Breaking News
Trending Tags

Pemkab Bandung Gelar Pendidikan dan Pelatihan Bidang Kejuruan Garmen

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, MBINews.id – Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan melaksanakan pembukaan kegiatan pendidikan dan pelatihan bidang kejuruan garmen yang diikuti 100 peserta di RM. Riung Panyaungan Jalan Raya Banjaran-Soreang Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, Rabu (17/7/2024).

Bupati Bandung Dadang Supriatna diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung H. Rukmana didampingi Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan D.A. Hidayat hadir di tengah-tengah para peserta yang merupakan calon tenaga kerja yang akan dipersiapkan bekerja di bidang garmen.

Saat membuka giat pendidikan dan pelatihan, Rukmana maupun D.A.  Hidayat dan pegawai di Dinas Ketenagakerjaan pun memberikan support dan motivasi kepada para peserta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada bidang garmen tersebut.

Menurut Rukmana, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan selama 30 hari, yaitu pembukaannya dimulai hari Rabu ini sampai Rabu (21/8/2024) mendatang.

“Selanjutnya, mereka mengikuti uji kompetensi pada hari Kamis sampai Jumat (22-23/8/2024) dan dilanjutkan pemagangan di perusahaan industri garmen selama 25 hari,” kata Rukmana dalam keterangannya.

Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan ini pula, lanjut Rukmana, Dinas Ketenagakerjaan bekerjasama dengan lima Lembaga Pendidikan Kerja (LPK) swasta yang ada di Kabupaten Bandung.

“Lima LPK itu mengikutsertakan 100 peserta dan masing-masing LPK 20 peserta untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan garmen atau jahit yang dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja yang ahli di bidangnya,” jelasnya.

Kelima LPK itu, yakni LPK Modestien,
LPK Ishlah, LPK Yani 20, LPK Karya Mandiri, dan LPK Bina Essa.

Dikatakannya,  pendidikan dan pelatihan itu dalam upaya melakukan langkah-langkah ikhtiar dan menindaklanjuti kebijakan Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna, yaitu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bandung.

“Selain itu untuk memberikan kesempatan bekerja kepada generasi muda yang siap kerja dan memiliki keahlian di bidang tekstil dan garmen yang saat ini Kabupaten Bandung maupun Indonesia menjadi pasar potensial produk-produk tersebut,” ujarnya.

Rukmana mengatakan pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan tersebut, merupakan bagian dari komitmen Bupati Bandung dalam upaya melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Selain itu untuk mencerdaskan bangsa, khususnya para generasi muda yang ada di Kabupaten Bandung. Termasuk mensejahterakan masyarakat dan turut serta perdamaian.

“Tidak terlepas dari itu, Bapak Bupati Bandung membuat visi misinya. Apalagi Kabupaten Bandung adalah kabupaten yang terbesar angka penduduknya di Indonesia, kedua setelah Kabupaten Bogor, yaitu 3,7 juta jiwa,” tutur Rukmana.

Berkaitan dengan angka penduduk yang besar, lanjutnya, berkaitan dengan jumlah angkatan kerja yang besar.

“Usia kerja kita sampai 2,8 juta, dan angkatan kerjanya 1,8 juta jiwa dari 3,7 juta jiwa penduduk Kabupaten Bandung. Kita, sebenarnya tidak terlalu jelek amat, hasil terakhir itu adalah 6,52 persen dari angkatan kerja kita yang dikategorikan masih pencari kerja atau pengangguran di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Tetapi, imbuhnya, karena jumlahnya yang besar, cukup signifikan juga kalau dihitung dari angka tersebut. “Kurang lebih 117.000 atau sampai 120.000 orang angka pengangguran di Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Salah satu IKD (Indikator Kinerja Daerah) Kabupaten Bandung, kata Rukmana, Bupati Bandung berusaha untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Bandung. Dengan harapan angka pengangguran di Kabupaten Bandung menurun, dan daya beli masyarakat meningkat.

“Dinas Ketenagakerjaan, dalam hal ini mengambil kebijakan ketenagakerjaan bagaimana mempersiapkan angkatan-angkatan kerja untuk memiliki kompetensi sesuai dengan lapangan kerja yang ada di Kabupaten Bandung,” jelasnya.

“Kebetulan, Kabupaten Bandung adalah daerah industri, yang mayoritas industrinya itu 70 persen tekstil dan garmen. Kebetulan kita hari ini  membuka pelatihan garmen maupun jahit sebanyak 100 orang angkatan kerja yang dibagi kerjasama dengan 5 LPK swasta yang ada di Kabupaten Bandung,” imbuhnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan mengatakan setiap LPK mendapatkan peserta 20 orang. Ia berharap para peserta itu terserap oleh lapangan kerja, namun sebelumnya LPK itu harus mengadakan MoU dengan industri yang ada.

“Setelah mereka dilatih selama 30 hari, kemudian mereka juga diuji kompetensi dan nantinya mendapatkan sertifikat kompetensi standar nasional. Artinya, sertifikat ini bisa berlaku di mana saja di wilayah Indonesia untuk bekerja di bidang jahit ataupun garmen,”  katanya.

Ia mengatakan melaksanakan pendidikan dan pelatihan ini untuk menyesuaikan antara kesenjangan di lembaga pelatihan maupun di industri yang sebenarnya.

“Maka kita lakukan pemagangan selama 25 hari. Mudah-mudahan magang langsung di industri, mereka bisa menyesuaikan selama 25 hari itu untuk menjadi bisa bekerja. Sehingga perusahaan juga secara produktifitas akan mengangkat mereka-mereka yang sudah terbiasa untuk mengerjakan pekerjaan di perusahaan industri tersebut,” tuturnya.

Jadi, kata Rukmana, intinya bagaimana di dalam situasi dan kondisi gejolak perekonomian global yang ada imbasnya ke Indonesia, bahkan  Kabupaten Bandung.

“Terutama industri ekspor. Maka tidak sedikit juga, memang pasarnya itu ada di kita. Masyarakat Indonesia itu banyak sekali yang tidak lepas dari garmen atau pakaian. Mudah-mudahan kita bisa memenuhi pasar dalam negeri sendiri, tidak kalah dengan hasil produk luar negeri, sehingga karyawan di industri tersebut bisa merekrut pegawai asal Kabupaten Bandung. Untuk itu, ada kesempatan bagi mereka untuk melakukan wirausaha, mulai dari usaha tata busana atau menjahit, sehingga bisa menerima pesanan saat berada di rumah,” tuturnya.

Ditambahkan DA, Hidayat, tujuan dilaksanakan pendidikan dan pelatihan itu adalah untuk membekali para pencari kerja di Kabupaten Bandung, agar mereka mempunyai kompetensi di bidangnya atau keahliannya masing-masing.

“Kebetulan saat ini adalah untuk keahlian garmen dan jahit. Setelah dilatih selama 30 hari, kita juga melakukan uji kompetensi yang dilakukan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang punya legitimasi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Yang lulus mendapatkan sertifikat kompetensi dari BNSP,” katanya.

“Jadi kita ini dilatih, diuji kemudian dimagangkan,” katanya.

Hidayat mengatakan, 100 peserta itu adalah lulusan SLTA atau SMA/SMK dengan usia antara 18 sampai dengan 27 tahun.

Hidayat berharap kepada para pencari kerja harus memiliki kompetensi dan keahlian, selain itu mereka melalui Dinas Ketenagakerjaan mendapatkan pendidikan attitude.

“Bagaimana tentang wawasannya. Mereka juga harus punya wawasan yang luas. Mereka punya sikap dan etika yang baik, karena salah satunya modal dalam bekerja itu, bukan hanya keterampilan saja. Tetapi attitude juga sangat diperlukan,” pungkasnya. (HEN)

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari 6.000 Reklame yang Bertebaran di Kota Bandung, 3.000 Diantaranya Ilegal

    Dari 6.000 Reklame yang Bertebaran di Kota Bandung, 3.000 Diantaranya Ilegal

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 62
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Di Kota Bandung terdapat tidak kurang 6.000 Reklame terpasang di berbagai tempat dalam lingkup dunia bisnis, kegiatan publikasi (iklan) sebuah produk merupakan bagian yang tidak dapat dikesampingkan. Demikian dikatakan Anggota Panitia Khusus (Pansus) 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Asep Robin, SH., MH kepada media MBInews.id disela-sela kegiatannya. “Hal ini […]

  • Pledoi Ditolak, Ferdy Sambo Terancam Hukuman Seumur Hidup

    Pledoi Ditolak, Ferdy Sambo Terancam Hukuman Seumur Hidup

    • calendar_month Jumat, 27 Jan 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Mbinews.id – Pasca ditolaknya seluruh dalil dalam nota pembelaan atau pledoi yang disampaikan terdakwa Ferdy Sambo, terhadap kasus pembunuhan mendiang Brigadir Yosua Hutabarat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup, Jumat (27/1). Sebelumnya, jelang putusan hakim terhadap terdakwa Ferdy Sambo beredar isu adanya gerakan bawah tanah terhadap dakwaan kasus pembunuhan berencana yang […]

  • Baru Tengah Tahun, Sukabumi Sudah Defisit: DPRD Kritik Ketergantungan Dana Pusat

    Baru Tengah Tahun, Sukabumi Sudah Defisit: DPRD Kritik Ketergantungan Dana Pusat

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Menjelang semester kedua Tahun Anggaran 2025, publik Kota Sukabumi dikejutkan dengan fakta bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, mengalami defisit sebesar Rp3 miliar. Kondisi ini menjadi tamparan keras terhadap sistem perencanaan keuangan daerah, yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Sukabumi dibawah kepemimpinan Ayep Zaki dan Bobby Maulana, Selasa (03/06/2025). Fakta ini […]

  • Kunjungan Kerja Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Apresiasi Konsep Padaringan

    Kunjungan Kerja Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Apresiasi Konsep Padaringan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung sedang mengembangkan konsep Padaringan, atau Pembelajaran dalam Jaringan. Padaringan berupa sistem dalam bentuk Metropolitan Area Network (MAN), yakni jejaring internet berkecepatan tinggi yang bisa menjangkau satu kota. Jaringan tersebut menghubungkan server Disdik Kota Bandung ke setiap sekolah sehingga memiliki akses internet dengan kualitas koneksi yang bagus. “Kota […]

  • Walikota Bogor Ikut Menghadiri Rakernas Apeksi 2019

    Walikota Bogor Ikut Menghadiri Rakernas Apeksi 2019

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    BOGOR,MBInews.id-Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Pemerintah Kota Bogor hadir dalam welcome dinner Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2019 di The Renaissance Ballroom, Kota Semarang, Selasa (2/7/2019) malam. Dalam acara yang diikuti delegasi dari 98 kota di Indonesia ini, kata Bima, Kota Bogor bukan sekedar berpartisipasi, melainkan untuk mengeksplor […]

  • Masyarakat Konghucu Kota Bandung agar ikut Menjaga situasi Pemilu

    Masyarakat Konghucu Kota Bandung agar ikut Menjaga situasi Pemilu

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengajak masyarakat Konghucu menjaga situasi pesta demokrasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 tetap kondusif, damai, aman dan sejuk. Pj.Walikota Bandung memgatakan pada silaturahmi dengan Perwakilan Umat Konghucu dalam Rangka Perayaan Hari Besar Agama Konghucu, Tahun Baru Imlek 2024/Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili (Tahun Naga […]

expand_less