Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Persiapan Bantuan, Pemkot Bandung Matangkan Data Warga Terdampak Pademi Covid-19 Sampai Tingkat RT/RW

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota Bandung matangkan persiapan pemberian bantuan jaringan pengaman sosial bagi warga terdampak Covid-19. Saat ini, Pemkot Bandung juga masih menunggu arahan dari pemerintah pusat dan provinsi terkait dimulainya pemberian bantuan..

“Daerah menunggu ketentuan yang dilakukan oleh pusat dan provinsi. Tapi kita terus pematangan dalam persiapan terutama pembersihan data agar tepat sasaran. Kita terus berhitung juga kemampuan keuangan,” ucap Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (13/4/2020).

Ema menuturkan, pendataan masyarakat yang terdampak ini menjadi poin yang krusial dalam pemberian bantuan agar tepat sasaran. Ia memprediksi ada warga miskin baru karena mengalami penurunan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Berbeda dengan warga miskin yang sudah ada sebelumnya, yakni tercatat melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang terintegrasi lewat Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung hingga Kementerian Sosial. Di Kota Bandung, warga miskin pada DTKS sebanyak 137.000 KK.

“Kalau yang DTKS ini, Kota Bandung sudah aman yaitu di angka 137.000 KK. Sekarang ini yang cukup luar biasa itu non DTKS, bahkan jumlahnya melebihi data DTKS,” ujarnya.

Ema memaparkan, untuk data non DTKS ini, Pemkot Bandung melalui kewilayahan hingga ke tingkat RT dan RW telah mendata warga non DTKS. Saat ini, terhimpun warga yang terdampak virus corona dari non-DTKS sebanyak 156..125 KK.

Ema mengakui, jumlah tersebut berpotensi mengalami perubahan. Meski begitu, Dinsosnangkis beserta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus memverifikasi dan memvalidasi guna menjamin keakuratan data. Hal itu agar bantuan tidak tumpang tindih.

“Hari ini kita terus mematangkan data warga masyarakat yang terdampak Covid. Data ini sudah kita sampaikan. Walau pun memang wajar ada sedikit dinamika. Kalau hari ini orang aman, besok bisa saja jadi tidak aman,” ujarnya.

Mengenai bentuk bantuannya, Ema memastikan sepenuhnya diberikan dalam bentuk uang. Mekanisme pembagiannya akan bekerja sama dengan PT. POS. Nantinya akan diatur jadwal agar tidak terjadi kerumunan.

Hanya saja, Ema mengakui besaran bantuan masih terus dibahas. Sebab, situasi yang berkembang ternyata warga miskin baru atau yang masuk kategori non DTKS ini mengalami peningkatan signifikan.

“Memang pernah kita bicarakan dengan dewan di forum banggar ada angka sebesar Rp500.000. Itu dengan proyeksi non DTKS sebanyak 98.000 KK. Tapi faktanya sekarang ada sekitar 156.125 KK.. Anggaran yang harus disiapkan selama tiga bulan ini sangat luar biasa,” bebernya.

Sebelumnya, Pemkot Bandung sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp298 miliar untuk menangani masalah virus corona. Dengan rincian Rp75 miliar untuk penanganan kesehatan, Rp5 miliar operasional gugus tugas. Sedangkan sisanya sebesar Rp218 miliar untuk jaring pengamanan sosial.

Ema mengungkapkan kondisi anggaran saat ini justru berbanding terbalik dengan data non DTKS yang membengkak. Sedangkan sumber pendapatan Pemkot Bandung dari berbagai sektor pajak justru mengalami penurunan drastis.

“Karena kita tahu aktivitas hotel mayoritas tutup. Artinya mendekati nol kita mendapat pajak dari perhotelan. Kemudian dari restoran juga terjadi penurunan cukup drastis. Hiburan sudah tidak ada karena dalam suerat edaran pun itu termasuk aktivitas yang harus sudah tutup,” ujarnya

“Dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pun tidak bisa berharap banyak. Sebab melihat kondisi perekonomian masyarakat ytang juga ikut anjlok ikut terdampak oleh penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Begitupun dari sektor parkir, sambung Ema, juga ikut terdampak mengingat sebagian besar pendapatan pajaknya berasal dari operator. Sementara operator parkis terbesar berada di mal atau pusat perbelanjaan yang saat ini juga tidak beroperasi.

“Yang mungkin bisa diharapkan oleh kita itu pun mungkin Pajak Penerangan Jalan. Tapi itu pun pasti ada penurunan, karena banyak mal yang tidak beroperasional kemudian banyak pabrik yang WFH itu berpengaruh,” ungkapnya. (HMS/MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alokasikan KUR Rp1,1 Triliun, bank bjb Dukung Program Petani Milenial

    Alokasikan KUR Rp1,1 Triliun, bank bjb Dukung Program Petani Milenial

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    BANDUNG,  bank bjb bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menggelar kick off program Petani Milenial di perkebunan warga di kawasan Patrol, Suntenjaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/3/2021). Kick off tersebut menjadi penanda mulai bergulirnya salah satu program unggulan Jabar dalam memajukan pertanian lokal berbasis teknologi. Dalam program tersebut, bank bjb menjadi bank […]

  • Gelar Puncak HUT bank bjb ke-61: Launching New Experience DIGI by bank bjb Menuju Superapps

    Gelar Puncak HUT bank bjb ke-61: Launching New Experience DIGI by bank bjb Menuju Superapps

    • calendar_month Senin, 23 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – bank bjb menggelar puncak perayaan ulang tahun ke-61 secara meriah dengan beragam kegiatan mulai dari selebrasi HUT, New Experience DIGI by bank bjb, penyerahan apresiasi, penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR), Brand Ambassador, hingga hiburan. Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) bank bjb ke-61 diperuntukan untuk […]

  • Wali Kota Sukabumi Tinjau jalan Rusak, 120 Milyar Rupiah Anggaran Disiapkan Untuk Ifrastruktur

    Wali Kota Sukabumi Tinjau jalan Rusak, 120 Milyar Rupiah Anggaran Disiapkan Untuk Ifrastruktur

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik yang optimal, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana turun langsung meninjau kondisi sejumlah ruas jalan rusak di Kota Sukabumi, Selasa (22/4). Peninjauan ini dilakukan di beberapa titik strategis seperti Jalan Pramuka dan Jalan Cicadas yang selama ini kerap dikeluhkan warga akibat […]

  • Miliki Ganja 116,4 Gram, DR Diciduk Polisi

    Miliki Ganja 116,4 Gram, DR Diciduk Polisi

    • calendar_month Senin, 1 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota menangkap DR (19) atas kepemilikan narkoba jenis daun ganja kering seberat 116,4 gram yang di elinya secara online. DR ditangkap di rumahnya di Kampung Bojongduren Desa Parungseah Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (30/01/2021) kemarin. Tidak hanya itu, Polisi juga menyita barang bukti dusbook telepon genggam, […]

  • Munculnya Paparan Covid-19 Di Secapa TNI AD, Pemkot Bandung Bakal Laksanakan PSBM Di Kawasan Hegarmanah

    Munculnya Paparan Covid-19 Di Secapa TNI AD, Pemkot Bandung Bakal Laksanakan PSBM Di Kawasan Hegarmanah

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota Bandung akan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) sebagai tindak lanjut munculnya paparan Covid-19 di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD. Hal itu sesuai dengan rekomendasi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Pelaksanaan PSBM merupakan upaya menghentikan penyebaran Covid-19. “Kami akan laksanakan arahan pak gubernur. Saya mengintruksikan gugus tugas Kota Bandung […]

  • Wakil Ketua Gugus Tugas : Resepsi Pernikahan Di Gedung Harus Ketat Dan Disiplin

    Wakil Ketua Gugus Tugas : Resepsi Pernikahan Di Gedung Harus Ketat Dan Disiplin

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Yana Mulyana mewanti-wanti penyedia jasa pernikahan atau atau Wedding Organizer (WO) menerapkan standarisasi protokol kesehatan yang sangat ketat. Banyak hal yang wajib dilakukan oleh seluruh orang yang terlibat agar pesta pernikahan tak berujung penyebaran Covid-19. Yana menuturkan para penyelenggara dan keluarga harus disiplin […]

expand_less