Padat Karya 2026 Dimulai, DPRD Bandung Tekankan Dampak Jangka Panjang
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews — Anggota DPRD Kota Bandung dari Daerah Pemilihan 6, Indri Rindani, mendorong agar Program Padat Karya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu berjalan berkelanjutan serta memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Padat Karya Tahun 2026 di Kelurahan Cigondewah Rahayu, Kecamatan Bandung Kulon, Bandung, Kamis (16/4/2026).
Indri menilai, Program Padat Karya merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, sekaligus menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran di tingkat kewilayahan.
Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan melalui kegiatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur skala kecil di tingkat kelurahan. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Melalui program ini, kami menitikberatkan bahwa menjaga kualitas kebersihan lingkungan tidak hanya dilakukan selama kegiatan berlangsung, tetapi harus terus berlanjut,” ujarnya.
Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini turut dihadiri Camat Bandung Kulon, Yogiarto Yoharim, Lurah Cigondewah Rahayu, Iwan Rohendi, serta perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung.
Indri juga mengapresiasi partisipasi aktif warga dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan Program Padat Karya sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.
Ia menyoroti bahwa Kota Bandung saat ini masih menghadapi berbagai persoalan kompleks seperti sampah, banjir, dan kemacetan yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Oleh karena itu, mari kita mulai bergerak bersama dari tingkat kewilayahan agar Bandung bisa tumbuh lebih baik,” ucapnya.
Lebih lanjut, Indri menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya merasakan manfaat lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman, tetapi juga mendapatkan dampak ekonomi secara langsung.
“Program Padat Karya diharapkan tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Saat ini belum ada komentar