Breaking News
Trending Tags

Rencana “New Normal” Bukan Perkara Mudah, Anggota DPRD Prov Jabar, Daddy : Komitmen =Komat Kamit Temen?

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Rencana akan diterapankan normal baru (new normal) atau pola hidup baru yang beradaptasi dengan pandemi Covid-19 di kabupate/kota di Jawa barat menuai pendapat pro dan kontra di kalangan masyarakat

Salah satu yang tegas menentang diterapkannya new normal tersebut adalah anggota DPRD Jawa Barat Komisi IV dari Fraksi Partai Gerindra Daddy Rohanady. Hal itu diungkapkannya saat dikonfirmasi via telefon selulernya Jumat, (29/5/2020). Menurutnya, Jabar belum siap mnerapkan new normal tersebut.

Menurut dia, penerapan new normal tersebut cocoknya di daerah cluster merah atau kota zona hijau yang sudah mampu mengendalikan penyebaran covid-19, bukan yang kasusnya belum terkendali.

Ada yang harus kita waspadai ketika penerapan protokol kesehatan. Bukan tidak mungkin masih bakal terjadi pelanggaran di sana-sini. Dampaknya bisa jadi akan melahirkan “the sevond wave of Covid-19”.

“Kota- kota yang ada di Jawa barat ini kasusnya terus membaik , kalau diberlakukan gaya normal baru, khawatirnya akan meledak lagi yang terpaparnya,” beber dewan asal dapil Cirebon-Indramayu tersebut.

Dia pun mengkritik pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah memasuki tahap 3, di mana tidak berlaku optimal untuk menurunkan kasus positif terinveksi Covid-19 ini.

“Tahu-tahu kita disuguhkan cara new normal lagi, PSBB saja kita tidak begitu beres,” ucap Daddy.

Himbauwan pemerintah ke masyarakat yakni social distancing belum sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat. Misal kalau mencuci tangan bila sudah keluar dan akan keluar rumah bukan hal aneh. Sejak kecil kita sudah ditanamkan kebiasaan itu. Bedanya, dalam era the new normal kebiasaan itu frekwensinya menjadi lebih banyak.

Ada lagi soal jaga jarak.

“Meskipun pada awalnya masyarakat menolak menjaga jarak, sekarang tidak lagi. Masalahnya orang Indonesia pada umumnya inklusif, sedangkan jaga jarak berkonotasi eksklusif,”

Selain itu, kita juga diharapkan selalu bermasker. Padahal, itu masih terasa janggal karena selain wajah tak tampak secara utuh, suara pun menjadi kurang jelas ketika bicara.

Masalahnya ada lagi, yakni soal kerumunan. Lha kalau di terminal, stasiun, bandara, atau pelabuhan? Pengendalian situasi itu menjadi tugas tambahan buat para petugas di masing-masing lokasi.

Memang Covid-19 penularannya sangat cepat, sehingga mau tidak mau dan suka tidak suka, kita harus antisipasi. Maka, tidak aneh jika ada yang menjulukinya virus kerumunan.

Namun, tak elok juga rasanya kalau ada prjabat negara yang mengibaratkan virus yang barasal dari Wuhan-Cina itu sebagai istri. Paradigma berpikir seperti itu harus diperbaiki. Istri jika digauli, sehat kita dan sekaligus ibadah. Lha virus dijadikan istri.

“Wajar Gubernur Jawa barat mengeluarkan surat edaran ke kota dan kabupaten wilayah dengan masa diperpanjang PSBBnya karena Jawa Barat 27 kota dan kabupaten tidak semua merah,” pungkasnya.(alfaz)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca terjadinya Pandemi Covid-19, Pemkot Sukabumi Prioritaskan Wisata Lokal

    Pasca terjadinya Pandemi Covid-19, Pemkot Sukabumi Prioritaskan Wisata Lokal

    • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Pemerintah Kota Sukabumi akan memprioritaskan wisata lokal, pasca terjadinya pandemi covid – 19. Hal itu diungkapkan oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, saat membuka pelatihan tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi pariwisata yang diadakan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), disalah satu Hotel kawasan jalan Suryakencana. Rabu, (2/6/2021).”Kota Sukabumi memliki banyak potensibesar dalam wisata lokal. […]

  • Wali Kota Bandung Oded M Danial Positif Corona

    Wali Kota Bandung Oded M Danial Positif Corona

    • calendar_month Jumat, 8 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengonfirmasi telah terpapar Covid-19, Jumat (8/1/2021) Oded mengetahui hal itu setelah menjalani pemeriksaan pada Rabu 6 Januari 2021 lalu. Saat ini Oded telah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. Ia pun tetap sehat karena tidak bergejala. Untuk itu, ia memohon doa dari warga Kota […]

  • Selama Dua Bulan ini, Ada 12 Aduan Masyarakat Yang Masuk Ke Pemkot Sukabumi

    Selama Dua Bulan ini, Ada 12 Aduan Masyarakat Yang Masuk Ke Pemkot Sukabumi

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Sedikitnya 12 aduan dari masyarakat masuk ke Pemerintah kota (Pemkot) Sukabumi sepanjang Januari-Februari 2024. Aduan yang masuk melalui aplikasi E-Lapor tersebut, masih seputar fasilitas umum. Diantaranya, perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU), dan air minum. “Berdasarkan data yang ada, aduan yang masuk dari masyarakat masih seputar fasilitas umum. Seperti, perbaikan PJU, air minum, dan […]

  • Ciayunajakuning Bisakah Berkembang?

    Ciayunajakuning Bisakah Berkembang?

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    MBInews.id – Ciayumajakuning adalah akronim yang biasa digunakan untuk merujuk ke lima wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Kelima wilayah tersebut adalah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan. Pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini bisa menjadi tantangan bagi siapa saja. Solusinya bisa dilakukan oleh banyak pihak: Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi […]

  • Wargi Bandung Pastinya Sudah Tahu Ustadz Solmed. Bagaimana Kalau Disandingkan dengan Kang DS?

    Wargi Bandung Pastinya Sudah Tahu Ustadz Solmed. Bagaimana Kalau Disandingkan dengan Kang DS?

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Wargi Kabupaten Bandung tentunya sudah tahu siapa Ustadz Solmed, yang memiliki nama lengkap Sholeh Mahmoed Nasution. Ustadz Solmed dikenal masyarakat sebagai seorang penceramah atau pendakwah, sekaligus aktor Islam Indonesia. Pada suatu kesempatan, Ustadz Solmed tidak sengaja bertemu atau silaturahmi dengan Bupati Bandung Dadang Supriatna pada acara Safari Dakwah Ustadz Solmed bersama […]

  • Percaya Diri, DPD Nasdem Kota Sukabumi Siap Raih Suara Pemilu 2024

    Percaya Diri, DPD Nasdem Kota Sukabumi Siap Raih Suara Pemilu 2024

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Kota Sukabumi periode 2020-2024 percaya diri bisa kembali mendongkrak pemilu 2024 mendatang. Ketua DPD Nasdem Kota Sukabumi, Mulyono yang didampingi oleh pensiunan ASN pejabat eselon II mantan Kadisdik Kota Sukabumi Dudi Fathul Jawad yang menjadi sekertarisnya merasa percaya diri bisa mendongkrak elektabilitas. Menurut Mulyono kehadiran Sekertaris baru […]

expand_less