Kolaborasi BAZNAS RI dan Jabar Perkuat Keterampilan Mahasiswa Lewat Pelatihan Barista
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung, Mbinews — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan Barista Z-Coffee sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi bagi mahasiswa penerima manfaat.
Kegiatan yang berlangsung di Bandung ini diikuti oleh 26 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat.
Pelatihan tersebut merupakan upaya penguatan pendayagunaan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif melalui peningkatan keterampilan dan kapasitas kewirausahaan generasi muda.
Peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Universitas Muhammadiyah Kuningan (UMK), Telkom University, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon (UNU), serta Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya (INUTAS).
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan teknis sebagai barista, sekaligus materi pendukung seperti pengembangan usaha, pelayanan pelanggan, dan strategi bisnis berbasis kebutuhan pasar.
Program ini dirancang untuk membekali peserta agar siap memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri di sektor industri kreatif, khususnya kopi.
Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, menyatakan bahwa tantangan usaha saat ini tidak hanya terletak pada kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan ruang digital.
“Dalam dunia bisnis saat ini, pelaku usaha dituntut untuk hadir di ruang digital dan dikenal luas oleh masyarakat. Akses informasi yang mudah menjadi kunci untuk menarik minat konsumen,” ujarnya.
Menurut dia, kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Jawa Barat menjadi langkah strategis dalam memperkuat model pemberdayaan zakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi para penerima manfaat.
Salah satu peserta, Gina, mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru, tidak hanya terkait teknik meracik kopi, tetapi juga dalam membangun usaha yang relevan dengan perkembangan digital.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang dunia usaha. Kami menjadi lebih percaya diri untuk memulai usaha secara mandiri,” katanya.
Melalui program ini, BAZNAS berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi dan berkontribusi lebih luas bagi masyarakat.
Saat ini belum ada komentar