Breaking News
Trending Tags

Keren! Newhun Sulap Sampah Plastik Jadi Jam Tangan Estetik

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Bagi Sae, Yahya, dan Regi, sampah-sampah plastik ini ibarat pundi rupiah bernilai jutaan. Sebagai bentuk terima kasih kepada bumi, tiga pemuda ini mengolah sampah plastik menjadi produk jam tangan bernilai tinggi dengan nama brand ‘Newhun’.

Sae, salah satu founder Newhun berbagi kisah perjalanan panjangnya meriset produk ini pada tim Humas Kota Bandung.

“Sudah 2,5 tahun saya melakukan riset sebelum akhirnya Newhun berdiri pada 5 Mei 2022. Setelah itu, saya ajak Yahya dan Regi juga untuk ikut jadi founder brand ini,” ujar Sae kepada Humas Kota Bandung.

Berlokasi di Jalan Sabang No. 2A, Cihapit, Kota Bandung, proses produksi berjalan setiap Senin-Jumat. Perlahan, Newhun pun mulai bertumbuh, bertambah pula personil yang ikut mengembangkannya.

“Ada Dian yang gabung jadi Manager Operational. Lalu kami juga rekrut satu orang karyawan. Kebetulan ada dua orang yang mau jadi volunteer. Jadi sekarang totalnya kami sudah bertujuh di sini,” lanjutnya.

Menariknya, meski produk Newhun menggagas konsep go green, tapi latar belakang pendidikan Sae sebagai inisiator brand ini sangat bertolak belakang. Ia merupakan lulusan Sastra Arab Universitas Padjadjaran.

Namun, meski begitu, ia kerap turun ke lapangan mengikuti beragam kegiatan sosial lingkungan. Inilah yang menjadi inspirasi Sae untuk membuat produk dari sampah plastik.

“Awalnya dari keresahan. Kalau pulang ke rumah pasti lewatin TPS di pinggir jalan yang selalu penuh. Rasanya kok ganggu banget ya lihat sampah setumpuk itu,” katanya.

“Terus pernah ikut kegiatan sosial di Bantar Gebang. Lihat kondisi di sana yang truk sampah tuh tiap menit datang bawa sampah melebihi kapasitas. Saya berpikir, di ibu kota yang harusnya semua serba maju, tapi kok pengolahan sampahnya masih gini ya. Bagaimana dengan daerah lain?” imbuh Sae.

Akhirnya ia pun melakukan riset selama 2,5 tahun untuk mencari tahu cara mengolah sampah plastik agar tetap memiliki fungsi dan bernilai ekonomi.

Sae pun menggaet Yahya yang memiliki latar belakang pendidikan manajemen. Lalu mengajak Regi yang berasal dari lulusan teknik mesin.

Proses pembuatan produk Newhun pun tak bisa dibilang mudah. Mulai dari memilah sampah, mencuci, mencacah, injeksi/melting, cetak, dan merangkai. Bagi Sae, tahapan tersulit adalah saat proses memilah dan mencuci sampah.

“Sampah plastik itu ada 7 jenis dan harus kita pisahkan sesuai jenis dan warna. Setelah itu dicuci dengan cara manual. Mengeringkannya juga masih manual pakai sinar matahari. Kalau tidak ada matahari, ya bisa sampai dua hari baru benar-benar kering,” paparnya.

Tak hanya itu, tantangan pun mereka temukan saat melakukan pencetakan. Alat press yang masih manual membuat pencetakan kerap mengalami kegagalan. Dari 10 produk yang dibuat pada hari itu, lima di antaranya gagal.

“Seringnya bahan tidak memenuhi isi cetakan. Malah dulu kita pernah dari 10 produk, cuma satu yang berhasil,” ucapnya sambil menunjukkan tumpukan boks berisi produk yang gagal.

Dari tujuh jenis sampah plastik, biasanya bahan-bahan seperti alat makan plastik sekali pakai, kresek, botol sabun, botol shampo, tutup galon, tutup botol, juga sampah plastik lainnya jenis DPE atau PEDH (High Density Polyethylene), LDPE atau PE-LD (Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene), dan PS (Polystyrene) yang sering digunakan untuk membuat produk-produk Newhun.

“Makin keras, justru makin mudah dicacah. Kalau plastik yang halus itu susah dicacahnya,” akunya.

Untuk satu item jam tangan membutuhkan 150 gram plastik. Lalu, jam meja memerlukan 150 gram plastik. Sedangkan, jam dinding terbuat dari 500 gram plastik.

Selanjutnya, tatakan gelas, terbuat dari 80 gram plastik. Kemudian, meja berukuran 1×1 meter dengan tebal 20 mm membutuhkan 25 kg plastik. Lalu, meja dengan ketebalam 10 mm memerlukan 15 kg plastik.

“Sehari kalau pake mesin injeksi kapasitas sekarang bisa bikin 14 bentuk. Jam meja bisa bikin 7 item. Jam dinding, jam tangan, meja itu cuma bisa jadi satu per hari. Apalagi jam tangan itu lebih sulit karena produknya detail dengan banyak kontur,” jelas Sae.

Ia mengaku tak sulit untuk mendapatkan bahan sampah plastik. Bahkan, sampah itu datang dengan sendirinya ke lokasi mereka. Biasanya mereka memperoleh sampah plastik dari orang terdekat dan warga di Kelurahan Cihapit.

“Tapi kami tidak buka penerimaan sampah karena pasti akan membludak, tempat ini tidak akan cukup,” tuturnya.

Sae juga mengatakan, rata-rata dalam sebulan Newhun bisa menjual 20 item produk. Namun, jumlahnya masih sangat fluktuatif. Bahkan, ada juga masanya dalam sebulan mereka tidak mengeluarkan barang sama sekali.

“Tapi ada juga yang sekali pesan jam meja itu sampai 70 pcs. Lalu ada yang pesan medali sampai 100 pcs,” katanya.

Meski usahanya pasang surut, omzet Newhun di tahun 2021 hampir mencapai Rp100 juta. Bahkan, di tengah tahun ini sudah menyentuh Rp50 juta.

Untuk kisaran harga produk sangat bervariasi, tergantung dari tingkat kesulitan pembuatan. Produk paling murah adalah tatakan gelas, berada di harga Rp35.000. Lalu, jam meja seharga Rp149.000. Kemudian jam dinding seharga Rp279.000.

“Kalau jam tangan sekarang ada promo, masih Rp799.000, normalnya di Rp1,3 jutaan. Terus kalau kursi harganya Rp980.000. Meja kotak harganya Rp1,3 juta dan meja belajar yang lebarnya semeter itu di Rp1,5 juta,” papar Sae.

Jika Anda ingin memesan produk Newhun bisa melalui akun instagramnya @newhun.recycle dan Whatsapp. Namun, dalam waktu dekat ini, Sae dan timnya sedang mempersiapkan produk ready stock untuk dimasukkan di e-commerce.

Di akhir perbincangan Sae menyampaikan, untuk memulai sebuah usaha, terutama di bidang seperti yang ia geluti, perlu banyak perhitungan dan persiapan.

“Harus siap bakar uang apalagi di jenis bisnis kayak gini. Kalau bisnis makanan dan minuman itu bisnis yang cepat. Kalau ini, risetnya juga panjang, prosesnya juga lebih lama. Jadi perhitungannya harus banyak persiapan,” jelasnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PKB Kota Bandung Kunjungi Warga Yang Rumahnya Roboh

    Ketua PKB Kota Bandung Kunjungi Warga Yang Rumahnya Roboh

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 236
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Anggota DPRD Dan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung, H. Erwin mengunjungi keluarga milik Iwan , Jalan Haji Kasim RT 3/4 Kebon Kangkung, Kiaracondong, setempat yang mengalami musibah yakni rumahnya roboh “Robohnya rumah pak iwan ini tiba-tiba, kejadiannya Rumahnya roboh karena lapuk kayunya, beruntung saat kejadian tidak ada yang di rumah, […]

  • DPRD Kota Bandung Optimistis Wujudkan Indonesia Emas 2045

    DPRD Kota Bandung Optimistis Wujudkan Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., menjadi peserta dalam Rakornas( Rapat Kordinasi Nasional ) Penyelenggaraan Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah Tahun 2024, di Sentul International Convention Center, Bogor . Dengan tema “Implementasi Asta cita Menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan yang dibuka Presiden RI, Jenderal TNI (Purn), H. Prabowo Subianto, dan […]

  • Pengamat Radikalisme UIN: Generasi Milenial Harus Menjadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme

    Pengamat Radikalisme UIN: Generasi Milenial Harus Menjadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    JAKARTA,  MBInews.id –  Pengamat Radikalisme dan Terorisme UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rizka Nurul Amanah, mengatakan generasi milenial harus menjadi yang terdepan untuk menangkal radikalisme yang kini menjadi ancaman nyata bagi Indonesia. Hal tersebut terungkap saat seminar dengan tema “Pengawalan Kebijakan Pemerintah dalam Memerangi Radikalisme”, yang diselenggarakan oleh DEMA FISIP di UIN Syarif Hidayahtullah Jakarta. “Berdasarkan […]

  • Kasatlantas Polres kota Sukabumi, Lakukan Peninjuan Terhadap Sejumlah Armada Angkutan

    Kasatlantas Polres kota Sukabumi, Lakukan Peninjuan Terhadap Sejumlah Armada Angkutan

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota Akp Atik Suswanti mengunjungi terminal tipe A di jalan Lingkar Selatan Baros kota Sukabumi, Kamis (14/11) sekira jam 09.00 Wib. Didampingi oleh kepala terminal, Perwira Menengah Pertama yang baru satu Minggu menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota tersebut melakukan peninjauan terhadap sejumlah armada angkutan, ruang tunggu […]

  • Boseh Bike Kini Hadir Di Kawasan Summarecon Bandung

    Boseh Bike Kini Hadir Di Kawasan Summarecon Bandung

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Setelah hadir di kawasan pusat kota, Dinas Pehubungan Kota Bandung kini menghadirkan booth Boseh Bike di kawasan Summarecon Bandung Gedebage Kota Bandung. Boseh Bike adalah sepeda yang disewakan oleh Dishub Kota Bandung. Booth Boseh Bike di kawasan Summarecon berada di di Cluster Crystal dan Taman Sumringah. Boseh Bike dapat disewa setiap hari […]

  • Gedung Ex Bioskop Kota Cimahi Harus Dikelola Dengan Baik

    Gedung Ex Bioskop Kota Cimahi Harus Dikelola Dengan Baik

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    CIMAHI, MBInews.id – Untuk mengoptimalkan pendapatan aset milik BUMD yang dikelola oleh PT. Jawista Jabar, gedung bekas bioskop yang berada di Kota Cimahi ditinjau langsung oleh Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Deden Galih mengatakan, seluruh aset milik BUMD di Jawa Barat harus berpotensi untuk menambah Pendapatan Asli […]

expand_less