Breaking News
Trending Tags

Cegah Kelahiran Thalasemia Baru, Kota Bandung Uji Coba Deteksi Dini Di Puskesmas

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Dalam rangka mencegah kelahiran penderita thalasemia baru, UPT Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung  menggelar Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia, Selasa 5 Oktober 2021.

Uji coba ini terselenggara berkat kolaborasi Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Bandung.

Thalasemia merupakan kelainan darah yang menbuat penderitanya mengalami keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak nafas. Kelainan ini diturunkan dari orang tua atau genetik.

Kelainan tersebut belum dapat diobati, namun dapat dicegah melalui pencegahan perkawinan sesama pembawa sifat thalasemia. Sehingga memerlukan pendeteksian dini atau skrining.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berharap, dengan adanya program Deteksi Dini Thalasemia ini, sosialisasi dan edukasi semakin gencar. Sehingga masyarakat semakin paham tentang thalasemia.

“Nanti kita bisa mendapat data yang akurat. Mudah-mudahan bisa memitigasi terjadinya pernikahan antara pembawa sifat,” katanya saat menghadiri Kick Off Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia.

Menurutnya, ketika pernikahan pembawa sifat ini bisa diputus mata rantainya dengan pemahaman masyarakat, maka bisa meminimalisir terjadinya thalasemia baru.

“Pengidapnya di Kota Bandung sekitar 300an orang yang sedang pengobatan. Karena Jawa Barat termasuk tertinggi tingkat provinsi, maka Kota Bandung juga bisa dikatakan tinggi,” ucap Oded.

“Karena ini penyakit turunan atau genetik, makanya salah satu caranya dengan tidak ada pernikahan pembawa sifat, pemahaman itu sudah ada di masyarakat tetapi masih kurang,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, dr Cut Putri Arianie mengungkapkan, Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia ini dilakukan Kemenkes dengan kerja sama pemerintah daerah, dan organisasi profesi, serta lembaga swadaya masyarakat.

“Di Jawa Barat datanya menunjukkan provinsi tertinggi sekitar 40 persen kasusnya. Makanya di Jawa Barat dilakukan di 14 Kabupaten/Kota yang terpilih melakukan uji coba ini,” ucapnya.

Menurutnya, penyakit ini dari beberapa literatur dan referensi menyatakan saudara kandung penyandang thalasemi hampir 50 persen menjadi pembawa sifat. Sehingga skrining diperlukan untuk para saudara kandung dari penyandang thalasemia tersebut.

“Pada hari ini yang akan diskrining adalah para saudara kandung dari para penyandang thalasemi yang pada usia produktif. Terutama yang memang belum menikah agar mereka tahu bagaimana mengambil langkah selanjutnya, untuk kelanjutan perkawinan atau merencanakan keturunan,” katanya.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, akan menjadi replika yang baik untuk dilakukan secara nasional. Dan kolaborasi yang ada Jawa Barat, khususnya Kota Bandung akan menjadi satu pembelajaran baik bagi sistem kesehatan di Indonesia,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara mengatakan, tahun ini Kota Bandung menjadi salah satu lokus Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia yang dilakukan di sejumlah Puskesmas.

“Sasarannya keluarga di ring satu yaitu saudara kandung pengidap thalasemia yang tercatat ada 382 di Kota Bandung. Pelaksanaan hari ini di Puskesmas Garuda yang akan diikuti oleh 13 UPT Puskesmas lainnya selama Oktober,” katanya.

Ia memastikan, pelaksanaan deteksi dini thalasemia tidak akan berhenti dan menjadi komitmen dalam pencegahan kelahiran dengan thalasemia untuk mewujudkan Kota Bandung Zero Kelahiran Thalasemia.

“Pada rangkaian uji coba hari ini, Puskesmas Garuda meluncurkan inovasi Garpu Thala, Garuda Peduli Thalasemia. Ke depannya semua calon pengantin, ibu hamil, remaja, dan pasien akan mendapatkan pemeriksaan,” ungkapnya. (agg-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sorgum Langkah Solutif Untuk Kebutuhan Ponpes Alfath

    Sorgum Langkah Solutif Untuk Kebutuhan Ponpes Alfath

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Santri tani (Santani) milenial Pondok Pesantren Alfath Kota Sukabumi dengan kepolisian Polres Sukabumi Kota menanam Sorgum dan tanaman herbal dilahan waqaf yang berlokasi di perbukitan di Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Sabtu (24/10/20). Pimpinan Pondok Pesantren Alfath KH. Fajar Laksana mengatakan, penanaman tersebut dalam rangka ketahanan pangan dalam rangka efisensi untuk kebutuhan di ponpesnya […]

  • Tolak UU Cipta Kerja, Gabungan Mahasiswa Se Bandung Raya Kepung Gedung DPRD Jabar

    Tolak UU Cipta Kerja, Gabungan Mahasiswa Se Bandung Raya Kepung Gedung DPRD Jabar

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Aksi penolakan UU Ciptakerja, dilakukan gabungan mahasiswa di Bandung, Selasa (6/10) siang didepan gedung DPRD Jawa Barat. Gabungan Mahasiswa Se Bandung Raya tersebut, menggelar aksi unjuk rasa, untuk menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Perwakilan mahasiswa, Sansan Andi Taufik mengatakan bahwa kami menentukan sikap, dengan adanya gerakan pengesahan UU Ciptakerja ini. “Kami melihat […]

  • Inflasi Kota Sukabumi  M-to-M  0,21 Persen Pada Juli 2025

    Inflasi Kota Sukabumi M-to-M 0,21 Persen Pada Juli 2025

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) Kota Sukabumi pada Juli 2025 tercatat sebesar 0,21%. Hal ini utamanya didorong oleh peningkatan indeks harga kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, yang menyumbang andil inflasi sebesar 0,08%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi, sejumlah komoditas utama menjadi penyumbang inflasi di kelompok ini, antara lain telur ayam ras, beras, bawang […]

  • Wujudkan Ketahanan Keluarga, Oded : Ada Empat Yakni keluarga Berkumpul, Keluarga Berinteraksi, Keluarga Berdaya, Keluarga Berbagi

    Wujudkan Ketahanan Keluarga, Oded : Ada Empat Yakni keluarga Berkumpul, Keluarga Berinteraksi, Keluarga Berdaya, Keluarga Berbagi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menyebut ada empat pendekatan untuk membangun ketahanan keluarga. Keempatnya yaitu keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya, serta keluarga berbagi dan peduli. “Untuk mewujudkan keluarga yang berketahanan, dibutuhkan empat pendekatan utama yakni keluarga berkumpul, yaitu setiap anggota keluarga meluangkan waktu untuk berkumpul bersama,” tutur Oded saat memperingati […]

  • Pemkot Bandung Tambah 25 Mesin Pengolah dan 1.597 Petugas, Hasil Evaluasi RAPBD 2026 oleh Gubernur Jawa Barat

    Pemkot Bandung Tambah 25 Mesin Pengolah dan 1.597 Petugas, Hasil Evaluasi RAPBD 2026 oleh Gubernur Jawa Barat

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Persoalan sampah menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Bandung dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2026. Hal tersebut mengemuka dalam hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat terhadap RAPBD Kota Bandung, yang menyoroti kebersihan kota dan sistem pengolahan sampah. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Gubernur Jawa Barat […]

  • Dukung Pemenuhan Komoditas Sapi Potong Di Jabar, Bank Bjb Gelar Business Matching Dengan Petani Milenial

    Dukung Pemenuhan Komoditas Sapi Potong Di Jabar, Bank Bjb Gelar Business Matching Dengan Petani Milenial

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMEDANG, Mbinews.id – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Jafar Ismail, menyampaikan bahwa Jabar saat ini harus mampu menjawab tantangan bidang peternakan sapi potong. Hal tersebut ia sampaikan karena dengan jumlah penduduk Jabar lebih dari 50 juta jiwa dan konsumsi sapi potong 205 ribu ton per tahun, ternyata hanya 25 ribu ton […]

expand_less