Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Keren! Newhun Sulap Sampah Plastik Jadi Jam Tangan Estetik

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Bagi Sae, Yahya, dan Regi, sampah-sampah plastik ini ibarat pundi rupiah bernilai jutaan. Sebagai bentuk terima kasih kepada bumi, tiga pemuda ini mengolah sampah plastik menjadi produk jam tangan bernilai tinggi dengan nama brand ‘Newhun’.

Sae, salah satu founder Newhun berbagi kisah perjalanan panjangnya meriset produk ini pada tim Humas Kota Bandung.

“Sudah 2,5 tahun saya melakukan riset sebelum akhirnya Newhun berdiri pada 5 Mei 2022. Setelah itu, saya ajak Yahya dan Regi juga untuk ikut jadi founder brand ini,” ujar Sae kepada Humas Kota Bandung.

Berlokasi di Jalan Sabang No. 2A, Cihapit, Kota Bandung, proses produksi berjalan setiap Senin-Jumat. Perlahan, Newhun pun mulai bertumbuh, bertambah pula personil yang ikut mengembangkannya.

“Ada Dian yang gabung jadi Manager Operational. Lalu kami juga rekrut satu orang karyawan. Kebetulan ada dua orang yang mau jadi volunteer. Jadi sekarang totalnya kami sudah bertujuh di sini,” lanjutnya.

Menariknya, meski produk Newhun menggagas konsep go green, tapi latar belakang pendidikan Sae sebagai inisiator brand ini sangat bertolak belakang. Ia merupakan lulusan Sastra Arab Universitas Padjadjaran.

Namun, meski begitu, ia kerap turun ke lapangan mengikuti beragam kegiatan sosial lingkungan. Inilah yang menjadi inspirasi Sae untuk membuat produk dari sampah plastik.

“Awalnya dari keresahan. Kalau pulang ke rumah pasti lewatin TPS di pinggir jalan yang selalu penuh. Rasanya kok ganggu banget ya lihat sampah setumpuk itu,” katanya.

“Terus pernah ikut kegiatan sosial di Bantar Gebang. Lihat kondisi di sana yang truk sampah tuh tiap menit datang bawa sampah melebihi kapasitas. Saya berpikir, di ibu kota yang harusnya semua serba maju, tapi kok pengolahan sampahnya masih gini ya. Bagaimana dengan daerah lain?” imbuh Sae.

Akhirnya ia pun melakukan riset selama 2,5 tahun untuk mencari tahu cara mengolah sampah plastik agar tetap memiliki fungsi dan bernilai ekonomi.

Sae pun menggaet Yahya yang memiliki latar belakang pendidikan manajemen. Lalu mengajak Regi yang berasal dari lulusan teknik mesin.

Proses pembuatan produk Newhun pun tak bisa dibilang mudah. Mulai dari memilah sampah, mencuci, mencacah, injeksi/melting, cetak, dan merangkai. Bagi Sae, tahapan tersulit adalah saat proses memilah dan mencuci sampah.

“Sampah plastik itu ada 7 jenis dan harus kita pisahkan sesuai jenis dan warna. Setelah itu dicuci dengan cara manual. Mengeringkannya juga masih manual pakai sinar matahari. Kalau tidak ada matahari, ya bisa sampai dua hari baru benar-benar kering,” paparnya.

Tak hanya itu, tantangan pun mereka temukan saat melakukan pencetakan. Alat press yang masih manual membuat pencetakan kerap mengalami kegagalan. Dari 10 produk yang dibuat pada hari itu, lima di antaranya gagal.

“Seringnya bahan tidak memenuhi isi cetakan. Malah dulu kita pernah dari 10 produk, cuma satu yang berhasil,” ucapnya sambil menunjukkan tumpukan boks berisi produk yang gagal.

Dari tujuh jenis sampah plastik, biasanya bahan-bahan seperti alat makan plastik sekali pakai, kresek, botol sabun, botol shampo, tutup galon, tutup botol, juga sampah plastik lainnya jenis DPE atau PEDH (High Density Polyethylene), LDPE atau PE-LD (Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene), dan PS (Polystyrene) yang sering digunakan untuk membuat produk-produk Newhun.

“Makin keras, justru makin mudah dicacah. Kalau plastik yang halus itu susah dicacahnya,” akunya.

Untuk satu item jam tangan membutuhkan 150 gram plastik. Lalu, jam meja memerlukan 150 gram plastik. Sedangkan, jam dinding terbuat dari 500 gram plastik.

Selanjutnya, tatakan gelas, terbuat dari 80 gram plastik. Kemudian, meja berukuran 1×1 meter dengan tebal 20 mm membutuhkan 25 kg plastik. Lalu, meja dengan ketebalam 10 mm memerlukan 15 kg plastik.

“Sehari kalau pake mesin injeksi kapasitas sekarang bisa bikin 14 bentuk. Jam meja bisa bikin 7 item. Jam dinding, jam tangan, meja itu cuma bisa jadi satu per hari. Apalagi jam tangan itu lebih sulit karena produknya detail dengan banyak kontur,” jelas Sae.

Ia mengaku tak sulit untuk mendapatkan bahan sampah plastik. Bahkan, sampah itu datang dengan sendirinya ke lokasi mereka. Biasanya mereka memperoleh sampah plastik dari orang terdekat dan warga di Kelurahan Cihapit.

“Tapi kami tidak buka penerimaan sampah karena pasti akan membludak, tempat ini tidak akan cukup,” tuturnya.

Sae juga mengatakan, rata-rata dalam sebulan Newhun bisa menjual 20 item produk. Namun, jumlahnya masih sangat fluktuatif. Bahkan, ada juga masanya dalam sebulan mereka tidak mengeluarkan barang sama sekali.

“Tapi ada juga yang sekali pesan jam meja itu sampai 70 pcs. Lalu ada yang pesan medali sampai 100 pcs,” katanya.

Meski usahanya pasang surut, omzet Newhun di tahun 2021 hampir mencapai Rp100 juta. Bahkan, di tengah tahun ini sudah menyentuh Rp50 juta.

Untuk kisaran harga produk sangat bervariasi, tergantung dari tingkat kesulitan pembuatan. Produk paling murah adalah tatakan gelas, berada di harga Rp35.000. Lalu, jam meja seharga Rp149.000. Kemudian jam dinding seharga Rp279.000.

“Kalau jam tangan sekarang ada promo, masih Rp799.000, normalnya di Rp1,3 jutaan. Terus kalau kursi harganya Rp980.000. Meja kotak harganya Rp1,3 juta dan meja belajar yang lebarnya semeter itu di Rp1,5 juta,” papar Sae.

Jika Anda ingin memesan produk Newhun bisa melalui akun instagramnya @newhun.recycle dan Whatsapp. Namun, dalam waktu dekat ini, Sae dan timnya sedang mempersiapkan produk ready stock untuk dimasukkan di e-commerce.

Di akhir perbincangan Sae menyampaikan, untuk memulai sebuah usaha, terutama di bidang seperti yang ia geluti, perlu banyak perhitungan dan persiapan.

“Harus siap bakar uang apalagi di jenis bisnis kayak gini. Kalau bisnis makanan dan minuman itu bisnis yang cepat. Kalau ini, risetnya juga panjang, prosesnya juga lebih lama. Jadi perhitungannya harus banyak persiapan,” jelasnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Bandung Sedih Melihat Keluhan Warganya Akibat Covid-19, Oded Minta Bansos Segera Disalurkan

    Wali Kota Bandung Sedih Melihat Keluhan Warganya Akibat Covid-19, Oded Minta Bansos Segera Disalurkan

    • calendar_month Selasa, 20 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengaku sangat sedih dengan kondisi saat ini. Pasalnya, pandemi Covid-19 telah banyak membuat warga Kota Bandung menjadi sengsara. Oded mengaku hampir setiap hari menerima keluhan dari warga tentang beratnya perjauangan hidup di saat pandemi ini. Bahkan saat membaca pesan yang masuk ke ponsel pribadinya, hatinya begitu […]

  • Kedua Kalinya Musda KNPI Kota Sukabumi Ditunda

    Kedua Kalinya Musda KNPI Kota Sukabumi Ditunda

    • calendar_month Selasa, 1 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Musda KNPI Kota Sukabumi ke-XV kembali ditunda kedua kalinya. Pasalnya dalam pelaksanaan Musda yang berlokasi di Aula Kodim 0607 Kota Sukabum 1 Juni 2021 tidak menemukan titik temu. Sidang yang dipimpin oleh Muhamad Lili sekaligus Wakil Ketua DPD KNPI Jawa Barat ini kembali dihentikan untuk sementara sampai batas waktu yang belum bisa […]

  • HPN 2021, Wali Kota Bandung Minta Pers Terus Edukasi Masyarakat

    HPN 2021, Wali Kota Bandung Minta Pers Terus Edukasi Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berharap media massa bisa terus mengedukasi masyarakat. Khususnya untuk melawan informasi sesat atau hoaks yang beredar di masyarakat. Oded menyampaikan harapan itu berkaitan dengan Hari Pers Nasional pada 9 Februari ini. “Pers harus terus menjadi jendela informasi bagi masyarakat. Tak hanya itu, pers juga harus terus […]

  • Rendahkan Martabat Kiai dan Santi, Andri Gunawan Kecam Trans 7 Usai Tampilkan Konten Video Ponpes Lirboyo

    Rendahkan Martabat Kiai dan Santi, Andri Gunawan Kecam Trans 7 Usai Tampilkan Konten Video Ponpes Lirboyo

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Andri Gunawan mengecam keras tayangan Program Xpose Uncensored Trans 7 yang menayangkan video dengan narasi mendiskreditkan kehidupan santri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur. “Saya mengecam keras apa yang dilakukan oleh Trans 7 itu. Konten tersebut di-framing merendahkan martabat […]

  • Ratusan Peserta Meriahkan Pasundan Ride Bank Bjb 2021

    Ratusan Peserta Meriahkan Pasundan Ride Bank Bjb 2021

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Bank bjb mendukung salah satu event sepeda terbesar di Kota Bandung, Pasundan Ride, yang diselenggarakan pada Sabtu 9 Oktober 2021 hingga Minggu 10 Oktober 2021. Event tersebut diikuti oleh total 380 peserta. Pasundan Ride merupakan event fun ride yang diperuntukkan bagi seluruh jenis sepeda. Mulai dari sepeda lipat, sepeda gunung (MTB) maupun […]

  • PT. MODENA Luncurkan Gas Hob BH 4724

    PT. MODENA Luncurkan Gas Hob BH 4724

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Setelah sukses di berbagi produk, kini MODENA kembali keluarkan produk baru, di lini cooking dengan produk Gas Hob tipe BH 4724. Gas Hob dengan desain elegan dan mudah untuk dipakai ini siap bantu pelanggan dalam aktivitas masak-memasak di dapur dan akan terlihat sempurna di dapur dengan desain modern. “MODENA sangat mengerti dengan kenaikannya minat […]

expand_less