Breaking News
Trending Tags

Mendambakan Keadilan Sosial

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2020
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

OLEH: Jaya Suprana

Syukur Alhamdullilah, saya beruntung tergolong warga Indonesia yang bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Namun sayang setriliun sayang, tidak semua sesama warga Indonesia seberuntung saya. Masih banyak warga Indonesia belum bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Kenyataan tersebut merupakan bukti tak terbantahkan bahwa sila ke lima Pancasila yaitu Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia belum terejawantahkan di persada Nusantara masa kini. Untuk sementara ini Keadilan Sosial hanya hadir secara terbatas untuk sebagian kecil rakyat Indonesia.

KEBERPIHAKAN
Berdasar dukungan dari para sahabat seperti Prof. Frans Magnis Suseno, Prof. Mahfud MD, Prof. Salim Said, Dr. Yasonna Laoly, aktivis senior Haryono Kartohadiprojo S.H, pejuang kemanusiaan Ignatius Sandyawan Sumardi, pejuang kebudayaan Aylawati Sarwono dll, saya sempat mencoba ikut berpihak kepada para warga yang belum menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Maka saya berupaya ikut mencegah jangan sampai warga Bukit Duri digusur secara sempurna melanggar hukum. Namun kemudian saya harus menghadapi kenyataan bahwa diri saya cuma seorang insan manusia yang tidak berdaya apa pun. Terbukti pada tanggal 28 September 2016, saya tak berdaya mencegah warga Bukit Duri digusur secara sempurna melanggar hukum akibat de facto mau pun de jure tanah dan bangunan yang digusur masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri mau pun PTUN. Tidak kurang dari Prof Mahfud MD dan DR. Yasonna Laoly menegaskan bahwa tanah dan bangunan yang masih dalam proses hukum dilindungi undang-undang agar jangan disentuh apalagi digusur dengan alasan apa pun juga. Jika nekad digusur berarti penggusur melakukan pelanggaran hukum secara sempurna.

PN & PTUN
Namun rasa sedih yang menyelinap ke lubuk sanubari saya agak terhibur setelah kemudian PN mau pun PTUN resmi memenangkan gugatan warga Bukit Duri. Saya berbesar hati bahwa keadilan telah dipersembahkan kepada warga Bukit Duri yang telah terlanjur jatuh menjadi korban penggusuran secara sempurna melanggar hukum atas nama pembangunan. Meski kemudian para pendukung kebijakan penggusuran rakyat gigih melancarkan serangan jurus public relations demi pembunuhan karakter warga Bukit Duri rame-rame dihujat sebagai para pemberontak yang subversif melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah. Malah saya sebagai pihak yang berpihak kepada rakyat tergusur juga tak ketinggalan ikut habis-habisan dihujat sebagai tua bangka botak buncit bau tanah ingin melestarikan kemiskinan. Bahkan kemudian pihak tergugat melakukan naik banding ke Pengadilan Tinggi.

PENGADILAN TINGGI
Ternyata Pengadilan Tinggi juga sepaham dengan Pengadilan Negeri dan PTUN untuk memenangkan gugatan rakyat kecil. Maka rasa bersyukur saya bertambah dengan rasa bangga bahwa negara saya ternyata merupakan negara hukum yang menjunjung tinggi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga hukum idak tajam ke bawah sambil tumpul ke atas. Saya bangga bahwa bangsa Indonesia telah mempersembahkan keadilan secara adil sesuai sosok patung Dewi Keadilan memegang neraca keadilan dengan mata tertutup sehingga tidak pandang bulu terhadap siapa pun juga yang dianggap melanggar hukum apalagi secara sempurna. Namun pihak tergugat tetap gigih tidak mau menyerah kalah maka kembali naik banding kali ini ke Mahkamah Agung.

MAHKAMAH AGUNG
Kali ini, saya benar-benar kena batunya! Ternyata Mahkamah Agung sama sekali tidak sepaham dengan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi mau pun Pengadilan Tata Usaha Negara. Secara sempurna bertolak belakang dengan vonis PN, PT dan PTUN, ternyata MA memenangkan pihak tergugat yang sudah divonis bersalah oleh majelis hakim PN, PTUN dan PT. Vonis MA disambut dengan sorak-sorai gegap-gempita oleh para pendukung kebijakan menggusur rakyat namun di sisi lain disambut deraian air mata para warga miskin yang telah kehilangan tempat bermukim akibat digusur secara sempurna melanggar hukum atas nama pembangunan.

BANJIR
Pada musim musibah banjir, juga tampak jurang kesenjangan sosial. Ada warga yang beruntung karena kebetulan bermukim di kawasan yang bebas banjir namun ada pula yang kurang beruntung akibat kebetulan bermukim di kawasan berlangganan banjir. Yang kurang beruntung masih terbagi menjadi dua nasib. Yang bernasib kurang beruntung kebanjiran namun kebetulan bernasib cukup berada bisa langsung mengungsi ke hotel. Yang bernasib kurang beruntung kebanjiran sambil juga kebetulan bernasib miskin terpaksa harus pasrah tidak bisa mengungsi ke hotel. Segenap fakta itu makin meyakinkan saya bahwa Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia sebagai sila Pancasila memang belum terwujud. Saya bersyukur sebagai warga negara Indonesia beruntung dapat ikut menikmati nikmatnya kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Namun saya merasa prihatin bahwa belum semua warga Indonesia seberuntung saya. Masih banyak sesama rakyat Indonesia belum dapat ikut menikmati nikmatnya kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Sila ke lima Pancasila untuk sementara ini masih berbunyi Keadilan Sosial Untuk Sebagian Kecil Rakyat Indonesia saja. Insha Allah, kita semua sebagai warga bangsa Indonesia segera menghentikan perilaku saling membenci, saling melecehkan, saling menghujat, saling memfitnah demi bersatupadu dalam gigih berjuang mengejawantahkan sila ke lima Pancasila menjadi kenyataan di persada Nusantara nan gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja. MERDEKA !

(Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Dan BIN Gelar Vaksinasi Covid-19 Usia 12 – 17 Tahun

    Pemkot Bandung Dan BIN Gelar Vaksinasi Covid-19 Usia 12 – 17 Tahun

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    BANDUNG, kolaborasi Pemkot Bandung dengan Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia. Sejumlah siswa SMP dan SMA di Kota Bandung mulai menerima vaksinasi untuk usia 12-17 tahun. Salah satunya yang dilaksanakan di di SMPN 2 Bandung, Jalan Sumatra, Bandung, Rabu, (14/7/2021). Selain di Kota Bandung, BIN juga melaksanakannya di 13 provinsi lain. Di antaranya, DKI Jakarta, […]

  • Kalapas Kelas II-B Sukabumi: Kami Siap Perang Terhadap Alat Komunikasi Ilegal Didalam Lapas

    Kalapas Kelas II-B Sukabumi: Kami Siap Perang Terhadap Alat Komunikasi Ilegal Didalam Lapas

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Sukabumi , menyambut baik Deklarasi Perang Terhadap Alat Komunikasi Ilegal (Zero Handphone) Didalam Lapas, yang dilakukan pada saat Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan (Rakernispas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Barat, beberapa hari lalu (22/9/2021). “Deklarasi tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menjalankan proses […]

  • Edwin Senjaya Buka Pelatihan Manajemen Sanggar dan Lingkung Seni Regol

    Edwin Senjaya Buka Pelatihan Manajemen Sanggar dan Lingkung Seni Regol

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, S.E, M.M., menghadiri sekaligus membuka kegiatan pelatihan manajemen sanggar atau lingkung seni bagi warga Kecamatan Regol, bertempat di Hotel Malaka, Bandung, Senin (10/7/2022). Kegiatan pelatihan ini berkolaborasi dengan Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung. Pelatihan ini merupakan perwujudan aspirasi masyarakat dari hasil […]

  • Kunjungan PAC Malaysia mempererat Hubungan Parlementer Indonesia Malaysia

    Kunjungan PAC Malaysia mempererat Hubungan Parlementer Indonesia Malaysia

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews –DPRD Kota Bandung menerima kunjungan kerja dari 16 orang anggota Public Accounts Committee (PAC) Malaysia, pada Kamis, 16 Januari 2025, di Gedung DPRD Kota Bandung. Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., mengatakan, DPRD menyambut baik kedatangan PAC Malaysia ke Kota Bandung. Diharapkan, kunjungan ini dapat mempererat hubungan antara DPRD Kota Bandung […]

  • Wali Kota Kejar PAD Rp650 Miliar pada 2026

    Wali Kota Kejar PAD Rp650 Miliar pada 2026

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp650 miliar dari Rp535 miliar pada 2026, dengan membentuk Tim 10 Optimalisasi Pajak Daerah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. “Tim 10 ini berisi seluruh kepala perangkat daerah untuk menormalkan kepatuhan pajak sesuai aturan dan tidak keluar dari koridor hukum,”ujar Ayep usai memimpin Rapat Evaluasi Optimalisasi […]

  • Presiden Jokowi: Dewan Pengawas KPK Tidak Boleh Diisi Politisi, Birokrat, dan Aparat Hukum

    Presiden Jokowi: Dewan Pengawas KPK Tidak Boleh Diisi Politisi, Birokrat, dan Aparat Hukum

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Presiden Jokowi didampingi Mensesneg dan Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan keterangan pers terkait revisi UU KPK, di Istana Negara, Jakarta Dalam konperensi pers terkait usulan inisatif DPR untuk merevisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK), Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menanggapi sejumlah isu dalam RUU KPK yang […]

expand_less