Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Optimis Capai Target Penurunan, Pemerintah Kota Sukabumi Berjibaku Perangi Kasus Stunting

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Tekan penambahan angka baru stunting, Pemerintah Kota Sukabumi terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kasus baru, Jumat (29/04/2022).

Berdsarkan data terbaru, Kota Sukabumi saat ini merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat, yang angka penderita stuntingnya sesuai dengan batas maksimal yang ditetapkan World Health Organization (WHO). Berdsarkan ketetapan WHO, ambang batas maksimal penderita stunting pada suatu wilayah adalah 20 persen dari total jumlah penduduk. Pada Kota Sukabumi sendiri, saat ini angka penderita stunting berada pada posisi 19,1 persen.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, target Pemerintah Kota Sukabumi pada tahun 2024 mendatang, bisa menekan angka penderita stunting diangka 14 persen.

“Kami berupaya melakukan percepatan penurunan stunting seperti yang ditargetkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Fahmi saat menghadiri acara bimtek di Kantor Bappeda Kota Sukabumi beberapa waktu lalu (08/04/2022).

Lanjutnya, dengan target penurunan angka penderita stunting hingga 14 perseb tersebut, tentunya berbagai upaya harus dilakukan bersama dalam mensukseskan target tersebut.

“Kita akan berupaya menekan bersama angka stunting di Kota Sukabumi, serta kita akan berkolaborasi dengan daerah penyanggah, untuk bersama menuntaskan target penurunan angka stunting pada 2024 mendatang,” singkatnya.

Stunting merupakan adalah, suatu kondisi serius pada anak yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata atau anak sangat pendek, serta tubuhnya tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya dan berlangsung dalam waktu lama.

Berdsarkan data pemerintah Indonesia, Pada tahun 2021 lalu, sekitar 24 persen anak Indonesia mengalami stunting. Artinya ada 1 dari 4 anak Indonesia saat lahir, mengalami stunting.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak pada 1.000 hari pertama masa kehidupan, sejak didalam janin atau saat masih di embrio. Meskipun stunting merupakan penyakit yang ditandai dengan gejala fisik, namun stunting juga menghambat pertumbuhan otak. Sehingga otak tidak bisa berkembang secara maksimal, dan akan terus berdampak hingga bertumbuh dewasa.

Sebab stunting sendiri, salah satunya karena kurangnya nutrisi pada 1.000 hari pertama tadi, sedangkan 80 persen pertumbuhan otak manusia, terjadi pada 1.000 hari pertama saat berada dalam janin.

Dampak dari stunting sendiri, bisa sangat berakibat terhadap berbagai sektor, contohnya, berdasarkan data terbaru, kerugian Produk Domestik Bruto (PDB) se-Indonesia akibat stunting, bisa mencapai angka 2-3 persen pertahun. Jika angka tersebut dinominalkan, bisa mencapai 339 triliyun – 509 triliyun Rupiah pertahunnya.

Oleh sebab itu, pemerintah berusaha menekan angka penambahan stunting, termasuk juga di dengan Pemerintah Kota Sukabumi, yang menargetkan ‘Zero Kasus Baru Stunting’.

Menurut hasil penelitian, stunting memang tidak bisa disembuhkan, namun penyakit tersebut bisa dicegah, salah satunya dengan melakukan pola hidup sehat terhadap generasi muda, bahkan sebelum mereka melakukan pernikahan. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungi Hafiz, Wali Kota Bandung Janjikan Pengobatan Gratis.

    Kunjungi Hafiz, Wali Kota Bandung Janjikan Pengobatan Gratis.

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung Yana Mulyana bersama istri Yunimar mengunjungi Hafiz Misbahudin, bocah yang mengalami kecelakaan terjatuh dari tangga beberapa waktu lalu. Kini Hafiz mengalami kelumpuhan. Hafuz merupakan anak berusia 11 tahun yang tinggal di RW 01 Kelurahan Batununggal Kecamatan Bandung Kidul, Jumat 17 Juni 2022. “Saya prihatin melihat kondisi Hafiz. Mudah-mudahan kita […]

  • USB YPKP Bersama KPID Jawa Barat Gelar Webinar Bertema ‘Penyalahgunaan Frekuensi Publik untuk Kepentingan Pribadi’

    USB YPKP Bersama KPID Jawa Barat Gelar Webinar Bertema ‘Penyalahgunaan Frekuensi Publik untuk Kepentingan Pribadi’

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Penyalahgunaan frekuensi publik untuk kepentingan pribadi pada televisi swasta terus terjadi berulang-ulang. Hal tersebut bisa dilihat tayangannya dari hari ke hari, minggu ke minggu, hingga bulan ke bulan. Sementara data lengkap terkait penyalahgunaan frekuensi bisa dilihat pada catatan dan laporan yang diterima Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan KPID seluruh Indonesia. Hal itulah […]

  • bank bjb Raih Penghargaan Gubernur Jabar, Sejahterakan Petani Melalui Pembiayaan Sistem Resi Gudang

    bank bjb Raih Penghargaan Gubernur Jabar, Sejahterakan Petani Melalui Pembiayaan Sistem Resi Gudang

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    SUBANG -MBInewa.id – bank bjb meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku Pembina Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Barat atas dukungan dalam memfasilitasi akses keuangan kepada petani melalui pembiayaan sistem resi gudang. Penghargaan yang diraih bank bjb diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat dalam rangka optimalisasi S-SRG di Jawa Barat […]

  • Akibat Naiknya Harga Minyak Curah, Pedagang Kehilangan Omset Hingga 40 Persen

    Akibat Naiknya Harga Minyak Curah, Pedagang Kehilangan Omset Hingga 40 Persen

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Harga minyak curah hingga saat ini masih tergolong tinggi. Semenjak alami kenaikan di bulan oktober lalu, komoditas tersebut saat ini berada di angka Rp18 ribu per kilogram. Sedangkan minyak goreng dalam kemasan mencapai Rp18.500. “Sampai saat ini, harga minyak curah dan kemasan masih tinggi,”ujar Kepala Seksi Pengawasan pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan […]

  • Wakil Wali Kota Sukabumi: “Kepemimpinan Sejati Butuh Lapangan, Bukan Hanya Kelas”

    Wakil Wali Kota Sukabumi: “Kepemimpinan Sejati Butuh Lapangan, Bukan Hanya Kelas”

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan, bahwa pelatihan kepemimpinan tidak boleh berhenti pada teori di ruang kelas saja. Pemimpin, katanya, harus terjun langsung ke lapangan untuk memahami kebutuhan riil masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menyambut peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dari PPSDM Regional Bandung, di […]

  • Mobilitas Warga Baru Turun 17 Persen Sejak Diberlakukan PPKM Darurat

    Mobilitas Warga Baru Turun 17 Persen Sejak Diberlakukan PPKM Darurat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    BANDUNG, Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diyakini mampu menurunkan penyebaran covid-19. Oleh karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya meminimalisir mobilitas warga. “Penyebaran Covid-19 terjadi karena mobilitas masyarakat yang tinggi,” tutur Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana usai meninjau vaksinasi di Sekolah Santo Aloysius, Jalan Sultan Agung, Sabtu (10 /7/ 2021). Ia mengungkapkan, […]

expand_less