Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Disdikbud Kota Sukabumi Larang Sekolah Wajibkan Pembelian LKS, Siswa Tak Boleh Didiskriminasi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi menegaskan, seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilarang mewajibkan peserta didik membeli Lembar Kerja Siswa (LKS).

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan orang tua mengenai praktik jual beli LKS di lingkungan sekolah. Disdikbud memastikan LKS tidak boleh menjadi kewajiban maupun persyaratan dalam mengikuti proses pembelajaran.

Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Novian Restiadi, meminta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan menghentikan segala bentuk praktik yang mengarah pada kewajiban pembelian LKS.

“LKS tidak boleh menjadi beban bagi orang tua. Sekolah juga tidak boleh mewajibkan atau mengarahkan pembelian LKS dari pihak tertentu,”ujar Novian.

Menurutnya, proses pembelajaran harus mengacu pada buku dan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum. LKS hanya dapat digunakan sebagai bahan pendukung untuk memperkaya proses belajar siswa.

“LKS bukan syarat pembelajaran dan tidak wajib dimiliki siswa. Jangan sampai penggunaannya justru menambah beban orang tua,” tegasnya.

Novian menjelaskan, LKS dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung, termasuk untuk membantu siswa melakukan pembelajaran secara mandiri di rumah. Namun, LKS tidak boleh menjadi satu-satunya dasar dalam proses pembelajaran maupun penilaian hasil belajar.

Dengan demikian, siswa yang tidak memiliki atau tidak membeli LKS tetap harus memperoleh hak dan pelayanan pendidikan yang sama.

Disdikbud juga mengingatkan sekolah agar tidak melakukan diskriminasi terhadap peserta didik karena persoalan kepemilikan LKS.

“Guru tidak boleh membedakan perlakuan, mengurangi hak belajar, atau mengeluarkan siswa dari kelas hanya karena tidak memiliki LKS,” katanya.

Novian menegaskan, setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk mengikuti proses pembelajaran. Kepemilikan LKS tidak dapat dijadikan alasan untuk membatasi akses siswa terhadap pendidikan.

“Tidak boleh ada diskriminasi. Apalagi siswa sampai dikeluarkan dari ruang belajar hanya karena tidak memiliki LKS,” tegas Novian.

Disdikbud Kota Sukabumi meminta seluruh satuan pendidikan mematuhi ketentuan tersebut dan mengutamakan prinsip pemerataan akses pendidikan. Sekolah juga diharapkan memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan tanpa menambah beban biaya yang tidak semestinya bagi peserta didik dan orang tua.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tegakan Hukum Meski Langit Akan Runtuh,   Berikut CatatanNyepi Firli Bahuri

    Tegakan Hukum Meski Langit Akan Runtuh, Berikut CatatanNyepi Firli Bahuri

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Sahabat, saya ingin menambahkan sedikit catatan agar pada setiap hari raya besar yang diperingati oleh agama agama besar di negara kita kita selalu bisa mengambil makna yang baik. Saya sebagai warga negara merasa bahwa Nyepi itu artinya kembali pada diri sendiri dan sebenarnya itu adalah ajaran semua agama. Agama selalu menganjurkan kepada […]

  • RAPBN 2020: Pemerintah Sediakan 818 Ribu KIP Kuliah dan Inisiasi Kartu Pra Kerja

    RAPBN 2020: Pemerintah Sediakan 818 Ribu KIP Kuliah dan Inisiasi Kartu Pra Kerja

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    MBInews.id, Jakarta – Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto bersama pimpinan DPR dan DPD RI 2014-2019 usai menyampaikan RAPBN 2020 Beserta Nota Keuangannya, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019) siang. Sesuai dengan amanat konstitusi, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari belanja negara, atau sebesar Rp505,8 triliun, meningkat 29,6% dibandingkan realisasi anggaran […]

  • Tingkatkan Inklusi Keuangan, bank bjb Dukung Program KEJAR

    Tingkatkan Inklusi Keuangan, bank bjb Dukung Program KEJAR

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    BANDUNG,  MBInews.id – Saat ini, tingkat literasi dan inklusi keuangan kelompok pelajar berusia 15-17 tahun di Indonesia masih tergolong rendah. Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019. Fakta tersebut menunjukan bahwa belum banyak pelajar di Indonesia yang telah memanfaatkan produk atau layanan […]

  • Walikota Bandung Lantik 13 Kepala Dinas Baru

    Walikota Bandung Lantik 13 Kepala Dinas Baru

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan resmi melantik dan mengambil sumpah 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Prosesi pelantikan berlangsung di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 16 Juni 2025. Farhan menuturkan, pelantikan ini merupakan langkah strategis dalam melanjutkan reformasi birokrasi, menyusul telah ditetapkannya Sekretaris Daerah […]

  • Hasanuddin: Ada Kelompok Yang Ingin Jabar Chaos Dengan Menumpangi May Day

    Hasanuddin: Ada Kelompok Yang Ingin Jabar Chaos Dengan Menumpangi May Day

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Bandung, BEDAnews,- Mantan pimpinan Komisi I DPR RI  Mayor Jenderal ( purn ) TB Hasanuddin menyesalkan sekelompok orang yang mencoba menunggangi aksi buruh di Kota Bandung, Rabu (1/5). Hasanuddin berharap agar pihak berwenang memberikan tindakan tegas dan keras karena aksi ini sangat berbahaya bagi kesatuan dan persatuan bangsa. “Ditangkapnya ratusan orang yang mencoba menyusup pada […]

  • Farhan Dorong Bandung Jadi Kota yang Aman dan Setara bagi Penyandang Disabilitas

    Farhan Dorong Bandung Jadi Kota yang Aman dan Setara bagi Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk membangun kota yang lebih inklusif, aman, dan ramah bagi penyandang disabilitas. Upaya tersebut diperkuat melalui penguatan peran Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan penyandang disabilitas dan individu berkebutuhan khusus. Komitmen itu mengemuka dalam pelantikan Pengurus RBM Kota Bandung periode 2026–2030 yang berlangsung […]

expand_less