Breaking News
Trending Tags

Persiapan Bantuan, Pemkot Bandung Matangkan Data Warga Terdampak Pademi Covid-19 Sampai Tingkat RT/RW

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota Bandung matangkan persiapan pemberian bantuan jaringan pengaman sosial bagi warga terdampak Covid-19. Saat ini, Pemkot Bandung juga masih menunggu arahan dari pemerintah pusat dan provinsi terkait dimulainya pemberian bantuan..

“Daerah menunggu ketentuan yang dilakukan oleh pusat dan provinsi. Tapi kita terus pematangan dalam persiapan terutama pembersihan data agar tepat sasaran. Kita terus berhitung juga kemampuan keuangan,” ucap Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (13/4/2020).

Ema menuturkan, pendataan masyarakat yang terdampak ini menjadi poin yang krusial dalam pemberian bantuan agar tepat sasaran. Ia memprediksi ada warga miskin baru karena mengalami penurunan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Berbeda dengan warga miskin yang sudah ada sebelumnya, yakni tercatat melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang terintegrasi lewat Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung hingga Kementerian Sosial. Di Kota Bandung, warga miskin pada DTKS sebanyak 137.000 KK.

“Kalau yang DTKS ini, Kota Bandung sudah aman yaitu di angka 137.000 KK. Sekarang ini yang cukup luar biasa itu non DTKS, bahkan jumlahnya melebihi data DTKS,” ujarnya.

Ema memaparkan, untuk data non DTKS ini, Pemkot Bandung melalui kewilayahan hingga ke tingkat RT dan RW telah mendata warga non DTKS. Saat ini, terhimpun warga yang terdampak virus corona dari non-DTKS sebanyak 156..125 KK.

Ema mengakui, jumlah tersebut berpotensi mengalami perubahan. Meski begitu, Dinsosnangkis beserta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus memverifikasi dan memvalidasi guna menjamin keakuratan data. Hal itu agar bantuan tidak tumpang tindih.

“Hari ini kita terus mematangkan data warga masyarakat yang terdampak Covid. Data ini sudah kita sampaikan. Walau pun memang wajar ada sedikit dinamika. Kalau hari ini orang aman, besok bisa saja jadi tidak aman,” ujarnya.

Mengenai bentuk bantuannya, Ema memastikan sepenuhnya diberikan dalam bentuk uang. Mekanisme pembagiannya akan bekerja sama dengan PT. POS. Nantinya akan diatur jadwal agar tidak terjadi kerumunan.

Hanya saja, Ema mengakui besaran bantuan masih terus dibahas. Sebab, situasi yang berkembang ternyata warga miskin baru atau yang masuk kategori non DTKS ini mengalami peningkatan signifikan.

“Memang pernah kita bicarakan dengan dewan di forum banggar ada angka sebesar Rp500.000. Itu dengan proyeksi non DTKS sebanyak 98.000 KK. Tapi faktanya sekarang ada sekitar 156.125 KK.. Anggaran yang harus disiapkan selama tiga bulan ini sangat luar biasa,” bebernya.

Sebelumnya, Pemkot Bandung sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp298 miliar untuk menangani masalah virus corona. Dengan rincian Rp75 miliar untuk penanganan kesehatan, Rp5 miliar operasional gugus tugas. Sedangkan sisanya sebesar Rp218 miliar untuk jaring pengamanan sosial.

Ema mengungkapkan kondisi anggaran saat ini justru berbanding terbalik dengan data non DTKS yang membengkak. Sedangkan sumber pendapatan Pemkot Bandung dari berbagai sektor pajak justru mengalami penurunan drastis.

“Karena kita tahu aktivitas hotel mayoritas tutup. Artinya mendekati nol kita mendapat pajak dari perhotelan. Kemudian dari restoran juga terjadi penurunan cukup drastis. Hiburan sudah tidak ada karena dalam suerat edaran pun itu termasuk aktivitas yang harus sudah tutup,” ujarnya

“Dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pun tidak bisa berharap banyak. Sebab melihat kondisi perekonomian masyarakat ytang juga ikut anjlok ikut terdampak oleh penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Begitupun dari sektor parkir, sambung Ema, juga ikut terdampak mengingat sebagian besar pendapatan pajaknya berasal dari operator. Sementara operator parkis terbesar berada di mal atau pusat perbelanjaan yang saat ini juga tidak beroperasi.

“Yang mungkin bisa diharapkan oleh kita itu pun mungkin Pajak Penerangan Jalan. Tapi itu pun pasti ada penurunan, karena banyak mal yang tidak beroperasional kemudian banyak pabrik yang WFH itu berpengaruh,” ungkapnya. (HMS/MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebutuhan SDM di SOTK Pemkot Bandung Tidak Memenuhi 100 Persen

    Kebutuhan SDM di SOTK Pemkot Bandung Tidak Memenuhi 100 Persen

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 45
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Pembahasan Raperda Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Sudah hampir rampung dibahas Panitia Khusus (Pansus) 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Raperda tentang perubahan kedua atas Perda No. 08 tahun 2016 tentang pembentukan dan susuan perangkat daerah, harus ditinjau ulang. “Karena banyak perubahan di Pemerinah Pusat, sehingga hal-hal yang sudah […]

  • Ini Curhatan Yana Saat Resmikan Ruang Curhat Curug Tilu

    Ini Curhatan Yana Saat Resmikan Ruang Curhat Curug Tilu

    • calendar_month Sabtu, 2 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung baru saja meresmikan Ruang Curhat Curug Tilu di Jalan Sukamulya, Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Bandung, Jumat 1 April 2022. Saat meresmikan ruang publik ini, Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana juga menyampaikan curahan hatinya. Ia kemudian menuliskan curahan hatinya di dinding ruang terbuka publik tersebut. “Badan boleh lelah, tapi […]

  • Digitalisasi Transaksi Berbasis Big Data, bank bjb Susun Strategi Pengembangan Produk Dan Layanan

    Digitalisasi Transaksi Berbasis Big Data, bank bjb Susun Strategi Pengembangan Produk Dan Layanan

    • calendar_month Sabtu, 8 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    BANDUNG,  MBINews.id – Saat ini, digitalisasi adalah kata kunci yang tak lagi bersifat opsional, namun merupakan kewajiban untuk dapat maju dan bersaing di berbagai bidang. Terlebih di masa pandemi Covid-19, dimana banyak kegiatan masyarakat dipaksa untuk dapat terselenggara secara virtual. Mulai dari kegiatan sekolah, kegiatan perkantoran, seni dan pertunjukan, juga pembayaran jual beli berbagai barang […]

  • AAI Jabar Apresiasi Langkah Pemkot Sukabumi Dalam Pengelolaan Arsip

    AAI Jabar Apresiasi Langkah Pemkot Sukabumi Dalam Pengelolaan Arsip

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sambut baik langkah Pemerintah Kota Sukabumi terkait kegiatan sosialisasi alih media arsip di lingkungan Pemerintahan Kota Sukabumi, Ketua Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Provinsi jawa Barat, Febriadi mendukung hal tersebut. Karena menurutnya, saat ini sudah selayaknya dilakukan alih media arsip menju arsip digital. “Berkaitan dengan kegiatan sosialisasi otentikasi dan alih media arsip di […]

  • Antusias Orang Tua Siswa Antar Anak,  Masuk SMP Negeri 42 Bandung

    Antusias Orang Tua Siswa Antar Anak, Masuk SMP Negeri 42 Bandung

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Hari pertama masuk sekolah Siswa Baru SMP Negeri 42 Kota Bandung, disambut antusias oleh orangtua siswa mengantar anak mereka ke sekolah, Jawa Barat,  kembali dipadati kendaraan orangtua yang mengantar anak mereka. Tahun ajaran baru 2019/2020 resmi dimulai hari  Senin, (15/7/19) setelah sempat libur selama lebih kurang dua bulan. Kegiatan belajar mengajar ini […]

  • Monitoring Harga Bahan Pokok di Kota Sukabumi: Beberapa Perubahan Tercatat

    Monitoring Harga Bahan Pokok di Kota Sukabumi: Beberapa Perubahan Tercatat

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) telah melakukan monitoring harga bahan pokok (bapokting) untuk memastikan stabilitas harga di pasaran. Hasil pemantauan yang dilakukan oleh Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri, M. Rifki, pada hari Rabu (16/10/2024) pagi, diketahui sejumlah perubahan harga yang perlu diperhatikan. Berdasarkan hasil monitoring, terdapat perubahan beberapa […]

expand_less