Breaking News
Trending Tags

Cegah Kelahiran Thalasemia Baru, Kota Bandung Uji Coba Deteksi Dini Di Puskesmas

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Dalam rangka mencegah kelahiran penderita thalasemia baru, UPT Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung  menggelar Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia, Selasa 5 Oktober 2021.

Uji coba ini terselenggara berkat kolaborasi Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Bandung.

Thalasemia merupakan kelainan darah yang menbuat penderitanya mengalami keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak nafas. Kelainan ini diturunkan dari orang tua atau genetik.

Kelainan tersebut belum dapat diobati, namun dapat dicegah melalui pencegahan perkawinan sesama pembawa sifat thalasemia. Sehingga memerlukan pendeteksian dini atau skrining.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berharap, dengan adanya program Deteksi Dini Thalasemia ini, sosialisasi dan edukasi semakin gencar. Sehingga masyarakat semakin paham tentang thalasemia.

“Nanti kita bisa mendapat data yang akurat. Mudah-mudahan bisa memitigasi terjadinya pernikahan antara pembawa sifat,” katanya saat menghadiri Kick Off Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia.

Menurutnya, ketika pernikahan pembawa sifat ini bisa diputus mata rantainya dengan pemahaman masyarakat, maka bisa meminimalisir terjadinya thalasemia baru.

“Pengidapnya di Kota Bandung sekitar 300an orang yang sedang pengobatan. Karena Jawa Barat termasuk tertinggi tingkat provinsi, maka Kota Bandung juga bisa dikatakan tinggi,” ucap Oded.

“Karena ini penyakit turunan atau genetik, makanya salah satu caranya dengan tidak ada pernikahan pembawa sifat, pemahaman itu sudah ada di masyarakat tetapi masih kurang,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, dr Cut Putri Arianie mengungkapkan, Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia ini dilakukan Kemenkes dengan kerja sama pemerintah daerah, dan organisasi profesi, serta lembaga swadaya masyarakat.

“Di Jawa Barat datanya menunjukkan provinsi tertinggi sekitar 40 persen kasusnya. Makanya di Jawa Barat dilakukan di 14 Kabupaten/Kota yang terpilih melakukan uji coba ini,” ucapnya.

Menurutnya, penyakit ini dari beberapa literatur dan referensi menyatakan saudara kandung penyandang thalasemi hampir 50 persen menjadi pembawa sifat. Sehingga skrining diperlukan untuk para saudara kandung dari penyandang thalasemia tersebut.

“Pada hari ini yang akan diskrining adalah para saudara kandung dari para penyandang thalasemi yang pada usia produktif. Terutama yang memang belum menikah agar mereka tahu bagaimana mengambil langkah selanjutnya, untuk kelanjutan perkawinan atau merencanakan keturunan,” katanya.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, akan menjadi replika yang baik untuk dilakukan secara nasional. Dan kolaborasi yang ada Jawa Barat, khususnya Kota Bandung akan menjadi satu pembelajaran baik bagi sistem kesehatan di Indonesia,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara mengatakan, tahun ini Kota Bandung menjadi salah satu lokus Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia yang dilakukan di sejumlah Puskesmas.

“Sasarannya keluarga di ring satu yaitu saudara kandung pengidap thalasemia yang tercatat ada 382 di Kota Bandung. Pelaksanaan hari ini di Puskesmas Garuda yang akan diikuti oleh 13 UPT Puskesmas lainnya selama Oktober,” katanya.

Ia memastikan, pelaksanaan deteksi dini thalasemia tidak akan berhenti dan menjadi komitmen dalam pencegahan kelahiran dengan thalasemia untuk mewujudkan Kota Bandung Zero Kelahiran Thalasemia.

“Pada rangkaian uji coba hari ini, Puskesmas Garuda meluncurkan inovasi Garpu Thala, Garuda Peduli Thalasemia. Ke depannya semua calon pengantin, ibu hamil, remaja, dan pasien akan mendapatkan pemeriksaan,” ungkapnya. (agg-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oded : Sangat Sayangkan Terjadinya kekerasan Saat Pengamanan  Aset Tamansari

    Oded : Sangat Sayangkan Terjadinya kekerasan Saat Pengamanan Aset Tamansari

    • calendar_month Senin, 16 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menjenguk sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menjadi korban insiden saat pengamanan aset di RW 11 Kelurahan Tamansari pada Kamis (12/12/2019) lalu. Total korban pada saat ini berjumlah 9 orang yang terdiri dari 8 anggota Satpol PP dan seorang anggota Polri. Oded sangat […]

  • Antisipasi Tindak Asusila Satpol Pol PP Giatkan Patroli

    Antisipasi Tindak Asusila Satpol Pol PP Giatkan Patroli

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Mbinews – BANDUNG Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung akan melakukan patroli rutin di beberapa lokasi ruang publik. Hal itu untuk mencegah aksi tindak asusila seperti yang diduga terjadi di Teras Cihampelas beberapa waktu lalu. “Kita tempatkan petugas 24 jam, siang, sore, dan malam. Kita juga buat jaringan di sana. Tidak hanya patroli. […]

  • Tinjau Klinik Waluya, Wali Kota Sukabumi Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan

    Tinjau Klinik Waluya, Wali Kota Sukabumi Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melakukan kunjungan kerja ke Klinik Pratama Waluya Sejati Abadi, Senin (08/06/2026). Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Ribka Tjiptaning, jajaran pengelola klinik, serta perangkat daerah terkait. Kunjungan ini dilakukan, untuk meninjau langsung perkembangan layanan kesehatan sekaligus memastikan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dalam kunjungan tersebut, […]

  • Warga Bersyukur Bisa Diskusi Dengan dalam Rembug Bedas di Desa Kopo

    Warga Bersyukur Bisa Diskusi Dengan dalam Rembug Bedas di Desa Kopo

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Ratusan warga dari berbagai unsur hadir pada kegiatan Rembug Bedas ke-112 di GOR Desa Kopo Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Selasa (14/5/2024). Lima warga dari sekian banyak yang hadir pada kesempatan itu, mengungkapkan harapan dan aspirasinya secara langsung kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Apa yang menjadi aspirasi […]

  • Pejabat Pemkot Bandung Kini Tak Lagi Butuh Pulpen Dan Kertas, Ini Penyebabnya

    Pejabat Pemkot Bandung Kini Tak Lagi Butuh Pulpen Dan Kertas, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Para pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini tak lagi membutuhkan pulpen dan kertas. Pasalnya kini Pemkot Bandung telah memiliki platform surat elektronik. Aplikasi ini juga membuat surat menyurat lebih cepat dan akurat. Melalui suratonline.bandung.go.id menciptakan efisiensi waktu juga tentunya paperless. Sehingga pekerjaan lebih praktis. Surat online ini, pimpinan Pemkot Bandung bisa memonitor […]

  • Masyarakat Tionghoa Peduli Kota Bandung Siap Dukung Pemkot Bandung

    Masyarakat Tionghoa Peduli Kota Bandung Siap Dukung Pemkot Bandung

    • calendar_month Selasa, 30 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Masyarakat Tionghoa akan terus mendukung program-program yang digulirkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Hal itu sebagai bagian dari partisipasi warga Tionghoa terhadap p Pembangunan Kota Bandung. “Kami siap mendukung pemerintah di setiap kegiatan. Seperti halnya saat ini soal kebersihan lingkungan, yaitu pengelolaan sampah. Kami gerak cepat untuk menyosialisasikan kepada masyarakat untuk menerapkannya,” […]

expand_less