Breaking News
Trending Tags

Perihal Rumah Deret Tamansari, DPRD Kota Panggil Dinas Terkait Pemkot Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Komisi D DPRD Kota Bandung memanggil sejumlah Dinas Terkait Pemkot Bandung Perihal Penertiban Kawasan Rumah Deret Tamansari, Bertempat di jalan Sukabumi 30 Kota Bandung , Rabu (16/12/19).

Hadir Ketua Komisi C, Yudi Cahyadi, Wakil Ketua Hasan Fauzi, Asep Mahyudin, H.  Agus Gunawan, Folmer Siswanto Silalahi, Ferry dkk lainnya, dan dari DPKP3 hadir Kadis H. Dadang Darmawan, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Bandung, Bambang Suhari, Kasat Pol PP, Rasdian Setiadi dan masing-masing dinas bersama perwakilan anggota lainnya.

Maksud dan tujuan untuk meminta sejumlah keterangan perihal Penertiban Kawasan Rumah Deret Tamansari yang menjadi sorotan di media sosial pekan ini ditanggal 12/12/19 secara nasional dan internasional yang berkaitan masalah Hak Asasi Manusia.

Disamping itu mencari penyelesaian masalah secara bersama sebagai solusi yang bijak dan tepat dimana para dewan sebagai penyampai aspirasi rakyat terkait hal tersebut.

“Pemenang tender adalah PT. KSO yang terdiri dari empat perusahaan yaitu PT. Sartonia Agung, PT. Sangkuriang, PT. Agro Bio Organik dan PT. Yuda Pahasta Mandiri Perkasa.

Dimana PT Sartonia Agung sebagai salah satu yang ditunjuk PT. SA sebagai bagian pemenang tender proyek pembangunan rumah deret Tamansari Kota Bandung masuk dalam daftar hitam aktif 21 juni 2018 sampai dengan 31 Juli 2020 yang ditetapkan oleh Lembaga Kebijakan dan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Perusahaan tersebut gagal menyelesaikan proyek pembangunan PA/KPA Pusat Pendidikan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Maka pada waktu peperangan PT. SA masih bersih karena dilakukan sebelum terjadi pelelangan yang satu tahun sebelumnya di bulan Agustus 2017. PT.  SA dianggap masih boleh mengerjakan yang lain merujuk pada peraturan LKPP no 17 tahun 2018 pasal 2 ayat 6 bahwa penyedia barang yang terkena sanksi daftar hitam dapat menyelesaikan pekerjaan lain artinya bukan pekerjaan terkait pembangunan rumah deret,” penjelasan panjang Kadis DPKP3, H. Dadang Darmawan.

“Terkait PT. SA pemerintah dianggap perlu mengevaluasi karena dianggap tidak sesuai dengan pasal 17 LKPP pasal 6 ayat 2 tersebut sebab mengerjakan bukan pada tahap penyelesaian,  dimulai saja belum” sela tegas Folmer Siswanto Silalahi.

“Pemerintah harus mempunyai prinsip kehati-hatian dan menjadi dasar untuk pembangunan rumah deret sesuai harapan kita bersama” tambah Folmer.

“Evaluasi ini sangat penting atas pertimbangan PT. SA bukan tahap menyelesaikan tapi lebih pada memulai pengerjaan alias belum menyentuh proses tahap pembangunannya kalau merujuk peraturan LKPP tersebut apalagi kita sama sekali tidak pernah melihat kontraknya seperti apa?” masukan tegas Folmer.

“Selain bentuk kontraknya kami mempertanyakan sejauh mana warga terdampak dilibatkan dalam peruntukan rumah deret tersebut?” tanya Ferry, anggota komisi C lain.

“Salinan kontraknya akan kami berikan, dan peruntukan rumah deret pun digunakan untuk 197 warga terdampak, juga kami berikan kompensasi atas biaya kontrakan juga hal lainnya, seperti alokasi untuk 5 tahun pertama gratis menyewa baru tahun keenam hingga sepuluh tahun mendapatkan diskon lima puluh persen dan baru tahun kesebelanya full bayar sewa” ungkap H. Dadang Darmawan.

“Yang asli pindah ada 73 jiwa dimana kami melayani mereka dengan mobil yang tersedia pick up, mini bus, truk dan lain-lain untuk mengantar sampai pada daerah tujuan pindah dan bantuan berupa uang yang tidak melanjutkan ke PTUN untuk biaya mengontak rumah” tambah penjelasan Kadis DPKP3.

Terkait masalah status tanah pemkot Bandung yang diperuntukkan rumah deret dijelaskan Kepala BPKH, H. Dadang.

“Kami akan menyampaikan data yang dimiliki pemerintah kota Bandung terkait dengan lahan di RW 11 Tamansari bahwa kami mempunyai segel pembelian sejak tahun 1930 dari pemiliknya Nyi Unti seluas 592 tumbak melalui surat jual beli tanggal 16 April 1930 yang tercatat dalam kartu inventaris barang di Dinas Perumahan,  permukiman dan pertamanan kota bandung dengan nomor register 0603 dengan luas 8.334m²” ungkap H. Dadang.

“Pada dasarnya dari pihak warga tidak ada yang mempersengketakan tanah tersebut, atas historis tanah dari tahun 2006 kebelakang dilakukan sewa, kemudian ditahun 2006 keatas tidak lagi, kami dari BPKH sudah menempuh mengamankan aset untuk dilakukan sertifikasi tanah lewat kantor pertanahan kota bandung dengan berkas permohonan 55862/2017, mengapa sertifikat baru dilaksanakan tahun 2017 karena pada tahun 2017 hingga 2019 kami sedang giat-giatnya dalam penataan aset pemda” paparan H.  Dadang, Kepala BPKH.

“Dalam melengkapi persyaratan sertifikat kami juga telah menyerahkan segel asli pada pihak BPN” pungkas H.  Dadang.

“Dalam pendalaman kami terkait kawasan RW 11 mengapa tidak diperpanjang sewa,  sedangkan RW 1 hingga sebelas RW yang lainnya diperpanjang sewa, atau  mungkin termasuk kawasan RTH karena itu perlu kita meminta Perda Distaru terkait status ruang ya!” masukan Folmer Siswanto sebagai catatan bagi komisi C untuk perlu pendalaman.

Berdasarkan aspek hukum atau yuridis disampaikan paparan oleh Kepala Bagian Hukum Pemkot Bandung yaitu Bambang Suhari, sebagai berikut.

“Berdasarkan historis,  tertanggal 2 Agustus 2017 telah dilaksanakan rempug warga di kantor kecamatan Bandung Wetan mengenai mekanisme dan proses kompensasi relaksasi oleh dinas perumahan dan permukiman terkait kawasan Tamansari yang dijadikan lokasi rumah deret bersama perwakilan warga RW 11, ada kronologis pada tanggal 5 Agustus bertempat di masjid al islam RW 11 kelurahan Tamansari telah dilaksanakan rempug penjaringan aspirasi warga RW 11 Tamansari yang disabilitas dinas perumahan dan permukiman bersama pihak kecamatan dan warga RW 11” ungkap Bambang Suhari.

“Dari hasil rempug warga tersebut pada tanggal 26 September 2017 menerbitkan surat keputusan nomor 538.2/135A/DPKP3/2017 tentang kompensasi bangunan, mekanisme relaksasi dan pelaksanaan rumah deret Tamansari tahun anggaran 2017” imbuh Bambang.

“Ternyata hal ini menjadi objek gugatan tun warga yang menolak pembangunan rumah deret Tamansari oleh 4 kepala keluarga yang menolak, yang diwakili Sambas Sadikin dan Warno yang disampaikan pada pengadilan tata usaha tingkat pertama negeri Bandung dengan nomor register 152/G/20/17/PTUN-7 Desember 2017 dan kalah, karena tidak puas maka melakukan banding dan kalah, berlanjut hingga tingkat hukum kasasi dan kalah juga,  akhirnya pun hukum pun memenangkan DPKP3 hingga memiliki kekuatan hukum tetap.” papar kepala Bagian Hukum Pemkot Bandung.

“Sambas Sadikin dkk masih melanjutkan upaya hukum melalui pelayanan terpadu satu pintu dinas lingkungan hidup dimana putusan Halim pun memenangkan bpmtsp dan tidak melanjutkan upaya banding” ungkap Bambang Suhari.

“Atas putusan hakim yang memenangkan pemkot Bandung maka perlu melakukan upaya pengamanan aset sesuai Perda 12/2018 dari penjabaran pp  27/2014 dan pemendagri  nomor 19/2016 tentang pengelolaan milik daerah adalah wajib diamankan” tegasnya.

“Pengamanan milik daerah tersebut meliputi pengamanan penguasaan fisik, pematokan, pemagaran, penjagaan dan lain sebagainya. Dan atas putusan audit BPK bahwa Aset Tamansari merupakan aset yang sudah masuk dalam neraca milik pemerintah daerah berdasarkan keputusan hukum tetap wajib diamankan” pungkasnya.

“Pada intinya pemerintah kota Bandung tidak akan mengambil hak warga negara dan menzhalimi warganya selain menata aset milik pemerintah daerah sedari turunannya” tuntas pungkas Bambang.

“Ini semua yang harus dikroscek dan diklarifikasi bersama terkait kejelasan objeknya, jelas batasannya. Dimana Kepala BPKH, pak Dadang menyebut aset Tamansari seluas ada 592 tumbak 8.288m² sedangkan DPKP3 menyebut seluas 6.616 jadi ada selisih 1.400m²,  nah 1.400m² ini ada dimana? Jangan sampai aset daerah harus diamankan tapi kenyataan dilapangan tidak sesuai” ungkap Folmer.

“1,400m² ini cukup besar jika dibuat setingkat rumah susun” jelas Folmer.

“Sebagai masukan juga semua aset yang ada di kota bandung seharusnya diinfentalisir berlaku juga pada aset berupa tanah yang lainnya yang tidak dipakai karena anggaran untuk itu ada” tambah Hasan Fauzi wakil ketua komisi C.

Dilanjutkan keterangan proktap pengamanan dan pelaksanaan Penertiban wilayah RW 11 area kawasan rumah deret Tamansari oleh kasat pol pp kota bandung, Rasdian Setiadi.

“Tanggal 10 Desember 2019 yakni dua hari sebelumnya kami memberikan surat edaran pada warga untuk mengamankan barang-barangnya dengan mengosongkan lahan milik pemkot Bandung” paparan Rasdian Setiadi.

“Kami dibantu oleh aparat Gabungan TNI-Polri dalam pengamanan dan penertiban tersebut” jelas Rasdian.

Tahap demi tahap dan waktu demi waktu, jam demi jam Kasat PolPP, Rasdian Setiadi menjelaskan dan memaparkan seluruh kejadian di lokasi dengan cukup detail dan jelas sesuai tufoksinya hingga pengamanan kedatangan Kapolda Jabar untuk memantau keamanan dan kondusifitas paska pengamanan dan penertiban aset milik pemkot Bandung di RW 11 Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan tersebut.

Folmer Siswanto mengkritisi kejadian yang beredar diberbagai media masa yang seharusnya tidak terjadi benturan yang memakan korban jika dilakukan dengan cara pendekatan secara humanis untuk lebih menghindari jatuhnya korban bahkan harusnya bisa meredam kejadian ini tidak keluar dari jalur pelanggaran hak asasi manusia karena kami sebagai anggota dewan tidak ada sedikitpun menyetujui dan menandatangani anggaran APBD untuk tindakan melakukan pelanggaran HAM ungkapan Folmer.

“Dan saya atas nama Fraksi PDI Perjuangan menganggap penting menyelesaikan hak warga terdampak terpenuhi dengan menyelesaikan segala administrasi begitu juga pada korban dan saya akan menarik diri terkait pansus yang menangani ini sampai ada laporan hak warga terdampak dan korban terpenuhi” pungkas Folmer Siswanto menunjukan rasa ibanya.(iwnaruna/mbi))

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Hari HAN Nasional, Lapas Khusus Anak Bandung Berikan Remisi 57 Andikpas

    Di Hari HAN Nasional, Lapas Khusus Anak Bandung Berikan Remisi 57 Andikpas

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Memperingati Hari Anak Nasional, Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) serentak memberikan remisi terhadap 857 anak didik Lapas (Andikpas). Sedangkan LPKA Bandung memberikan remisi kepada 57 Andikpas. Mereka terdiri dari kategori tindak pidana dan usia dibawah delapan belas tahun. Pemberian remisi pun beragam, mulai 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. […]

  • PWI Dan Menwa Kota Sukabumi Salurkan Logistik Bantuan Untuk Korban Bencana Bogor Dan Banten

    PWI Dan Menwa Kota Sukabumi Salurkan Logistik Bantuan Untuk Korban Bencana Bogor Dan Banten

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi bersama dengan Korp Resimen Mahawarman (Menwa) Sukabumi mengirimkan logistik bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Bogor dan Banten. Ketua PWI Peduli Kota Sukabumi Drs. Ahmad Rayadie mengatakan, pihaknya bersyukur atas dukungan keterlibatan semua pihak, sehingga bisa memberikan bantuan kepada korban musibah. “Alhamdulillah kita PWI Kota Sukabumi […]

  • 850 Petugas Gabungan Siap Tegakkan Perda Selama Ramadan

    850 Petugas Gabungan Siap Tegakkan Perda Selama Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Praja Wibawa dan Cipta Kondisi. Apel gabungan ini sebagai persiapan menghadapi Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah. “Kita siapkan 850 personel dibantu TNI, Polri, dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait seperti Damkar dan Dishub untuk menjaga Kota […]

  • Mengenang Kang Asep, Dari Narasumber Jadi Penyiar Tetap “Renda Budaya” Radio Sonata 47 AM

    Mengenang Kang Asep, Dari Narasumber Jadi Penyiar Tetap “Renda Budaya” Radio Sonata 47 AM

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Keluarga besar Radio Sonata tengah berduka, melepas kepergian salah satu penyiar terbaiknya, Asep Syaepudin Yunior, Selasa, 5 April 2022. Dikenal dengan pribadi yang humoris, Asep bergabung bersama radio milik Pemerintah Kota Bandung sejak 2005 di kanal amplitude modulation (AM) dalam program “Renda Budaya”. Pada program ini, ia mengedukasi para pendengar se-Bandung Raya […]

  • Pemkot Bandung Berkomitmen Tingkatkan Mutu Tata Kelola dan Pelayanan Program MBG

    Pemkot Bandung Berkomitmen Tingkatkan Mutu Tata Kelola dan Pelayanan Program MBG

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen meningkatkan mutu tata kelola dan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya dengan menggandeng para ahli gizi, mitra, serta Satuan Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG). Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, S.E., M.Pd usai menghadiri Rapat Konsolidasi Regional Jawa Barat dalam rangka […]

  • Forum DKM Rencong Bersatu Lakukan Aksi Tolak Peredaran Miras Dan Narkoba

    Forum DKM Rencong Bersatu Lakukan Aksi Tolak Peredaran Miras Dan Narkoba

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG, MBINews.id – Sejumlah warga Masyarakat Yang tergabung dalam Forum DKM Rencong Bersatu melakukan Aksi Penolakan peredaran Minuman keras dan Narkotika yang banyak beredar di wilayah Baleendah dengan cara pemasangan baliho di beberapa titik wilayah Baleendah salah satunya jalan persimpangan  pintu masuk ke kawasan wisata Kampung Batu Malakasari. Koordinator Aksi dari Forum DKM Rencong […]

expand_less