Breaking News
Trending Tags

Komisi I DPRD Menggelar Rapat Kerja Bersama Bapperida Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Komisi I DPRD Kota Bandung membahas sejumlah evaluasi program 2025 dan rencana kerja 2026 bersama Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung, di Ruang Rapat Komisi I, Kamis, 15 Januari 2026.

Rapat dipimpin Sekretaris Komisi I Susanto Triyogo Adiputro, S.ST., M.T., dan diikuti Anggota Komisi IDudy Himawan, S.H., Mochammad Ulan Surlan, S.Tr. Akun., dan Ahmad Rahmat Purnama, A.Md. Kepala Bapperida Kota Bandung Anton Sunarwibowo beserta jajaran hadir dalam rapat ini.

Dalam rapat itu, Sekretaris Komisi I Susanto Triyogo Adiputro mengatakan, di era internet dan media sosial ini sudah sepatutnya Pemerintah Kota Bandung gerak cepat menyelesaikan masalah. Publik mampu menakar sejauh mana keseriusan pemerintah untuk menangani persoalan yang dialami masyarakat.

“Masyarakat Kota Bandung yang sudah melek secara digital sehingga permasalahan yang ada harus direpons dengan cepat. Maka, kita bahas terkait RKPD dan musrenbang 2027 serta evaluasi perencanaan pembangunan 2025,” ujar Susanto.

Ia mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk mengikat erat lagi sinergitas.

Sinergitas ini penting mengingat Kota Bandung dirundung serangkaian masalah yang tidak akan bisa diselesaikan oleh satu atau dua OPD saja. Saat ini, Kota Bandung sedang menghadapi soal sampah yang mengancam terjadinya penumpukan di banyak wilayah.

“Saya pikirnya banyak, lah, ya solusi dan alat yang bisa mereduksi masalah sampah. Tinggal bagaimana political will dari kita, gitu, untuk bisa menyelesaikan sampah tadi, dimulai dari hal yang terkecil, yaitu tingkat RW dan rumah tangga, gitu,” ujarnya.

Kemudian Susanto meminta efektifitas program pelatihan yang digelar sejumlah OPD bagi warga. Untuk mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi, tak cukup hanya pelatihan. Ia memberi saran supaya OPD bisa langsung mengarahkan warga untuk bergabung dengan jejaring bisnis yang telah berjalan baik.

“Ada kamus usulan yang itu langsung bekerja sama dengan franchise. Seperti yang diterapkan di Jakarta misalnya, satu gerainya Rp25 juta langsung, karena dia tidak perlu lagi memikirkan promosinya seperti apa, pasarnya seperti apa,” tuturnya.

Susanto menjelaskan, jika berbicara tentang konteks pertumbuhan ekonomi itu rumusnya adalah investasi, ditambah belanja pemerintah (spending government), kemudian konsumsi rumah tangga, dan juga selisih ekspor dan impor. Belanja pemerintah ini bisa menjadi penentu untuk memberikan stimulus ekonomi untuk banyak warga.

“Nah, tentu bagaimana berkaitan dengan spending government itu menjadi penting untuk menjadi multiplier effect dalam hal terkait dengan pengurangan, kemiskinan, lalu kemudian pengangguran, dan lain-lainnya. Nah, sejauh apa usulan yang sekarang untuk kemudian bisa mengurangi terkait dengan apa yang menjadi permasalahan Kota Bandung,” ujarnya.

Anggota Komisi I Dudy Himawan menekankan pentingnya saat ini untuk memfokuskan penuntasan masalah sampah. Dalam setiap kegiatan Siskamling Siaga Bencana, kata Dudy, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sudah sering mewanti-wanti penyelesaian masalah sampah sehingga tak mengulang status “darurat sampah”.

“Jadi saya harapkan Pak Anton beserta jajaran dan juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengupayakan darurat sampah ini tidak terjadi,” katanya.

Titik berat Kota Bandung dari hasil survei sejak tahun-tahun lampau, kata Dudy, masih berkutat pada macet dan sampah.

Dudy juga meminta Pemerintah Kota Bandung memperhatikan usulan perbaikan infrastruktur jalan di bawah dua meter bagi permukiman warga yang berada di dalam gang. Diperlukan perhatian anggaran dari Pemkot Bandung sehingga warga bisa mengalokasikan dana Prakarsa ke bidang lainnya.

Dudy juga berharap perencanaan pengembangan Kota Bandung semakin disiapkan betul menangkap semangat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meminta Bandara Husein Sastranegara kembali diperkuat dengan penerbangan internasional, mengiringi lalu lintas Bandara Kertajati.

“Momentumnya sekarang, karena kita harus memanfaatkan betul-betul karena kemarin ada surat juga ke Pak Wali dari paguyuban pengusaha Malaysia, lah, yang menginginkan adanya kembali penerbangan langsung ke Bandung. Itu mungkin juga sebagai penguat,” katanya.

Anggota Komisi I, Ulan Surlan mengatakan, terkait kesiapan peningkatan kembail fungsi Bandara Husein Sastranegara, Pemerintah Kota Bandung harus segera membenahi infrastruktur pendukungnya.

“Sebagai penyedia, Kota Bandung harus memberikan ruang kepada tamu, kepada pengunjung dari luar daerah, sehingga betul-betul masuk kota Bandung dengan nyaman. Harapannya Kota Bandung terus ada penyesuaian, ada inovasi, terobosan, supaya tidak membosankan,” ujarnya.

Selain itu, Ulan Surlan juga meminta Pemerintah Kota Bandung untuk menangani masalah kerentanan kemiskinan, fungsi bansos, dan lainnya yang menjadi isu krusial bagi warga Kota Bandung. Ia mengatakan, semua masalah itu harus diselesaikan dengan kolaborasi.

“Good government di Kota Bandung yang istilahnya tercapai jika ada kolaborasi dan ada komunikasi dan ada layanan yang betul-betul layanan yang baik, pasti memang sedikit perlahan-lahan akan tercapai, dan pentingnya pagu anggaran kita juga memang harus betul-betul ada keberpihakan kepada masyarakat. Jadi masyarakat betul-betul bisa merasakan kehadiran kita,” ucapnya.

Anggota Komisi I Ahmad Rahmat mengungkapkan, persoalan sampah seharusnya diarahkan hingga menumbuhkan inisiatif warga dalam mengolah dan mengurangi produksi sampah di masing-masing wilayah.

“Alhamdulillah saya juga mencoba membuat pilot project di RW saya sendiri, Pak. Alhamdulillah kebetulan tempatnya di RT saya, RT 3, RW 14, Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujung Berung. Kemudian bank sampahnya sempat jatuh bangun. Sekarang alhamdulillah setelah dikelola oleh ibu-ibu kembali berkembang. Kami ingin memberikan kontribusi maksimal untuk betul-betul kita menyelesaikan masalah Kota Bandung yang sudah sangat lama ini enggak selesai. Terjadi beberapa kali kita darurat sampah,” ujarnya.

Dalam rapat itu, Ahmad Rahmat menyoroti tentang bagaimana Pemerintah Kota Bandung menangani masalah pengangguran. Diperlukan terobosan dan ide-ide baru untuk mampu menyalurkan talenta dari warga Kota Bandung ke sumber-sumber lapangan pekerjaan.

Kepala Bapperida Kota Bandung Anton Sunarwibowo menjelaskan, program-program yang akan dijalankan ke depan akan diselaraskan dengan agenda pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ada tugas penting kami. Amanat keselarasan di Kota Bandung terhadap misi nasional dan Jawa Barat menjadi keharusan. Sehingga misi Bandung UTAMA diselaraskan dengan Asta Cita pemerintah pusat dan Jabar Istimewa Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa setiap OPD solid untuk menjalankan misi tersebut melalui rencana kerja di masing-masing bidang.

Termasuk dalam tema pembangunan 2027 yang berkaitan dengan peningkatan infrastruktur, sosial, dan ekonomi berbasis kewilayahan untuk mendorong pengembangan koridor wIsata kota yang inklusif dan berdaya saing.

“Siapapun yang melakukan kegiatan pembangunan, baik itu di infrastruktur, di pendidikan, di ekonomi, bisa men-support kebutuhan industri jasa kreatif atau wisata itu sendiri. Nah, infrastruktur yang terakhir kami diberi arahan bahwa kita akan coba membangun semacam rute atau jalur wisata. Yang dimulai dengan perbaikan infrastruktur, itu meliputi sudah tentu jalan di DSDABM, lalu kebersihannya dari DLH, yang terakhir itu keindahannya dari DPKP,” ujarnya.

Program ini akan disempurnakan dengan konsep dwibandara yang sedang dirancang melalui Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Kertajati. “Kami mengajukan Kota Bandung berkolaborasi bersama PT DI untuk mnejadi Kota Dirgantara. Mudah-mudahan tahun ini bisa dibuka penerbangan internasional supaya mobilitas bisa meningkat kembali,” katanya.

Sedangkan khusus masalah sampah saat ini berbagai upaya sedang dan akan dijalankan DLH Kota Bandung. Salah satunya dengan mempercepat pembangunan 20 insinerator sampah untuk melengkapi 15 insinerator yang sudah ada di Kota Bandung.*

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Genjot Pendapatan, 20 Tempat Parkir Elektronik Dioptimalisasi

    Genjot Pendapatan, 20 Tempat Parkir Elektronik Dioptimalisasi

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sebanyak 20 Tempat Parkir Elektronik (TPE) dioptimalisasi di 4 ruas jalan Kota Bandung, Senin 30 Mei 2022. Optimalisasi yang berlangsung di Jalan Banceuy, Cikapundung, Suniaraja, dan Jalan Alkateri ini bertujuan menggenjot pendapatan daerah Kota Bandung. Sebelumnya, optimalisasi TPE di Jalan Braga pada 27-29 Mei 2022 sukses meningkatkan 50 persen pendapatan daerah melalui […]

  • Islah BPPKB dan Sapujagat, Proses Hukum Tetap Berjalan

    Islah BPPKB dan Sapujagat, Proses Hukum Tetap Berjalan

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kepolisian Resort Sukabumi Kota akan melanjutkan proses hukum terkait terjadinya bentrok antara Ormas BPPKB dan Sapujagat yang mengakibatkan empat orang mengalami luka parah akibat sayatan senjata sajam. Sebelumnya Ormas BPPKB dan Sapujagat mendeklarasikan perdamaian di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (2/11/2020). Kesepakan damai tersebut dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani oleh kedua pihak […]

  • Pemkot Bandung Menggelar Kegiatan Silaturahmi Bersama Para Tokoh Agama Hindu

    Pemkot Bandung Menggelar Kegiatan Silaturahmi Bersama Para Tokoh Agama Hindu

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    BANDUNG,MBINEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar kegiatan silaturahmi bersama para tokoh agama Hindu dalam rangka peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung ini menjadi momentum penguatan toleransi dan harmoni antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam sambutannya mengatakan, Kota Bandung merupakan […]

  • Pemkot Bandung Segera Tanggulangi Sampah Pasar

    Pemkot Bandung Segera Tanggulangi Sampah Pasar

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Persoalan sampah di Kota Bandung masih menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Salah satu yang menjadi perhatian yakni sampah pasar tradisional. Sekertaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengakui, salah satu persoalan besar saat ini dalam penanganan sampah yakni sampah pasar. Saat meninjau Pasar Sederhana kota Bandung, Jumat 6 Oktober 2023, Ema mengatakan, […]

  • Yuk Manfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga 31 Agustus

    Yuk Manfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga 31 Agustus

    • calendar_month Rabu, 20 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Menunggak pajak kendaraan? Kini warga Kota Bandung tak perlu khawatir. Warga Kota Bandung bisa mengikuti pemutihan pajak kendaraan agar biaya pajak lebih hemat. Pemutihan pajak kendaraan 2022 ini berlaku untuk seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bandung. Layanan ini diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mulai 1 Juli hingga 31 Agustus mendatang. […]

  • Tak Dibuat Akses Sementara, Rehab Jembatan Pakuhaji Diprotes Warga

    Tak Dibuat Akses Sementara, Rehab Jembatan Pakuhaji Diprotes Warga

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Mbinews.id, Cimahi– Jembatan penghubung antara RW 16 dengan RW 17 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi itu memang tengah direhabilitasi melalui pihak ketiga dengan nilai kontrak RpRp790.139.000. Rehabilitasi itu memutus akses utama warga dikedua RW itu diprotes warga. Sebab pihak terkait tidak menyediakan akses sementara. Sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota […]

expand_less