Breaking News
Trending Tags

Respon Keluhan Masyarakat, Parlaungan Simangunsong Setuju Belajar Tatap Muka, Ini Syaratnya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 18 Jun 2021
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEDAN, Masyarakat Sumatera Utara (Sumut) yang terus berharap pemerintah segera melaksanakan proses belajar di sekolah maupun universitas secara tatap muka direspon baik oleh anggota DPRD provinsi Sumatera Utara (Sumut), Parlaungan Simangunsong.

Sebab, anggota dewan daerah pemilihan (dapil) Sumut I ini khawatir jika daring terus berlangsung, anak didik akan kehilangan berbagai kesempatan yang berkaitan dengan proses pembentukan jati dirinya.

Hal itu diungkapkan Parlaungan Simangunsong ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol No 5 Medan. Kamis (17/06/2021).

“Sekolah itu bukan sekadar tempat menimba ilmu pengetahuan, namun juga tempat anak didik bersosialisasi, beradaptasi, menempah mental dan kedisplinan, juga mengasah rasa
empati. Hal-hal itu yang tidak didapat dari belajar secara daring selama ini. Jika Pemerintah Provinsi Sumatra Utara memperpanjang belajar daring, anak didik kita akan kehilangan kesempatan itu,” kata
Parlaungan.

Meski demikian, politisi Demokrat ini juga menyadari rasa khawatiran sebagian masyarakat yang masih takut bila proses belajar digelar secara tatap muka.

“Masyarakat (orangtua murid) pasti merasa gelisah, untuk menghindari anak didik terpapar covid-19, tidak ada cara lain, selain memperketat protokol kesehatan, ujarnya.

Ia (Parlaungan) pun menyebutkan bahwa ada sejumlah syarat bila belajar tatap muka akan digelar. Antara lain, jumlah anak didik dibatasi dalam satu kelas setidaknya 50 persen. Guru dan anak didik wajib mengenakan masker. Kemudian guru wajib divaksin.

Selain itu, menurutnya, yang lebih penting setiap per 14 hari guru dan anak didik wajib dites antigen untuk memastikan tidak ada yang terpapar.

“Soal dananya mungkin bisa diambil dari dana BOS. Hal ini juga sudah pernah saya sampaikan ke Dinas Pendidikan Sumut,” terangnya.

Reporter : Sadar Laia

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Sukabumi Kembali Lakukan Lelang Jabatan Untuk JPT

    Pemkot Sukabumi Kembali Lakukan Lelang Jabatan Untuk JPT

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Pemkot Sukabumi kembali membuka lelang jabatan untuk tiga posisi Jabatan Pimpinan Tertinggi (JPT) Pratama. Ke tiga jabatan tersebut yakni, Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kepala Satuan Polisisi Pamong Praja (Pol PP), dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (kesbang Pol).”Tiga dinas yang sekarana kita lakukan open biding kembali, yakni Dinsos, Kesbang Pol dan Pol PP,”aku […]

  • Operasi Pasar, Pemkot Bandung Hadirkan Sembako Murah

    Operasi Pasar, Pemkot Bandung Hadirkan Sembako Murah

    • calendar_month Selasa, 18 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menghadirkan sembako murah untuk masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar. Hal itu disampaikan Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana di tengah kegiatannya mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo. Menurut Yana, saat ini Pemkot Bandung masih menunggu pasokan operasi pasar dari Kementerian Perdagangan. “Tadi […]

  • Takziah Ke Ridwan Kamil, Yana Tak Kuasa Tahan Air Mata

    Takziah Ke Ridwan Kamil, Yana Tak Kuasa Tahan Air Mata

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tak kuasa menahan air mata saat takziah ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Sabtu 4 Juni 2022. “Saya dan istri mendoakan semoga almarhum Eril (Emmeril Kahn Mumtadz) diampuni dosanya, diterima amal Islamnya,” kata Yana saat ditanya para wartawan. Tak hanya Yana, sang istri, Yunimar […]

  • Sinergi Pusat–Daerah, Ayep Zaki Perjuangkan Industri Berorientasi Ekspor

    Sinergi Pusat–Daerah, Ayep Zaki Perjuangkan Industri Berorientasi Ekspor

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan pentingnya memastikan arah pembangunan Kota Sukabumi terkoneksi dan selaras dengan kebijakan strategis pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait. Langkah ini dinilai krusial sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing Kota Sukabumi di tingkat regional maupun nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan pertemuan langsung […]

  • Nina Fitriani Menjadi Narasumber Dalam Symposia Indonesian Youth Diplomacy (IYD)

    Nina Fitriani Menjadi Narasumber Dalam Symposia Indonesian Youth Diplomacy (IYD)

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews – Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung Nina Fitriani, S.I.P., M.I.P., menekankan bahwa pemuda harus mampu menempatkan diri sebagai agen perubahan dalam pembangunan bangsa. Hal itu ia ungkapkan saat menjadi narasumber dalam Symposia Indonesian Youth Diplomacy (IYD) Local Chapter West Java, sebuah forum diplomasi pemuda yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, di Gedung […]

  • Penumpang Jurusan Jakarta-Sukabumi Di Terminal KH. Ahmad Sanusi Menurun Tajam

    Penumpang Jurusan Jakarta-Sukabumi Di Terminal KH. Ahmad Sanusi Menurun Tajam

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Jumlah penumpang khusus jurusan Jakarta – Sukabumi di terminal KH. Ahmad Sanusi Kota Sukabumi alami penurunan hingga 50 persen. Hal itu disebabkan wilayah Jakarta kembali diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kondisi tersebut juga membuat para Awak Bus khusus jalur Jakarta-Sukabumi terpaksa hanya mampu satu kali jalan (rit).“Iya sejak wilayah Jakarta diterapkan PSBB lagi, […]

expand_less