Breaking News
Trending Tags

PTM Harus di Pertimbangkan, Simak Pemaparan Ketua Umum IDAI Ajukan Rekomendasi PTM 2022

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memgeluarkan rekomendasi terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19, Minggu, 2 Januari 2022.

Ketua Umum IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) memaparkan, pelaksanaan PTM ini harus mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya sudah ditemukannya varian Omicron di Indonesia.

Kemudian, data di negara lain yaitu Amerika Serikat, negara-negara Eropa dan Afrika terkait peningkatan kasus Covid-19 pada anak dalam beberapa minggu terakhir. Sebagian besar kasus anak yang sakit adalah anak yang belum mendapat vaksin Covid-19.

“Adanya kebijakan pembelajaran tatap muka, sudah diaplikasikannya beberapa inovasi metode pembelajaran oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pentingnya proses pendidikan anak usia sekolah,” ulasnya.

Mengingat hal tersebut, sambung Piprim maka IDAI merekomendasikan untuk membuka pembelajaran tatap muka, jika 100 persen guru dan petugas sekolah sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Sebaiknya anak yang dapat masuk sekolah adalah anak yang sudah diimunisasi Covid-19, lengkap 2 kali dan tanpa komorbid,” ulasnya.

Di samping itu, sekolah tetap harus patuh pada protokol kesehatan terutama fokus pada beberapa hal yakni penggunaan masker wajib untuk semua orang yang ada di lingkungan sekolah, ketersediaan fasilitas cuci tangan, menjaga jarak, tidak makan bersamaan.

Termasuk juga memastikan sirkulasi udara terjaga dan mengaktifkan sistem penapisan aktif per harinya untuk anak, guru, petugas sekolah dan keluarganya yang memiliki gejala suspek Covid-19.

Untuk kategori anak usia 12-18 tahun, maka pembelajaran tatap muka dapat dilakukan 100 persen dalam kondisi, tidak adanya peningkatan kasus Covid-19 di daerah tersebut, tidak adanya transmisi lokal Omicron di daerah tersebut.

Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan metode hybrid (50 persen luring, 50 persen

daring) dalam kondisi masih ditemukan kasus Covid-19 namun positivity rate di bawah 8 persen.

Sementara itu, untuk kategori anak usia 6-11 tahun maka Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan metode hybrid (50 persen luring, 50 persen daring) dengan catatan

tidak adanya peningkatan kasus Covid-19 di daerah tersebut dan tidak adanya transmisi lokal Omicron di daerah tersebut.

Untuk pembelajaran tatap muka dapat dilakukan metode hybrid (50 persen daring, 50 persen luring outdoor) jika masih ditemukan kasus Covid-19 namun positivity rate di bawah 8 persen, ditemukan transmisi lokal Omicron yang masih dapat dikendalikan, dan Fasilitas outdoor yang dianjurkan adalah halaman sekolah, taman, pusat olahraga, ruang publik terpadu ramah anak.

“Untuk kategori anak usia di bawah 6 tahun maka sekolah pembelajaran tatap muka belum dianjurkan sampai dinyatakan tidak ada kasus baru Covid-19 atau tidak ada peningkatan kasus baru serta Sekolah dapat memberikan pembelajaran sinkronisasi dan asinkronisasi dengan metode daring dan mengaktifkan keterlibatan orangtua di rumah dalam kegiatan outdoor,” ungkapnya.

Adapun Sekolah dan orang tua dapat melakukan kegiatan kreatif seperti mengaktifkan permainan daerah di rumah, melakukan pembelajaran outdoor mandiri di tempat terbuka masing-masing keluarga dengan modul yang diarahkan sekolah seperti aktivitas berkebun, eksplorasi alam dan sebagainya serta rekomendasi bermain dapat mengutip dari rekomendasi permainan anak sesuai rekomendasi IDAI.

“Anak dengan komorbiditas dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak. Komorbiditas anak meliputi penyakit seperti keganasan, diabetes melitus, penyakit ginjal kronik, penyakit autoimun, penyakit paru kronis, obesitas, hipertensi, dan lainnya,” ulasnya.

IDAI pun menyampaikan bahwa pihaknya menghimbau untuk segera melengkapi imunisasi rutin anak usia 6 tahun ke atas.

Kemudian, anak dianggap sudah mendapatkan perlindungan dari imunisasi Covid-19 jika sudah mendapatkan dua dosis lengkap dan proteksi dinyatakan cukup setelah 2 minggu pasca penyuntikan imunisasi terakhir.

“Sekolah dan pemerintah memberikan kebebasan kepada orangtua dan keluarga untuk memilih pembelajaran tatap muka atau daring, tidak boleh ada paksaan,” ujarnya.

Di samping itu, untuk anak yang memilih pembelajaran daring, sekolah dan pemerintah harus menjamin ketersediaan proses pembelajaran daring.

“Kami juga merekomendasikan lengkap terkait protokol kesehatan dan proses mitigasi merujuk rekomendasi IDAI sebelumnya,” ujarnya.

Keputusan buka atau tutup sekolah harus memperhatikan adanya kasus baru Covid-19 di sekolah atau tidak.

Piprim juga menambahkan, rekomendasi ini sifatnya dinamis, disesuaikan dengan perkembangan terkini. (tiwi)**

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejar Target Pembangunan, Bappeda Kota Sukabumi Lakukan Hal Berikut

    Kejar Target Pembangunan, Bappeda Kota Sukabumi Lakukan Hal Berikut

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi mengadakan acara Forum Konsultasi Publik, terkait penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Sukabumi tahun 2023, Rabu (02/02/2022). Kepala Bappeda Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah mengatakan, secara teknokratik dan kajian atas capaian pembangunan di Kota Sukabumi, terdapat empat isu yang menjadi fokus target […]

  • IPP Jabar Turun, DPRD Meminta Disdik Siapkan  Program Sebagai Solusi

    IPP Jabar Turun, DPRD Meminta Disdik Siapkan Program Sebagai Solusi

    • calendar_month Kamis, 15 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    CIMAHI, MBInews.id – Stabilitas pengembangan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Provinsi Jawa Barat mengalami penurunan. Saat ini IPP Jabar menempati urutan 20 dari 34 provinsi di Indonesia. Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Dewan Perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru’yat meminta, Dinas Pendidikan Jawa Barat segera mempersiapkan program-program sebagai solusi untuk meningkatkan IPP. Achmad Ru’yat menilai, […]

  • HUT Jawa Barat, Khairullah Harapkan Penguatan Kolaborasi Pemerintah dengan Masyarakat

    HUT Jawa Barat, Khairullah Harapkan Penguatan Kolaborasi Pemerintah dengan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    BANDUNG,  MBInews.id – Anggota DPRD Kota Bandung, Khairullah, berharap peringatan HUT Ke-77 Provinsi Jawa Barat dapat membangun kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah daerah. Terutama dalam menyelesaikan persoalan pasca pandemi Covid-19, seperti kemiskinan dan pengangguran. Hal tersebut disampaikan Khairullah seusai Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat dalam rangka Memperingati HUT Ke-77 Provinsi Jabar di Gedung […]

  • Grafik Bencana 2020 Kota Sukabumi Cendrung Menurun

    Grafik Bencana 2020 Kota Sukabumi Cendrung Menurun

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi merilis grafik terjadinya bencana selama tahun 2020. Dalam keterangan persnya yang disampaikan Kepala BPBD Kota Sukabumi H. Imran Wardhani menyampaikan secara rinci jumlah kejadian bencana berdasarkan jenisnya yang terjadi pada tahun 2020 “Bencana pada tahun 2020 itu mencatat ada 199 jenis bencana yang terjadi. Diantaranya […]

  • Tahun Ini, Pemkot Sukabumi Diganjar DBHCHT Sebesar Lima Miliar Lebih

    Tahun Ini, Pemkot Sukabumi Diganjar DBHCHT Sebesar Lima Miliar Lebih

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kebagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Pemerintah pusat sebesar Rp5 miliar lebih. Anggaran sebesar itu, akan dimanfaatkan oleh tujuh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Yakni, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Perekenomian, Dinas […]

  • Resmi! Kota Bandung Kini Punya Lima Kampung Toleransi

    Resmi! Kota Bandung Kini Punya Lima Kampung Toleransi

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Plt. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meresmikan Prasasti Kampung Toleransi di RW 08 Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Andir. Peresmian ini menambah jumlah kampung toleransi yang ada di Kota Bandung menjadi lima. Dalam acara peresmian, Yana mengapresiasi hadirnya kampung toleransi di Bandung. Ia juga menyampaikan hadirnya kampung toleransi ini merupakan warisan dari pendahulunya, […]

expand_less