Breaking News
Trending Tags

Pemkab Bandung Kembangkan Aplikasi TiTaTu dan Radio Untuk Percepatan Pelaporan dan Penanganan Peristiwa Kebencanaan

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, MBINews.id – Dalam upaya mempercepat pelaporan dan penanganan dalam setiap kemungkinan terjadi peristiwa kebencanaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat ini sedang mempersiapkan pengembangan aplikasi TiTaTu (DiTingali, DidaTa, DibanTu).

Saat ini, aplikasi TiTaTu dalam konsep transformasi digital dalam proses pengembangan atas kolaborasi antara BPBD Kabupaten Bandung dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan, bahwa pengembangan aplikasi TiTaTu ini sebagai bentuk terobosan dan inovasi Pemkab Bandung dalam pemanfaatan transformasi digital yang bisa diakses oleh semua masyarakat dalam menyampaikan atau menginformasikan setiap kejadian atau peristiwa kebencanaan dengan cepat.

“Aplikasi TiTaTu ini masih dalam proses pengembangan dan ujicoba, sehingga belum difungsikan atau diaktifkan pemanfaatannya. Tetapi sudah bisa diakses oleh masyarakat umum melalui handphone android. Diharapkan pada bulan Agustus 2024 mendatang, aplikasi TiTaTu ini bisa dilaunching oleh Bapak Bupati Bandung Dadang Supriatna,” tutur Uka Suska dalam keterangannya, Rabu (10/7/2024).

Uka Suska mengatakan maksud dan tujuan dibuatnya sebuah inovasi aplikasi TiTaTu ini adalah untuk mempercepat pelaporan dalam setiap peristiwa kebencanaan di Kabupaten Bandung.

“Aplikasi TiTaTu ini bisa diakses oleh semua masyarakat untuk mempercepat pelaporan atau penyampaian informasi kebencanaan ke BPBD Kabupaten Bandung. Dengan adanya pelaporan yang cepat, nantinya BPBD akan bergerak cepat untuk melakukan penanganan dalam setiap peristiwa atau kejadian kebencanaan. Selain itu, BPBD juga akan bergerak cepat untuk melakukan koordinasi dengan berbagai unsur yang ada di lapangan,” tutur Uka Suska.

Sebaliknya, imbuh Uka Suska, jika lambat dalam pelaporan sebuah peristiwa kebencanaan, selain akan menimbulkan kerusakan juga dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa di sekitar lokasi kejadian.

“Ada pengalaman yang sempat kita alami. Misalnya, disaat ada kejadian bencana, laporan baru diterima BPBD setelah beberapa jam setelah kejadian kebencanaan itu. Ada juga BPBD baru menerima laporan, pada esok harinya atau setelah satu hari dari peristiwa kebencanaan,” ujar Uka Suska.

Ia berharap dengan adanya aplikasi TiTaTu ini dapat mempercepat laporan atau informasi kebencanaan yang didapat BPBD secara real time.

“Mengingat aplikasi ini bisa diakses masyarakat melalui handphone android atau digitalisasi. Masyarakat tinggal men-download aplikasi TiTaTu di play store, bisa langsung tampil atau tertera di layar handphone,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung ini juga berharap dengan ketersediaan aplikasi TiTaTu, masyarakat kedepannya bisa dengan mudah mengakses hasil kajian risiko bencana (KRB) di semua kecamatan di Kabupaten Bandung.

“Dengan adanya hasil KRB ini, masyarakat bisa melihat potensi bencana yang terjadi di wilayahnya. Apakah ada potensi bencana banjir, gempa bumi, longsor, angin kencang, dan potensi lainnya. KRB hasil BPBD di semu kecamatan itu, nantinya akan diakses ke aplikasi tersebut,” katanya.

Ia juga berharap dengan adanya hasil KRB yang disusun BPBD itu, bisa menjadi rujukan pemerintah desa maupun kecamatan dalam melakukan mitigasi maupun melakukan sebuah perencanaan di daerah.

“Hal itu dalam upaya mengurangi risiko kebencanaan,” katanya.

Tak hanya itu, Uka Suska juga saat ini sedang melakukan aktivasi penggunaan frekwensi Radio yang sudah terpasang di setiap kecamatan.

“Kita berusaha untuk memfungsikan kembali frekwensi Radio yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Bandung, untuk pelaporan dengan cepat ke BPBD setiap peristiwa kebencanaan yang terjadi di wilayah,” ungkap Uka Suska.

Dikatakannya, dengan penggunaan frekwensi Radio ini, tidak akan terganggu dengan kondisi sinyal atau jaringan seperti dalam penggunaan sambungan handphone atau seluler.

“Kita juga berharap kedepannya, dalam penggunaan frekwensi Radio ini, atau penggunaan pesawat Radio HT (handy talky) sampai ke desa-desa yang ada di semua desa dan kelurahan di Kabupaten Bandung. Dengan penggunaan Radio HT ini akan mempercepat informasi kebencanaan diterima oleh BPBD,” tuturnya.

Terkait dengan pemanfaatan aplikasi TiTaTu dan Radio itu, imbuhnya, kini sedang dilakukan sosialisasi kepada sejumlah pihak melalui bimbingan teknis.

“BPBD bersama Diskominfo berusaha untuk memanfaatkan aplikasi TiTaTu ini mengingat saat ini, masyarakat sudah serba digital atau menggunakan fungsi android untuk mendapatkan informasi dalam aktivitas sehari-hari,” kata Uka Suska.

Uka Suska mengatakan pentingnya ada aplikasi TiTaTu ini, menyusul Kabupaten Bandung berada pada kawasan rawan bencana. Mulai dari bencana longsor, pergerakan tanah, gempa bumi, angin kencang, banjir, kebakaran lahan dan hutan.

Selain itu, katanya, Kabupaten Bandung berdasarkan morfologi atau letak geografisnya memiliki luas wilayah  174.000 hektare. Selain itu, kondisi alamnya banyak terdapat perbukitan, pegunungan, lereng curam dan kondisi alam lainnya.

“Untuk itu, fungsi aplikasi TiTaTu dan Radio bisa dioptimalkan dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bandung yang semakin Bedas, khususnya dalam penanganan cepat peristiwa kebencanaan,” katanya.(HEN)

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPKM Level 4 Masih Berlangsung, Relaksasi Di Kota Bandung Ditambah Secara Bertahap Dengan Pengawasan Ketat

    PPKM Level 4 Masih Berlangsung, Relaksasi Di Kota Bandung Ditambah Secara Bertahap Dengan Pengawasan Ketat

    • calendar_month Rabu, 18 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Relaksasi sejumlah sektor di Kota Bandung akan bertambah. Namun, mengingat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 masih berlangsung di Kota Bandung, maka relaksasi diberikan secara bertahap serta dengan pengawasan ketat. Ketua Komite Kebijakan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial menyatakan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 […]

  • Wali Kota Sebut, Kondisi Pendidikan di Kota Sudah Baik

    Wali Kota Sebut, Kondisi Pendidikan di Kota Sudah Baik

    • calendar_month Selasa, 2 Mei 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Kondisi pendidikan di Kota Sukabumi diklaim sudah sangat baik. Hal itu tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 75,40 berada di atas rata rata capaian provinsi dan nasional. “Indeks pendidikan ada dua komponen. Yakni, rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah,”ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, usai upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasioanal dan Otonomi […]

  • Bupati Dadang Supriatna Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Anggota Linmas dan Satpol PP

    Bupati Dadang Supriatna Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Anggota Linmas dan Satpol PP

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyerahkan santunan kepada ahli waris anggota Linmas dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung, masing-masing menerima sebesar Rp 42 juta. Bupati Bandung didampingi Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Muhamad Usman menyerahkan santunan itu pada pelaksanaan pembukaan pendidikan dan pelatihan anggota Satgas Linmas Kabupaten Bandung di […]

  • Sikapi Intruksi Gubernur Jabar, Pemkot Bandung Siap Percepatan  Program Vaksin Covid-19

    Sikapi Intruksi Gubernur Jabar, Pemkot Bandung Siap Percepatan Program Vaksin Covid-19

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    BANDUNG, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap mempercepat pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. Terlebih, saat ini Kota Bandung memiliki 1.181 tenaga vaksinator. Kendati demikian, Pemkot Bandung juga tengah menunggu suplai vaksin untuk mendukung percepatan program vaksinasi Covid-19 di wilayahnya. Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyikapi instruksi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang meminta […]

  • Peningkatan PAD dan Kesejahteraan masyarakat Kota Bandung

    Peningkatan PAD dan Kesejahteraan masyarakat Kota Bandung

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Anggota DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan hadir pada acara Panel Diskusi “Kunaon Bandung”, dengan tema “Skema Peningkatan PAD dan Pengukuran Kesejahteraan Masyarakat di Kota Bandung”, di Auditorium Poltekesos, Bandung, Jumat, 6 September 2024. Acara ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Barat dan Cabang Kota Bandung. Acara diskusi dihadiri , narasumber di […]

  • Tahun Baru Imlek  2573 di Kota Bandung Berlangsung Khidmat

    Tahun Baru Imlek 2573 di Kota Bandung Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili di Kota Bandung berlangsung khidmat namun tetap meriah. Sejumlah warga mendatangi rumah ibadah untuk menjalankan ibadah. Pantauan Humas Bandung, Senin 31 Januari 2022 hingga jelang tengah malam, beberapa vihara di Kota Bandung menjalankan ibadah dengan khusyuk. Salah satunya di Vihara Dharma Ramsi. Puluhan orang nampak sibuk mempersiapkan […]

expand_less