PTM Kembali Digelar di Kota Sukabumi, Sekolah Wajib Waspadai Abu Vulkanik
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, SMP, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mulai Selasa (8/9/2026).
Kebijakan tersebut diambil setelah pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menunjukkan Kota Sukabumi berada di luar wilayah terdampak. Meski PTM kembali berlangsung, Disdikbud meminta seluruh satuan pendidikan tetap meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah perlindungan bagi siswa maupun tenaga pendidikan.
Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Novian Restiadi, mengatakan keputusan tersebut mempertimbangkan hasil pemantauan lembaga berwenang, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terkait arah pergerakan sebaran abu vulkanik.
“Hasil pemantauan menunjukkan Kota Sukabumi berada di luar wilayah sebaran abu vulkanik. Karena itu, PTM kembali dilaksanakan mulai Selasa,” ujar Novian dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).
Menurut Novian, material abu vulkanik berdasarkan arah pergerakannya mengarah ke barat daya dan barat laut, dengan sejumlah wilayah di Banten, Lampung, hingga Samudra Hindia masuk dalam area yang perlu diwaspadai.
Kembalinya PTM tidak berarti kewaspadaan terhadap potensi dampak aktivitas vulkanik dihentikan. Disdikbud meminta siswa, guru, dan tenaga kependidikan tetap menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.
Satuan pendidikan juga diminta terus memantau perkembangan kondisi dan mengikuti informasi maupun arahan dari lembaga yang berwenang.
“Sekolah tetap harus meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menggunakan masker dan menghindari aktivitas di luar ruangan selama satu pekan,” kata Novian.
Selain penggunaan masker, Disdikbud mengimbau sekolah meniadakan sementara kegiatan pembelajaran maupun aktivitas lain yang dilakukan di luar ruangan selama satu pekan.
Kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kondisi lingkungan akibat aktivitas vulkanik.
Novian meminta, pihak sekolah memastikan informasi mengenai perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau diterima oleh seluruh warga satuan pendidikan. Sekolah juga diminta menyesuaikan langkah penanganan apabila terdapat perubahan kondisi berdasarkan informasi resmi pemerintah.
Ia berharap aktivitas vulkanik segera stabil sehingga kegiatan pendidikan dan aktivitas masyarakat di Kota Sukabumi dapat kembali berlangsung secara normal.
“Kami berharap kondisi segera stabil sehingga kegiatan masyarakat dan pendidikan dapat berjalan normal. Masyarakat juga kami imbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang,” pungkas Novian.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar