Kinerja Pembangunan Kota Sukabumi Tunjukkan Tren Positif Selama 2024–2026
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id- Pemerintah Kota Sukabumi mencatat capaian positif kinerja pembangunan daerah sepanjang periode 2024 hingga 2026. Dari 26 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan, sebanyak 20 indikator telah mencapai target 100 persen, sementara enam indikator lainnya berada pada kisaran di atas 80 persen. Capaian tersebut merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyatakan, capaian indikator tersebut mencerminkan konsistensi arah kebijakan pembangunan daerah yang dijalankan pemerintah kota.
“Capaian ini menunjukkan bahwa perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Kota Sukabumi berjalan terukur serta berkelanjutan,”ujar Ayep. Senin, (26/1/2026).
Dari sisi kualitas hidup masyarakat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi terus mengalami peningkatan. IPM tercatat sebesar 77,69 pada 2024, meningkat menjadi 78,19 pada 2025, dan mencapai 78,31 pada 2026. Peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Pada sektor pendidikan, Indeks Pendidikan meningkat dari 72,43 pada 2024 menjadi 73,63 pada 2025 dan 74,41 pada 2026. Pemerintah daerah menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama pembangunan jangka menengah.
Sementara itu, indikator kesehatan juga menunjukkan tren positif. Usia Harapan Hidup meningkat dari 75,11 tahun pada 2024 menjadi 75,31 tahun pada 2025 dan 75,52 tahun pada 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh penguatan layanan kesehatan serta upaya promotif dan preventif di masyarakat.
Di bidang sosial ekonomi, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 7 persen pada 2024 menjadi kisaran 6,35–7,02 persen pada 2025, dan ditargetkan menurun hingga 6 persen pada 2026.
“Penurunan angka kemiskinan menjadi fokus utama melalui program yang terintegrasi dan tepat sasaran,”katanya.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat berada di kisaran 8 persen pada 2024, dengan rentang 7,84–8,54 persen pada 2025, dan kembali ditargetkan pada level 8 persen pada 2026. Pemerintah kota mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja serta perluasan kesempatan kerja.
Pada aspek keamanan dan ketertiban, Indeks Rasa Aman meningkat dari 75,4 pada 2024 menjadi 77,98 pada 2026. Indeks Kerukunan Umat Beragama juga mengalami peningkatan dari 78,16 pada 2024 menjadi 79,27 pada 2026, seiring terjaganya stabilitas sosial daerah.
Dari sisi ekonomi daerah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Sukabumi meningkat dari 44,76 pada 2024 menjadi 51,02 pada 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh perkembangan sektor ekonomi kreatif dan jasa, yang tercermin dari peningkatan Indeks Kota Kreatif dari 87,86 pada 2024 menjadi 88,53 pada 2026.
Dalam pengelolaan keuangan daerah, pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat signifikan dari 2,47 persen pada 2024 menjadi 12 persen pada 2026. Penguatan kapasitas fiskal dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan.
Pada tata kelola pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi berada pada predikat BB, Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) meningkat dari 3,79 menjadi 3,87, dan Indeks Pelayanan Publik mencapai 4,3 pada 2026.
“Sebagian besar indikator pembangunan menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Hal ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat kebijakan pembangunan yang adaptif dan responsif,”pungkas Ayep.ardan/wan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar