Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pemkab Bandung Kembangkan Aplikasi TiTaTu dan Radio Untuk Percepatan Pelaporan dan Penanganan Peristiwa Kebencanaan

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, MBINews.id – Dalam upaya mempercepat pelaporan dan penanganan dalam setiap kemungkinan terjadi peristiwa kebencanaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat ini sedang mempersiapkan pengembangan aplikasi TiTaTu (DiTingali, DidaTa, DibanTu).

Saat ini, aplikasi TiTaTu dalam konsep transformasi digital dalam proses pengembangan atas kolaborasi antara BPBD Kabupaten Bandung dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan, bahwa pengembangan aplikasi TiTaTu ini sebagai bentuk terobosan dan inovasi Pemkab Bandung dalam pemanfaatan transformasi digital yang bisa diakses oleh semua masyarakat dalam menyampaikan atau menginformasikan setiap kejadian atau peristiwa kebencanaan dengan cepat.

“Aplikasi TiTaTu ini masih dalam proses pengembangan dan ujicoba, sehingga belum difungsikan atau diaktifkan pemanfaatannya. Tetapi sudah bisa diakses oleh masyarakat umum melalui handphone android. Diharapkan pada bulan Agustus 2024 mendatang, aplikasi TiTaTu ini bisa dilaunching oleh Bapak Bupati Bandung Dadang Supriatna,” tutur Uka Suska dalam keterangannya, Rabu (10/7/2024).

Uka Suska mengatakan maksud dan tujuan dibuatnya sebuah inovasi aplikasi TiTaTu ini adalah untuk mempercepat pelaporan dalam setiap peristiwa kebencanaan di Kabupaten Bandung.

“Aplikasi TiTaTu ini bisa diakses oleh semua masyarakat untuk mempercepat pelaporan atau penyampaian informasi kebencanaan ke BPBD Kabupaten Bandung. Dengan adanya pelaporan yang cepat, nantinya BPBD akan bergerak cepat untuk melakukan penanganan dalam setiap peristiwa atau kejadian kebencanaan. Selain itu, BPBD juga akan bergerak cepat untuk melakukan koordinasi dengan berbagai unsur yang ada di lapangan,” tutur Uka Suska.

Sebaliknya, imbuh Uka Suska, jika lambat dalam pelaporan sebuah peristiwa kebencanaan, selain akan menimbulkan kerusakan juga dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa di sekitar lokasi kejadian.

“Ada pengalaman yang sempat kita alami. Misalnya, disaat ada kejadian bencana, laporan baru diterima BPBD setelah beberapa jam setelah kejadian kebencanaan itu. Ada juga BPBD baru menerima laporan, pada esok harinya atau setelah satu hari dari peristiwa kebencanaan,” ujar Uka Suska.

Ia berharap dengan adanya aplikasi TiTaTu ini dapat mempercepat laporan atau informasi kebencanaan yang didapat BPBD secara real time.

“Mengingat aplikasi ini bisa diakses masyarakat melalui handphone android atau digitalisasi. Masyarakat tinggal men-download aplikasi TiTaTu di play store, bisa langsung tampil atau tertera di layar handphone,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung ini juga berharap dengan ketersediaan aplikasi TiTaTu, masyarakat kedepannya bisa dengan mudah mengakses hasil kajian risiko bencana (KRB) di semua kecamatan di Kabupaten Bandung.

“Dengan adanya hasil KRB ini, masyarakat bisa melihat potensi bencana yang terjadi di wilayahnya. Apakah ada potensi bencana banjir, gempa bumi, longsor, angin kencang, dan potensi lainnya. KRB hasil BPBD di semu kecamatan itu, nantinya akan diakses ke aplikasi tersebut,” katanya.

Ia juga berharap dengan adanya hasil KRB yang disusun BPBD itu, bisa menjadi rujukan pemerintah desa maupun kecamatan dalam melakukan mitigasi maupun melakukan sebuah perencanaan di daerah.

“Hal itu dalam upaya mengurangi risiko kebencanaan,” katanya.

Tak hanya itu, Uka Suska juga saat ini sedang melakukan aktivasi penggunaan frekwensi Radio yang sudah terpasang di setiap kecamatan.

“Kita berusaha untuk memfungsikan kembali frekwensi Radio yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Bandung, untuk pelaporan dengan cepat ke BPBD setiap peristiwa kebencanaan yang terjadi di wilayah,” ungkap Uka Suska.

Dikatakannya, dengan penggunaan frekwensi Radio ini, tidak akan terganggu dengan kondisi sinyal atau jaringan seperti dalam penggunaan sambungan handphone atau seluler.

“Kita juga berharap kedepannya, dalam penggunaan frekwensi Radio ini, atau penggunaan pesawat Radio HT (handy talky) sampai ke desa-desa yang ada di semua desa dan kelurahan di Kabupaten Bandung. Dengan penggunaan Radio HT ini akan mempercepat informasi kebencanaan diterima oleh BPBD,” tuturnya.

Terkait dengan pemanfaatan aplikasi TiTaTu dan Radio itu, imbuhnya, kini sedang dilakukan sosialisasi kepada sejumlah pihak melalui bimbingan teknis.

“BPBD bersama Diskominfo berusaha untuk memanfaatkan aplikasi TiTaTu ini mengingat saat ini, masyarakat sudah serba digital atau menggunakan fungsi android untuk mendapatkan informasi dalam aktivitas sehari-hari,” kata Uka Suska.

Uka Suska mengatakan pentingnya ada aplikasi TiTaTu ini, menyusul Kabupaten Bandung berada pada kawasan rawan bencana. Mulai dari bencana longsor, pergerakan tanah, gempa bumi, angin kencang, banjir, kebakaran lahan dan hutan.

Selain itu, katanya, Kabupaten Bandung berdasarkan morfologi atau letak geografisnya memiliki luas wilayah  174.000 hektare. Selain itu, kondisi alamnya banyak terdapat perbukitan, pegunungan, lereng curam dan kondisi alam lainnya.

“Untuk itu, fungsi aplikasi TiTaTu dan Radio bisa dioptimalkan dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bandung yang semakin Bedas, khususnya dalam penanganan cepat peristiwa kebencanaan,” katanya.(HEN)

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuota Pembuangan ke TPA Sarimukti Kembali Dibatasi, Kota Bandung Darurat Sampah Lagi

    Kuota Pembuangan ke TPA Sarimukti Kembali Dibatasi, Kota Bandung Darurat Sampah Lagi

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Kota Bandung kembali dihadapkan pada situasi darurat sampah menyusul pembatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Sarimukti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov. Jabar). Kebijakan tersebut menyebabkan volume sampah di dalam Kota Bandung menumpuk dan berpotensi menimbulkan gangguan kebersihan serta kesehatan lingkungan. Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas […]

  • Kades Neglasari H. Pipin : Apresiasi Program Rembug Bedas Kab Bandung

    Kades Neglasari H. Pipin : Apresiasi Program Rembug Bedas Kab Bandung

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, MBINews.id – Kepala Desa Neglasari H. Pipin Kusnendi mengapresiasi dan memberikan dukungan total atas berbagai program pemerintah yang telah digulirkan kemasyarakat. Hal itu diakui H. Pipin usai acara Rembug Bedas bertempat di gedung Aula Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (11/9/2024). Lanjut H. Pipin, 13 program prioritas yang telah digulirkan Pemkab Bandung […]

  • Pemkot Sukabumi Berikan Bantuan  Pendukung Untuk Lapas IIB Nyomplong

    Pemkot Sukabumi Berikan Bantuan Pendukung Untuk Lapas IIB Nyomplong

    • calendar_month Rabu, 2 Des 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memberikan bantuan berbagai alat keterampilan bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2 B Nyomplong Kota Sukabumi. Pemberian bantuan hibah berupa enam mesin jahit, satu mesin obras dan satu mesin bordir, diberikan langsung oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi kepada Kepala Lapas Yosafat Rizanto, di Kantor Dinas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi […]

  • Tiga Nama Digodok DPD Partai NasDem Kabupaten Bandung untuk Pilkada

    Tiga Nama Digodok DPD Partai NasDem Kabupaten Bandung untuk Pilkada

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 105
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Tim penjaringan bakal calon bupati dan wakil Bupati Bandung di partai Nasdem kabupaten Bandung sudah mengerucut. Sejumlah nama bakal calon Bupati/Wakil Bupati yang telah mendaftar, kini tengah dirapatkan DPD Partai Nasdem. Dalam pleno itu, akhirnya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Bandung menetapkan sebanyak 3 nama kader terbaik Kabupaten Bandung untuk diusung […]

  • Perekonomian Tumbuh, IPM Kota Sukabumi Tahun 2023 Meningkat

    Perekonomian Tumbuh, IPM Kota Sukabumi Tahun 2023 Meningkat

    • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi alami peningkatansebesar 0,92 poin (1,21%) dibandingkan dnegan tahun sebelumnya. Dimana, tahun 2023 berada diangka 77,16% dan tahun sebelumnya beradaq diangka 76,24, dengan capaian kinerja tahun N-1 berada di angka 76,24. Artinya, laju IPM di Kota Sukabumi alami kenaikan dari tahun sebelumnya yang berada di posisi 75.40. […]

  • Ratusan Pelajar Dikota Sukabumi Antusias Ikuti Gebyar Vaksinasi Disekolah

    Ratusan Pelajar Dikota Sukabumi Antusias Ikuti Gebyar Vaksinasi Disekolah

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, meninjau langsung proses vaksinasi yang diselenggarakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Sukabumi. Pada kunjungannya kali ini, Fahmi ingin memastikan bahwa proses percepatan vaksinasi khususnya bagi kalangan pelajar, berjalan secara lancar dan kondusif. Dalam kegiatan tersebut, Fahmi didampingi oleh Camat Warudoyong. “Alhamdulilah, pada hari ini MAN […]

expand_less