Pemkot Sukabumi Gelar Pangan Murah, Wakil Wali Kota: Inflasi Terkendali dan Ketahanan Pangan Aman
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- visibility 71
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto: Dokpimkotasukabumi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (pemkot) Sukabumi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Cibeureum, Rabu (24/6/2026), sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, dan memperkuat daya beli masyarakat.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam kunjungannya, Bobby memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar, sekaligus menyerap aspirasi warga terkait kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi masyarakat.
Menurut Bobby, GPM merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga di tengah dinamika ekonomi yang berpotensi memengaruhi harga sejumlah komoditas.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengendalikan inflasi sekaligus menjaga kestabilan harga kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Bobby kepada wartawan di lokasi kegiatan, Rabu (24/6/2026).
Bobby mengungkapkan, upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Pemkot Sukabumi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Atas capaian tersebut, Kota Sukabumi memperoleh insentif fiskal sekitar Rp2 miliar.
“Alhamdulillah, Kota Sukabumi mendapatkan insentif fiskal kurang lebih Rp2 miliar sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengendalian inflasi daerah. Sebagian anggaran akan digunakan untuk pengelolaan sampah, sementara sisanya dialokasikan untuk memperkuat program pengendalian inflasi,”katanya.
Lebih lanjut, Bobby menilai, kondisi ketahanan pangan di Kota Sukabumi hingga pertengahan 2026 masih berada dalam kondisi aman. Meskipun tidak memiliki basis produksi pangan yang besar seperti daerah agraris, kebutuhan masyarakat dinilai tetap dapat terpenuhi melalui pasokan dari sejumlah daerah penyangga.
“Ketersediaan bahan pangan pokok selama 2025 hingga memasuki 2026 relatif terjaga. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar rantai distribusi tetap lancar dan tidak memicu gejolak harga di tingkat konsumen,”ujarnya.
Ia menambahkan, pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan harga bahan pangan. Sejumlah komoditas lain, termasuk produk konsumsi seperti rokok dan kebutuhan nonpangan tertentu, juga turut memengaruhi tingkat inflasi daerah.
“Makanya, pengendalian inflasi harus dilakukan secara komprehensif. Tidak cukup hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga memantau berbagai komoditas yang berkontribusi terhadap indeks harga konsumen,”jelas Bobby.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak pagi, warga memadati lokasi kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Pemkot Sukabumi menilai, GPM tidak hanya menjadi instrumen pengendalian inflasi, tetapi juga bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.
“Dengan kondisi ketahanan pangan yang dinilai aman dan dukungan berbagai program pengendalian inflasi, Pemkot Sukabumi optimistis stabilitas harga kebutuhan masyarakat dapat terjaga hingga akhir tahun 2026,”pungkasnya.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar