau jam tangan sekarang ada promo, masih Rp799.000, normalnya di Rp1,3 jutaan. Terus kalau kursi harganya Rp980.000. Meja kotak harganya Rp1,3 juta dan meja belajar yang lebarnya semeter itu di Rp1,5 juta,” papar Sae.

Jika Anda ingin memesan produk Newhun bisa melalui akun instagramnya @newhun.recycle dan Whatsapp. Namun, dalam waktu dekat ini, Sae dan timnya sedang mempersiapkan produk ready stock untuk dimasukkan di e-commerce.

Di akhir perbincangan Sae menyampaikan, untuk memulai sebuah usaha, terutama di bidang seperti yang ia geluti, perlu banyak perhitungan dan persiapan.

“Harus siap bakar uang apalagi di jenis bisnis kayak gini. Kalau bisnis makanan dan minuman itu bisnis yang cepat. Kalau ini, risetnya juga panjang, prosesnya juga lebih lama. Jadi perhitungannya harus banyak persiapan,” jelasnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Beri Dukungan Bagi Delegasi Indonesia Di  Kompetisi WorldSkills 2019

    Presiden Jokowi Beri Dukungan Bagi Delegasi Indonesia Di Kompetisi WorldSkills 2019

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MBInews,id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menerima delegasi dan para peserta yang akan mengikuti kompetisi WorldSkills 2019. Kompetisi keterampilan tingkat dunia yang diikuti partisipan Indonesia pada tahun ini tersebut akan digelar di Kazan, Rusia, pada 22 hingga 27 Agustus 2019 mendatang. Kepala Negara mengatakan bahwa dirinya ingin melihat talenta-talenta asal Indonesia dapat bersaing dan menunjukkan […]

  • Kolaborasi BAZNAS Jabar bersama Jabar Bergerak Resmikan Fasilitas MCK di Ciamis

    Kolaborasi BAZNAS Jabar bersama Jabar Bergerak Resmikan Fasilitas MCK di Ciamis

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    CIAMIS, Mbinews — Program “Sajaber” (Sarana Jamban Bersama) yang digagas oleh BAZNAS Jabar berkolaborasi dengan Baznas Jawa Barat dan Kwarda Jabar, meresmikan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) pada Sabtu (31/8) di Dusun Sukajaya, RT 28 RW 08 Desa Margamulya, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. Perwakilan BAZNAS Jawa Barat, Achmad Faisal, menekankan pentingnya fasilitas MCK yang layak. […]

  • Natal dan Tahun Baru di Kota Sukabumi Ratusan Personil Gabungan Disiagakan

    Natal dan Tahun Baru di Kota Sukabumi Ratusan Personil Gabungan Disiagakan

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    SUKABUMI, mataperistiwa.id – Kepolisian Resort Sukabumi Kota menurunkan ratusan personil gabungan berbagai unsur untuk mengamankan Natal dan tahun baru 2021. Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni mengatakan gabungan personil tersebut terdiri dari kepolisian Resort Sukabumi Kota, Kodim 06/07, Dishub, Satpol PP, PMI, Senkom, Orari dan Rapi. “Pengamanan Natal dan tahun baru dalam rangka operasi lilin 2020 […]

  • BPKPD Kota Sukabumi Jemput Bola Layanan Pajak Lewat Program Ngakeul

    BPKPD Kota Sukabumi Jemput Bola Layanan Pajak Lewat Program Ngakeul

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 443
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, melalui UPTD Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) terus memperkuat pelayanan perpajakan daerah dengan menghadirkan inovasi  Nganjang ka Kelurahan (Ngakeul). Program jemput bola tersebut dilakukan, untuk mendekatkan layanan administrasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) langsung kepada masyarakat di tingkat kelurahan. Kepala UPTD PPD PBB-P2 BPKPD […]

  • DPRD Kota Terus Dukung Langkah Pemkot Sukabumi Perangi Covid-19

    DPRD Kota Terus Dukung Langkah Pemkot Sukabumi Perangi Covid-19

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi terus mendukung langkah-langkah pemerintah daerah dalam memerangi wabah Covid-19.”Tadi, para unsur Pimpinan DPRD Kota Sukabumi tadi bertemu dengan Pak Walikota, menyampaikan dukungan penuh langkah yang akan diambil oleh pemda terkait memerangi Covid-19 tersebut,”ujar Sekretaris DPRD Kota Sukabumi Asep L Sukmana . Senin, (30/03/2020). Asep juga […]

  • Bawaslu Kota Sukabumi Lakukan Refleksi Dan Evaluasi Pengawasan Partisipatif

    Bawaslu Kota Sukabumi Lakukan Refleksi Dan Evaluasi Pengawasan Partisipatif

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Sukabumi menilai tingkat masyarakat dalam pengawasan pemilu perlu ditingkatkan. Hal ini terlihat dari jumlah laporan masyarakat yang disampaikan ke Bawaslu. “Selama Pemilu ada sekitar 10 laporan masyarakat,” ujar Ketua Bawaslu Kota Sukabumi Ending Muhidin usai melaksanakan kegiatan refleksi dan evaluasi pengawasan partisipatif, disalah satu Hotel kawasan jalan […]

expand_less