Breaking News
Trending Tags

Minimnya Penegakan Hukum Sehingga Peningkatan Volume Sampah di Kota Bandung Sulit diatasi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews – Meski telah melewati masa darurat sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap menerapkan sejumlah strategi dalam menangani peningkatan volume sampah.

Mulai dari memilah, mengedukasi, Maggotasi, hingga mengolah sampah menjadi bernilai ekonomi.
Pj Wali Kota Bandung bambang Tirtoyuliono mengatakan, terdapat beberapa faktor yang membuat sampah di Kota Bandung sulit teratasi.

Di antaranya perilaku mindset, edukasi sosialisasi, dan koordinasi yang masih kurang, volume produksi sampah tinggi, serta minimnya penegakan hukum.
“Edukasi sosialisasi terus kita lakukan. Secara bertahap itu mendorong mindset yang berubah. Dari masyarakat yang tadinya hanya membuang sampah, sekarang jadi mengolah sampah.

Tujuannya agar volume sampah yang dibuang ke TPA itu semakin berkurang,” ungkap Bambang kepada wartawan di balaikota belum lama ini.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi menjelaskan, saat ini sampah organik sudah tidak boleh dibuang ke TPA Sarimukti. Sehingga pengolahannya harus diperbanyak di hulu.

Sejak Januari 2024, dari 151 kelurahan di Kota Bandung, sudah ada 125 kelurahan yang mengoperasikan rumah maggot. Dengan ini, total sampah organik yang sudah diolah dengan maggotisasi mencapai 377 ton hingga

Dudy berharap, targetnya rumah maggot bisa mengolah 1 ton sampah organik per hari di setiap kelurahan. Sehingga totalnya sebanyak 151 ton sampah per hari bisa berkurang jika semua kelurahan aktif mengoperasikan rumah maggot.

Namun, maggot itu siklusnya 35 hari. Sehingga penambahan kapasitasnya perlu waktu. Rencananya kami akan bantu sediakan mesin bubur untuk mengolah sampah organik, sehingga bisa mempercepat pengolahan oleh maggot,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menyuplai maggot ukuran besar dari KBS ke rumah maggot di seluruh kelurahan agar peningkatan sampah organik bisa lebih cepat.
“Kami juga mendorong hotel, resto, kafe di sekitar rumah maggot untuk menyuplai sampah organik ke rumah maggot yang ada di kelurahannya. Rumah maggot yang sudah dibangun bisa dikolaborasikan dengan Buruan Sae agar lebih produktif dalam menghasilkan pangan,” imbuh Dudy.

Sementara itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) siap membantu Pemerintah Kota Bandung mengatasi permasalahan sampah di Kota Bandung. ITB siap mengedukasi warga terkait pengelolaan sampah.
Pegiat Lingkungan ITB, Indria Diah Pratiwi menyampaikan,ada sejumlah solusi dalam penanganan sampah di Kota Bandung.

“Pendekatan yang coba kami lakukan itu tidak hanya ambil sampah terus dibawa ke satu lokasi, tetapi menitikberatkan pada edukasinya,” jelas Indria.
Menurut Indria, pihak yang bertanggung jawab dalam menangani sampah adalah sumber sampah tersebut.
“Kami Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB memiliki beberapa mitra dalam penanganan sampah komersil di Kota Bandung. Salah satunya adalah hotel bintang 5. Kami mengedukasi dengan cara menjelaskan bahwa dalam pengolahan sampah ini tetap yang bertanggung jawab adalah sumbernya,” jelasnya.

Penggiat lingkungan ITB lainnya, Ramadhani Eka Putra menyampaikan solusi penanganan sampah di Kota Bandung dengan cara mengedukasi sejak pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Salah satu solusi penanganan sampah yang sudah kami (SITH) terapkan adalah dengan mengedukasi ke PAUD, sekolah dasar dan tingkat selanjutnya,” jelas Rama.

Menurutnya, mengedukasi sejak usia dini akan lebih efektif karena mereka belum memiliki kesadaran ego yang tinggi sehingga bisa mudah diedukasi.
“Ke depannya kami akan mengusahakan kepanduan lingkungan sejak PAUD. Semacam Pramuka,” jelasnya.
ITB juga meminta untuk membuat pilot project pengelolaan sampah di salah satu pasar di Kota Bandung.
Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono memberikan lampu hijau kepada SITH untuk pengelolaan sampah kompos di salah satu pasar sebagai pilot project.

Baik akan saya izinkan piloting project pengelolaan sampah kompos. Kemungkinan antara Pasar Gedebage atau Pasar Caringin,” jelasnya.

Bambang berharap, ITB bisa mencarikan solusi karena Pemkot Bandung juga memiliki keterbatasan.
“Masalah sampah ini tidak akan selesai jika hanya dari Pemerintah saja, karena membutuhkan peran dari berbagai stakeholder,” pungkasnya.**

 

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Silaturahmi dan Keimanan, PWI dan IKWI Kota Sukabumi Gelar Pengajian

    Tingkatkan Silaturahmi dan Keimanan, PWI dan IKWI Kota Sukabumi Gelar Pengajian

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Persatuan Wartawan Indonesia dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (PWI-IKWI) Kota Sukabumi, menggelar pengajian rutin setiap bulanya. Pengajian tersebutm tentu saja untuk mempersilaturahmi dan menguatkan keimanan seluruh anggota PWI dan IKWI. Pengajian perdana di tahun 2025 ini, dibuka oleh Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani Saptari, dan dipimpin oleh Pemimpin Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi, […]

  • Antisipasi Lonjakan Nataru 2022, DPRD Jabar Usulkan Penguatan Tracing Masyarakat

    Antisipasi Lonjakan Nataru 2022, DPRD Jabar Usulkan Penguatan Tracing Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BANDUNG, Pemprov Jabar mendukung penerapan PPKM Level 3 untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan Covid-19 dan untuk memperketat penerapan protokol kesehatan Jelang Natal dan Tahun Baru (NATARU) Namun, DPRD Jabar lebih setuju apabila Pemprov menguatkan tracing masyarakat dibandingkan menerapkan PPKM Level 3. Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Jabar, Yunandar Rukhiadi Eka Perwira. Ia mengatakan jika Pemprov harus […]

  • Terima Aduan Warga, Polsek Citamiang Gelar Jumat Curhat

    Terima Aduan Warga, Polsek Citamiang Gelar Jumat Curhat

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Gelar kegiatan ‘Jumat Curhat’, Polsek Citamiang menampung berbagai keluhan dan masukan warga terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah. Kapolsek Citamiang AKP Arif Sapta Raharja mengatakan, berdasarkan hasil masukan warga pada kegiatan ‘Jumat Curhat’ ada beberapa atensi yang diterima. “Tadi beberapa masukan kami terima, seperti permintaan agar di intensifkan kembali pengawasan terhadap […]

  • Disnaker Kota Bandung berinovasi  bentuk  Teknologi

    Disnaker Kota Bandung berinovasi bentuk Teknologi

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Mbinews, BANDUNG – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Andri Darusman menyebut perlu adanya berbagai inovasi terkait ketenagakerjaan di Kota Bandung. Hal itu disampaikannya di sela-sela kunjungan kerja bersama Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripatrit dan Dewan Pengupahan Kota (DPK) ke Kota Medan, Kamis 9 Maret 2023. Andri menyebut, inovasi yang perlu digali oleh Kota Bandung […]

  • PWI Pusat Gelar Rapat Virtual, Sultra Dipastikan  Sebagai Tuan Rumah HPN 2022

    PWI Pusat Gelar Rapat Virtual, Sultra Dipastikan Sebagai Tuan Rumah HPN 2022

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    JAKARTA , MBInews.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar rapat virtual persiapan penyelenggaraan Hari Pers Nasional 2022 di Sulawesi Tenggara bersama Pemprov Sultra, Kamis (12/8/2021) Rakor ini membahas kesiapan Pemprov Sultra sebagai tuan rumah, termasuk penyampaian progres panitia pusat untuk menyukseskan agenda tahunan wartawan seluruh Indonesia ini. Hadir secara virtual, Ketua Umum PWI Pusat […]

  • Pelajar dari Berbagai SD dan SMP, Unjuk Kebolehan Dalam Panen Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah

    Pelajar dari Berbagai SD dan SMP, Unjuk Kebolehan Dalam Panen Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi resmi menggelar kegiatan Panen Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Selama dua hari (11-12 September), kegaitan yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tersebut, digelar di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Dalam kegiatan tersebut, diisi pertunjukan seni para pelajar dari berbagai […]

expand_less