Breaking News
Trending Tags

Turnamen Sepak Bola Wanita Wali Kota Bandung Cup: 8 Kecamatan Lolos ke Babak Selanjutnya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 1 Agt 2022
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Sebanyak 8 tim akan berjuang untuk menjadi yang terbaik di Turnamen Sepak Bola Wanita Kota Bandung di Sport Jabar Arcamanik, Minggu 31 Juli 2022.

Mereka melaju ke babak semifinal setelah melalui babak penyisihan yang digelar sejak Kamis 28 Juli 2022 lalu.

Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Sepak Bola Wanita Kota Bandung, Diah Hidayah menyampaikan, sistem permainan kali ini menggunakan setengah kompetisi dengan dua kali main.

“Dari yang semula 32 tim tersaring menjadi 24 tim yang akan kembali dipilih jadi 8 tim untuk masuk semifinal,” ujar Diah.

Para tim akan terbagi menjadi dua kategori yakni top grade dan middle grade. Masing-masing kategori ini terdapat juara 1-3.

Top grade merupakan kategori tingkatan saat sebuah tim memenangkan dua kali pertandingan. Sedangkan jika ada salah satu pertandingan yang kalah, maka tim tersebut akan masuk ke tingkatan middle grade.

“Permainannya 7 lawan 7 dengan durasi 2×10 menit. Kalau untuk besok, semifinal dan final itu 2×15 menit. Pertandingan ini kemungkinan akan berlangsung sampai 14.30 WIB,” ucapnya.

Turnamen sepak bola wanita ini merupakan pertandingan pertama kali yang diselenggarakan PSSI Kota Bandung. Tujuan dari pertandingan ini sebagai gerbang awal sosialisasi bagi masyarakat mengenai karir wanita dalam dunia sepak bola yang sudah semakin terbuka lebar.

“Turnamen ini tujuannya untuk sosialisasi sepak bola wanita hingga ke lapisan yang paling kecil, dari RT, RW, kelurahan dalam menjaring bakal calon atlet yang memperkuat kecamatan masing-masing. Sehingga kita belum melakukan seleksi mendalam. Tapi, tetap kita punya harapan bisa menemukan bibit-bibit pemain dari masing-masing kecamatan,” ungkapnya.

Diah mengaku jika seluruh kecamatan terlibat 100 persen dalam menurunkan perwakilan tim sepak bola wanita dari lingkungan masing-masing. Bahkan, ada dua kecamatan yang mengirimkan dua tim langsung. Rentang usia para atlet ini mulai dari 13-17 tahun.

Menurutnya, ini menjadi bukti jika sepak bola wanita sudah menjadi industri yang akan semakin maju. Maka dari itu, perlu adanya dukungan dari seluruh stakeholder dalam memfasilitasi para atlet.

“Animonya besar sekali di luar ekspektasi kami. Peserta yang ikut ada 352 atlet karena masing-masing tim itu minimal mengirimkan 10 orang dan maksimal 14 orang atlet,” katanya

Memang tidak semua peserta merupakan atlet murni, ada pula beberapa peserta yang memiliki hobi olahraga atau minat dengan sepak bola dan ingin ikut mencoba merasakan sensasi kompetisi di lapangan.

Semangat ini, bagi Diah, bisa menjaring bibit-bibit atlet baru untuk bermain di Porda dan timnas.

“Kami ingin mengubah paradigma masyarakat jika sepak bola wanita ini sudah lebih berkembang. Tidak ada lagi istilah ini hanya permainan bagi kaum lelaki karena para atlet wanita ini juga bermain tanpa meninggalkan kodratnya sebagai seorang wanita,” tutur Diah.

“Mereka bermain cantik di lapangan, olahraganya juga bagus. Saya optimis Kota Bandung bisa menjadi barometer untuk sepak bola wanita,” imbuhnya.

Terlebih, saat ini Asosiasi PSSI Kota Bandung sudah memiliki komite tetap khusus sepak bola wanita. Sehingga, Diah mengimbau agar para atlet wanita bisa mencari tempat berlatih melalui sekolah sepak bola (SSB) maupun akademi lain yang telah tersebar luas di Kota Bandung.

Ia menambahkan, agar pelatihan dan pembinaan yang dilakukan untuk para atlet wanita ini jangan hanya difokuskan pada technical skill, tapi juga pada soft skill dan karakter.

“Tolong para atlet ini dibina bukan hanya technical skillnya karena mereka para remaja yang perlu dibantu untuk menemukan jati dirinya dan tujuan hidup. Harapannya pembekalan untuk mereka juga bisa difokuskan pada akhlak dan life skillnya,” harapnya.

Sehingga, circle sepak bola ini bisa menjadi wadah para generasi muda, terutama kaum perempuan dalam berkarir. Diah menuturkan, jika peran perempuan masih sangat dibutuhkan pada beberapa posisi dalam dunia sepak bola, terutama sebagai wasit berlisensi.

“Jumlah wasit berlisensi, apalagi perempuan itu masih sangat sedikit. Ini juga menjadi salah satu faktor jika industri sepak bola wanita itu masih bisa kita kembangkan karena karir untuk wanita di dunia sepak bola ini tidak hanya menjadi atlet, tapi juga bisa menjadi wasit,” paparnya.

Mengenai pertandingan semifinal dan final esok hari, ia mengatakan, para atlet yang berhasil masuk tiga besar akan memperoleh uang pembinaan. Tak hanya itu, para pemain lain juga mendapatkan rekening dan saldo tabungan. Meski memang tidak terlalu banyak, tapi diharapkan mampu mengajarkan para atlet untuk menabung dan mengatur keuangannya.

“Kalau bicara siapa yang akan juara, masih belum bisa diprediksi. Mungkin nanti begitu masuk semifinal ya. Kalau sejauh ini di babak pertama yang terlihat semangat dan skornya besar itu dari tim Cicendo, Cibeunying dan beberapa lainnya juga bagus,” tuturnya.

Sejauh ini, beberapa tim yang berhasil lolos ke babak semifinal tingkat top grade dan middle grade antara lain Cinambo, Sukasari, Babakan Ciparay, serta Rancasari.

Di temui di tempat yang sama seusai pertandingan, Pelatih Tim Sepak Bola Wanita Rancasari, H. Tisna Sulegar menuturkan, pada turnamen kali ini ia mempersiapkan timnya dalam waktu tiga pekan. Mulai dari seleksi hingga berlatih bersama.

Baginya, turnamen ini merupakan momen yang sangat bagus untuk mencari bibit-bibit atlet sepak bola wanita di Kota Bandung.

“Sudah waktunya Kota Bandung memajukan atlet-atlet wanitanya. Melalui turnamen ini juga jadi terlihat adanya potensi baru di setiap kecamatan yang bisa kita asah lebih lagi,” tutur Tisna.

Esok, Rancasari akan kembali bertanding di babak semifinal setelah dua kali menang dalam pertandingan dengan Antapani dan Cicendo hari ini.

Pada pertandingan melawan Antapani, Rancasari menang dengan skor 3-0. Lalu bertanding dengan Cicendo dengan hasil skor seri.

“Tapi karena sebelumnya Cicendo hanya memasukkan 2-0 saat lawan Antapani, sehingga kalah secara selisih gol dengan kami. Akhirnya Rancasari yang terpilih maju ke semifinal,” imbuhnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi A Bahas Pemeliharaan dan Aset Pemerintah Kota Bandung

    Komisi A Bahas Pemeliharaan dan Aset Pemerintah Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KET: Komisi A melaksanakan rapat kerja membahas Evaluasi Kinerja 2022 dan Rencana Kinerja 2023 bersama Bagian Umum, Bagian Organisasi, Bagian Prokopim dan Bagian Perencanaan, Keuangan dan Kepegawaian Setda Kota Bandung, di Gedung DPRD, Kamis (12/1/2023). Tofan/Humpro DPRD Kota Bandung. BANDUNG, — Komisi A DPRD Kota Bandung melaksanakan rapat kerja membahas Evaluasi Kinerja 2022 dan Rencana […]

  • Dinkes: Tren Kasus Covid-19 Kabupaten Bandung Barat Terus Alami Penurunan

    Dinkes: Tren Kasus Covid-19 Kabupaten Bandung Barat Terus Alami Penurunan

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BANDUNG, Tren kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat terus mengalami penurunan. Bahkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan hingga senin 22 November 2021, kasus terkonfirmasi positif hanya tinggal lima orang. Tidak hanya itu, sejumlah tempat tidur perawatan bagi pasien Covid-19 di enam rumah sakit rujukan di Kabupaten Bandung Barat saat ini kondisinya kosong atau tidak […]

  • 125 Jemaah Haji Kloter 30, Dilepas Langsung Wali Kota Sukabumi dan Unsur Forkopimda

    125 Jemaah Haji Kloter 30, Dilepas Langsung Wali Kota Sukabumi dan Unsur Forkopimda

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sebanyak 125 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Sukabumi, dilepas langsung dari Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, menuju Embarkasi Haji Bekasi, Jumat (24/06) malam. Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi lainnya, melepas langsung CJH kloter 30 […]

  • Kesejahteraan Jemaah haji, Komisi V DPRD Jabar: Kita Jadikan Tower Haji Ini Yang Terbesar Di Indonesia

    Kesejahteraan Jemaah haji, Komisi V DPRD Jabar: Kita Jadikan Tower Haji Ini Yang Terbesar Di Indonesia

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    KAB.INDRAMAYU, MBINews.id – Masjid Al Jabbar yang berada di komplek asrama haji kabupaten indramayu sudah masuk tahap pembangunan dan di proyeksi akan rampung di tahun 2024. Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe menyatakan, banyak hal terkait kesejahteraan jamaah haji harus diperbaiki dan ditingkatkan.  “Banyak perkembangan yang cukup baik di asrama haji […]

  • Tinjau Kesiapan GBLA, Tedy Rusmawan Soroti Perbaikan Sarana dan Parkir

    Tinjau Kesiapan GBLA, Tedy Rusmawan Soroti Perbaikan Sarana dan Parkir

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., meninjau kesiapan fasilitas dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai venue gelaran turnamen pra musim 2022, Kamis (3/6/2022). Tinjauan dilakukan ke sarana pendukung kenyamanan suporter, seperti kondisi toilet, musala, hingga lahan parkir yang berada di area dari stadion berkapasitas 38 ribu bangku […]

  • Invetasi Yang Masuk Ke Kota Sukabumi, Mampu Menyerap Sembilan Ribu Lebih Tenaga Kerja

    Invetasi Yang Masuk Ke Kota Sukabumi, Mampu Menyerap Sembilan Ribu Lebih Tenaga Kerja

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Adanya pelaku investasi ke Kota Sukabumi, tentu saja berdampak terhadap berbagai sektor. Salah satunya, penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi, hingga semeter satu tahun 2023, ada 9.441 orang terserap. “Ketika investasi masuk ke Kota Sukabumi, akan berdampak terhadap penyerapan tenaga kerjanya, Sampai Semester […]

expand_less