Breaking News
Trending Tags

Persiapan Bantuan, Pemkot Bandung Matangkan Data Warga Terdampak Pademi Covid-19 Sampai Tingkat RT/RW

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota Bandung matangkan persiapan pemberian bantuan jaringan pengaman sosial bagi warga terdampak Covid-19. Saat ini, Pemkot Bandung juga masih menunggu arahan dari pemerintah pusat dan provinsi terkait dimulainya pemberian bantuan..

“Daerah menunggu ketentuan yang dilakukan oleh pusat dan provinsi. Tapi kita terus pematangan dalam persiapan terutama pembersihan data agar tepat sasaran. Kita terus berhitung juga kemampuan keuangan,” ucap Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (13/4/2020).

Ema menuturkan, pendataan masyarakat yang terdampak ini menjadi poin yang krusial dalam pemberian bantuan agar tepat sasaran. Ia memprediksi ada warga miskin baru karena mengalami penurunan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Berbeda dengan warga miskin yang sudah ada sebelumnya, yakni tercatat melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang terintegrasi lewat Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung hingga Kementerian Sosial. Di Kota Bandung, warga miskin pada DTKS sebanyak 137.000 KK.

“Kalau yang DTKS ini, Kota Bandung sudah aman yaitu di angka 137.000 KK. Sekarang ini yang cukup luar biasa itu non DTKS, bahkan jumlahnya melebihi data DTKS,” ujarnya.

Ema memaparkan, untuk data non DTKS ini, Pemkot Bandung melalui kewilayahan hingga ke tingkat RT dan RW telah mendata warga non DTKS. Saat ini, terhimpun warga yang terdampak virus corona dari non-DTKS sebanyak 156..125 KK.

Ema mengakui, jumlah tersebut berpotensi mengalami perubahan. Meski begitu, Dinsosnangkis beserta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus memverifikasi dan memvalidasi guna menjamin keakuratan data. Hal itu agar bantuan tidak tumpang tindih.

“Hari ini kita terus mematangkan data warga masyarakat yang terdampak Covid. Data ini sudah kita sampaikan. Walau pun memang wajar ada sedikit dinamika. Kalau hari ini orang aman, besok bisa saja jadi tidak aman,” ujarnya.

Mengenai bentuk bantuannya, Ema memastikan sepenuhnya diberikan dalam bentuk uang. Mekanisme pembagiannya akan bekerja sama dengan PT. POS. Nantinya akan diatur jadwal agar tidak terjadi kerumunan.

Hanya saja, Ema mengakui besaran bantuan masih terus dibahas. Sebab, situasi yang berkembang ternyata warga miskin baru atau yang masuk kategori non DTKS ini mengalami peningkatan signifikan.

“Memang pernah kita bicarakan dengan dewan di forum banggar ada angka sebesar Rp500.000. Itu dengan proyeksi non DTKS sebanyak 98.000 KK. Tapi faktanya sekarang ada sekitar 156.125 KK.. Anggaran yang harus disiapkan selama tiga bulan ini sangat luar biasa,” bebernya.

Sebelumnya, Pemkot Bandung sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp298 miliar untuk menangani masalah virus corona. Dengan rincian Rp75 miliar untuk penanganan kesehatan, Rp5 miliar operasional gugus tugas. Sedangkan sisanya sebesar Rp218 miliar untuk jaring pengamanan sosial.

Ema mengungkapkan kondisi anggaran saat ini justru berbanding terbalik dengan data non DTKS yang membengkak. Sedangkan sumber pendapatan Pemkot Bandung dari berbagai sektor pajak justru mengalami penurunan drastis.

“Karena kita tahu aktivitas hotel mayoritas tutup. Artinya mendekati nol kita mendapat pajak dari perhotelan. Kemudian dari restoran juga terjadi penurunan cukup drastis. Hiburan sudah tidak ada karena dalam suerat edaran pun itu termasuk aktivitas yang harus sudah tutup,” ujarnya

“Dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pun tidak bisa berharap banyak. Sebab melihat kondisi perekonomian masyarakat ytang juga ikut anjlok ikut terdampak oleh penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Begitupun dari sektor parkir, sambung Ema, juga ikut terdampak mengingat sebagian besar pendapatan pajaknya berasal dari operator. Sementara operator parkis terbesar berada di mal atau pusat perbelanjaan yang saat ini juga tidak beroperasi.

“Yang mungkin bisa diharapkan oleh kita itu pun mungkin Pajak Penerangan Jalan. Tapi itu pun pasti ada penurunan, karena banyak mal yang tidak beroperasional kemudian banyak pabrik yang WFH itu berpengaruh,” ungkapnya. (HMS/MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bandung Tawarkan 21 Ribu Titik PJU Baru untuk Investor Swasta

    Bandung Tawarkan 21 Ribu Titik PJU Baru untuk Investor Swasta

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menawarkan proyek investasi pembangunan dan revitalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) kepada badan usaha melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan pendekatan unsolicited. Proyek ini bernilai hingga Rp426,8 miliar dan mencakup pengelolaan, pemeliharaan, dan pemantauan atau “manage service” lebih dari 21.067 titik lampu jalan baru di seluruh wilayah […]

  • DPD Pos Raya Jabar, Soroti Kinerja Ketua DPRD Jabar

    DPD Pos Raya Jabar, Soroti Kinerja Ketua DPRD Jabar

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id– Setelah terpilih menjadi ketua DPRD Jabar, bukan kinerja nya yang ramai di media massa melainkan permasalahan yang timbul di berbagai media. Selain itu juga selama menjabat menjadi Ketua DPRD Jabar, jarang  hadir dalam rapat-rapat dan berbagai kegiatan serta minim melakukan kunjungan kerja. Ketua DPD Pos Raya Jawa Barat, Asep Komara Santoso mengungkapkan bahwa […]

  • Kerap Terjadinya Tawuran Pelajar, Berikut Atisipasi Disdikbud Kota Sukabumi

    Kerap Terjadinya Tawuran Pelajar, Berikut Atisipasi Disdikbud Kota Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Marak terjadi kembali tawuran yang dilakukan pelajar saat usai jam sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi mengkonfirmasi, bahwa pihaknya telah melakukan langkah pencegahan untuk menghindari terjadinya kejadian tersebut. Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan tauran pelajar. Baik itu berupa kegiatan yang berada […]

  • Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Ade Supriadi Wafat, Wali Kota Bandung Berduka

    Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Ade Supriadi Wafat, Wali Kota Bandung Berduka

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kota Bandung kembali kehilangan putra terbaiknya. Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung, Ade Supriadi meninggal dunia di RS Santosa Jalan Gardu Jati, Senin 25 Juli 2022 pukul 21.27 WIB Rencananya almarhum akan dimakamkan di TPU Cibangkong, Selasa 26 Juli 2022. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Emung No 43 […]

  • Forum Jasa Konstruksi Kabupaten Bandung Tekankan Sinergi Lintas Pemerintahan untuk Penguatan SDM Konstruksi

    Forum Jasa Konstruksi Kabupaten Bandung Tekankan Sinergi Lintas Pemerintahan untuk Penguatan SDM Konstruksi

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, MBINews.id – Forum Jasa Konstruksi Kabupaten Bandung menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor konstruksi. Kegiatan ini digelar di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (04/02/2026). Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, Dr. Ir. H. Zeis Zultaqawa, […]

  • Dadan Tri Yudianto: Ada yang Janggal Dalam Perkara Saya

    Dadan Tri Yudianto: Ada yang Janggal Dalam Perkara Saya

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews — Dadan Tri Yudianto, terdakwa dalam perkara dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa usai pembacaan tuntutan oleh penuntut umum KPK minggu lalu, yang mengakibatkan rusaknya pintu pembatas ruang pengadilan. “Saya mohon maaf atas peristiwa tersebut. Rusaknya pintu pembatas Itu betul-betul murni tidak ada unsur kesengajaan,” ungkap Dadan […]

expand_less