Sinergi Pusat–Daerah, Ayep Zaki Perjuangkan Industri Berorientasi Ekspor
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinews.id – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan pentingnya memastikan arah pembangunan Kota Sukabumi terkoneksi dan selaras dengan kebijakan strategis pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait. Langkah ini dinilai krusial sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing Kota Sukabumi di tingkat regional maupun nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan pertemuan langsung dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada Selasa (13/01). Pertemuan ini menjadi momentum awal dalam membuka ruang sinergi yang lebih konkret antara Pemerintah Kota Sukabumi dan pemerintah pusat, terutama dalam pengembangan sektor industri.
Dalam kunjungan tersebut, Ayep Zaki didampingi jajaran Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian beserta jajaran pejabat eselon II Kementerian Perindustrian. Sejumlah agenda strategis terkait arah pembangunan industri di Kota Sukabumi menjadi fokus pembahasan.
Wali Kota Sukabumi menyampaikan bahwa salah satu poin utama yang dibahas adalah optimalisasi kawasan industri seluas 53 hektar yang telah tersedia di wilayah Kota Sukabumi. Kawasan tersebut diharapkan dapat difungsikan secara maksimal sebagai pusat pertumbuhan industri yang mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan investasi hingga penciptaan lapangan kerja.
“Saya akan memperjuangkan kawasan industri yang 53 hektar supaya betul-betul bisa digunakan untuk kawasan industri,” tegas Ayep Zaki.
Selain itu, Ayep Zaki juga menyampaikan rencana untuk mengundang Wakil Menteri Perindustrian berkunjung langsung ke Kota Sukabumi. Kunjungan tersebut direncanakan dalam rangka peresmian industri pangan, khususnya industri makanan yang berorientasi ekspor, serta peresmian sejumlah pabrik yang telah beroperasi di wilayah Kota Sukabumi.
Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat dalam peresmian industri lokal memiliki makna strategis sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan sektor industri daerah. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor serta mempercepat pertumbuhan industri berbasis potensi lokal.
“Insyaallah kami juga akan mengundang Pak Wakil Menteri untuk datang ke Kota Sukabumi, meresmikan industri makanan yang khusus untuk ekspor, serta pabrik-pabrik yang ada di Sukabumi,” ujarnya.
Ia menegaskan, kunjungan ke Kementerian Perindustrian merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota Sukabumi dalam menumbuhkembangkan perekonomian daerah melalui penguatan konektivitas dengan kementerian di tingkat pusat. Sinkronisasi program pusat dan daerah dinilai sangat penting untuk membuka akses dukungan kebijakan, pendampingan teknis, serta sumber daya lainnya guna mendorong percepatan pembangunan industri.
Dari pihak Kementerian Perindustrian, respons positif disampaikan terhadap potensi yang dimiliki Kota Sukabumi. Salah satu staf khusus Wakil Menteri Perindustrian menilai bahwa wilayah Kota Sukabumi masih memiliki ruang pengembangan yang luas, khususnya pada sektor industri pengolahan.
“Ada banyak potensi yang masih sangat luas untuk diperluas dan dikembangkan,” ujarnya.
Secara teknis, pertemuan ini memiliki arti penting dalam upaya optimalisasi pemanfaatan lahan industri serta penguatan ekosistem industri pangan berbasis ekspor. Aktivasi kawasan industri seluas 53 hektar tersebut diharapkan mampu menarik minat investor, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Kota Sukabumi. (Ardan/Wan/Mbi)
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar